Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| Pendaftaran Klub Bahasa; 2014-2015 | ||
|---|---|---|
| Tweet Topic Started: Aug 19 2012, 12:11 AM (276 Views) | ||
| Post #1 Aug 19 2012, 12:11 AM | Kevin Arvel | |
|
Ia memang memiliki kemampuan berbahasa. Namun, jangan kira seluruh bahasa ia kuasai. Kevin masih membutuhkan waktu untuk mempelajari berbagai bahasa asing. Setidaknya, kemampuan bahasanya dalam hal tulis menulis dan berbicara sudah cukup baik. Membuat cerita, artikel, atau hal-hal yang berhubungan lekat dengan bahasa baginya sudah menjadi hal biasa. Ia memang menyukai bahasa sejak masih berusia delapan tahun. Saat itu, Kevin sudah mulai belajar membuat puisi. Meski pada saat itu hasilnya masih belum memuaskan, namun kemampuannya terus diasah hingga akhirnya membuahkan hasil. Kemampuannya dalam bidang berbahasa membuatnya mendapat tugas baru. Sejak tahun ini, Kevin telah resmi menjabat sebagai ketua klub bahasa. Sebenarnya, ia sedikit tidak percaya dengan hal ini. Namun, karena tugasnya tak dapat disia-siakan maka ia pun menyetujui tawaran ini. Setidaknya, ia dapat berbagi dengan anggota lain agar mereka semua memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Sebab, tanpa bahasa kehdupan tak akan ada artinya. Bahasalah yang dapat membuat semua makhluk hidup berkomunikasi. Karena telah bersiap dengan tugasnya, pemuda ini melangkah menuju gedung pembelajaran. Lantai dua adalah tempat tujuannya. Setelah melewati koridor lantai dua, ia berhenti di depan sebuah ruangan. Ruangan divisi bahasa. Pemuda ini tersenyum samar, lalu segera membuka pintu untuk menyiapkan pendaftaran. Sehari sebelum dibukanya pendaftaran, tentu saja Kevin telah menyiapkan dua hal penting. Pertama, membuat pengumuman. Kedua, menyiapkan formulir pendaftaran. Kevin segera memasangnya di kaca dekat pintu masuk.
Selesai. Ia hanya harus menunggu di dalam ruangan dan memastikan para pendaftar mengisi formulir yang ada di atas meja dan menyerahkan padanya. Kevin menunggu di balik mejanya sambil duduk. Semoga saja tujuannya tercapai. Silakan me-replay di thread ini untuk bergabung. Silakan cantumkan formulir pendaftaran pada post Anda. Form
|
![]() ![]()
|
|
| Quote ^^^ | Offline | |
| Post #2 Oct 4 2012, 09:50 AM | Brynn A. Davis | |
|
Membaca tiap lempengan yang tertempel di deretan pintu lalu masuk ke salah satunya, Brynn menghela napas dalam-dalam. Divisi bahasa, itulah klub yang akan ia ikuti. Oh ayolah, ada apa dengan tempat ini? Mengapa pula ia harus memiliki kredit untuk dapat membeli sesuatu? Dan mengapa, for godness sake, tidak ada klub berpakaian? Kalau klub itu ada, bisa dipastikan Brynn akan menerjang masuk bahkan sebelum pendaftaran dibuka. Klub bahasa? Kalian mungkin akan bertanya. Mengapa tidak klub pastry? Oh, kalian mungkin tidak tahu kalau Brynn pernah hampir menghanguskan dapur di rumahnya karena memanggang choco chip. Semenjak itu ia tidak ingin berhubungan dengan panggang-memanggang, cukuplah jadi penyicip setia saja. Klub jurnal? Dan ia akan memorak porandakan klub itu menjadi klub gosip? Tidak, terima kasih. Bagaimana dengan klub olahraga atau seni? Cukup sederhana, ia hanya tidak memiliki bakat yang cukup untuk bergabung di kedua klub itu. Maka pilihannya jatuh kepada klub bahasa, klub yang sepertinya sepi peminat karena ketenarannya dikalahkan klub lain. Diamatinya formulir pendaftaran yang terletak diatas meja.
Menegakkan tubuhnya lalu merapikan helaian surai cokelat gelapnya yang menjuntai, tatapannya menyusuri dinding ruangan. Minim dekorasi, itulah yang terlintas di benak Brynn begitu melihat tembok putih polos yang mengukung ruangan itu. Mungkin kemampuan berbahasanya diragukan, namun ia yakin setidaknya ia dibutuhkan disini. Ya, mendokorasi ruangan kedengarannya tidak buruk-buruk amat. |
![]()
|
|
| Quote ^^^ | Offline | |
| Post #3 Oct 5 2012, 12:38 AM | Ann-Sophia Karolvski | |
Ann membaca pengumuman pendaftaran salah satu klub yang menarik minatnya. Klub bahasa. Ann suka menulis. Yah, meskipun karyanya bisa dihitung dengan jari. dia tidak pernah merasa memiliki kemampuan yang lebih dalam berbahasa. Berbicara saja suka tidak terstruktur dengan baik. Dia membayangkan orang-orang yang bergabung dengan klub satu ini. Pasti orang-orang yang puitis, pikirnya. Dia mengambil formulir dan nekat mengisinya.
Ann menyerahkan formulirnya dan meninggalkan tempat. Semoga ga malu-maluin diri sendiri, batinnya. |
![]()
|
|
| Quote ^^^ | Offline | |
| Post #4 Oct 7 2012, 05:58 PM | Conor Clearwater | |
|
Conor melangkahkan kakinya perlahan di lantai dua. Raut wajahnya tenang dan tak mudah diduga. Seolah dia sudah mempelajari dengan kelas bagaimana caranya agar mereka yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain tak bisa membaca pikirannya. Yah, Conor cukup yakin tak semua anak lebih suka menyendiri, namun Toh... Conor suka menyendiri dan menjauh dari keramaian. Anggap saja Conor benci kalau harus bergabung dalam suatu keterikatan atau organisasi. Iris biru langitnya melirik pengumuman di pintu masuk ruang klub bahasa. Dibacanya pengumuman tersebut dengan baik. Conor menghembuskan nafas berat dan melirik ke dalam klub sana. Dua orang gadis mengisi formulir. Atau mungkin sebuah kertas yang Conor asumsikan sebagai sebuah formulir. Entahlah... Conor tak terlalu yakin. Conor cukup mahir berbahasa perancis. Namun menurutnya Klub Bahasa bukanlah gayanya. Conor mencoba mengingat-ingat kembali. Oh well... Anggap saja Conor masuk ke Klub ini untuk menambah kreditnya. Mungkin saja Conor bisa mendapatkan tambahan Kredit atas keaktifannya dalam Klub ini. Conor melangkah masuk dan meraih sebuah formulir. Dibacanya. Ditulisnya namanya di samping tanda Nama dalam formulir tersebut. Jelas sudah siapa namanya... Conor Clearwater. Diisinya tingkatnya dan kini dia sampai di sesi alasan. Conor mengerutkan keningnya. Bolehkah dia menulis seperti yang ada dalam pikirannya? Ditulisnya tambahan kredit?. Dan yang terakhir, yang paling konyol adalah ketika dia harus mengisi di bagian kue kesukaan. Is this really necessary? Conor mendesah dan menulis di sesi tersebut.
Conor mendesah dan kembali memperhatikan form-nya. Digulumnya sebuah senyum kecil sebelum akhirnya menyerahkan form tersebut. |
![]()
|
|
| Quote ^^^ | Offline | |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | ||
![]() Our users say it best: "Zetaboards is the best forum service I have ever used." Learn More · Register for Free |
|
| « Previous Topic · Divisi Bahasa · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
9:54 PM Jul 11
|
Hosted for free by ZetaBoards · Privacy Policy




9:54 PM Jul 11