Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| 1st Grade: Biology (2014/2015); lesson: taxonomy | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jun 24 2012, 05:11 PM (3,127 Views) | |
| Post #101 Jul 19 2012, 09:42 PM | Alexander Schultz |
|
As the wisemen said, time has proven effective to heal wounds and pains as well as bad memories and nightmares. But is it? Irisnya menatap sekeliling. Memang sudah berhari-hari ia terjebak dalam kotak miniatur neraka ini dengan segerombolan manusia-separuh robotik lengkap dengan seragam konyolnya, tetap saja ia belum sepenuhnya terbiasa. Percayalah, kadang waktu tidak sepenuhnya efektif. Masalahnya toh ia tidak bisa pencet tombol 'skip' begitu saja hingga beberapa tahun kedepan, benar? Menenteng laptop dan buku tebal yang baru dipinjamnya dari perpustakaan beberapa hari lalu―atas perintah sang mahadewa perhewanan, o'course― Alex melangkah acuh memasuki kelas. Setelah memposisikan diri dengan nyaman di salah satu bangku deretan belakang dengan setengah melempar, ia meletakkan laptop, buku tebal laknat itu dan kedua tangannya secara sembarang di atas meja. Tidak tertarik sedikitpun, bila bukan paksaan dan obligasi. Hell, taruhan, ia bahkan bisa tidur nyenyak menggunakan buku determinasi itu sebagai bantal sekarang juga. "Buka buku kunci determinasi kalian dan tentukan nama Latin dari spesies tersebut. Jangan ada yang bicara atau kau bisa saja dijadikan model skeleton terbaru untuk laboratorium,” blah blah blah. Guru didepan sana sepertinya sangat mengerti cara bagus untuk semakin merusak hidup siswa-siswa polos huh? But that's fine with him. Toh ia berencana segera keluar dari tempat ini, bagaimanapun juga. Tanpa banyak basa-basi, ia mengetikkan alamat yang tertera kemudian menatap sebal gambar soal yang perlahan muncul. Beberapa ia kenali langsung. Beberapa ia hanya tahu genus dan famili-nya saja. Bad news, because that means he has to flip pages of that damned book. Ia hanya mendengus kesal sebelum menarik buku setebal beberapa ratus halaman itu mendekat dan mulai membalik-balik halamannya. Mencari diantara keluarga mamalia laut nama latin dari paus beluga. Yep, he'll do what smart people do, start from the easiest. Tidak susah, paus beluga cukup terkenal. Bahkan ia melihatnya beberapa kali berseliweran di salah satu chanel pengetahuan di tv lengkap dengan narasi yang mengharu-biru tentang terancamnya populasi mereka. Blah-blah-blah. Delphinapterus leucas―nama latin dari gambar 6. Sangat mudah memang, terutama karena ia tahu persis apa yang ia cari. Selebihnya? Well, let's just count on his endless lucks and bless. Amen. 1/8 |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #102 Jul 19 2012, 10:16 PM | Amethyst Fliederfield |
|
Di sini Amethyst, dengan kedua mata heterokrom miliknya, menatap layar monitor dengan ribuan piksel yang berganti warna tiap kali ia menekan tombol mousenya. Masih ada enam gambar, dan ia harus menyelesaikannya satu persatu dengan buku kunci dikotomi tebal yang sedari tadi ia letakkan terbuka di atas kedua pahanya yang terbalut rok pendek. Ditopangnya telapak tangan kiri di dagunya. Apa lagi setelah ini? Gambar nomor empat menarik perhatiannya. Berang-berang, eh. Makhluk pengerat pintar layaknya sang arsitek dengan bendungan ranting kayu indahnya. Amethyst memutar otak, memanggil kembali memori pelajaran taksonominya. Castor, begitu genusnya. Amethyst segera membolak-balik buku kunci dikotomi itu, mencari sang berang-berang. Lagi-lagi ia dibimbangkan oleh banyak pilihan kata kedua dari binomial nomenklatur sang hewan coklat berbulu itu. Berang-berang Amerika Utara? Berang-berang Eurasia? mana yang akan ia pilih? Tanpa panjang lebar lagi, Amy segera mengetikkan salah satu dari mereka. 4. Castor canadensis. North American beaver. Cari aman saja-- lagipula kita semua cinta Amerika, kan? 3/8 |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #103 Jul 19 2012, 11:20 PM | Hannah M. Schles |
|
Semakin siang, kedua kelopaknya semakin tertutup saja. Benar, ia bosan setengah mati hari ini. Terutama ulah pelajaran sebelum ini. That C class―her least favorite class on earth. Sayangnya, kelas berikutnya juga tidak kalah 'menarik'. Well, ia memang bukan makhluk keji yang phobia terhadap binatang atau semacamnya, tapi mengingat kegunaan buku tebal yang tengah dialih-fungsikan sebagai penopang dagunya kini―harus diakuinya hari ini bukan hari terbaik. Ditambah lagi perutnya masih terasa mual aneh akibat asam lambung dan suara-suara batin disekelilingnya bergumul kabur seperti dengung lebah. Ia memang seharus fokus pada sesuatu―apapun. Pilihannya terbatas, memang. Tapi buku determinasi setebal beberapa inci dihadapannya itu jelas adalah pilihan terakhir. “Ayo, buka laptop kalian,” suara tepukan dari depan sana secara otomatis membuat dagunya terangkat. Ulah biology, siapa lagi. Mengoceh tentang aturan dan tata cara ujian. Termasuk larangan untuk berbicara. Yayaya. Fine then. Tapi bagaimana jika ia melakukan telepati? Apa makhluk depan sana juga akan sadar juga? Grin. Sayangnya, meskipun sounds tempting, keluar dari tempat ini lebih lama adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan. Lagipula kedelapan gambar yang terproyeksi di layar laptopnya kini juga tidak mudah. Mungkin nanti―setelah tugasnya selesai. Menggoda satu-dua entitas malang disekitarnya. Atau mencontek satu-dua jawaban dari mereka. Laki-laki serius di depan sana sepertinya menarik dan meyakinkan. Siapa namanya? Chevalier? Nanti saja, tapi. Irisnya bulat menatap lekat gambar nomor 7. Hannah sangat yakin pinguin di foto itu adalah jenis royal. Mudah, garis kuning diatas kepalanya terlalu mencolok. Masalahnya kemudian bahkan jenis inipun ada beberapa nama latin dengan deskripsi ciri yang mirip. Sebal, gadis pirang itu membolak-balik halaman bukunya dengan kedua alis bertaut. Heck. This won't be that easy, uh? Dua menit kemudian, dengan keyakinan separuh-separuh, ia mengetikkan huruf-huruf dibawah foto tersebut―Eudyptes schlegeli. 1/8 |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #104 Jul 21 2012, 12:18 AM | Kirin Pewrett |
|
Ini memang tahun 2014 dan teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat. Jelas bahwa gadis muda yang tinggal di bagian utara Bumi ini tidak update pada teknologi-teknologi di masa modern seperti ini. Dia harus mencegah ekspresi bengong di wajahnya ketika laptop adalah media utama yang digunakan dalam kelas-kelas yang dihadirinya. Dia tidak buta internet, dia tahu bagaimana menggunakan internet, tapi dia tidak pernah membayangkan bahwa laptop dan internet akan digunakan di dalam kelas sebagai media yang mendukung kegiatan belajar-mengajar. Bahkan soal ulangan pun ada di internet. Tiba-tiba, dia ingin belajar bagaimana caranya meretas jaringan internet yang digunakan untuk menyimpan soal-soal ulangan dan database milik setiap guru. Dan soal ulangan ini akan lebih cepat dikerjakan jika dijawab dengan bantuan internet, bukan textbook yang biasa digunakan untuk ganjalan lemari atau sandaran kaki atau sekadar syarat untuk memenuhi perpustakaan sekolah saja. Dibukanya buku yang dipinjamnya dari perpustakaan sekolah, dibolak-baliknya halaman buku tersebut, mencari gambar yang mirip dengan gambar-gambar yang ada di layar laptopnya. Jika yang diminta bukanlah nama Latin dari spesies hewan tersebut, dia tidak akan repot-repot begini. Sebut saja, untuk soal yang pertama, burung. Sayangnya, jawaban soal ulangan tidak pernah sesederhana itu. Jadi, ini elang. Nama ilmiahnya, Pandion haliaetus. 1/8 |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #105 Jul 24 2012, 10:03 AM | Amethyst Fliederfield |
|
Baru tiga gambar, Amethyst sudah kehilangan semangatnya. Ulangan ini membosankan. Ia lebih suka mengerjakan soal Matematika, paling tidak semua hitungan itu tidak membuatnya mengantuk seperti ini. Apalagi, sisa-sisa gambar itu tak terlihat menarik lagi bagi Amethyst. Selain elang dan buaya, semuanya mamalia darat yang pastinya sulit diidentifikasi di buku tebal kunci dikotomi yang bersandar di pahanya. Apa kali ini? Sepertinya gambar beruang terlihat sederhana. Beruang coklat biasa. Tak seperti kijang atau sejenis antelop berekor putih yang pasti membutuhkan waktu untuk mengidentifikasikannya. Beruang... Ursa. Ursus. Ia mengingat-ingat pelajaran astronomi tentang konstelasi di klub studinya yang dulu. Rasi Ursa Mayor dan Ursa Minor di hemisfer utara. Sayangnya konstelasi itu tidak berspesies, ya. Ursus... ursus.. Amethyst bergumam sambil membolak-balik lembar kertas di buku kunci dikotominya. Matanya memindai setiap penciri. Beruang coklat, huh? 5. Ursus arctos Demikian ia mengetik jawabannya-- untuk beruang coklat penginspirasi boneka Teddy Bear itu. |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #106 Jul 24 2012, 05:26 PM | Hannah M. Schles |
|
Berikutnya. Mendesah tipis. Iris hazelnya bergulir, kembali terpaku pada layar dan deretan textbox yang masih melompong. Masih ada tujuh gambar yang belum terisi. Tidak melelahkan dan tidak sebegitu sulit sebenarnya. Hanya membosankan. Ditambah buku determinasi beratus halaman itu tidak serta merta membuat textboxnya bisa terisi dalam sepuluh menit. Jadi sebaiknya ia bergegas. Mendesah lagi. Sebenarnya, akan jauh lebih mudah jika ia bisa mencari di internet. You know, sedikit edit, gunakan fasilitas pencarian gambar. Easy. Sayang, tidak ada aturan yang jelas soal itu dari guru didepan sana. Ditambah titel kegiatan hari ini adalah ujian. Maka, ia pun tidak mau ambil resiko. Siapa sih yang tahu hal-hal absurd apa yang berputar dalam kepala aneh guru tercintanya itu? Atau mungkin lebih tepatnya ia tidak tahu hukuman apa yang menanti di sekolah macam ini. Nope. Tidak ambil resiko. Jemarinya masih terus menelusuri halaman demi halaman. Nama latin buaya muara, tujuannya sekarang. Tidak yakin, memang. Andalannya hanyalah memori samar dari masa lalu serta sejumput keberuntungan. Hitung kancing saja kalau ada dua atau lebih pilihan yang sama. Bah. Kotak nomor 3, Crocodylus porosus―benar, kan? 2/8 [edit_reason]tambah deskrip[/edit_reason] Edited by Hannah M. Schles, Jul 24 2012, 05:27 PM.
|
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
7:57 AM Jul 11
|
Hosted for free by ZetaBoards · Privacy Policy







7:57 AM Jul 11