Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| 2nd Grade: Biology (2014/2015); lesson: cells | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jun 24 2012, 06:02 PM (1,745 Views) | |
| Post #51 Jul 6 2012, 03:47 PM | Annabeth Hemington |
|
Kepalanya pusing, puzzle kedua semakin susah! Huh! Plant cell, atau sel tumbuhan. Walau lebih beraturan dari sel binatang tapi lebih banyak hikuk-pikuk yang sangat susah diurutkan. Diputar putar, ah! dapat satu. Beberapa menit Annabeth harus berurusan dengan puzzle jigsaw ini. Kalau puzzle kedua saja sudah susah apalagi puzzle ke 3 atau ke 4 atau ke 5! ah! Beberapa menit ia masih berkutik di puzzle ke dua, kira-kira setengahnya sudah jadi. Dipuar kesana-sini. Annabeth akhirnya mulai malas melanjutkan. Ia mengecek puzzle selanjutnya, Puzzle ke 3. Eh! Sel darah merah di jadikan puzzle?! Matanya mengerjap-ngerjap. Tangannya menggenggap mouse laptop. Annabeth melanjutkan menyusun puzzle sambil melihat gambar contoh di website, mana gambarnya kecil lagi. Ia masih berpikir bagaimana ia bisa menyatukan puzzle sel darah merah. Semuanya dimata Annabeth sama saja. Ia melirik kiri kekanan, sedikit kaget melihat orang lain sudah menuju puzzle terakhir, tapi ada juga yang masih berkutik seperti Annabeth. Matanya mulai kembali kahadapan laptop, jenuh. akhirnya, Done! setelah beberapa menit Annabeth mengerjakan dengan serius, Puzzle kedua akhirnya selesai. 2# Puzzle, Plant Cell Double post. Edited by Annabeth Hemington, Jul 6 2012, 03:48 PM.
|
![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #52 Jul 7 2012, 03:59 AM | Hugh Higham |
|
Benci hari Senin? Hugh malah menganggapnya surga. Terutama setelah pelajaran Biologi usai nanti, di mana giliran dia bisa ongkang-ongkang kaki bebas sampai jam makan malam. Yah, walaupun memang jadwal pelajaran di hari Senin tidak seindah nirwana—tapi bagi Hugh itu lebih baik ketimbang deretan Sejarah. Dan setidaknya di hari Senin ia memiliki waktu bebas yang jauh lebih banyak. Apalagi sekarang. Biologi yang pada dasarnya termasuk pelajaran menghapal pun, kali ini dijadikan ajang permainan puzzle. Hugh bagai bocah lima tahun yang menemukan toko permen sedang diskon tujuh puluh persen (dengan anggapan bahwa dia sudah mengerti mengenai diskon dan persen, dan bahwa harga permen sepuluh tahun kemudian bisa melonjak drastis). Sambil cengar-cengir pamer gigi, Hugh mengetik alamat website yang ditunjukan sang guru tercinta-untuk-saat-ini. Ya, ia memang menemukan kelima gambar itu. Ya lagi, gambar-gambarnyat tidak semenarik Bumblebee sedang beraksi atau Harry Potter terjun payung. Tapi yang namanya jigzaw puzzle tetaplah jigzaw puzzle, tak peduli gambar apa yang terbentuk. Karena inti dari permainan itu adalah cara menyusun potongan-potongan gambar, bukannya menghipnotis diri dengan sel-sel mikroskopis hanya karena ini pejaran Biologi. Dan ngomong-ngomong, Hugh baru saja selesai mengerjakan gambar pertama. Ia menyuarakan sorakan kecil untuk kemenangannya. Puzzle 1
|
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #53 Aug 18 2012, 09:32 PM | Kevin Arvel |
|
Liburan musim panas yang ia lewati sudah selesai. Tidak ada hal yang menarik selama liburan itu berlangsung. Kevin bahkan hanya sekedar bersantai di kastil ini tanpa melakukan kegiatan yang sangat penting. Ia hanya membaca buku dan tidur di kamarnya. Tidak ada lagi saat untuk mengunjungi makan kedua orang tuanya. Ini adalah tahun keduanya berada di kastil Tower Prep. Waktu yang ia butuhkan agar dapat keluar dari tempat ini masih sangat lama. Maih ada beberapa tahun ke depan yang harus ia lalui dengan kegiatan seperti ini, mungkin. Yang jelas, ia mulai merindukan rumah meski sebenarnya kepulangannya nanti mungkin akan merepotkan paman dan bibinya. Dengan wajah datar, ia melangkah meninggalkan asramanya menuju gedung pembelajaran. Lantai satu lebih tepatnya. Pemuda ini sekarang harus mengikuti pelajaran biologi. Bertemu dengan teman-teman seangkatannya juga sang pengajar. Jujur saja. Tidak ada rasa senang atau lainnya yang ia rasakan. Semuanya terasa biasa saja. Bahkan, tuan muda Arvel tidak memiliki keinginan untuk masuk atau membolos. Semuanya seakan hambar baginya. Kevin seolah sedang tidak peka terhadap apa yang ada di sekitarnya, bahkan dengan apa yang dirasakan dan ada dalam pikirannya. Mungkin inilah salah satu efek dari liburan yang sangat membosankan baginya. Ia memasuki kelas yang sudah cukup ramai, lalu segera duduk di tempat yang masih kosong. Beberapa saat kemudian pengajarnya mulai menyapa dengan satu kata, halo. Nadanya tidak memperdengarkan semangat. Pria itu terlihat kurang bersemangat untuk mengajar. Mungkin masih kelelahan setelah mengurus urusan pribadinya. Sekedar memprediksi. Pemuda ini kembali mendengarkan kata-kata pengajarnya. Kali ini, mereka akan bermain karena masih dalam saat pertemuan pertama. Kevin sedikit mengernyitkan dahi ketika mendengar bahwa pengajarnya sedang malas memberi materi pada para muridnya. Dugaannya benar. Oke, untuk ini lupakan saja. Sekarang, ia dan murid-murid lain hanya harus menyusun puzzle seperti yang ada di tautan di depan. Menyusun puzzle, terdengar seperti pelajaran anak TK. Namun, ia yakin pasti puzzle yang harus disusun bukanlah hal yang setara dengan mereka yang masih berumur empat sampai lima tahun. Kevin mulai melihat puzzle pertamanya. Karena ini pelajaran biologi, maka gambar yang harus disusun merupakan bentuk sebuah sel. Ia menghela napas dan mulai menyusun. Ini bukanlah hal yang mudah. Diperlukan beberapa saat untuk menyusunnya menjadi gambar yang benar. Okay, let's start the first puzzle. Crystal Jigsaw Puzzle
Edited by Kevin Arvel, Aug 18 2012, 09:34 PM.
|
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| Post #54 Aug 23 2012, 07:34 PM | Silver Hochterfer |
|
Dan kau kira, ia hadir di kelas ini dengan senang hati? I'll get you there in no time, eh. Sang pemuda bersurai gelap lebih senang merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang sekian lipat lebih nyaman ketimbang bertandang ke k-e-l-a-s ini. Ia hanya perlu menghidupkan penghangat ruangan sebagai sentuhan terakhir. Betapa mengenaskan ketika senin-nya harus dilewati oleh aspek-aspek yang bahkan sama sekali tidak masuk dalam daftar kegemarannya. Pikirannya tidak fokus selama beberapa jam terakhir. Matematika, fisika, biologi, mpf... Apa? Sebentar lagi, ia akan menggunakan kacamata yang lensanya setebal tumpukan buku. Persetan dengan nilai, kredit dan sangsi. Ia tak butuh kredit selama perutnya masih bisa terisi semestinya, apalagi nilai. Sepasang Hochterfer dari suatu daerah di Alaska yang kemudian, mendadak dipaketkan ke tempat antah berantah yang dikelilingi oleh tembok pembatas. No, noes, ia pun tidak tolol amat sampai membiarkan dirinya terancam dikenai hukuman. Jadi, ia berakhir dengan menelungkup, membenamkan kepalanya pada kedua lengannya yang terlipat di atas meja. Surai gelapnya dibiarkan berantakan, penampilannya kacau. Bah, ia pikir, berada disini bukan untuk unjuk gigi dalam kontes siapa-yang-paling-anggun-nan-kemayu. Yang ia butuhkan hanya eksistensi nama Hochterfer laki-laki pada absen kelas. Apatis, dia ini. Apatis dan bukan pengamat, jadi, salah kalau kau menilainya seolah spektator. Ia lebih senang mengumpat soal apapun yang diinginkan, tanpa mempedulikan sekitar. Bahkan tak peduli kalau orang tak mengharapkan atau menyadari keberadaannya. Di satu momen, mungkin ia membiarkan jalan hidupnya tak beriak, begitu saja. Tak ada perubahan, tak ada perbaikan, dan tak ada niatannya untuk kedua itu. Namun, ambisinya bisa melejit ketika dihadapkan pada problema yang ia yakini sebagai bidangnya. Lantas, entah kapan pengajar biologi yang memilih untuk disebut dengan panggilan Biology itu menginjakkan kaki di kelasnya. Masih profil yang sama dengan tahun lalu. Jadi, ia tarik kesimpulan, bukan pertemuan pertama mereka--dengan guru ini. Kepalanya yang terasa berkali-kali lipat lebih berat itu terpaksa diangkatnya. Penglihatannya sedikit kabur akibat memejamkan mata selama beberapa menit, barusan. Kedua matanya menyipit sejenak, sekedar memastikan kalau yang berada di depan sana adalah pengajarnya. Pelan, namun sekitarnya pasti sanggup mendengar selorohan yang terlempar dari katupnya. Dan, oh, ia ragu apakah momen ini mampu digolongkan sebagai kabar baik. Kabar baik, karena bukan sesuatu yang berat yang akan dicekoki oleh Biology dan salah satu dari banyaknya waktu untuk mencemooh sang guru. O'well, jauh-jauh ia datang kemari dan hanya disuguhi permainan cecunguk usia tiga tahun. Tsche! Jemarinya telah memindai, menunjukkannya pada situs yang dijamu oleh Biology. Raut wajahnya dibiarkan datar, tanpa sekelumit emosi yang ia tonjolkan. Untuk apa? Toh, maksud kedatangan pemuda ini bukan untuk menyulut api dari tubuhnya--worsen the worst. Puzzle #1 - Animal Cell
|
![]() ![]()
|
| ^^^ | Offline |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() Our users say it best: "Zetaboards is the best forum service I have ever used." |
|
| « Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
7:57 AM Jul 11
|
Hosted for free by ZetaBoards · Privacy Policy











7:57 AM Jul 11