Theme style: Light | Dark
Welcome Guest [Log In] [Register]

Announcements

Situations
Informations
Links

Summer 2016
Time: Juli-Agustus 2016
Temperature: 28-33 Celcius

TERM 4


Timeline: 2016/2017
Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001

Kuota Registrasi: 27/45
Kuota Murid Spesial: 2/2
Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2
Kuota Visualisasi Asia: 7/7
Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5
Daftar lebih lengkap

[+] Langkah Bermain
[+] Peraturan
[+] Daftar Visualisasi
[+] Formulir Registrasi
[+] Jadwal Term 4
[+] About Tower Prepatory
[+] Plots
[+] Disclaimer and Credits
[+] Wikia (On Development)
Chatbox
Important Info
Twitter Feed

Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012.

Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login:

Username:   Password:
Locked
1st Grade: Biology (2014/2015); lesson: taxonomy
Topic Started: Jun 24 2012, 05:11 PM (3,131 Views)
Erlina Marley
Ah 4 soal lagi ternyata, satu orang telah keluar lagi. Wah sungguh gadis bermarga marley ini benar benar lambat dalam mengerjakan soal. Perlahan tapi pasti, tapi kalo perlahan terus kapan majunya, masih ada 4 soal yang belum,4 loh, dari tadi loh, sedih.

Dimulai dari hewan yang lucu lucu lagi ah,eh. Ah! Rusa! Inget rusa inget apa gitu ya, film ah perasaan inget film mulu, kalo di percy jackson ada manusia setengah kambing,mbek. Kalo disini ada manusia setengah rusa ga? Kembali ke bayoloji (biology)

Erlina menepuk nepuk kepalanya, menepuk ya biar ga setres. WOY TUNGGUIN, pengen deh teriak gitu ke semua orang, t-tapi nanti di bilang so kenal. Untung ini masih biology bukan matematika. Erlina memang tidak terlalu menyukai matematika,lebih tepatnya memang bukan anak yang menyukai belajar. Kembali lagi ke soal.

Erlina melanjutkan dengan rusa berekor putih, di carinya membuka beberapa lembar dan... Dor! Dapat! Odocoileus virginianus. Nama latinnya tidak selucu ekornya. Ha

5/8

Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Arthur Franchot
Hari ini Arthur membawa laptop dan bukunya, tenang saja. Untuk menghadapi ulangan hari ini, dipikirnya tidak akan sulit-sulit amat. Toh ia punya buku kunci bersamanya, dan apa pun soal yang dibeirkan, Arthur merasa cukup percaya diri untuk mengerjakannya.

Hm, bahkan jika soalnya seperti di layar depan itu.

Ada delapan hewan, dan hanya disuruh menuliskan nama latinnya saja. Arthur cepat-cepat memasukkan alamat yang diperintahkan di browsernya, dan tidak perlu menunggu waktu lama hingga gambar yang sama dengan di layar terpampang di layar laptopnya. Arthur tidak ingin membuang waktu dengan lama-lama memandangi satu per satu hewan itu, meski pun ia sangat tertarik untuk mengidentifikasinya satu per satu—apa deh, padahal dia juga tidak tahu apa yang akan didapatnya dari mengidentifikasi satu per satu hewan yang terpampang di layar laptopnya.

Arthur membuka buku kuncinya, membolak-balik halaman demi halaman untuk mencari nama latin dari salah satu hewan ini. Mungkin.. lumba-lumba? Oh, belum, belum dapat. Beruang mana beruang? Belum dapat juga.. bagaimana jika—oh, ini dia.

"Crocodylus porosus."

Gumamnya, untuk gambar nomor tiga. Benar atau salah, sih?


1/8
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Yale Stoker
Bla bla bla, buka laptop, kata-kata lain, gumaman anak-anak. Suara-suara itu lambat laun menjadi sesuatu yang terkesan biasa di telinganya. Ketika dirinya berpikir bahwa keberadaan entitas-entitas aneh macam dirinya adalah demi kepentingan masa depan, dimana mereka dididik menjadi sekumpulan mahkluk pembela kebenaran dengan kostum ketat, mereka harus memasuki kelas membosankan macam biologi.

No offense to the subject, really. Hanya saja semua pemikirannya mengenai tempat antah berantah bernama Tower Prep ini merupakan sebuah institusi pendidikan demi hal konyol bernama superhero (dan emblem-emblem keadilan lainnya, jika kau ingin tambahkan) terbukti salah, bisa dibilang ia sedikit kecewa. Semua ide bodoh pikirannya itu terasa lebih menyenangkan ketimbang kenyataan hampa membosankan nan datar yang menunggunya.

Dan tentu saja, harus ada pelajaran biologi. Pada akhirnya, dirinya hanya ingin mengeluh betapa ia harus menemui sebuah subjek normal yang ia telah temui selama tahun-tahun membosankan sekolahnya di tempat ini pula.

Jujur saja, membolos jelas adalah sesuatu yang ingin ia lakukan, dan telah ia lakukan di kelas-kelas sebelumnya. Lantas mengapa ia ada di sini? Jawabannya mudah, sungguh. Ulangan. Kendati dirinya adalah entitas yang tampak membenci seluruh isi kehidupannya, ia masih mempedulikan satu hal, yakni nilai yang ia raih. Dan ketahuilah, dirinya telah mempalajari bagaimana ulangan merupakan salah satu dari saat-saat terdamai yang pernah ia dapatkan.

Kembali kepada ulangan di hadapannya. Jawablah dari yang ia ketahui dengan pasti pertama kali.

Crocodylus porosus

Dan ia selalu teringat bahwa penulisan nama latin hewan harus dimiringkan atau digaris bawahi.

1/8
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Hildr Norgaard

Duduk diam mau apalagi mana mungkin ia berinteraksi dengan siapapun disini ditambah lagi dirinya agak susah membuka ucapan terlebih dahulu itu pun jika tidak penting sekali anggap saja memang terlihat pendiam, tapi ada kalanya Hilda bisa sebawel apa yang ingin ditanyakan. Jarinya mengetuk-ngetuk ujung meja.

tuk..tuk..tuk..

Pelan, menanti penjelasan hingga pada akhirnya membuka laptopnya dan buku yang disuruh dan telah dipinjam diperpustakaan, di hadapannya gini terdapat 8 gambar hewan, dan dalam Hilda berada di dalam kelas biologi menentukan nama latin dari makhluk tersebut tidak boleh berisik pula, siapa juga yang mau bersik. Jarinya sibuk bermain mengklik agar gambarnya bisa terlihat jelas. Satu persatu dan mulai mencari dalam buku determinasi.

Rasanya Hilda menemukan nama hewan satu ini, iya sih berbulu coklat mirip beruang madu tapi ada juga yang warnanya hitam. Semoga saja benar, jemarinya mulai mengetik huruf latin yang dimiringkan. Sesuai format dikolom yang telah disediakan.

Ursus arctos

#1
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Yale Stoker
Mengerjakan secara random, isi yang menurutmu terasa paling mudah. Itulah caranya mengerjakan semua omong kosong ini. Setelah mengetikkan jawaban sebelumnya pada kolom ke-3 yang bergambar buaya dan ia yakin sebagai buaya (sebut dirinya bodoh, namun tak mungkin matanya salah menafsirkan gambar sesuatu yang terlihat sangat jelas) kedua maniknya bergerak menuju gambar lain.

Jujur saja, jawaban untuk semua ini terasa mudah. Elang, bison, buaya, berang-berang, beruang, lumba-lumba, pinguin dan rusa. Ya, semudah itu. Hanya saja, ada puluhan jenis elang dan jujur saja, ia merasa ini semua terasa memuakkan bagi seorang Yale Stoker.

Dirinya tak lahir untuk biologi. Ia selalu merasa dirinya terlahir untuk mengingat tanggal-tanggal dan kisah-kisah dewa apa yang berselingkuh dengan dewa apa hingga melahirkan anak maca apa ataupun pertempuran mana yang terjadi kapan melawan apa. Yap, dirinya, Yale Stoker, lahir untuk mencintai dan menghidupi sejarah. Biologi? Well, tidak separah pelajaran macam matematika yang rasa-rasanya tak pernah bisa masuk ke dalam otaknya yang bekerja lebih lambat daripada orang normal ini.

Biologi masih berada dalam cakupan hal yang bisa ia mengerti. Cara pembelajarannya kurang lebih sama seperti subjek favoritnya itu. Hapalkan semua yang ada di depan matamu dan voila selamat mengerjakan ulangan. Sayang sekali dalam biologi tak ada hal macam beruang satu yang berperang melawan buaya karena memperebutkan teritorinya atau apa. Keberadaan cerita membuat segala hal terdengar lebih mudah untuk dimengerti.

8. Odocoileus virginianus

Ya, ketikkan nama tersebut di bawah binatang mirip rusa yang melompat itu. Bagai seorang balerina melakukan grand jete. Urgh, balet. Adiknya mengikuti kelas balet, mengenakan sepatu aneh, menyombongkan diri bagaimana ia mampu berdiri di atas jari kakinya. Terasa konyol, baginya, dengan rok dan kostum aneh dan gerakan-gerakan yang rasa-rasanya sedikit mustahil untuk dilakukan oleh tubuh manusia. Bagai melihat tubuhmu dilekuk bak pretzel. Bukan sesuatu yang benar-benar indah di matanya.

Binatang selanjutnya. Binatang selanjutnya dan ia akan bisa kembali berusaha meraih tidur yang didamba-dambakannya.

2/8[edit_reason]keterangan di bawah[/edit_reason]
Edited by Yale Stoker, Jun 27 2012, 10:49 PM.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Hildr Norgaard

Semoga saja jawabannya benar jika salah Hilda juga malas mencari diantara deret dan lembaran buku yang tersimpan. Hilda lebih menyukai membaca buku novel, resep masakan atau apasajalah yang penting bukan buku pelajaran. Bukan, bukan tidak suka pelajaran hanya saja Hilda merasa ada sesuatu hal yang sulit kadang tidak dimengerti dan enggan untuk dimengerti, takut terlalu tertarik dan lupa dengan apa yang telah diminati sekarang ini.

Dan untuk yang selanjutnya Hilda agak kurang yakin penampilannya mirip dengan bison tapi jelas-jelas bukan bison apalagi banteng, rasanya sedikit berbeda dan tadi Hilda nampaknya menemukan nama latinnya ketika mencari yang pertama. Gadis Norgaard muda ini sibuk membolak-balik buku determinasi. “Mana ya!” Gumanya pelan,

Lalu jarinya terhenti setelah menelusuri, mengecek perlahan pada layar monitor miliknya, menatap ciri-cirinya, agak sedikit mirip bison memang tapi apa ada bison sekurus ini, pasti bukan ini pasti hewan dari afrika dan nama latinnya adalah—buru-buru gadis kecil ini mengetik pada kolom textbox yang tersedia dibawah gambar. Memperhatikan agar tidak ada kesalahan dalam peletakkan huruf.

Syncerus caffer


#2
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Yale Stoker
Sikunya berada di atas meja, dengan tangan kirinya menopang pipinya dengan malas. Kedua maniknya memicing ke arah yang berlainan, mengamati baris demi baris kata-kata tanpa benar-benar membacanya. Lantas bagaimana dirinya tahu jawaban apa yang harus dituliskan? Oh, ia juga tidak tahu. Tangan kanannya membalik lembar demi lembar buku kunci determinasi yang ia pinjam di perpustakaan. Buku tersebut terasa berat dalam tasnya. Lain kali lebih baik ia meng-install sebuah program pencatatan kunci dterminasi lengkap dengan search engine-nya alih-alih meminjam buku macam ini.

Menguap perlahan dan menggosok matanya, kali ini ia berusaha meregangkan tubuhnya, memutar lehernya ke kanan dan ke kiri. Merasa bosan. Ulangan ini adalah salah sesuatu yang bisa kau lakukan dalam 10 menit. Dan setelahnya apa yang akan ia lakukan? Tidak ada. Lebih baik dirinya menghabiskan waktu berpikir di ruangan ini ketimbang pergi keluar, membiarkan kakinya melangkah menuju tempat-tempat aneh lain

Kali ini tubuhnya bergerak perlahan, merendah ke atas meja dan meletakkan dagunya di sana, tepat di depan laptopnya yang menyala, menampilkan gambar kedelapan binatang yang sedari tadi ia pelototi. Otaknya mulai meracau. Lumba-lumba itu semakin mirip seekor dugong sekarang dan ia mulai ragu bahwa gambar no. 3 adalah seekor aligator alih-alih buaya.

Tangannya kali ini bergerak menuju keyboard laptop-nya. Tak tahu apakah jawabannya benar. Tak peduli lebih tepatnya, namun toh biarlah.

5. Ursus arctos

Ya, ya, beruang. Alih-alih segala hal mengenai masa hibernasi beruang, bulunya yang tebal, adaptasinya terhadap dingin, habitat asli dan entah segala hal yang terdengar biologis mengenai beruang, otaknya teringat akan sesuatu yang disebut Bear Cult, semacam sekte atau tepatnya sekelompok masyarakat pada masa Palaeolithikum yang menjadikan beruang sebagai bagian penting dari hidup mereka.

Mereka mengorbankan beruang di atas kayu api, memotong kulitnya dan menusuk beruang tersebut tepat di paru-parunya di depan sebuah patung beruang kecil dengan harapan mengenasi sesuatu tentang roh beruang yang menyertai mereka atau apa. Entahlah, ia selalu merasa manusia jaman dulu tak tahu caranya bersantai ataupun mencari kesenangan. Masukkanlah beruang tersebut ke dalam satu arena untuk melawan petarung terbaik mereka. Itu baru namanya hiburan. Bagai orang Roma yang melempar manusia ke arena untuk melawan singa. Mengapa ia terpikir akan sejarah sekarang?

3/8
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Hildr Norgaard
Benar atau tidak, saat ini tidak mementingan, kenyataannya Hilda tidak terlalu menyukai pelajaran Sains, ilmu pasti dan sejenisnya. Jari jemarinya hanya diketuk-ketukkan tidak jelas pada pinggiran laptopnya. Menyilangkan kakinya lalu menggoyang-goyangkan tidak jelas. Sesekali melirik sekilas tanpa minat ke mereka yang sibuk mencari jawaban. Hilda hanya diam sibuk men-zoom gambar dilayar laptopnya.

Menghela nafas lalu menopang dagunya sembari sibuk mencari-cari nama dengan wajah sudah hampir tidak berminat melihat rentetan huruf berjejer dengan bahasa dewa. Kembali mengklik, rasanya sudah malas buka-buka buku panduan, jemarinya memberi sentuhan kecil, men-zoom gambar kembali dan mengembalikan ke semula.

Memperhatikan gambar dilayarnya, perawakan mirip kijang, berkaki empat, ekor yang mirip dengan rusa, sedikit menyerupai kancil, tapi rasanya tidak mungkin jika Musk Deer wujudnya hampir sama hanya ada perpedaan kecil tapi tak ada tanduk. Tapi bukannya kancil, kijang masih satu famili sama rusa. Sumpah Hilda bingung, dan jemarinya mengetik kolom hewan yang masih satu family dengan rusa itu atau memamng rusa betina?

Mutiacus Muntjak

Berharap saja tidak salah.
#3
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Clementine Flounder
Biologi.

Katakanlah bukan pelajaran favorit Clementine, tapi tetap saja ia pelajari sebaik mungkin. Mungkin, hanya semata-mata karena ibunya yang mengajarkan, sehingga Clementine terlihat senang mempelajari segala macam makhluk hidup yang ada di muka bumi. Karena sekarang, dia bahkan enggan menatap layar laptopnya.

Dan ini ulangan, omong-omong. Mana ada anak yang enggan menatap layar laptop begini? Jelas ibunya tidak akan percaya jika melihat Clementine saat ini. Mana mau, mengakui anak yang berubah malas macam Clementine sekarang.

Ditatapnya layar laptop dengan nanar. Taksonomi. Dan beberapa dari binatang yang dilihatnya tidak ia kenal. Gambar nomor satu, contohnya. Apa itu? Semacam elang? Entah, tapi jelas pernah dibahas oleh Biology waktu itu, dan entah mengapa pikirannya tiba-tiba tidak dapat mencerna apa yang pernah ia pelajari kala itu.

Gambar kedua. Apa itu? Semacam bison? Bukan, bukan bison.

Clementine memejamkan matanya perlahan, berusaha mengingat nama binatang yang satu itu. Yang ini lebih familiar dari yang sebelumnya. Erg, tidak mungkin ia tidak ingat. Seharusnya Clementine ingat terus.

Gnou. Spesiesnya itu. Dan dari yang dipandangnya, filumnya jelas Chordata karena tentu hewan ini bertulang belakang. Sekarang, tinggal genusnya. Berawalan huruf C, karena seingatnya hanya itu spesies gnou yang dibahas oleh Biology. Benar atau tidaknya Clementine tidak tahu pasti, setidaknya, ingatannya berkata begitu.

Connochaetes gnou.

Nah! Pupilnya membesar, dan mendadak tubuhnya tegak karena berhasil menemukan satu jawaban. Itupun kalau jawabannya benar.


1/8 (...krik)
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Amethyst Fliederfield
Biologi! yeah. Pelajaran favoritnya. Sebenarnya ia menyukai semua pelajaran sains, untuk bahasan tertentu tapi. Dan pelajaran biologi kali ini kurang membuatnya tertarik. Amy lebih suka mempelajari genetika, atau mikrobiologi. Soal taksonomi yang full menghapal ini, agak membosankan memang, dan sulit.

Hah! dan sudah ulangan saja. Pakai laptop pula, serta buku kunci determinasi yang tebalnya minta ampun. Tapi masih untunglah, dibandingkan dulu-- iseng mengikuti sejenis kuliah paleontologi tentang foraminifera planktonik di museum, dan melihat buku kunci determinasinya. Untuk Globigerina saja ada ratusan, padahal bagi Amy bentuknya sama saja.

Pak Biology segera menginstruksikan untuk membuka sejenis situs yang nampaknya berisi soal ulangan. Dengan malas Amy pun mengerenyitkan matanya untuk melihat addressnya, dan mengetiknya dengan teknik 11 jari-- maksudnya kedua jari telunjuknya.

Enter.

Hoo, delapan gambar animalia vertebrata. Disuruh satu-satu menentukan spesiesnya? melelahkan. Tapi belum semenit berlalu, matanya langsung tertuju pada kotak nomor 6, makhluk air putih yang nampaknya sedang memberi salam dengan membuka mulutnya. Ini sih..

Paus Beluga! 6. Delphinapterus leucas.

Hei hei, siapa yang tak tahu makhluk berwajah menggemaskan penghasil Kaviar terbaik ini?


1/8
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
Go to Next Page
« Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic »
Locked