Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| 2nd Grade: Biology (2014/2015); lesson: cells | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jun 24 2012, 06:02 PM (1,748 Views) | |
| Post #31 Jun 25 2012, 04:56 PM | Nathaniel Gilbert |
|
"Yeah, good luck on that, mate." Nathan menatap visualisasi pemuda bersurai pirang yang ada di dekatnya. Teman sekamarnya selama setahun, Hal Abrams. Hei, Hal. Bisakah pemuda itu tak hanya menyemangatinya? semangat saja tak cukup dalam mengerjakan tugas-tugas puzzle sialan ini. Jika teman sekamarnya itu seorang pemuda yang gentleman pasti ia akan mengizinkan untuk di sedikit dicontek, bukan? "You too, Buddy" Senyuman dengan sedikit percikan semangat. Well, sungguh sangat baik hati pemuda bernama Nathaniel Aaron Gilbert ini. Meskipun maksud dari perkataannya kali ini adalah 'Can you help me now, Hal. Please' Sekarang tatapannya kembali beralih pada sosok gadis bersurai pirang yang juga berada di dekatnya. Nathalie Gilbert. Well, saudara kembarnya. Cepat sekali ia menyelesaikan puzzle yang dengan susah payah di kerjakan oleh Nathan. Tuhan sama sekali tak adil untuk membagi kepandaian manusia. "done, eh?" See, Tuhan sangat tak adil. Second puzzle sekarang saatnya kau mati!. puzzle #2 Plant Cell In: Hal Abrams and si Nat-Nat |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #32 Jun 25 2012, 05:03 PM | Nathalie Gilbert |
|
Animal Cell; Done. Nathalie menatap layarnya sembari tersenyum. Krystal abunya di edarkan ke seluruh ruangan. Tampaknya tidak ada tanda kesusahan dari kedua gadis Best Student tahun ajaran lalu. Gadis Satchel bahkan sangat bersemangat karena telah menyelesaikan beberapa puzzle. Nathalie tersenyum kecil dan menatap kembarannya yang memasang muka masamnya. Sebenarnya Nathalie tidak ingin Nathan berwajah seperti itu. Tetapi kembarannya itu memang tidak suka hal-hal berbau IPA, tidak sama sepertinya. "Baru puzzle pertama kok," Sahutnya pelan tanpa benar-benar memperhatikan saudara kembarnya itu. Lalu Nathalie mengalihkan pandangannya dan menatap puzzle kedua yang telah siap di kerjakan oleh kembarannya itu. "Kau sendiri sudah selesai puzzle kedua." Takjub. Tak biasanya saudara kembarnya itu semangat mengerjakan tugas IPA. Kena sambet apa tuh? Nathalie kembali melontarkan atensinya pada layar di depannya. Puzzle kedua yang akan ia selesaikan adalah; Plant Cell. Sepertinya tingkat kesulitannya meningkat setiap puzzlenya... atau tidak? Puzzle yang ini berbentuk kotak dengan inti sel berbentuk bulat besar sama seperti Animal Cells tadi tetapi memiliki perbedaan karena inti sel terlindungi oleh apalah itu namanya. Pertemuan pertama di habiskan dengan menyusun puzzle sekaligus perkenalan tentang materi pembelajaran selama setahun penuh. Nathalie menggerakkan kursornya menyusun setiap kepingan puzzle. Nathalie jadi teringat bagaimana ketika ia baru di angkat menjadi anak oleh keluarga Gilbert, ketika kedua orang tua angkat mereka melakukan pendekatan dengan menggunakan puzzle kepada kembaran dengan surai pirang sama itu. Ironisnya, hal itu sama sekali tidak melakukan perubahan apapun karena sepasang kembaran itu tidak menyukai permainan itu. Nathalie tersenyum mengenang masa-masa dengan orang tua angkatnya dulu. Sedang apa saat ini, Mom and Dad-nya itu. Apakah mereka baik-baik saja tanpa kehadiran kembar itu di rumah? Nathalie benci mengakui ini, tetapi ia merindukan kedua orang tuanya itu. Binernya menatap kembarannya yang masih saja bermuka masam. Tertawa kecil sebelum akhirnya kembali menaruh atensinya pada puzzlenya. Tiga lagi dan... Almost. Nathan, Op-In // #2 Plant Cell |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #33 Jun 25 2012, 05:44 PM | Nathaniel Gilbert |
|
Again. Again? Damn! Apa si guru narsis itu tak melihat bahwa pelajaran kali ini hanya menguntungkan beberapa pihak saja. Seperti sepasang Best Student yang mungkin budak kredit itu. Bagi si Olivia yang bahkan suka menjerit-jerit saat menjawab pertanyaan. Atau bagi si pemuda Abrams yang diam-diam tampak menghanyutkan. Dan, Nathalie? Gadis ini tak perlu di tanya lagi akan kegilaannya terhadap pelajaran makhluk hidup. Kecintaannya terhadap pelajaran Biologi mungkin melebih kecintaannya terhadap lawan jenis. Lihat wajahnya yang terlihat menyeramkan saat melihat puzzle-puzzle di layar PDAnya. Sepasang manik matanya terlihat begitu bersinar-sinar bahkan ia tak terlalu memerdulikan Nathan. Jika sepasang Best Student itu adalah budak kredit maka Nathalie adalah budak Biologi. "Puzzle kedua tapi dengan rambut nyaris menyerupai Einstein" Gumam Nathan dengan wajah tak menyenangkan. "Sekarang kau juga puzzle kedua" Sudah memiliki ciri fisik yang tak layak di sebut kembaran, juga sifat yang bertolak belakang. Masa harus juga memiliki kemampuan otak yang juga bertolak belakang. Thanks God, Puzzle ketiga akhirnya selesai juga. Lanjut ke —What the Hell— puzzle ke empat!. Standing Applause buat si guru narsis kali ini yang membuat ia kembali berdosa karena terus menerus mengutuk orang. Puzzle #3 Red Blood Cell In: Nat-nat . op-in deh |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #34 Jun 25 2012, 05:59 PM | Nathalie Gilbert |
|
Tuhan memang menciptakan seluruh umat manusia secara adil. Kembar ini, di ciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Nathaniel Aaron Gilbert, di karuniakan oleh kesehatan tubuh sempurna tanpa cacat yang selalu membuat iri Nathalie. Sementara Nathalie di karuniai kemampuan otak di atas rata-rata dari kembarannya itu. Nathalie tertawa pelan dan menjaga agar suaranya tidak terlalu keras. Tidak ingin di marahi gurunya sendiri. "Puzzlenya tidak susah kok, Nathan." timpal Nathalie pelan. "Nathan, tumben kok semangat di pelajaran Biologi? Puzzle ketiga sudah selesai?" Ini benar-benar terkejut kok. Bukan sarkarsme. Atensinya kembali di bawa ke layar. Jemarinya menyentuh layar dan menggerakkan kursornya membuka puzzle ketiga. Puzzle kedua selesai, di lanjut dengan puzzle ketiga. Tidak seperti sebelumnya tentang Sel Hewan dan Tumbuhan, puzzle ketiga adalah tentang Sel Darah Merah. Ya, darah yang saat ini mengalir hangat di dalam tubuhnya. Darah yang di setiap tubuh manusia. Darah yang bau anyirnya tak jauh dari rasa amis yang membuat Nathalie muak. Darah yang selalu saja keluar ketika ia merasa kecapekan, lemah dan seketika itu juga Nathalie mengalami mimisan. Tubuh lemahnya sama sekali tidak di inginkannya sedari dulu. Bahkan Nathalie sangat iri akan kakak kembarnya yang terlahir dengan tubuh sehat sempurna dan memiliki jantung sehat, bukan sepertinya yang lemah dan penyakitan. Bahkan abilitynya pun membuat gadis dengan surai pirang ini harus bertarung dengan kekurangannya. Dengan segala kelemahannya. Di tatapnya sarung tangan hitam yang saat ini menjadi teman seumur hidupnya. Yang akan selalu menemaninya tanpa terkecuali dan menjaganya agar bisa bersosialisasi kepada orang banyak tanpa membuat mereka semua merasa takut akibat ability mengerikan yang dia punyai. Tanpa membuatnya di jauhi oleh orang lain. Desahan sedih keluar dan Nathalie hanya menatap layar puzzlenya dalam diam tanpa menggerakkan kursornya. Tidak. Tidak. Tidak seharusnya saat ini Nathalie kembali memikirkan tentang abilitynya. Nathalie harus menerima kenyataan itu walau kenyataannya seburuk apapun. Merah.... Layarnya di penuhi warna merah dari puzzle. Nathalie kemudian kembali mengutak-atik kepingan puzzle dan menyusun jigsaw puzzlenya dengan apik. Tidak terlalu bersemangat seperti tadi. Nathan, Op-In // #3 Red Blood Cell |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #35 Jun 25 2012, 06:31 PM | Nathaniel Gilbert |
|
Untuk kesekian kalinya berikan standing applause buat si Mr. Narsis yang dengan mudah membuat Jigsaw puzzle kali ini lebih seram di bandingkan dengan Jigsaw puzzle dalam franchise Saw. Bahkan terlihat lebih membuat orang muntah untuk sekedar melihat layarnya saja. Good Job, baby. "Puzzle ketiga? Done" Nada yang di keluarkan oleh si pemuda Gilbert itu terlihat begitu mantap padahal hal tersebut sangat berbeda dengan fikirannya yang lebih semrawut dari benang kusut. "Apa sekarang si buda— professor sudah mulai letih, eh? Kemana kepintaran yang selalu di banggakan oleh seorang Nathalie Gilbert?" Nathan dapat melihat bagaimana percikan emosi asing di sepasang biner kelabu kembarannya itu. Bagaimana ia terlihat begitu menahan gejolak emosinya saat menatap monitar PDA miliknya. Sekarang apa yang di pikirkan oleh gadis itu? Kemana binar-binar mengerikan Nathalie saat mengerjakan pekerjaan kesukaannya. Malah ia semakin terlihat begitu menyeramkan dengan menatap kosong layar monitor. God, kembalikan si bocah budak biologi kembali lagi! Tsck, Nathalie itu memang terkenal sebagai dewi kegelisahan, emosional juga kesedihan di keluarga besar Gilbert. Semua hal yang bahagia entah mengapa bisa di ubahnya menjadi hal yang melankolis. Bakat terpendam yang dimiliki oleh seorang Nathalie Gilbert. Singkat kata ia bagaikan dementor dengan sistem kerja vacuum cleaner yang bisa menyedot hawa-hawa positif orang yang ada di sekitarnya. Apa perlu Nathan mengatakan nama si—damn! ia lupa lagi— malkom? malclom cih, whatever! Ia bukan seorang kakak yang bego dengan kehidupan asmara sang adik. Salahkan Nathalie jika Nathan tak bisa mengerjakan Jigsaw-Jigsaw sialan ini. Puzzle #4 Crystal In: Nat-Nat . Op-In deh |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #36 Jun 25 2012, 09:39 PM | Nathalie Gilbert |
|
............. "Nathan ajak berantem ya?" Ini serius. Mood Nathalie seketika berubah drastis menjadi buruk. Padahal ini di pelajaran kesukaannya. Nathalie memang moody-an, ya tapi kan gak gini juga. Gadis itu masih menatap jigsaw puzzle dengan warna merah darah itu. Betapa memuakkan. Betapa memuakkan mengingat kelemahanmu sendiri. Seperti bercermin tetapi kau bukanlah yang ada di luar cermin, tetapi yang ada di dalam cermin dan tidak akan pernah bisa keluar dari kurungan bernama cermin. Jari jemarinya menyentuh layar dan menekan link puzzle ke empat. Ingin cepat-cepat mengenyahkan mood buruknya ini dan menatap puzzle keempatnya. Streptococcus; adalah salah satu bakteri yang dapat di temukan sehari-hari, penyebab banyak penyakit penting pada manusia yang berkisar dari infeksi kulit permukaan yang ringan hingga penyakit sistemik yang mengancam hidup.* Bakteri yang menyebabkan infeksi yang menggerogoti hidup. Seperti abilitynya yang ikut terus merenggut nyawanya.... Sudah. Cukup. Nathalie tersenyum miris dan kembali menyentuhkan jemarinya di layar dan menyusun puzzlenya. Apa dia saja yang merasakannya atau memang puzzle ke empat ini...cukuo susah dari puzzle-puzzle yang tadi? Sumpah bulat-bulat berwarna biru kesukaannya itu sukses membuatnya pusing. Tapi Nathalie memang menyukai biologi. Apapun itu, ia sekarang sedang asyik tenggelam dalam puzzlenya. "Yes!" Berhasil. Nathalie memalingkan wajahnya menghadap kembarannya, Oh, kembarannya itu menyelesaikan puzzle yang terakhir dulu. "Nathan, aku sudah bisa puzzle ini." Pamernya pada kembarannya itu. Well, sesekali pamer tidak apa-apa kan? "Susah lho..." Siapa suruh tadi mengejeknya. Selipkan tanda titik dua dan huruf P di sini, please. Nathan // #4 Streptococcus // * Referensi; here. |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #37 Jun 25 2012, 10:13 PM | Nathaniel Gilbert |
|
Siapa yang mengajak berantam? Apa tadi perkataannya ada yang salah? Kalau salah sorry karena tadi juga sengaja memancing reaksi si buda— professor biologi ini. Pemuda Gilbert itu tak suka melihat gadis bersurai pirang itu terlihat seperti kesusahan. Ada sesuatu hal yang dirahasiakan oleh belahan jiwanya itu. "Absolutely yes, dulce" Cengiran lebar yang sedikit berharap bisa mengalihkan perhatian gadis itu dari hal yang tak di sukainya. Shit! Puzzle terakhir yang di tinggalkannya adalah puzzle dengan tingkat kesulitan paling tinggi. "The last one is easiest part" Kali ini seorang Nathaniel Aaron Gilbert betul-betul berbohong untuk mengakui IQ jongkokng yang dimilikinya. "Let's see" Bulir-bulir keringat membasahi dahinya seakan menandakan waktu yang terus berlalu tanpa membuahkan hasil yang begitu memuaskan. Belum sampai 50% puzzle itu terlihat bentuk aslinya. "Easy" Gumam Nathan lebih kepada dirinya sendiri. Sekedar motivasi diri. Click. Done! Yeah done, baby! "See? Easiest part, dulce" Senyuman bangga menghiasi wajahnya yang berkeringat. Akhirnya ia bisa terlepas dari belenggu di Mr. Narsis untuk tahun kedua. Well, untuk tahun-tahun berikut semoga saja Tuhan masih bersama di sisinya. Umm, nyaris saja pemuda itu lupa. "Bye-bye, Nat. God Bless you for do this freak jigsaw puzzle" puzzle #5 Fin, baby! interaksi terakhir adalah NATHALIE GILBERT |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #38 Jun 25 2012, 10:44 PM | Nathalie Gilbert |
|
"Boleh berantem, tapi kamu jangan lari-lari ya?" Ini sok polos atau apa? Habisnya, Nathalie tidak ingin harus mengejar kembarannya yang bisanya mengejeknya terus lari ngibrit entah kemana sementara kembarannya itu tahu Nathalie sama sekali tidak bisa di ajak berlari atau capek-capek-an. Seperti dulu kembarannya itu selalu mengejeknya karena tidak bisa ikut bermain, tetapi selalu menemaninya meskipun tahu Nathalie tidak bisa di ajak bermain yang capek seperti anak lainnya. Sebenarnya, Nathan itu cukup manis. Cuma entah mengapa ia begitu benci dengan kata cinta. Padahal Nathalie mendengar gosip yang tersebar di dinding sekolah ini kalau kembarannya itu sedang dekat dengan seorang gadis. Katanya sih, salah satu best student itu. Kenapa masih saja denial soal cinta coba? Kembarannya itu memang susah di tebak. Nathalie menelusuri puzzle terakhir. Tampak lebih mudah di banding puzzle yang tadi. Kekehan bernada geli dan jenaka terlontar di kala sang kembaran tengah menyugesti dirinya sendiri akan tingkat ke susahan puzzle ke empat. Wajah kembarannya sudah kusut sekusut baju tidak di rapikan selama satu bulan. Kentara sekali sudah tidak sanggup lagi. Nathalie tersenyum dan menyemangati kembarannya di dalam hati sementara jigsaw puzzlenya sendiri terlupakan. Ayo, Nathan! Kau pasti bisa! Dan kembarannya telah selesai dengan tugasnya. Tetapi lagaknya itu masih saja menguakkan senyuman geli di wajah Nathalie. Sudah di bilang, kembarannya itu manis. "Iya deh iya." Kekehan lain terselip di balik kata tadi. Nathalie mengalihkan atensinya kembali pada layar dan menyelesaikan puzzlenya dengan mudah. Naphthalene; Kepingan-kepingan puzzle sudah tersusun apik dan...Done. Tugasnya telah selesai. Senyuman puas menghiasi wajahnya dan Nathalie menyusun perlengkapannya, bersiap-siap untuk keluar. Dia...sudah boleh langsung keluar, kan? Nathan // #5 Naphthalene // Fin |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #39 Jun 27 2012, 10:18 PM | Nicholas Kasch |
|
Salam. Dan selamat data untuk rekan-rekan sekalian, Tower Prep tingkat dua yang paling Nich cintai. Selamat datang di kelas paling tidak membosankan sepanjang abad, yang gurunya pun yang tidak kalah kerennya dari Nich, tapi masih kerenan Nich sedikit. Dimana lagi kalau bukan kelas Biologi. Uhuk. Begitulah. Tadinya pemuda Kasch ini berniat membawa sebuah bantal dari kamarnya kesini, namun kedipan seorang monitor yang kebetulan lewat membuatnya merinding disko. Haih, merinding disko. Apa pula kosa kata satu itu, yang sama sekali didapatnya secara random yang kebetulan ada di benaknya. Pokoknya inti dari semua itu sih, Nich tidak jadi membawa bantal itu ke kelas. Kelasnya sudah cukup ramai ketika ia datang menenteng tasnya. Ia memperhatikan Biologi memberi penjelasan soal main-main yang sepertinya penuh dengan tanda kutip. Iyalah, mana ada kelas di Tower Prep tercinta ini yang hanya bermain dalam arti sesungguhnya, saja? Tidak akan. Kalau tidak percaya pada hipotesanya, lihat saja yang— —nah kan! Puzzle. Ya sama saja, susah. Dan, beberapa anak sudah memulainya sementara Nich masih duduk ditempatnya. Masih memperhatikan bagaimana mengerjakan puzzle dengan mudah, karena jujur saja, dirumah Nich tidak punya mainan seperti itu. Dari kecil saja sudah dibuangnya, gimana dong? Percobaan pertama. Animal Cell. Ini kesini, itu kesana, ini yang ini, itu berpasangan dengan yang satu ini, dan blablabla. Dan, voila, selesai. Screencap puzzle #1 |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #40 Jun 28 2012, 02:21 AM | Sommermarchen Skarpsvard |
|
Bukankah menyenangkan, di pelajaran biologi, alih-alih kau membuka buku untuk menghafalkan segala sesuatu yang tertera di setiap halamannya, atau praktek dengan menggunakan makhluk-makhluk hidup yang sudah tak bernyawa, kau malah disuruh untuk bermain dengan puzzle? (Memang hanya kelas biologi milik Tower Prep. yang bisa melakukan hal itu.) Tak peduli bahwa usia mereka sudah tak lagi layak untuk menyandang embel-embel ‘anak kecil’, semua murid di kelas ini seketika dengan riuh mengotak-atik puzzle yang muncul di layar laptop mereka, tak ubahnya seperti sekumpulan anak-anak yang baru saja membuka kotak harta karun mereka dan menemukan potongan jigsaw puzzle untuk disusun sebisa mungkin. Dan kali ini mereka hanya harus menyusun puzzle… Sommermärchen memiringkan kepala dan menatap layar LED laptop-nya dengan bingung. Sel hewan? Oh… baiklah. Tugas mereka hanya harus menyusun puzzle bergambar sel-sel hewan. Tentu saja, tentu; sangat biologi. (Yah, setidaknya tidak melibatkan pisau seperti percobaan biologi tahun lalu, kan?) Dengan cermat Sommermärchen menggerakkan kursor tetikusnya di hamparan jigsaw, memindahkan jigsaw-jigsaw tersebut ke satu tempat ke tempat lain, mencoba untuk menyusun tepiannya terlebih dahulu. Setelah membran sel itu lengkap tersusun olehnya, kini dia mulai menyusun bagian yang berada di dekat membran sel—micro dan intermediate filaments. Ternyata cukup sulit karena jigsaw-jigsaw filament itu bisa tertukar satu dengan yang lain dengan mudahnya, maka gadis Skarpsvärd itu pun mencoba untuk menyusun bagian lainnya, yaitu nucleus, nucleous dan sekitarnya… Interaksi terbuka :] | Puzzle no. 1 > ANIMAL CELL |
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
7:58 AM Jul 11
|
Hosted for free by ZetaBoards · Privacy Policy











7:58 AM Jul 11