Theme style: Light | Dark
Welcome Guest [Log In] [Register]

Announcements

Situations
Informations
Links

Summer 2016
Time: Juli-Agustus 2016
Temperature: 28-33 Celcius

TERM 4


Timeline: 2016/2017
Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001

Kuota Registrasi: 27/45
Kuota Murid Spesial: 2/2
Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2
Kuota Visualisasi Asia: 7/7
Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5
Daftar lebih lengkap

[+] Langkah Bermain
[+] Peraturan
[+] Daftar Visualisasi
[+] Formulir Registrasi
[+] Jadwal Term 4
[+] About Tower Prepatory
[+] Plots
[+] Disclaimer and Credits
[+] Wikia (On Development)
Chatbox
Important Info
Twitter Feed

Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012.

Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login:

Username:   Password:
Locked
Autumn Vanlandingham; Contoh Topik Registrasi
Topic Started: Jan 28 2012, 11:10 AM (977 Views)
Autumn Vanlandingham
Data Siswa

Posted Image

Nama Lengkap: Autumn Vanlandingham

Tempat Tanggal Lahir: Swedia, 19 November 1994

Domisili: Swedia

Anggota Keluarga:
  • Nama Ayah: Carlsson Vanlandingham (Alive)
  • Pekerjaan Ayah: Dokter Gigi
  • Ibu: Margareta Vanlandingham (nee: Bergman, Alive)
  • Pekerjaan: Dokter Gigi
  • Saudara/i: -


Ciri fisik: Memiliki rambut merah yang seringkali terlihat diikat kuda, bisa dibilang kurus jika dibandingkan seusianya, dipengaruhi juga oleh tubuhnya yang tinggi. Memiliki hidung yang mancung. Ada bekas luka di sikunya diakibatkan jatuh dari sepeda.

Latar Belakang:
Keluarga Vanlandingham sendiri adalah keluarga yang biasa saja, seperti kebanyakan keluarga biasa. Tak ada konflik keluarga atau hal lain yang mengganggu sehinga Autumn tumbuh apa adanya, tak terganggu. Orang tuanya dahulu memilih untuk menjadi salah satu bahan riset dikarenakan keadaan keuangan yang sulit, namun sesudah Autumn lahir keadaan keuangan mereka justru membaik akibat bayaran dari pemerintah Amerika. Mereka diperbolehkan tetap tinggal bahagia di Swedia dengan syarat orang tuanya harus melaporkan perkembangan Autumn setiap bulannya. Di Swedia mereka hidup makmur dan mendidik Autumn menjadi Autumn yang sekarang.

Ia sendiri mengalami trauma setelah tanpa sengaja kemampuannya membuat orang lain melakukan bunuh diri sehingga ia jarang menggunakan kemampuan yang dimilikinya dan hanya menggunakannya jika benar-benar dipaksa dan terpaksa.

Karakteristik: Tipe gadis yang menuruti perintah serta peraturan, tegas, tak menyukai orang yang senang membuat masalah. Meski serius namun ia masih bisa melakukan kesenangan tersendiri, meski segala tindakannya untuk bersenang-senang tidak akan dirasa masuk akal oleh orang lain bahwa ia bisa melakukan tindakan seperti itu. Termasuk orang yang tertutup dan akan sulit menerima orang lain sebagai teman, maka dari itu akan merasa sangat terpukul jika ia kehilangan salah satu orang yang sudah dipercayainya.

Tambahan:
  • Takut terhadap ketinggian.





Abiliti: Hypersuasion

Penjelasan Abiliti: Kemampuan untuk meyakinkan orang lain untuk melakukan apa saja yang dikatakan oleh pemilik kemampuan ini.

Batasan kemunculan awal: Pada saat pertama kali muncul, kemampuan ini sebenarnya tak kuat dan hanya akan dapat digunakan sementara beberapa menit. Pada detik-detik awal digunakan, pengaruh sangat kuat sehingga seperti saat ia menyuruh orang untuk bunuh diri, orang tersebut benar-benar melakukan hal tersebut. Namun semakin lama kemampuan ini semakin mudah untuk dihalau dan tak akan berpengaruh jika ia sudah mempengaruhi orang lain selama 5 menit.

Perkembangan Abiliti:




Visualisasi: Ebba Zingmark

Latar Belakang Visualisasi: Anonim.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Whisper 121

Posted Image
Silahkan post Pengalaman Pertama serta Kedatangan Anda untuk diproses secara lebih lanjut.




Posted Image
Harap perbaiki beberapa kesalahan di form Anda, antara lain:
  • ......
  • .........

Jika sudah dirubah silahkan melapor ke sini.


Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Autumn Vanlandingham
PENGALAMAN PERTAMA

Tangannya bergerak dengan lancar di atas sebuah keyboard komputer yang berada di sebuah perpustakaan. Rambutnya terikat dengan manis dalam bergerak-gerak mengikuti irama musik yang mengalun di Headsetnya. Sekali-kali sebuah senyuman terpulas di wajahnya, sebuah tanggapan pada kalimat-kalimat yang muncul di layar komputernya. Ah, sayang ini di perpustakaan, jadinya orang-orang yang melihatnya pasti akan mengira bahwa ia sudah gila. Sayang sekali komputernya di rumah rusak, karenanya ia sampai harus berdiam diri di perpustakaan hanya untuk mengobrol dengan kawannya yang berada jauh dari Swedia.

Matanya sesekali mendelik ke jam dinding yang berada di perpustakaan tersebut. Jarum pendeknya sekarang sudah menunjuk ke angka 5, pertanda bahwa perpustakaan sekolah tersebut akan ditutup sekitar setengah jam lagi. Ia menarik nafas, sejujurnya ia merasa malas untuk pulang, karena seharusnya sekarang ia sudah sampai di rumah. Orang tuanya terkadang terlalu mengekangnya, padahal usianya kini sudah 14 tahun. Ia kemudian mengetikan kata-kata terakhir untuk orang yang sedang chat bersamanya kemudian memasukan semua barangnya ke dalam tasnya dan mematikan komputer tersebut.

Lagipula perpustakaannya sudah sepi, tidak mungkin ia mau berdiam diri sampai malam sendirian di sini. Ia melangkah menuju ke pintu keluar sambil tersenyum. Saat tangannya memegang pintu perpustakaan, handphonenya berdering dari dalam tasnya. Ia berhenti menggerakan pintu tersebut kemudian tangannya merogoh ke dalam tasnya, mengambil telepon genggam tersebut dan menjawab panggilan yang datang padanya.

"Halo?"

"Autumn, ayolah, aku benar-benar ingin berbicara denganmu, kau ada dimana?"

Sial, seharusnya ia melihat terlebih dahulu siapa yang meneleponnya. Orang itu, Peter namanya, orang yang belakangan ini sering sekali mengganggu ketenangan hidupnya. Entah sudah berapa kali anak lelaki itu meneleponnya terus-terusan dan menguntitnya. Rasanya jadi mengerikan. Ia berniat untuk langsung menutup telepon tersebut, namun ia membatalkan niatnya tersebut.

"Bukan urusanmu aku ada dimana, aku bosan melihat wajahmu."

Sepertinya kata-kata tersebut tidak akan cukup.

"Aku ada di atap sekolah tempat kamu biasanya bermain, ayolah, aku juga ingin bermain denganmu," nada benar-benar memohon, namun tak diindahkannya nada tersebut. Ia lelah mendengar suara anak lelaki yang bahkan belum dikenalnya terlalu lama itu. Baru sekitar 2 tahun, dan itu pun tak bisa benar-benar dikatakan saling mengenal. Baru sekitar sebulan yang lalu Peter secara

"Aku tidak mau, Peter, kau menyeramkan, berhenti mengganggu hidupku, please?"

"Aku tidak mau sampai kau mau bermain denganku."

"Mati saja sana!" ia menyandarkan tubuhnya ke dinding perpustakaan, mendadak merasa sangat lelah dan kehabisan kata-kata. Berapa banyak kata lagi yang harus diucapkannya, apa yang harus dilakukannya agar hidupnya jadi tenang lagi tanpa takut ada yang menontonnya dari kejauhan? Perasaannya jadi selalu tidak tenang, tahu.

"Bagaimana caranya?"

Sebuah pertanyaan yang tidak terduga terdengar dari speaker telepon genggam tersebut. Autumn mengernyit, memang dasar anak laki-laki yang aneh. Namun ia tidak terlalu memikirkan kerasionalan pertanyaan tersebut, bahunya bergerak ke atas meskipun ia tahu gerakan tersebut tak akan terlihat oleh siapa pun.

"Entah, kau sedang ada di atap kan? Loncat saja dari sana ke bawah," dengan kata-kata terakhir itu ia menutup teleponnya, malas untuk menanggapi lagi. Ia memasukan telepon genggamnya kembali ke tasnya dan keluar dari perpustakaan tersebut menuju ke gerbang keluar. Namun baru saja sampai ke gerbang keluar tersebut ada suara orang-orang yang ribut, berlarian ke dalam bangunan sekolah.

"Ada yang bunuh diri! Ada yang bunuh diri!"

Kata-kata tersebut berhasil menarik perhatiannya dan kakinya ikut berlari kembali ke dalam sekolah mengikuti orang-orang yang heboh masuk ke dalam. Orang-orang tersebut berlarian menuju ke sebuah gedung, gedung yang biasanya menjadi tempatnya belajar, gedung yang biasanya atapnya ia gunakan untuk menongkrong bersama teman-temannya. Di luar gedung tersebut terdapat banyak orang yang bergerumul mengelilingi sesuatu. Ia bergerak merengsek maju ke depan, penasaran siapa yang nekat bunuh diri di sekolah.

Bagaimana pun juga, ia tidak mengantisipasi apa yang dilihatnya. Meskipun ada banyak darah yang mengelilingi tubuh yang tergeletak begitu saja di ubin luar gedung, ia masih bisa mengenali siapa orang tersebut. Orang tersebut, bernama Peter.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Autumn Vanlandingham
KEDATANGAN

Musik mengalun pelan dari earphone-nya, sangat pelan hingga hanya ia yang dapat mendengar suara musik tersebut. Ia memandangi jalanan gelap yang tengah dilewati oleh taksi yang ditumpanginya dengan tatapan hampa. Sejujurnya, ia sama sekali tak mendengarnya alunan lagu The Script itu, bisa dikatakan ia terlalu syok akan kejadian tadi. Orang itu sekarang benar-benar mati. Persis seperti apa yang ia pernah inginkan, persis seperti suruhannya.

Hanya kebetulan kan? Apakah orang itu sebegitu terobsesi dengan dirinya sampai mau mengikuti kata-katanya begitu saja, melompat dari atap gedung? Benar-benar gila. Sebagian dari dirinya merasa bersyukur namun sebagian besar dari dirinya merasa bersalah. Ia ingin merasa tenang, karena memang seperti itulah seharusnya perasaannya sekarang, namun tetap saja ia tak bisa melakukannya. Kemungkinan lain adalah bahwa memang sebenarnya si laki-laki itu memang sudah berencana bunuh diri dan membuatnya menyaksikannya dengan mengundangnya ke sana namun begitu mendengar ucapannya anak lelaki itu mengubah rencananya dan membuatnya akhirnya merasa seperti ini.

Who knows?

Tak terasa mobil tersebut akhirnya berhenti, membuatnya terbangun dari lamunannya. Ia mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan sejumlah uang, menyerahkannya kepada supir taksi tersebut kemudian keluar sembari membopong tasnya yang dipenuhi oleh buku pelajaran. Musik masih mengalun, tak sekali pun ia mematikan music player yang ada di handphone-nya. Ia membuka gerbang rumahnya yang tak terlalu besar, memasuki daerah halaman dan akhirnya sampai di depan pintu. Tak sempat ia menyentuh gagang pintu tersebut, pintunya terbuka tanpa terduga, membuat wajahnya yang awalnya terlihat murung menjadi menunjukan ekspresi kaget.

"Darimana saja kamu jam segini baru pulang?"

Cih. Kata-kata yang sudah biasa didengarnya. Ayahnya, sosok berumur 37 tahun dengan tubuh tegap dan rambut kemerahan yang sudah mulai beruban meski umurnya tak tergolong belum terlalu tua. Ia masuk ke rumah dan menghadap ayahnya, menatapnya malas-malasan di wajah.

"Mengerjakan tugas," ucapnya dan kemudian berjalan. Namun belum seberapa jauh ia berjalan ia berhenti dan berbalik, "Tolong jangan tanya macam-macam dulu hari ini, please? Aku lelah."

Sebelum ayahnya berucap apa pun lagi ia melangkah cepat menapaki anak tangga menuju ke lantai dua. Dalam keadaan biasa menapaki 20 anak tangga tak akan terasa melelahkan. Namun hari itu ia tanpa sebab merasa sangat kelelahan, membuatnya merasa begitu lelah ketika berhasil sampai di lantai dua tanpa terjatuh. Ia langsung menuju kamarnya yang berada tepat di samping tangga, membuka pintunya dan menjatuhkan diri di atas kasur masih dengan earphone terpasang di telinga, dengan ajaib tak terjatuh sama sekali. Ia menutup matanya sebentar, mencoba menenangkan diri terlebih dahulu. Sayang, percobaan menenangkan dirinya begitu muncul suara kresek berulang-ulang di earphone-nya, memaksanya kembali membuka mata dan melepas earphone tersebut dan mengetuk-ngetuknya. Musik kembali mengalun dengan normal dan ia kembali memasang earphone tersebut.

Sampai suara kresek tersebut kembali hadir. Namun, ia tak mengindahkannya karena sekarang matanya sudah tertutup rapat. Tertidur dalam tidur yang sangat dalam seketika. Dan ketika ia kembali membuka matanya, ia langsung menyadari bahwa ia tak ada di kamarnya sendiri, namun berada di tempat lain yang asing baginya...
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Mathematic
Posted Image
Selamat, Anda secara resmi menjadi Siswa Baru Tower Prepatory. Selamat menjalani 7 tahun masa sekolah di sekolah ini.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
« Previous Topic · Arsip Percontohan · Next Topic »
Locked