Theme style: Light | Dark
Welcome Guest [Log In] [Register]

Announcements

Situations
Informations
Links

Summer 2016
Time: Juli-Agustus 2016
Temperature: 28-33 Celcius

TERM 4


Timeline: 2016/2017
Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001

Kuota Registrasi: 27/45
Kuota Murid Spesial: 2/2
Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2
Kuota Visualisasi Asia: 7/7
Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5
Daftar lebih lengkap

[+] Langkah Bermain
[+] Peraturan
[+] Daftar Visualisasi
[+] Formulir Registrasi
[+] Jadwal Term 4
[+] About Tower Prepatory
[+] Plots
[+] Disclaimer and Credits
[+] Wikia (On Development)
Chatbox
Important Info
Twitter Feed

Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012.

Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login:

Username:   Password:
Locked
1st Grade: Biology (2013/2014); lesson: Microscope
Topic Started: Apr 22 2012, 08:54 AM (1,975 Views)
Venti Noire
Satu menit...

Dua menit...

Tiga menit, dan panjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya setelah menit-menit yang menyebalkan berlalu, Ve berhasil melihat sel-sel bawang tersebut. Sesuai dengan ingatannya, sel bawang merah itu berbentuk seperti batu-bata yang ditumpuk hanya saja yang ini bukan berbentuk persegi sempurna. Senang? Tentu saja. Ternyata usahanya selama beberapa menit ke belakang tidak sia-sia. Setelah berkutat dengan diafragma. Setelah menaikturunkan makrometer dan mikrometer dengan tidak sabar. Ve dapat melihat sel bawang tersebut dengan baik dan jelas. Selesai kah? Tunggu sampai Ve menggambar sel tersebut, kemudian katakan lah praktik Biologi hari ini selesai sudah.

Mengangkat kepalanya dengan senyuman tipis di wajahnya. Melangkahkan kakinya menuju ke depan kelas untuk mengambil ketas kosong yang sudah disediakan. Melirik temannya yang masih berkutat dengan mikroskop, kemudian terdiam. Baru sekarang ini Ve menyadari bahwa kelas Biologi sebegitu heningnya, sampai-sampai suara langkah kakinya yang tergesa seperti hantaman raksasa. Meh. Maaf, kalau berisik.

Kembali ke mejanya. Membereskan peralatannya yang tadi dipakai dan hanya menyisakan mikroskop saja. Langkah pertama, menulis nama lengkapnya. Sayang sekali jika sudah lelah-lelah mengerjakan praktik, tidak tahunya lupa diberi nama. Gah. Gawat. Oke, nama sudah selesai. Sekarang gambarnya. Sekali lagi, melirik mikroskop tersebut sambil terus menggambar. Berusaha menggambar dengan seapik mungkin, walau dirinya sadar bahwa menggambar bukan lah keahliannya. Setidaknya Mister Biology bisa menyangka bahwa ini gambar sel bawang, bukan batu-bata sungguhan.

Selesai.

Tangannya menyerahkan kertas yang berisi nama dan gambar buatannya. "Ini, Mister." ucapnya pelan setelah sampai di depan kelas. Mengangguk satu kali, kemudian berbalik dan menuju kursinya kembali. Sekarang tinggal bersantai di tempat sampai bel berbunyi. Mari lihat apa yang bisa dilakukan di sini hm? Memperhatikan warna-warna teman-temannya? Sekaligus melatih kemampuannya? Bukan ide yang buruk.

Offroll. Selesai tugasnya \m/
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lenka Cho
Selanjutnya apalagi sih?

Tidak memusingkan beberapa interaksi di sekitarnya yang masih terus berjalan, ia sendiri masih sibuk mencari pencahayaan yang tepat untuknya menemukan sudut yang tepat agar mikroskopnya sendiri menghasilkan gambar yang jelas untuknya nanti. Mikroskop konvensional memang sesuatu eh? Apalagi di saat-saat seperti ini, ketika kau harus memutar diafragmanya agar sesuai, segi cahaya yang tepat agar gambarnya mendapatkan cahaya yang jelas, dan tetek bengek sebagainya.

Euh, tadi nampaknya ia sudah menemukan cahaya yang tepat, sekarang kemana cahaya tersebut pergi? Sampai kemudian helaan nafas terlontar secara tak sadar dari bibirnya, memutar mikroskop bagiannya sedikit ke arah sumber cahaya yang kiranya ada di ruangan tersebut. Siapa tahu saja bisa dengan mudah mendapatkannya dengan cara seperti ini maksudnya. Jadi? Diharapkannya sih bisa didapatkannya dengan mudah setelah ia melakukan hal seperti ini. Tapi sepertinya masih belum maksimal.

Hingga harus diputarnya kembali mikroskopnya kembali.

Dan yak, cahaya barusan nampaknya sudah tepat. Mengatur-ngaturnya sedikit untuk menemukan perbandingan yang tepat, setelah itu ia masih harus mengatur fokus perbesaran lensanya, meletakkan preparatnya dan menyelidiki penampang gambar jelasnya.

Duh, sibuk ya (?)


5 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Annabeth Hemington
putar.. putar.. yaah Annabeth harus menemukan si sel dari bawang ini, mungkin karena potongan bawangnya tidak terlalu bagus kali yah jadi gak ketemu, maklumlah Annabeth sangat jarang memotong bawang sebelumnya, Annabeth juga gak pernah menggunakan mikroskop seperti ini sebelumnya.

Annabeth mencoba-coba mengganti cermin tapi masih tidak bisa, karena sedikit hopeless Annabeth coba bertanya ke Jamie, "umm.. kau bisa membantuku tidak?" tanya Annabeth. "bisa bantuin mengutak-atik mikroskop ini?" kata Annabeth sambil tersenyum tipis. Annabeth tidak yakin mereka boleh bekerja sama tapi Annabeth sudah benar-benar desprate,demi mendapat nilai begini nih usahanya.

Annabeth untuk beberapa lama masih ngutak-atik mikroskop, tapi ia tidak pernah melihat sel bawang sebelumnya juga sih, tetapi selalu hasilnya tidak berbentuk, Annabeth tahu kalau sel tumbuhan itu beraturan tidak seperti sel binatang yang tidak berbentuk, dan tentu saja ia tahu di sel terdapat nucleus di tengahnya, sebenarnya Annabeth walau membenci biologi ia masih lebih semangat dari pada fisika atau kimia, apalagi matematika Annabeth sangat tidak menyukai matematika.

Sampai Akhirnya Annabeth sepertinya mendapat gambaran yang cukup bagus, mungkin cukup bagus untuk di gambar.


Jamie Aberwitch
5+[result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lenka Cho
Memastikan pencahayaan yang didapatkannya sudah mendapatkan hasil yang memuaskan. Sekadar mengecek kembali, membuatnya berpikir ulang apakah pencahayaan yang ia dapatkan sudah cukup tadinya. Memutar mikroskopnya kembali, dan membuatnya terhenti tepat ketika ia mendapatkan pencahayaan yang dimaksud. Atur-atur lagi, apakah sudah pas dan sesuatu semacamnya itu. Hmm, yah, sepertinya memang sudah pas? Apalagi setelah ini? Menegakkan tubuhnya sekilas, membiarkan matanya terbiasa dengan keadaan sekitar terlebih dahulu.

Karena jika ia harus melakukan hal seperti itu terus-menerus bisa picek sungguhan matanya (ceritanya melebih-lebihkan). Mengambil preparat miliknya sendiri, memeriksa adanya gelembung udara yang dimaksud atau tidaknya sebelum kemudian setelah memastikannya tidak ada hal yang ia sebutkan sama sekali barulah ia meletakkan preparat tersebut di tempat yang dimaksud. Pas. Membicarakan hal seperti ini, ternyata ia orang yang cukup perfeksionis juga dengan kesemuanya ini eh?

Bah.

Maniknya kembali melihat lensa, setelah menutup matanya yang satu dan kali ini tengah mengatur diafragmanya. Berusaha mencari fokus yang tepat untuk menemukan gambar penampang bawang yang diinginkan. Yang ini bagian yang menurutnya cukup sulit untuk dilakukan.


8 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Jamie Aberwitch
"Umm.. iya kita pernah bertemu di taman sebelumnya, by the way namaku Annabeth Hemington, kau bisa memanggilku Anna."

"Ohh... Halo Anna. Apa kau benci praktek ini?" pertanyaan itu sekali lagi dilempar pada Anna. Entah kenapa Jamie tidak merasa bosan menanyakan itu? Mungkin karena Jamie mau dapat satu teman yang sama-sama sebal dengan praktek menggunakan mikroskop.

Heh? Ve sudah selesai? Cepat sekali dia. Padahal beberapa waktu yang lalu Ve sepertinya masih kesusahan melakukan praktek ini. Tapi sekarang dia malahan sudah selesai. Ckckckckck Jamie juga harus menyelesaikan praktek ini secepatnya. Semakin cepat selesai praktek, semakin cepat Jamie bisa pergi dari yang namanya mikroskop.

Berkat saran Ve, Jamie bisa melanjutkan prakteknya. "Makasih Ve," kata Jamie pada Ve walaupun sudah telat untuk berterima kasih. Tapi yang penting Jamie sudah berterima kasih.

"umm.. kau bisa membantuku tidak?"

"Emmmm... Bantu apa ya?" sebenarnya Jamie malas membantu, apa lagi kalau disuruh membantu yang ribet-ribet. Tapi ya sudah lah, Jamie akan membantu temannya, Annabeth Hemington.

"Bisa bantuin mengutak-atik mikroskop ini?"

"Ngutak-ngutik gimana?" tanya Jamie bingung. Serius deh kalau disuruh ngutak-ngutik mikroskop Jamie paling bingung. Tapi Jamie akan berusaha membantu.


Annabeth Hemington
5+ [result]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lenka Cho
Selesai.

Belum, belum selesai seluruhnya atau seperti itu juga. Maksudnya selesai disini adalah ia baru saja selesai meletakkan kaca preparat miliknya sendiri di tempat dimana mikroskop tersebut tersedia. Mengaturnya agar pas berada di tempatnya, tanpa ia sadari sedari tadi telah memicingkan matanya yang tanpa ia lakukan seperti itu pun sudah dalam bentuk segaris, tipikal mata orang mongoloid sepertinya pada umumnya. Meskipun tidak semuanya juga seperti itu tentunya, setahunya orang Jepang memiliki bola mata yang lebih besar dibandingkan dengan kaumnya sendiri.

Kaumnya?

Anak paruhan dia padahal, darah korea dan cina mengalir keduanya di dalam dirinya. Meskipun nyatanya nama internasionallah yang kedua orang tuanya pakai untuk mengisi akta kelahirannya, tetap saja di rumah ia tidak dipanggil dengan sebutan Lenka seperti apa yang teman-temannya panggil terhadapnya. Teman-temannya—sob—apa deh. Berasa melakukan hal random seperti ini seorang diri dan merasa aneh sendiri karenanya, uh sudahlah, ia masih harus menyelesaikan tugasnya yang ini sebelum lalu menggambar penampang bawang yang sudah jadi.

Selanjutnya?

Ah ya, tadi sedang mengatur diafragma lensanya kan? Putar-putar dengan kedua tangannya pada kedua sisi yang berbeda, berusaha menemukan fokus yang tepat.


11 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Loki Sundstrom
Sekali lagi potongan bawangnya tidak terlalu tipis untuk dilihat melalui microscope. Ya memang dirinya tidak terlahir untuk menjadi pemotong bawang tertipis yang pernah ada. Disuruh memotong bawang Bombay untuk di jadikan kari pun diam-diam Loki menyelinap keluar dari dapur. Membiarkan sang adik yang menjadi pembantu dadakan menggantikan dirinya. Mhpf— pantas saja si sulung tidak pernah akur dengan ibunya sendiri.

Jermarinya kembali membuat potongan bawang, di tempatkan seperti sebelumnya dan maniknya mencari gambaran tertentu yang seharusnya terpaparkan. Kelas menyusahkan saja. Tangannya sampai bau bawang, tidak sedap, tolong ingatkan dirinya untuk tidak mengusap kedua matanya sebelum mencuci tangan. Tahu sendiri kan rasanya akan seperti apa.

Berapa lama lagi si sulung Sundstrom harus berkutat dengan mikroskopnya? Rasanya lama sekali dan ia masih mendapatkan hasil yang nihil. Visualisasi absurd masih blur di pandangannya. Kembali ke tugasmu Lock!.


4 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result] masih Op-in cenderung pasif
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lenka Cho
Putar, putar, terus saja sibuk memutar diafragmanya sampai mabuk. Ini bagian yang paling dibencinya sebenarnya, entah kenapa sampai sekarang masih belum menemukan fokus yang sesuai untuk tugas yang dikerjakannya tersebut. Melepaskan bola matanya sejenak dari lensa mikroskop yang ada, mengamati bagian dimana fokus yang diambilnya diputarnya ke arah yang lebih tajam. Ada tiga fokus pada mikroskop konvensional seingatnya, betul? Lalu setelah memastikan telah memutarnya dengan tepat ia kembali pada kegiatannya semula.

Hng.

Menggesernya naik dan turun, sesekali memastikan kaca preparatnya sendiri tidak bergerak sama sekali dari koordinatnya. Kalau tidak hasilnya juga tidak akan semaksimal ketika kaca preparat tersebut langsung siap untuk dilihat mata telanjangnya. Hingga akhirnya menemukan sepercik gambar yang ia inginkan, memutar kembali fokusnya, hingga dilihatnya sosok penampang bawang itu semakin lama semakin jelas terlihat darinya.

Ah, ketemu.

Tersenyum puas atas hasil yang telah ditemukannya, setelah ini, apa? Ah ya, ia harus menggambar penampang bawang yang dimaksud tersebut bukan? Celingukan, sudah ada beberapa anak yang juga selesai nampaknya.


14 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Jamie Aberwitch
Cahaya!!! Dimana sih kamu? Kayaknya Jamie dah kutak-kutik nih mikroskop kok masih belom dapet cahaya ya? Mungkin Jamie musti pake lampu sorot buat dapet cahaya kali ya. Kok nyari cahaya aja susah banget.

Sepertinya ada beberapa murid yang sudah selesai deh. Tapi Jamie, melihat sel bawangnya aja belom. Kayaknya Jamie bakal jadi yang selesai terakhir deh.

Jamie melihat ke arah Anna, atau yang nama panjangnya Annabeth Hemington. Dia juga lagi kesusahan seperti Jamie. Sepertinya kita sama-sama lagi nyariin si cahaya. Buset deh, cahaya hebat banget ngumpetnya.

Kutak-kutik, Kutak-kutik, Kutak-kutik

"Ah!" teriak Jamie yang menandakan bahwa barusan Jamie menemukan cahaya sedikit. Tapi cahayanya hilang lagi. Jamie benar-benar gak berbakat pakai yang namanya mikroskop ya. Untung saja cita-cita Jamie bukan menjadi professor atau peneliti sel. Kalau cita-cita Jamie begituan sih, pastinya Jamie akan sangat handal menggunakan yang namanya mikroskop.

Tiba-tiba Jamie mendapatkan cahaya. Entah dari mana cahaya itu datang, yang penting Jamie bisa melanjutkan pekerjaannya. Bagus lah.


Annabeth Hemington
10+ [result]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/result]
Edited by Jamie Aberwitch, May 5 2012, 01:35 AM.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lenka Cho
Selesai dengan praktek yang dilakukannya, yang harus dilakukannya sekarang adalah menggambar hasil yang telah berhasil diperolehnya. Mengamati dimana kertasnya berada, sebelum menemukannya di antara tumpukan alat tulisnya yang lain. Menghela nafas tanpa ia sadari dengan kenyataan bahwa ia masih harus melakukan hal macam menggambar—bukannya tidak mau, hanya—malas. Padahal sudah saja sih yang penting menemukan gambar yang dimaksud dan selesai bukan?

Masalahnya sepertinya tidak juga tuh.

Pada akhirnya ia sendiri mulai mengambil pensilnya, menggambar satu per satu garis yang saling menautkan penampang bawang yang berhasil diambil fokusnya. Su—lit juga eh? Menggigit bibir bagian bawahnya ketika menyelesaikan gambarnya tersebut, setelah selesai memangnya ngapain lagi? Mungkin—menganggur hingga jam pelajaran selesai nanti?

Memperhatikan kembali gambarnya yang sudah hampir selesai, hanya coretan sederhana yang kurang lebih dirasanya mirip dengan yang aslinya. Ia tidak bodoh-bodoh amat dalam hal menggambar juga ini kok. Yak, sudah cukuplah, yang penting ia sudah menggambarnya. Meletakkan peralatannya dan haruskah ia membereskan mikroskop yang baru saja selesai ia gunakan?

Nanti deh.


Finish.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums. Reliable service with over 8 years of experience.
Learn More · Register for Free
Go to Next Page
« Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic »
Locked