Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| 1st Grade: Biology (2013/2014); lesson: Microscope | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Apr 22 2012, 08:54 AM (1,972 Views) | |
| Post #51 May 17 2012, 11:28 AM | Nathalie Gilbert |
|
Fuh... Nathalie sudah mengatur lensa okulernya dan mendapati dirinya bisa dengan mudah mengatur agar sel bawangnya terlihat. Tetapi bahkan itupun masih berupa cairan putih yang terpantul karena cahaya yang masuk. PDAnya kembali ia masukkan ke dalam tas kecilnya. Setelah mengatur lensa okulernya, sekarang waktunya mengatur diafragmanya agar mendapat penampakan sel bawang yang lebih jelas, kan? Setelah itu mengatur lensa objektifnya agar dapat penampakan seluruh sel bawang. Right? Jadi, setelah selama ini berjalan cukup lancar tanpa ada hambatan, apakah...pekerjaannya sudah benar? Aku rasa sudah benar, though. Gadis itu kembali meletakkan fokusnya pada mikroskopnya. Rasa pusingnya ia halau sekuat mungkin. Nathalie tidak boleh pingsan di kelas ini. Dia tidak boleh lemah. Nathaniel dimana ya? Kenapa ia sedari tadi tidak kelihatan sih? Gadis itu mengedarkan maniknya ke seluruh kelas. Alih-alih mendapati sosok kakak kembarnya, ia mendapati gadis tadi, gadis yang duduk semeja dengannya menyapanya dan menanyakan perkembangan penelitiannya. ".....Hai" Wow, ini pertama kalinya dia menyapa murid-murid di sini lho. Hebat ya? "Ah, aku sedang mencari penampakan sel bawangnya dengan jelas." bergumam kecil dengan kepala tertunduk. "Ka—Kau?" Iya. Harus ada kemajuan seperti ini Nathalie. Ivy. Op-in -' '- 9 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result] |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #52 May 17 2012, 03:48 PM | Ivette Hochterfer |
|
Tolong, demi apapun ia butuh cahaya. Entah kalaupun itu hanya seberkas, yang jelas ia membutuhkannya agar objek pengamatannya mampu terlihat dengan jelas. Gadis Hochterfer lantas menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Jelas, minatnya akan pelajaran ini baru saja berkurang. Tidak hanya berkurang barusan, sebenarnya sudah dari beberapa menit yang lalu. Tepatnya ketika kedua Hazelnya dihadapkan pada sebuah mikroskop konvensional. Konvensional, titel tersebut serasa memberikan pengaruh besar pada minatnya. Dimana ia tidak bisa mendapatkan cahaya dengan cara otomatis alias lampu yang tentu saja sudah dipasangi, melainkan harus mencari sumber cahayanya sendiri. Huh, katanya sudah modern. Sepasang binernya kembali melirik, mencari-cari dan memperhatikan berasal darimana cahaya yang dipergunakan oleh murid selain dirinya. Jemarinya merengkuh lengan mikroskop dan menggesernya sedikit ke arah kanan. Sejauh ini, ia masih menggunakan pemutar kasar. Tentu saja, bagaimana bisa beranjak ke pemutar halus kalau cahaya nya saja belum ia dapatkan. Oh, jadi pemecahan masalahnya di sini adalah ada atau tidaknya suatu cahaya. Great. Demi apapun, sekarang ia merasa teramat membutuhkan sosok kakaknya. Sang Hochterfer laki-laki yang katanya bisa menciptakan elemen api dari tubuhnya sendiri. Api tidak ada bedanya dengan sinar matahari, keduanya sama-sama terang benderang...... dan panas. Kau kira, matahari tidak panas? Uh-oh, topiknya mulai melenceng tidak aturan. Benar, seandainya ada Silver—ia pasti langsung menyuruhnya untuk membiarkan emosinya meluap agar elemen tersebut keluar dengan sendirinya. Oh, cukup. Tidak fair, ia tahu akan hal itu. Tidak ada Silver, biarkan ia berjuang seorang diri. Toh, hanya sekedar cahaya masa sampai harus meminta bantuan pada kakaknya tersebut. Salah satu lengannya masih terpaku pada pemutar kasar, memutar benda tersebut lamat-lamat. Berharap dengan perpindahan posisi yang sedemikian rupa, dapat menciptakan bayangan yang semula dinantinya. Gotcha! Nyaris bersamaan dengan terdengarnya suara gadis yang semula diajaknya berbicara. Kepalanya masih tertunduk, atensi sepenuhnya berada pada lensa okuler. Tidak, ia tidak boleh lepas dari bayangannya. Padahal, ia baru saja dapat. Duh. "Hn. Aku malah baru kelihatan nih." ujarnya, antara lega karena baru saja mendapatkan kemajuan dalam pengamatannya atau frustasi karena merasa ia tertinggal jauh dengan teman yang lain. "—belum jelas." Gadis Hochterfer kembali menegakkan tubuhnya, sekilas melirik gadis tersebut. Hanya sedetik, tidak lebih. Jauh dari tatapan mengintimidasi, apalagi membunuh. Disusul dengan decakan yang ditimbulkan oleh gerakan lidahnya sendiri. "Dia cepat sekali, ya." Ivy mengerling ke arah gadis yang baru saja mengumpulkan hasil kerjanya. Siapa namanya? Gadis Vivica, eh? Mengapa kesannya ia kuper sekali di sini? Interaksi dengan Nathalie Gilbert, mendeskripsikan Lorelei Vivica ' ' 4 + [result]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/result] |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #53 May 17 2012, 08:15 PM | Nathalie Gilbert |
|
Sudah selesai. Diafragma telah ia atur sedemikian rupa. Nathalie kembali menaruh fokusnya pada mikroskopnya. Menatap penampang sel bawang tersebut. Sudah mulai jelas, tetapi masih kurang, airnya masih lebih jelas daripada sel bawangnya. Nathalie mengecek preparatnya dan membetulkan letaknya menjadi lebih rapi. Besinya sudah di atur sedemikian rupa agar menahan preparatnya dengan baik. Nathalie kembali mengecek revolver yang mengatur lensa objektifnya dengan seksama. Mikroskop ini terlalu tidak modern. Bukankah seharusnya sekolah ini memeliki fasilitas yang memadai dan canggih? Jadi buat apa selama ini mesin yang selalu berbicara itu? Bahkan mereka di beri masing-masing netbook dan PDA masing-masing. Sebenarnya sampai sekarang juga Nathalie masih penasaran dan bingung sebenarnya sekolah ini sekolah apa? Sekolah yang di miliki pemerintahan USA kah? Atau Sekolah yang menjadi tempat penelitian orang lain yang sama sekali tak terkait dengan pemerintahan USA? Karena seharusnya tidak ada tempat terpencil yang tidak di ketahui oleh pemerintah USA dan sekolah aneh serta sangat canggih ini tidak mendapat izin dari pemerintah pusat di USA. Pasti mereka juga berkontribusi dengan sekolah ini dan menjadikan murid-murid di sini layaknya bahan percobaan yang jika tak di perlukan lagi bisa di buang dan bisa seenaknya di perintah ini-itu dan harus menurut. Tsk! Nathalie belum sempat meneliti tempat keluar yang tepat dari sekolah aneh ini. Tapi cepat atau tidak, ia harus segera kabur! Atau.... mana tahu ia bisa menemukan asal-usul orang tua kandungnya di sekolah ini. Nathalie tidak tahu, tapi ia akan mencari tahu. Masih dengan mikroskopnya, Sekarang penampang sel bawangnya sudah tampak agak jelas. Dengan sedikit sentuhan dan pengukuran lensa okulernya, tugasnya meneliti akan segera selesai dan ia bisa menggambar penampang sel bawangnya dengan cepat dan maju untuk menggambarkan tugasnya. Senyuman puasnya tertera jelas di wajahnya tetapi tepat saat ia ingin kembali ke mikroskopnya, gadis yang ada di sebelahnya menjawab pertanyaan—yang aslinya gumaman pelan—nya tadi. Dia baru keliahatan ya? "Belum terlihat? Apakah sudah mendapat cahaya yang cukup?" Bukan. Bukan sok mengajari, ia hanya bertanya kok. Perhatiannya teralih dan melihat gadis yang kini menggambar tugasnya di depan dan kembali duduk di mejanya. Nathalie masih belum terlalu mengingat nama mereka semua yang seangkatan dengannya. Lagipula ini masih di awal tahun ajaran, jadi siapapun pasti tidak bisa dengan cepat mengingat nama orang lain kan? Kecuali yang mempunyai ingatan fotografis atau yang dapat mengingat semuanya dengan baik. "Iya..." gumamnya pelan. Perhatiannya ia paksakan kembali ke mikroskopnya dan mengamati penampang sel bawangnya lagi. Ivy, Deskrip Lory. 12 + [result]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/result] |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #54 May 23 2012, 01:32 AM | Theressia Evans |
|
Sumpah. Saat ini, Theressia sedang dalam masa-masa euforianya. Mau tahu kenapa? Tanya kenapa, tanya kenapa? Karena saat ini adalah jadwalnya pelajaran biologi, pelajaran kesukaannya setelah musik. Tidak ada yang membuat suasana hatinya lebih baik selain kue buatan Morgan, musik, dan biologi. Menurutnya, materi untuk kelas kali ini agak klise. Mikroskop konvensional, eh? Padahal Theressia lebih tertarik pada bidang gÉnetika dan semacamnya. Yah, selama itu masih termasuk dalam bidang biologi, dia takkan keberatan mempelajari itu. Oh ya, Tere juga lumayan penasaran sama tingkat kesulitan kurikulum pelajaran di sekolah ini. Kalau kurikulum matematikanya, sih, tidak perlu ditanyakan. Gadis pirang itu kemudian mulai merasa enek namun ia berhasil tutupi dengan mimik wajah datar yang terlukis di wajahnya. Heh, ternyata guru biologi di Tower Prep narsisnya bukan main, seperti dirinya. Hanya saja, Theressia masih muda dan masih energetik. Theressia Evans, demikian nama lengkap gadis itu, mulai membersihkan kaca preparat terlebih dahulu karena kecerobohan utamanya dalam menggunakan mikroskop adalah berhubungan dengan kaca preparatnya yang sering kotor. Setelah itu, dengan hati-hati dia menaruh kaca preparat yang ukurannya cukup imut itu, dia mulai berurusan dengan sampel preparatnya. Tangan kanannya ia gunakan untuk mengambil pisau kecil untuk menyayat kulit bawang itu dan setelah yakin irisannya cukup bagus baginya, dia meletakkan irisan kulit bawang itu dengan pelan-pelan dan penuh cinta di atas kaca preparat. Sekarang berlanjut ke kaca penutup, dia langsung membersihkan kaca yang kelak akan ditaruh di atas irisan kulit bawang dan setelah itu, tangan kiri ia gunakan untuk mengambil pipet dan air. Dia mengambil beberapa mililiter air dengan pipet dan setelah dirasa cukup olehnya, dia langsung meneteskan air ke atas irisan daun bawang itu. Sekarang ke bagian paling rempong, deh. Dengan hati-hati dia mengambil kaca penutup dan meletakannya di atas irisan bawang yang sudah ditetesi air. Theressia terus berharap tidak akan gelembung udara yang muncul di kaca penutupnya. Whew! Persiapan preparatnya selesai! Op-in, btw ' ')/ || Dice: [result]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/result] |
![]()
|
| ^^^ | Offline |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
7:57 AM Jul 11
|
Hosted for free by ZetaBoards · Privacy Policy






7:57 AM Jul 11