Theme style: Light | Dark
Welcome Guest [Log In] [Register]

Announcements

Situations
Informations
Links

Summer 2016
Time: Juli-Agustus 2016
Temperature: 28-33 Celcius

TERM 4


Timeline: 2016/2017
Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001

Kuota Registrasi: 27/45
Kuota Murid Spesial: 2/2
Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2
Kuota Visualisasi Asia: 7/7
Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5
Daftar lebih lengkap

[+] Langkah Bermain
[+] Peraturan
[+] Daftar Visualisasi
[+] Formulir Registrasi
[+] Jadwal Term 4
[+] About Tower Prepatory
[+] Plots
[+] Disclaimer and Credits
[+] Wikia (On Development)
Chatbox
Important Info
Twitter Feed

Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012.

Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login:

Username:   Password:
Locked
  • Pages:
  • 1
  • 5
1st Grade: Biology (2013/2014); lesson: Microscope
Topic Started: Apr 22 2012, 08:54 AM (1,974 Views)
Annabeth Hemington
"Ngutak-ngutik gimana?"

Annabeth nengok ke arah Jamie beberapa menit lalu lanjut berkutik dengan mikroskop, "yasudah deh, aku tidak mau mengganggu mu." jawab Annabeth ke Jamie. Annabeth hampir mendapat hasil yang cukup bagus yang ia butuhkan sekarang adalah cahaya hanya cahaya. Annabeth putar-putar beberapa bagian dari mikroskop, ngasal. Annabeth tidak peduli deh kalau mikroskopnya rusak karena dia, heheh, lagian ngajak Annabeth untuk praktek beginian nasip di tanggung sekolah.

Annabeth memencet-pencet walaupun ia tidak tahu apa yang dia lakukan, Annabeth melirik ke arah Jamie sebentar, sepertinya Jamie sudah ketemu Annabeth makin ngamuk karena cahaya, kenapa sih cahaya-cahaya ngumpet dari Annabeth takut di racuni oleh Annabeth, haha pikiran bodoh.

"ckck..mikroskop mau aku racuni yah?!"

Annabeth masih berkutik sama mikroskop sampai di salah satu titik ia menemukan sedikit cahaya, lalu Annabeth bergerak pelan-pelan lalu memutar sedikit dan akhirnya sampai ia mendapat cahaya, Annabeth sangat senang, saking senangnya ia tanpa sengaja menyenggol mikroskop lalu bergeser sedikit, Annabeth freeze beberapa detik, AHHHHHHHHHHHHHH...!!!!!! sekarang Annabeth harus memutar-mutar lagi, untung saja cahayanya masih ada dikit, huff Annabeth hampir saja setengah pingsan, tapi sedikit lega. Annabeth tidak pernah merasa setegang ini.

Annabeth memegang pundak Jamie, lalu tersenyum dengan lega.


Jamie Aberwitch
8+[result]2&2,1d2,0,2&1d2[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lorelei Vivica
Menunggu respon dari Thor Sundstrom—nihil.

Malah sepertinya sang pemuda dengan surai tembaga itu sama sekali tidak mendengar teguran dari gadis bermanik hazel ini. Pfft—Lorelei is being ignored. Hanya menghela nafas perlahan. Ya sudahlah, pemuda itu yang rugi. Lorelei awalnya berniat membantu, tapi, ya sudahlah. Kini Lorelei lebih bisa fokus pada tugasnya sendiri. Preparat bawang yang belum terselesaikannya

Back to the business. Omong-omong, diafragma sudah diatur dengan sempurna. Lalu apa selanjutnya? Something to do with the lens, right?. Dengan agak ragu, Lorelei memperhatikan dari balik lensa okuler. Lapangan pandang pun sudah tampak, namun belum terlalu jelas. Jemari panjangnya memutar revolver untuk mengganti lensa objektif.

Next, Lorelei meletakkan kaca benda—preparat berisi irisan lapisan bawang—pada meja objek. Diaturnya sedemikian rupa hingga preparat tersebut berada dalam lapangan pandang. Lalu dijepitnya kaca preparat itu dengan penjepit yang terletak di atas meja objek.. Biner hazelnya memandang dari samping, menurunkan lensa objektif secara pelan hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati sesuai.

Lorelei mulai memperhatikan bayangan yang muncul melalui lensa okulernya. Sedikit memutarnya, menaikkan dan menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Nah, begini sudah betul, kan?

Hasil= 9 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Nathalie Gilbert
#1


Pasang muka facepalm. Mulai.


"..........."


Pasang muka facepalm. Selesai.


Bukan. Nggak. Nat tidak membenci pelajaran Biologi kok. Sejak kapan ia membenci pelajaran Biologi? Tidak. Ia tak membencinya kok. Ia cuma speechless tak tahu harus berkata apa karena baru saja ia masuk ke kelas ini, baru di pertemuan pertama, by the way, mereka langsung di beri tugas. Tidak ada sesi perkenalankah? Setidaknya jika ada sesi seperti itu, mungkin. Mungkin, seorang Nathalie Gilbert akan dengan mudah mendapat teman atau setidaknya ia sudah memperkenalkan dirinya dan dengan gampang—masih mungkin—ia bisa bersosialisasi dengan baik.

Tapi sudah lah, seorang Nathalie mungkin memang di takdirkan tak akan bisa bersosialisasi dengan baik dan mungkin akan selamanya menjadi gadis suram. Tak bisa di andalkan. Tidak mau di dekati. Ini kenapa aura negatif semua sih yang keluar? Udah deh. Gadis itu mengembalikan fokusnya dan mendapati dirinya tengah duduk di meja percobaan yang panjang itu. Masing-masing meja di huni oleh dua orang dengan ukuran meja yang di pergunakan sama besar.

Di depannya telah tersedia barang-barang yang di butuhkan. Kaca preparat, Kaca penutup, Bawang, Air, Pipet, dan Pisau kecil. So? Harus melihat bentuk sel bawang dan menggambarnya kedepan? Well, itu urusan yang cukup mudah bagi seorang Nathalie Gilbert. Bukannya ingin pamer atau apa. Tapi dia cukup percaya diri jika menyangkut dengan penelitian seperti ini. Indeed.

Nathalie mulai bekerja dengan bahan-bahannya untuk membuat preparat. Well, let's see apakah buatannya ini bagus atau tidak.


[result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lorelei Vivica
Semuanya berjalan cukup lancar bagi gadis bertubuh jangkung dan kelewat kurus ini. Ternyata praktikum ini tidak sesulit yang dibayangkannya ya? Atau memang keberuntungan sedang memihak gadis Lorelei Vivica ini hingga semuanya berjalan terlalu lancar?

Yeah, whatever. Lorelei hanya tertarik pada bagian akhir dari tugas ini, menggambar penampang preparat bawang yang tampak di mikroskop ini.

Tunggu dulu. Sepertinya perbesarannya kurang kuat. Jemari kurusnya lalu memutar revolver untuk mengubah lensa objektifnya. See? Gambarnya terlihat lebih jelas dan besar sekarang.

Hmm. Well, hello there, sel epidermis bawang! Ya, Lorelei akhirnya dapat melihat sel epidermis bawang itu dengan jelas. Bentuknya memanjang seperti tumpukan batu bata, warnanya kemerahan dan bulatan-bulatan kecil di tiap selnya. Sepertinya itu inti sel—how interesting.

Lorelei sedikit terpana dengan apa yang sedang dilihatnya di balik lensa mikroskop ini. Kalau begini, selanjutnya Lorelei tinggal menggambarnya saja kan? Piece of cake.

Hasil= 12 + [result]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Nathalie Gilbert
See? At least cukup bagus untuk ukuran orang yang baru pertama kalinya masuk ke kelas dengan mengerjakan praktikum sesuai intruksi yang ada. Gadis Gilbert itu menatap bangga preparatnya yang tadi ia kerjakan dengan cukup teliti. Yah, gadis ini menyukai ketelitian sih. Irisan tipis bawang dengan tambahan setetes air yang di impit oleh kaca preparat dan kaca penutup itu kini sudah ia letakkan di bawah lensa mikroskopnya. Gadis itu memasukkan preparatnya dengan teliti dan menahan kaca itu dengan penahan berbentuk besi kecil yang ada di mikroskop itu.

Setelah selesai, ia kemudian membersihkan irisan bawang yang tidak ia pakai karena terlalu tebal. Membersihkan air dan pipet yang tergeletak begitu saja dan menumpuknya di bagian tengah meja. Menjauhkannya dari mikroskop tersebut. Hey, dia memang tidak bisa melihat segalanya tidak rapi. Have any problem?

Setelah semuanya selesai, ia mulai bekerja dengan mikroskopnya. Sebelum itu gadis Gilbert itu mendongakkan wajahnya menjelajahi kelas. Tampak mereka tengah sibuk dengan mikroskopnya masing-masing. Ada yang sudah selesai dan maju ke depan untuk menggambarkan sel bawangnya, ada yang masih berkutat dengan mikroskopnya, bahkan ada yang sudah duduk-duduk tenang. Entah mungkin ia sudah selesai mengerjakan tugas ini atau malah sama sekali belum membuatnya. Nat tidak tahu.

Gadis itu mengembalikan fokusnya ke lensa objektifnya. Ia mencoba melihat sel bawangnya dari lensa mikroskop itu tetapi yang muncul hanyalah carian hitam gelap. Cahaya belum memantul dari cermin mikroskopnya. Nat mulai mengatur cermin itu dan mengatur jarak jatuhnya cahaya. Setidaknya memang hanya itu yang bisa di lakukannya kan?


Cahaya...Cahaya....


Shh!


3 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Ivette Hochterfer
Kelas biologi, bukan suatu kelas yang bisa dianggap membosankan. Sama halnya seperti mempelajari matematika, entah mengapa—Gadis Hochterfer ini menyukainya. Mempelajari segala sesuatunya mengenai makhluk hidup. Bedanya, ia tidak perlu susah payah menghitung untuk mendapatkan suatu hasil. Hanya saja, ia harus menghapalkan teori yang ada. Dan menurut Ivy, teori pelajaran biologi dengan ilmu pengetahuan yang lain—jelas sekali perbedaannya. Pengetahuan alam menyenangkan, sedangkan sisanya membosankan. Oh, silahkan anggap kalau ia sama saja seperti kutu buku yang lain. Well, banyak yang mendeskripsikan sosoknya sedemikian rupa. Intinya, kelas olahraga pun tidak ada apa-apanya dibandingkan kelas ini.

Seperti kelas sebelum ini, siapapun itu gurunya—selalu dipanggil berdasarkan bidang studi yang tengah diajarkan. Sama halnya seperti sosok Mathematic, yang ini memilih untuk disebut sebagai Biology. Entahlah, apa sebegitu besarnya pengaruh zaman pada sebutan mereka masing-masing. Ia bisa berpikir begitu, karena segala sesuatu yang ia temukan di sekolah ini tampak lebih canggih ketimbang benda di dunia asalnya.

"Morning, Biology."

Geez, aneh sekali kedengarannya. Apapun lah, asal ia tidak benar-benar memanggilnya Mr. Cool. Panggilan yang barusan itu justru akan terdengar lebih menjijikkan. Entah bagaimana mendeskripsikannya kalau apa yang diucapkan tidak sesuai dengan fakta. Sori, once again—ia berbicara sesuai kenyataan. Sang Biology pun mulai menjelaskan apa saja yang mesti dilakukan oleh para murid di kelasnya. Mungkin, ia pun perlu memberikan pengecualian pada salah satu cabang ilmu pengetahuan alam ini. Ia akan menyukai segalanya mengenai biologi, kecuali mengenai hewan. Iya tahu, hewan pun termasuk makhluk hidup. Namun, hei, apa yang menarik dari ekor, sisik. trakhea, insang, bahkan sayap? Nothing. Menarik, sang Biology pun tidak rela kalau siswa-siswi menggunakan mikroskop elektronnya. How did she know? Reading his mind, for sure. Terkadang, pemikiran makhluk hidup tanpa sengaja mampir di otaknya. Mengganggu, tentu saja.

Kedua lengannya mulai bergerak cekatan. Gadis Hochterfer bergegas membuat suatu irisan tipis pada bawang yang semula telah disediakan. Meletakkan irisan bawang di atas kaca preparat yang kemudian ditetesi air olehnya dengan menggunakan sebuah pipet. Tidak lupa, Ivy menutupnya dengan kaca yang lain. Terakhir, ia menjepit objek pengamatan (preparat) pada mikroskop yang kini berada tepat di hadapannya.

Now, let me see.

demidewadicerolllongtolong #PLAK [result]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lorelei Vivica
Tepat ketika Lorelei hendak menggambar penampang sel bawang tersebut, jarinya tidak sengaja menyentuh revolver--menyebabkan turunnya tingkat perbesaran hingga penampakan si sel bawang itu mengecil dan menjadi kurang jelas.

Sigh.

Sumpah demi Tuhan, mikroskop ini lebih ringkih daripada kecambah tauge. Sedikit sentuhan dan gerakan saja, sudah berubah haluan. Pfft. Ternyata menggunakan mikroskop itu betul-betul menguji kesabaran ya? How troublesome...

Terpaksa Lorelei Vivica mengulangi beberapa langkah terakhirnya kembali. Memutar-memutar kembali revolver dari mikroskop sambil mengamati bentuk penampang sel bawang tersebut melalui lensa okuler. Perlahan-lahan, lensa objektif mikroskop pun menyesuaikan seiring dengan putaran revolver. Memperbesar gambar penampang sel bawang itu hingga terlihat jelas kembali. Bentuk barisan bata yang seolah ditumpuk yang terdapat bintik kecil di tengah-tengahnya dan terlihat transparan--dan sedikit kemerahan kini muncul lagi.

Gadis berwajah tirus ini menghela nafas lega, dan bergerak lebih perlahan agar setting mikroskop tidak berubah lagi. Oke, kali ini ia benar-benar bisa mulai menggambar penampang sel epidermis bawang ini, kan?

Hasil= 14 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Nathalie Gilbert
Cahaya...Cahaya...


Shh!



Psst!


Oke. Jadi ceritanya kata-kata di atas itu di gumamkan dalam volume kecil yang tentu tidak akan menarik perhatian, kan?

Gadis Gilbert itu mulai mengatur cermin mikroskopnya dan here she is! Nat mengintip di balik lensa okulernya. Bayangan hitam preparatnya dengan cairan tadi telah berubah menjadi terang karena pantulan sinar. Belum. Tapi, sel bawangnya belum kelihatan. Hanya sinar terang karena pantulan sinar. Nathalie mulai mengecek kembali PDAnya dan...ah! Ia lupa harus mengatur fokus lensa okulernya.

Gadis itu mengambil posisi yang nyaman dan akhirnya mendapat tempat yang pas sebelum akhirnya mengembalikan fokusnya pada lensanya. Ia menunduk dan mendekatkan iris kanannya ke arah lensa dan menutup kelopak mata kirinya demi memfokuskan pandangannya ke sel bawangnya. Tangan kanannya mulai mengatur fokus lensa okulernya yang berada di bagian tengah mikroskop.

Belum. Belum kelihatan. Gadis itu menghela nafas sebentar dan menjauhkan wajahnya dari mikroskop karena rasa pusing yang tiba-tiba menjalar. Anemia kah? Tidak boleh. Gadis itu kembali mengambil fokusnya tetapi binernya malah jatuh ke arah gadis lain, gadis yang duduk semeja dengannya. Nathalie ingin sekali menyapa gadis itu, tetapi...tidak. Ia tidak bisa dan tidak akan pernah bisa memulai percakapan duluan.


Nathalie akhirnya kembali ke lensanya dan mulai mengatur kembali fokus lensanya.

deskrip Ivy. 6 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Ivette Hochterfer
Foolish...

Benar saja perkiraannya, ia memang tidak mahir dalam urusan seperti ini. Kalau yang ditugaskan hanya sekedar mengerjakan soal, tentu masih bisa dipikirkan dengan logika. Kalau sudah seperti ini, memangnya kau kira mengiris bawang yang hendak dijadikan preparat sama seperti mengiris bawang bombay yang akan ditumis bersama bumbu? Tidak. Dan untuk soal memasak, ia masih bisa menggunakan nalarnya. Toh, mengiris bawang yang nantinya akan dimasak tentu tidak harus setipis mungkin. Tidak seperti yang mesti dilakukannya pada objek pengamatannya sendiri. Payah. Ia benar-benar payah dalam hal ini. Lagipula, ini kan pertemuan pertama jadi wajar saja kalau ia merasa sebegitu bodohnya. Pun seharusnya, Biology memberikan contoh terlebih dahulu di hadapan murid-muridnya. Oh, apa ia terdengar seperti menyalahkan? Jangan diambil hati kalau begitu. Anggap ia hanya mencari distraksi dari rasa frustasinya.

Gadis Hochterfer mendekatkan kedua indera penglihatannya ke arah lensa okuler. Jemarinya mulai sibuk memutar-mutar sekrup kasar yang ada. Mengatur jarak antara objek pengamatan dengan lensa objektifnya, serta menghindari kedua objek tersebut saling membentur. Oh, benar, sebelumnya ia pernah melakukan hal yang sama, tetapi bukan di tempat ini. Bukan di sekolah ini. Ia pernah melakukannya di sekolah di dunia asalnya. Dan sudah dapat ditebak bagaimana hasilnya, gagal. Sudah dibilang, ia memang tidak mahir pada bidang seperti ini. Lebih baik, carikan saja buku direktorat atau referensi dan suruh Gadis Hochterfer ini menghapal. Ia jauh lebih bisa menerima hal perkara yang sedemikian rupa. Bukan berarti otaknya sama seperti otak komputer, setidaknya menghapal itu hanya memerlukan konsentrasi dan waktu. Tidak seperti bayangan pada mikroskop.

Senter? Lampu? Cahaya matahari?

Damn.

Entahlah, ia benci kalau sudah berurusan dengan yang semacam ini. Seorang Ivette Hochterfer kembali menegakkan tubuhnya. Sekedar ingin melihat situasi di sekeliling, barangkali ada benda yang bisa dijadikan sumber cahaya. Ugh, sungguh ia mengutuk mikroskop yang seperti ini.

Alih-alih menemukan cahaya, hazelnya malah menangkap profil salah satu dari Gilbert bersaudara. Kalau tidak salah, namanya Nathalie—entahlah, ia tidak terlalu akrab dengan gadis itu.

"Hai." sapanya, sembari mematri ulasan senyum kecil pada kurvanya. "Sudah sampai mana?"

Interaksi dengan Nathalie Gilbert. CMIIW :]
2 + [result]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/result]
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Lorelei Vivica
Phew.

Lorelei boleh bangga atas hasil kerjanya yang lumayan bagus. Sang penampang sel epidermis bawang yang dilihatnya melalui lensa okuler terlihat sangat jelas kini. Berbentuk seperti barisan bata transparan yang disusun secara bertumpuk. Bedanya, tiap selnya memiliki inti sel yang berbentuk bintik di tengah-tengahnya.

Well, actually, it's kinda pretty.

Sedikit banyak gambar penampang sel epidermis bawang ini mengingatkan Lorelei pada imaji yang seringkali muncul setiap kali dirinya mendengarkan lantunan musik. Synesthesia.

Senyum tipis terulas di wajahnya yang pucat. Gadis bersurai brunette ini kemudian berjalan menuju depan kelas untuk mengambil secarik kertas kosong dan sebatang pensil. Sepertinya tidak perlu diwarnai sedemikian rupa ya? Meskipun sebenarnya Lorelei tidak keberatan melakukannya.

Sebelah binernya memperhatikan penampang sel epidermis bawang itu melalui lensa okuler, sementara jemarinya mulai bergerak membentuk bentuk penampang sel tersebut dengan torehan pensil.

Menggambar sel epidermis bawang ini bahkan lebih mudah daripada keseluruhan proses praktikum untuk mendapatkan gambar penampangnya. Hanya butuh waktu tiga menit untuk Lorelei menggambarnya dengan detil dan rapi. Sombong? Nah, Lorelei bahkan terbiasa melukis sesuatu yang lebih absurd dan kompleks dari hanya sekedar penampang sel epidermis bawang.

All done, now. Gadis Vivica berjalan kembali ke depan kelas untuk mengumpulkan gambarnya. Bukan siswa pertama yang selesai memang, Lorelei bahkan tidak peduli akan hal itu. Yang ada dalam pikirannya sekarang adalah: Jangan bilang sekarang dirinya harus membereskan dan membersihkan peralatan praktikumnya.

Sigh.

Finish. Masih terbuka untuk interaksi.
Edited by Lorelei Vivica, May 17 2012, 09:36 AM.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create a free forum in seconds.
Go to Next Page
« Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic »
Locked
  • Pages:
  • 1
  • 5