Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| Pendaftaran Art Club; 2014/2015 | |||
|---|---|---|---|
| Topic Started: Jun 20 2012, 10:28 PM (304 Views) | |||
| Post #1 Jun 20 2012, 10:28 PM | Art | ||
|
Kerah bajunya kembali ia luruskan. Matanya menerawang sejenak, menatap ruangan aula. Matanya menyisiri ruangan kosong itu, mencoba menempatkan murid-murid yang seringkali ia lihat di kelas berada di tempat ini. Dan mereka yang akan bergabung dengan klub-klub, aktif, bersenda gurau. Ia tersenyum. Mereka pasti juga tersenyum, pikirnya, masih mengulum senyumnya. Ia mencoba mengingat-ingat dulu, di saat ia masih seumur mereka, masih remaja tanggung, masih memiliki semangat berkobar-kobar dan pemikiran-pemikiran radikal nan gila. Masa lalu yang menyenangkan, ia tahu. Dan waktu kini membawanya, kelewat cepat, menjadi seorang wanita dewasa yang tidak melulu memikirkan kebahagiaan dan kegilaan. Gilirannya menonton alih-alih berpartisipasi, gilirannya untuk memperhatikan alih-alih mericuh. Ia menggelengkan kepala pelan. Bukan waktunya untuk bernostalgia. Ia harus membuka pendaftarannya, harus menaruh formulir-formulir ini, harus memuaskan antusiasme berlebih murid-murid tersebut. Ia menghela napas, berat. Diletakkannya formulir tersebut di sudut ruangan, di atas sebuah kotak yang mengingatkannya kepada kotak saran. Diletakkan pulpennya tepat di sebelah kanan formulir tersebut. Ia menatap sekali lagi. Kembali membayangkan murid-murid yang akan mengantre untuk mendaftar. Ramai, pastinya. Ia sempat melihat wajah-wajah tersebut. Beragam wajah, bermacam-macam, berbagai karakter...dan ia tahu bahwa mereka harus menikmati hari-hari mereka sebagai remaja. Sebelum masa-masa tersebut terenggut dari mereka secara paksa, pastinya. Semuanya memiliki tenggat waktu, ia menyadarinya. Lantas ia mengelem pamflet beberapa senti di atas kotak pendaftaran tersebut. Ia bertanya-tanya apa yang dipikirkan murid-muridnya di saat mereka melihat formulir ini. Sudahlah.
Tugasnya kini sudah selesai. Mengamatinya untuk terakhir kalinya, lantas ia berbalik, berjalan menuju ruangan lain. Ia masih memiliki lebih banyak urusan ketimbang mengenang masa lalu atau berdiam diri di suatu tempat saja. Dan lebih cepat ia menyelesaikannya, maka lebih cepat juga para murid untuk meluapkan antusiasme remaja mereka, bukan?
Contoh:
|
![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #2 Jun 20 2012, 11:16 PM | Serena Xane | ||
|
Oh kapan terakhir kali Serene menyentuh hal-hal berbau musik dan seni? Tepatnya kapan terakhir kali ia memegang gitarnya dan melantunkan nada-nada seperti yang biasa ia lakukan dahulu kala? Tidak sejak tiga bulan lalu sepertinya. Rindu memang, tetapi punya waktukah? Ah itulah yang aneh... Gadis Xane tengah berjalan melalui koridor dan hendak berjalan menuju kelas berikutnya. Kelas apa juga ia tidak begitu tahu sebenarnya. Bah, sekolah bak Hogwarts ini terlalu luas untuk ukuran seorang gadis yang memiliki kapasitas memori yang terbatas. Apalagi dalam urusan navigasi. Namun sebuah papan pengumuman dengan kertas pendaftaran diatasnya menarik perhatian sang gadis. Pendaftaran Art Club? Matanya membelo sejenak, jelas-jelas melihat kata "Musik" tertera di kertas besar itu. Oh sweet, akhirnya sebuah kehidupan normal. Serene tahu benar apa yangharus ia lakukan selanjutnya,
Rasanya seakan kehidupan Serene barulah akan dimulai. Eh? Pokoknya begitulah. See you Music Club. |
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #3 Jun 21 2012, 12:38 AM | Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky | ||
|
Gadis ini menghela napasnya. Demamnya sudah turun sejak tadi pagi dan semoga saja demamnya tidak ia tularkan ke Xane tapi kalau gadis tersebut ketularan, ya buguslah jadi Blair tidak perlu bertemu dengan gadis tersebut tapi kalau gadis tersebut tidak ketularan juga tidak apa-apa sih sebab Blair masih bisa menghindari gadis tersebut itu pun kalau ia mau saja. Ia kembali memakai seragamnya. Sebenarnya seragamnya terbilang masih tidak terlalu nyaman tapi Blair sudah little bit bear with her uniform walaupun rasa tidak terlalu nyamannya masih terasa tapi mau bagaimana lagi mau protespun, protes ke siapa? Ke kepala sekolah? Pasti tidak akan didengar olehnya adanya kepala sekolahnya hanya menatap gadis ini dengan tatapan bahagia karena Blair tidak merasa nyaman dengan seragamnya—itu menurutnya. Papan pengumuman seni, ya ia melihat itu. Entah sudah berapa lama gadis ini tidak menyentuh piano coklat mudanya, gitar hitam kebiruannya, flut silvernya, harpa besarnya dan biola coklat tuanya yang ia tinggalkan setelah ia diculik dan dibawa ke tempat ini dan sekarang, kesenian yang bisa ia lakukaan hanyalah bernyanyi dengan suara pelan atau di tempat sepi agar seseorang tidak mendengarnya. Andai ia bisa membawa semua perlengkapan musiknya pasti Blair akan merasa sedikit betah berada di Tower Prep walaupun ada rasa tidak betah juga sih. Oh iya, jadi sekarang apa yang harus ia lakukaan? Mendaftar klub tersebut dan berharap salah satu dari alat musik yang bisa ia mainkan. Semoga saja.
Kakinya melangkah dan meninggalkan papan tersebut. Semoga saja klub musiknya tidak mengecewakan dirinya yang sudah ikut klub tersebut. Ya, semoga. |
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #4 Jun 21 2012, 01:09 AM | Raphael Clark | ||
|
Berada di ruangan ini bukanlah suatu kehendak si sulung Clark bersaudara, hanya maksud dari wanita separuh baya yang membawa pelajar yang lainnya—tentu si sulung ini adalah salah satunya—berkumpul di ruangan berukuran besar ini. Seulas senyum menyembul dari paras wajah wanita itu dan akhirnya meletakkan setumpuk kertas di sudut ruangan. Alat tulis ditaruhnya pada sisi kanan kertas bertumpuk. meletakkan sebuah kotak setelahnya. Sebuah kerlipan terlintas dalam ekspresi wajahnya. Sampai akhirnya melekatkan selembaran tidak jauh dari kotaknya, hanya sedikit jarak berada di atas kotak tersebut. Masih bukan di atas langit—berarti masih dapat diraihnya. Itulah yang terjadi sebelumnya di ruangan ini, terputar seolah rekaman film dari berbagai sudut pandang. Sekarang jenjangnya bertumpu tidak jauh dari tumpukan kertas itu, melihat sebuah pemberitahuan mengenai klub seni. Melukis? Salah satu kemampuannya, selain berkompromi dengan waktu. Mungkinkah ini salah satu jendela yang terbuka untuk dirinya mengembangkan daya imajinasinya, tetap membuat dunia imajiner yang hanya bisa terbayang dan dituangkan ke dalam kertas olehnya. Jari jemarinya pun meraih salah satu kertas untuk mendaftarkan dirinya dalam klub lukis. Berharap dirinya masih bisa menjadi arsitek. Tidak kandas, hanya tertunda.
Kedua garis kembarnya membentuk senyuman asimetris, meletakkan pulpennya ke tempat semula. Kemudian kertas berisi permohonan mendaftarkan dirinya pun tenggelam ke dalam kotak itu sebelum akhirnya beranjak dari ruang aula sekolahnya. |
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #5 Jun 21 2012, 09:39 AM | Heathcliff Hartford | ||
|
Sumpah, Cliff sedang nyasar. Tadinya ia mau pergi ke kantin, sudah beberapa hari Cliff berada disini dan ia masih sering nyasar, harus berkali-kali mengecek denah sekolah ini supaya ia tidak nyasar. Tapi nyatanya ia sekarang nyasar ke ruang-ruang klub. Yasudahlah, mumpung sudah berada disini, mari melihat apa yang ada di dalamnya. Siapa tahu ada sesuatu yang menarik, seperti mungkin ada senior Maren sedang membuat kue-kue manis, hm.. Harapannya pupus, nampaknya klub pastry tidak sedang melakukan kegiatan, tapi disini dibuka pendaftaran klub seni! Saat mendengar pertama kali soal klub seni, terutama musik, itu klub yang paling cocok untuk Cliff nampaknya. Mengobati kerinduan Cliff dengan studio musik di ruangan bawah tanah keluarga Hartford di San Francisco sana. Lagipula sebenarnya sebelum diculik saja ia berada di studio musik bawah tanahnya, bagaimana kabar studio musiknya setelah lama tidak terurus ya? Yasudahlah, daripada kangen setengah mati dengan belahan hatinya yang berada di San Francicso, lebih baik ia mencurahkan isi hatinya dengan melakukan sesuatu yang masih berhubungan dengan musik disini, iya kaan?
Selesai! Siapa tahu nanti Cliff dapat menggantikan posisi Loki Sundstrom sebagai ketua divisi musik, siapa tau? |
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #6 Jun 21 2012, 11:18 AM | Kate Karter | ||
|
Oh, tempat macam apa ini?! Lama-lama aku bisa mati kalau tidak bertemu piano. Kate berjalan gontai, mencari-cari alat musik apa saja yang bisa ia mainkan. Kalau bisa sih, ia ingin bermain piano. Kalau menurut Kate, apalah arti hidup jika tak ada piano. Piano itu juga adalah sebagai penyemangat hidup Kate selama hidup diantara keluarga yang gila kerja. Piano bisa menjadi temannya selama berada dalam sepi, membuat moodnya berubah, dan yang paling penting... menyelamatkan hidupnya. Mungkin terkesan terlalu berlebihan kalau Kate itu hanya bertahan hidup karena sebuah piano. Tapi, memang begitu kenyataannya. Kalau tidak ada piano, Kate tidak ada semangat hidup. Seperti yang ia rasakan disini. Ia berjalan tak tentu arah melakukan misinya. mencari piano. Tapi sejauh ini, misinya itu belum berhasil. Sampai ia melihat sebuah tulisan yang menarik perhatiannya, membuat dirinya seakan mendapat nyawa baru.
Langsung saja Kate mengisi formulir yang sudah disediakan. Semoga aku benar-benar bisa bertemu dengan piano lagi setelah mengikuti klub ini.
Alasan yang konyol, eh? Ah, masa bodoh! Yang penting bisa bertemu dengan piano lagi. |
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #7 Jun 21 2012, 01:05 PM | Erlina Marley | ||
|
Gadis berketurunan marley jalan mondar-mandir tanpa tujuan, ya bingung entah mau kemana toh ini tempat baru buatnya, berhubung disini tidak ada yang menjelaskan tempat apa saja yang menarik disini, Aula besar ya tempat yang tadi di lewati erlina sebelumnya. Ternyata ada papan pengumuman, erlina menyipitkan matanya untuk melihat apa yang ada di papan pengumuman ternyata, itu adalah pendaftaran untuk art club,yang menyukai musik drama dan lain lain. Ah musik! Ya beberapa bulan yang lalu ibunya erlina mengajarkannya bermain biola,permainan biola erlina juga sudah mulai lancar dan tahu kunci-kuncinya, erlina juga bisa sedikit bermain gitar. Tadinya erlina akan di daftarkan les private biola, berhubung erlina sekarang sedang di 'culik' bagaimana bisa dia les biola? Mungkin disini di sediakan wifi sehingga erlina bisa belajar otodidak, dari kecil jika ingin belajar musik erlina selalu otodidak ,ya seperti membuka youtube lalu mengikuti langkahnya. Erlina melihat formulirnya, dan mengambilnya. Masuk ga ya,masuk ga,masuk ga, masuk deh, tapi males, masuhk aja deh,tapi..ah masuk deh.
|
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #8 Jun 23 2012, 06:51 PM | Nicholas Kasch | ||
|
Nicholas Kasch hadir disini, sebuah aula besar Tower Prep untuk sebuah pencitraan. Pencitraan sebagai seorang entitas yang ingin menunjukkan eksistensinya di dunia ini, berusaha mencari jati diri setelah merangsek entah bersembunyi dimana setelah ia diculik ke dalam sekolah gila ini. Inginnya mengikuti semua hal yang tersaji di depan mata. Ya, sepertinya akan dilakukannya sekarang juga. Saat ini, detik ini juga. Tapi bohong. Enggak deh, Nich hanya iseng-iseng saja kesini, tidak seserius itu kok. Mengikuti arus anak-anak ini untuk mendaftar beberapa klub, yang padahal ia sendiri duduk di pangkat Jendral di klub super kerennya, Klub Cupid. Ah, tapi nampaknya tidak terlalu ada salahnya kan untuk bergabung dengan yang lainnya? Sedikit pelarian kalau-kalau penat dengan pelajaran sekolah yang itu melulu. Pamflet Art Club terpampang disana, yang agak membuat pemuda Kasch ini dekati untuk membacanya. Divisi-divisinya banyak, ternyata. Lukis, Tari, Musik, Fotografi, dan Drama. Hm— —Nicholas Kasch mengambil selembar formulir pendaftaran. Dan mengisinya.
Lalu memasukannya ke kotak pendaftaran. Ah, selanjutnya tunggu takdir saja. Nich langsung meloyor ke kantin untuk membeli makan siangnya. |
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #9 Jun 24 2012, 12:03 PM | Victoria Lee | ||
|
Maniknya sudah berusaha mati-matian karena hendak berjibaku dengan kegiatan di sekolah barunya. Sebuah sekolah sialan yang membuatnya muak mati-matian karena kehilangan senyum teduh ayahnya. Membuat dara Lee itu berkutat dengan spesialisasinya. Apa namanya? Pengendalian au—pft. Siapapun yang punya ide atas manipulasi kemampuan seseorang wajib dibersihkan otaknya. Mungkin saja ada yang tidak beres dengan mereka. Tungkainya berjalan ke aula. Mendapati euforia baru lainnya. Darah Asiatik dari ayahnya tidak membantunya untuk bersikap lebih baik jika sudah dalam aura gelapnya. Seperti sekarang ini. Pun maniknya menyipit, memberikan sebuah senyuman acuh. Terapkan ini di kepalamu; seseorang yang banyak tersenyum biasanya jauh lebih sadis dibanding yang tidak. Tangannya terayun. Meraih sebuah selebaran. Formulir pendaftaran untuk bergabung dengan satu klub lebih tepatnya. Membuatnya melirik daftar yang mungkin menjadi minatnya. Ayahnya adalah seorang musisi; bukan yang telah besar namanya. Tetapi pita suara pria itu selalu menjadi favorit puterinya. Selalu.
Setidaknya dua hal tersebut mengingatkannya pada rumah. Meski indikasinya justru pada auranya yang kemudian membiru dan sok melankolis karena topik sensitif tersebut. Digulungnya lalu dimasukkan begitu saja dalam kotak pendaftaran. Yang kemudian membuatnya mengernyit heran. Kenapa harus ia gulung sedemikian rupa di kala yang lain tidak melakukannya? Bah. |
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| Post #10 Jun 24 2012, 12:09 PM | Ann Morgan | ||
|
Sepertinya semua sudah mulai memilih untuk masuk Klub yang akan diikuti, Ann sebelumnya sudah memilih dan masuk ke dalam Klub Pastry. Tetapi jika ikut lebih dari satu Klub tidak apa apa kan? Lagi pula dengan membuat diri nya sesibuk mungkin dapat membuat gadis kecil ini lupa dimana ia berada dan lupa bahwa ia harus terkurung di tempat ini selama 7 tahun atau mungkin lebih. Ia melihat sebuah pengumuman di Aula Besar, pengumuman untuk masuk Klub Art. Ann dapat bernyanyi, bermain piano dan melukis. Walaupun ia sangat pemalu, ia mempunyai bakat yang sangat baik. Gadis bersurai emas ini juga mempunyai suara yang bagus di antara seluruh keluarga Morgan.
Selesai menulis gadis kecil ini pun meletakkan pena nya di atas meja dan memasukkan kertas formulir di tempat nya. Mungkin alasan terdengar sangat angkuh, tetapi ia tidak peduli apa pun akan dilakukannya untuk keluar dari tempat ini. Lagi pula dengan bernyanyi dan bermain musik atau melukis dapat mengurangi tingkat stress yang di miliki gadis kecil bersurai emas ini. |
![]() ![]()
|
||
| ^^^ | Offline | ||
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |||
![]() ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community. Learn More · Sign-up Now |
|
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Aula Besar · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
9:46 AM Jun 19
|
Hosted for free by ZetaBoards














9:46 AM Jun 19