Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| [New York] Homecoming | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: May 26 2012, 09:13 PM (305 Views) | |
| Post #1 May 26 2012, 09:13 PM | Daniella Brighton |
|
Seperti yang dijanjikan dari hadiah yang didapatkan dari penghargaan siswa terbaik adalah pulang ke rumah selama liburan musim panas. Meninggalkan asrama barat dan kamar 203A, yang nanti tidak akan lagi menjadi kamarnya karena ia mendapatkan jatah kamar sendiri selama dua tahun. Jujur, ia sama sekali tidak tahu caranya untuk kemari, selama perjalanan ia seperti hialng. Hilang kesadaran, jadi ia sama sekali tidak tahu di Tower Prep sebenarnya. Saat liburannya telah mendekati akhir, ia pun segera akan kembali ke sekolahnya itu. Tanpa tahu bagaimana perjalanannya. Justru sekarang ia merasa asing sendiri berada di rumahnya di tengah kepadatan kota yang tidak pernah tidur, New York. Untung saja, kepulangannya tidak sia-sia, karena ia segera disambut oleh sang Ibu. Hanya saja batang hidung ayahnya belum terlihat, Estelle Brighton mengaku bahwa ayahnya tengah dalam perjalanan untuk pulang kemari. Melepas rindu dari putri semata wayangnya. Ternyata setahun itu cukup cepat terlewati begitu saja. Kini ia terduduk di atas kasurnya dengan memeluk kedua tungkainya yang tertekuk. Seperti biasa. Dulu ia melakukan ini ketika tidak ada siapapun di rumahnya ini. Sendirian hanya bersama seorang asisten rumah tangga. Mewah. Memang semua fasilitas lengkap, sayangnya, terkadang tidak lengkap dengan kedua orang tuanya. Selama ini ia menyangka bahwa dirinya tidak diinginkan, tetapi bukan seperti itu. Terkadang kedua orang tuanya tidak melihat keberadaan Daniella yang tengah memakai kekuatannya tanpa sadar. Sebelum bisa dikendalikan. Kali ini ia sedang belajar untuk mengendalikan kekuatannya. Terdengar suara ketukan pintu yang lembut, "Silakan masuk," ujar Daniella menyahut dengan suara lirih. Pintu terbuka perlahan. Ia melihat sosok dirinya kelak, ketika umur Daniella mungkin seumur ibunya. Melihat bagaimana surai merah wortel itu tergerai pada pundak Estelle. "What's wrong, Mom?" tanya Daniella dengan senyum ramah. Masih terduduk di atas tempat tidurnya. Sepasang mata hijaunya menatap ramah sosok yang baru saja masuk ke dalam kamarnya. Brighton's Penthouse
Edited by Daniella Brighton, May 26 2012, 10:21 PM.
|
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #2 May 28 2012, 03:51 PM | NPC Human |
|
Estelle Brighton Menjadi seorang istri dan seorang ibu sekaligus menjadi seorang wanita karir adalah peran yang harus dilakoni oleh wanita setengah baya dengan surai kemerahan yang khas ini. Estelle Brighton namanya, ibunda dari seorang gadis bernama Daniella Brighton ini kerap kali merasakan sedikit kesulitan dalam mengatur waktunya yang sangat terbatas. 24 jam dalam sehari itu jelas tidak cukup baginya. Malam ini pun ia pulang lebih lama daripada yang ia janjikan. Rapat mendadak dengan perusahaan partner sungguh mengacaukan jadwal yang telah ia susun sedemikan rupa sebelumnya. Ia merasa tak enak hati pada putri semata wayangnya yang menunggu di rumah mereka. Daniella yang setahun terakhir ini berada di suatu tempat yang bahkan tidak diketahuinya kini sudah kembali untuk menghabiskan libur musim panas bersama dengannya. Kembali ke New York. Suara langkah kakinya terdengar cepat dan keras akibat hak tinggi dari sepatunya saat baru memasuki kediaman keluarganya. Dengan segera ia menuju kamar sang buah hati untuk menemuinya. Mendaratkan tiga ketukan di pintu sebelum akhirnya terdengar suara yang mempersilakannya masuk. And there she is..., gadis kecilnya yang manis, terduduk seraya memeluk kedua tungkainya. Lihat betapa cepat bayi mungilnya tumbuh, kini Daniella sudah menjadi gadis remaja yang jelita. Estella pun berjalan perlahan mendekatinya. "I'm sorry I'm late, sweetheart..." sebuah permintaan maaf terlontar dari bibir berlipstiknya. "Ada rapat mendadak dan ini itu, you know,"lanjutnya sambil menatap lembut biner kehijauan gadis kecilnya. "Apa kau sudah makan malam, sayang? I know it's already late, but I'm feeling a bit hungry...do you want to be my dinner companion, sweetheart?" Oh, diet atau apapun program makan yang sedang dijalankan wanita karir ini bisa menunggu bukan? Yang penting ia bisa menghabiskan waktu dengan putri tercintanya ini. |
|
| ^^^ | Offline |
| Post #3 May 28 2012, 08:12 PM | Daniella Brighton |
|
Suasana kamarnya yang didominasi warna krem dengan ranjang yang cukup tinggi. Kamar khas seorang perempuan, tidak lupa dihiasi oleh boneka beruang yang selalu ditaruh di atas ranjangnya. Kehidupan yang penuh aroma potpourri. Kamarnya itu selalu diramaikan oleh suara lalu lintas yang padat di tengah kota New York. Suara khas dari seorang Estelle kini memenuhi kamar Daniella. Mengatakan bahwa dirinya telat pulang seperti yang dijanjikan karena rapat mendadak. Bukan yang pertama kali. Daniella hanya tersenyum miris. Tidak marah, tidak sedih, tidak kecewa. Namun ada perasaan yang bahagia. Ternyata sang Ibu memperhatikannya, mengajaknya berbicara. Biasanya hanya membuka pintu dan menutupnya kembali. Itu karena tidak melihat Daniella yang tanpa sadar menggunakan kemampuannya untuk tidak kasat mata. "It's okay, Mom." Sahutnya menarik boneka beruang untuk dipeluknya. Sosok wanita karir dengan surai merah wortel dengan manik hijau, ah, Daniella memang jiplakan seorang Estelle Brighton. Bahkan senyumnya diturunkan kepada putri semata wayangnya. "Apa kau sudah makan malam, sayang? I know it's already late, but I'm feeling a bit hungry...do you want to be my dinner companion, sweetheart?" Suatu kesempatan emas yang jarang sekali didapatkan Daniella. Betapa beruntungnya ia bisa berlibur kembali ke rumahnya dengan ibunya yang berada di tempat yang sama. Daniella memberikan senyuman termanis yang bisa ia berikan untuk menunjukkan bahwa dirinya senang dengan tawaran sang Ibu. "Oh, Mom. Tentu saja aku mau!" Sahutnya mulai beranjak dari tempat tidurnya. "Mom akan memasak atau... memesan?" tanya Daniella polos membenarkan pakaian tidurnya sedikit kusut. Mungkin kedua entitas ini bisa berbincang-bincang tentang apa yang terjadi selama setahun ini. Kapan lagi bukan? Melihat senyum hangat dari sang Ibu dengan gestur tubuhnya yang benar-benar terlihat penuh etika dan estetika. |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #4 Jun 5 2012, 04:37 PM | NPC Human |
|
Steve Brighton (Daniella's Dad) Putri semata wayangnya telah kembali. Steve membenci dirinya sendiri karena tidak menemani anaknya setiap waktu padahal sudah setahun mereka tidak bertemu. Memiliki pekerjaan yang mengharuskan dirinya pergi ke mana-mana memaksanya tidak bisa bertemu dengan Daniella. Steve dan Estelle sebelumnya tidak bisa mendapatkan anak seberusaha semaksimal apa-pun sampai akhirnya mereka ditawari oleh untuk membuat bayi tabung yang ternyata tidak seperti yang dikira oleh Steve. Namun seperti apapun Daniella, Steve menyayangi anaknya melebihi dari yang dia duga. Membuka pintu penthouse keluarga Brighton, dengan jas yang masih dikenakan olehnya. Tempat yang, jujur saja, hanya dikunjunginya beberapa kali. Mungkin rumah sebenarnya Steve adalah kursi pesawat. Kakinya melangkah menyusuri pualam, berakhir di depan pintu kamar Daniella. Tangannya meraih gagang pintu, sebelum membukanya, dia bisa mendengar suara istri dan anaknya sedang berbincang-bincang. Estelle. Ternyata telah pulang terlebih dahulu. Wanita yang selalu cantik di mata Steve. Terlihat sempurna dan tegar. Meskipun berjauhan, Steve selalu berusaha untuk selalu berkomunikasi dengan istrinya. "Mom akan memasak atau... memesan?" Daniella's voice. Steve membuka pintu perlahan dan berdiri tegap di ambang pintu, dia bisa melihat kedua orang yang paling dicintainya. Steve tersenyum sambil berdeham di depan pintu yang sudah setengah terbuka. "Hi, may I?" Tentu saja dia harus meminta izin untuk masuk ke dalam kamar anaknya itu bukan? Meskipun Steve-lah yang memiliki tempat tinggal ini. Steve sangat menghargai privasi sang istri dan anaknya. Rasa lelah itu langsung hilang begitu saja. Melihat kedua kaum hawa yang sangat berarti di dalam hidupnya. Daniella yang ada di hadapannya semakin menyerupai Estelle. Warna rambutnya, cara dia tersenyum, bahkan cara berbicara yang sama persis. Steve selalu menaruh foto keluarga di dalam dompetnya, untuk mengingatkan untuk siapa dia berjuang dan berkerja keras. Keluarga memang yang paling utama. |
|
| ^^^ | Offline |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Amerika Utara · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
3:25 PM Jul 11
|
Hosted for free by ZetaBoards · Privacy Policy




3:25 PM Jul 11