Theme style: Light | Dark
Welcome Guest [Log In] [Register]

Announcements

Situations
Informations
Links

Summer 2016
Time: Juli-Agustus 2016
Temperature: 28-33 Celcius

TERM 4


Timeline: 2016/2017
Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001

Kuota Registrasi: 27/45
Kuota Murid Spesial: 2/2
Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2
Kuota Visualisasi Asia: 7/7
Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5
Daftar lebih lengkap

[+] Langkah Bermain
[+] Peraturan
[+] Daftar Visualisasi
[+] Formulir Registrasi
[+] Jadwal Term 4
[+] About Tower Prepatory
[+] Plots
[+] Disclaimer and Credits
[+] Wikia (On Development)
Chatbox
Important Info
Twitter Feed

Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012.

Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login:

Username:   Password:
Locked
  • Pages:
  • 1
  • 3
[Kelas Gabungan] Chemistry 2015/2016; Siswa tingkat 1,2, dan 3
Topic Started: Dec 20 2012, 11:06 PM (1,073 Views)
Chemistry
Di sinilah wanita bersurai hitam ini berdiri untuk kali pertamanya sebagai pengajar di Tower Prepatory ini. Bukan suatu hal yang aneh jika nyaris semua muridnya tidak akan mengenalinya. Jadi, lebih baik ia menggabungkan kelas tingkat satu sampai tiga pada pertemuan pertama yang sama. Alasan yang aneh? Mendapatkan dirinya berada di tempat ini saja sudah aneh.

Wanita dengan pemerah bibir yang pekat ini menggunakan setelan yang selaras, blazer berwarna putih gading, begitu pula celana bahannya. Memindai bocah-bocah dengan tampang yang masih tidak menerima bahwa liburannya telah usai, ada yang masih berada dalam dunia khayalnya, entah ke mana jiwanya sehingga meninggalkan raga dengan tampang seperti orang bodoh. Tragis. Tidak jauh berbeda dengan hidupnya.

"Kenalkan saya Chemistry, pengajar baru di Tower Prep ini."

Ya, itu sekarang itulah namanya, setidaknya sebutan untuk dirinya.

Ia tidak akan segan untuk menegur atau menghukum jika ada satu siswanya yang mengganggu ketenangan dalam kelasnya. Tinggal pilih saja mau dihukum seperti apa. Seharusnya manusia-manusia itu memang memiliki etika bukan? Jadi, bertingkahlah layaknya seorang manusia wahai bocah-bocah. Terima saja apa yang akan diberikan olehnya, jujur, ia malas sekali untuk berbasa-basi.

"Langsung saja, di kelas gabungan ini, kuharap kalian bisa berbaur." Tidak ada senior atau junior. "Diharapkan untuk praktik ini dikerjakan berkelompok, satu kelompok berisi dua orang. Bebas, kalian ingin dengan siapa saja."

Wanita ini menajamkan ekor matanya, penasaran, apakah ada anak yang tidak mendapatkan satu teman kelompok? Sungguh sangat disayangkan.

"Praktik sekarang adalah menentukan jenis koloid. Di depan kalian sudah tersedia satu botol, satu sendok deterjen, 100ml minyak goreng dan juga 100 ml air."

Menarik napas. Menghela napas.

"Yang perlu kalian lakukan hanyalah memasukan air dan minyak goreng ke dalam satu botol. Amati. Apa yang akan terjadi, lalu masukan ke satu sendok deterjen ke dalam botol yang telah terisi air dan minyak goreng. Lalu perhatikan apa yang terjadi."

Mudah bukan? Jangan bilang hal seperti ini pun tidak bisa.

"Jika sudah diamati dan mendapatkan hasilnya, silakan jawab pertanyaan yang ada di atas layar ini."


1. Mengapa air dan minyak goreng terpisah ?
2. Setelah ditambahkan deterjen minyak goreng dan air bercampur,mengapa demikian?
3. Sifat koloid apa yang terjadi pada campuran koloid tersebut?
4. Apa fungsi deterjen terhadap lemak?


"Silakan kerjakan dan jangan berisik."

Ia tidak mau mendengar suara-suara layaknya kebun binatang. Ia berada di sini bukan untuk mendengar ocehan bocah-bocah ini.


Teknis
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky + ?
Praktikum: [hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]


Kimia.

Enyah saja pelajaran itu. Bayangkan saja nama-nama yang tertera di tabel periodik yang membuatnya gila walaupu. Kini ia sudah menghapalnya—beberapa. Kini disinilah gadis surai pirang ini berada, ruangan sains yang cukup membuatnya muak. Praktikum dengan penjelasaan atau soal tentunya akan dipertanyakaan setelah ia menyelesaikan praktikumnya.

Berdehem pelan lalu kembali terfokus pada benda di depannya.

Bukan wajah-wajah yang dikenalnya saja yang berada di ruangan ini bahkan wajah-wajah senior dan juniornya berada disini. Duduk di bangku yang berada di ruangan ini. Kedua manik birunya menatap setiap gerak-gerik wanita di hadapannya—dengan wajah yang cukup garang baginya—baik gerakan bibir ataupun gerakan lain yang dibuatnya. Menatap pakaian yang dipakai wanita tersebut seksama yang kemudian disusul dengan kedua manik birunya yang menyelusuri setiap lekuk wajah wanita tersebut, mulai dari kedua maniknya, surainya, bahkan bibirnya.

Terkesan tolol memang. Dan Blair mengakuinya.

Bibir berwarna ranum milik wanita tersebut bergerak memberikan sebuah penjelasaan panjang yang membuatnya cukup mengantuk. Mulai dari bahan, tujuan praktik ini, penjelasan tentang kelompok, prosedur, hingga menjelaskan apa yang harus dilakukannya setelah menyelesaikan praktik dengan deterjen, minyak gorang, air, dan sebuah botol. Mentukan jenis koloid katanya beberapa saat yang lalu.

“Partner?”

Terdiam sejenak yang diikuti gerak-gerik cepat kedua tangannya mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan awalan. Botol, air, dan minyak goreng. Perlahan tangannya memasukan air ke dalam botol sedikit demi sedikit, jujur Blair tak mau menumpahkan setitik airpun yang harus membuatnya membersihkan apa yang dilakukannya dengan kain lap atau kain pel yang bahkan membuatnya dengan dengan jelas mengatakan kalau ia gadis tolol tanpa bibir yang bergerak atau suara yang berdenting.


Cari partner' ')/
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Miguel Husky
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky + Miguel Husky

Praktikum : 3 + [hasil]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/hasil]

Betul. Iya, memang betul Miguel adalah putra seorang dokter hewan. Lalu berarti Miguel tidak menguasai mata pelajaran kimia? Tentu saja tidak. Sekali lagi, sebagai putra seorang dokter hewan bukan berarti melulu menyoal hewan dalam kesehariannya. Miguel tentu sama seperti siswa biasa—setidaknya sebelum terculik secara ajaib ke tempat bernama Tower Prep ini. Yang berarti ia setidaknya menguasai sedikit-banyak mata pelajaran tersebut. Bahkan bukan hanya sekali ia bertanya mengenai kimia pada ayahnya.

Kimia, kimia, kimia. Sama seperti pelajar lain, Miguel tidak hapal semua isi tabel periodik. Namun setidaknya ia cukup hapal golongan IA sampai VIIIA, dari mulai alkali sampai gas mulia. Juga sedikit hapal mengenai karakteristik unsur periode ketiga dan unsur transisi periode keempat. Mungkin bisa jadi modal yang cukup. Semoga. Semoga tidak membuat terhambat di kelas ini dan bisa masuk ke kelas berikut dengan segera.

Ah, soal kelas lain. Dengan mempertimbangkan kekuatan pemuda Husky ini terletak dalam bidang kekuatan, yang bahkan setelah diberi tahu ternyata menggandakan kekuatan hanya saja dalam jangka waktu tertentu, jadi ia akan lebih fokus pada kelas spesialisasi dan berlatih mandiri di kelas-kelas kosong. Tentu saja kelas lain juga ia masuki, hanya konsentrasi maksimum pada kelas spesialisasi.

Kembali ke praktikum kimia. Guru yang bertanggung jawab pada mata pelajaran ini menginstruksikan berbagai hal. Gendang telinga Miguel menangkap dengan seksama. Rupanya praktikum kali ini adalah menentukan jenis koloid. Well, mari kalau begitu. Nah, nah, nah. Ternyata kakak kelas yang menjadi rekan satu kelompoknya sudah menuangkan air. Merasa tak enak, Miguel memasukkan minyak sedikit demi sedikit.

“Kak, sini aku bantu.” katanya sambil menuangkan minyak. Sebenarnya tanpa ditunggu hasilnya pun, semua tahu bahwa minyak akan mengapung di atas air. Untuk berjaga-jaga lihat saja nanti, barangkali ada pengecualian untuk minyak tertentu. Siapa tahu.

Eh, omong-omong, pakaian pengajar—yang berdasarkan keterangan pengajar itu sendiri—baru itu hampir tak bisa dikatakan sebagai laboran. Yah, mungkin efek pakaian yang lebih mirip blazer ketimbang jas laboratorium.

Kak Blair, may I? oh my, webe setelah sekian lama [-(
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Olivia Satchel
Olivia Satchel + .........
[hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]


Chemistry. Kimia. Mendengarnya saja sudah membuat pandangan buram, apalagi kalau mempelajarinya. Otak Olivia Satchel pasti langsung korslet abis-abisan saking pusingnya mendengar tiap kata baru yang berhubungan dengan ilmu kimiawi, termasuk semua yang tertera di atas benda paling sialan bernama tabel periodik. Ia sampai nyaris ingin bolos kelas ini. Memilih bersantai di pinggir danau sambil tidur-tiduran dan memikirkan adegan drama dengan kualitas dewa.

Tapi kalau tidak ikut pelajaran ini, yang terjadi Olivia malah makin bego. Dan dengan menjadi bego, di pertemuan selanjutnya--dan juga saat ulangan, bencana besar bakal terjadi. Dan Olivia tentu tidak mau itu terjadi. Pokoknya tidak mau. Belakangan ini Dewi Fortuna sedang tidak berpihak padanya.

Dan ia pun memasuki ruang kelas dengan langkah berat. Begitu sampai di meja, ia langsung mendengus keras. Sampai pada akhirnya ia melihat sesosok wanita yang terlihat asing. Tapi--well, cantik kok, walaupun ada sedikit aura.. galak? Oke, lupakan. Karena pelajaran telah dimulai.

Oooh, pantas, guru baru.

Walaupun baru, cara mengajarnya sudah lumayan dewa, tuh. Oke, oke, Olivia harus siap. Sesuai perintah, ia harus mencari rekan kerja. Hng, oke. Siapa? Siapa yang bersedia dimanfaatkannya? Habis, Olivia benar-benar tidak mengerti sih.

"Oi, kamu, sama aku. Bisa-bisain, ya."

Ia langsung menarik anak itu agar mendekat. Kemudian ia menghadap tiap bahan yang mereka punya. Sesuai dengan arahan, gunakan air dan minyak terlebih dahulu.

"Tolong minyaknya, dong," sambil memasukan air. Oh ya, ini tahap pertama, buatlah partner juga ikut repot, buatlah diri sendiri sibuk supaya dikira benar-benar butuh bantuan.
Cari partner ><
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Nachelle Poxleitner
Olivia Satchel + Nachelle Poxleitner
3 + [hasil]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/hasil]


Kelas apa setelah ini?

Oh right, kelas Kimia. Ia belum terlalu menguasai pelajaran ini, tapi dengar-dengar pengajar hari ini baru. Seorang wanita bersurai hitam, ia melihatnya beberapa kali sebelumnya di sekitar gedung Tower Prep, pada saat itu Nachelle hanya dapat bertanya-tanya siapa sosok yang sekarang berdiri di depan kelas, mengajar pelajaran kimia.

Kerja kelompok lagi? Dan mereka harus bekerja dengan siapa saja, boleh kakak kelas, boleh adik kelas?

Nachelle mencari-cari wajah familiar yang nampaknya belum mendapatkan partner di kelas pagi ini. Ia melihat Vsky berpartner dengan seorang adik kelas yang kemungkinan besar ia sendiri tak mengenalinya. Ah, Nachelle sebenarnya tak tahu apapun soal hal itu.

Akhirnya ia menemukan seseorang yang nampaknya belum memiliki partner, seniornya yang beberapa kali ia temui, di danau, di halaman hari pertama masuk Tower Prep. Ia juga seorang ketua klub drama. Ya, termasuk cukup baik mengenal Nachelle, jadi ia tak terlalu takut untuk bertanya padanya.

"Oliv--Eh, Senior Satchel, kita bertemu lagi, berpartner yuk?"

Edited by Nachelle Poxleitner, Dec 22 2012, 05:58 PM.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Silver Hochterfer
Silver Hochterfer & ...?
[hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]



Lihat, lihat rautnya yang tak pernah tak kusut ketika memasuki kelas. Kelas apapun. Tempat dimana brengsek ini menganggap segala sesuatu di dalamnya berbau positif, monoton, formal, dan mem-bo-san-kan. Nasib buruk, pengaruh kekuatan jahanam yang ia dera selama beberapa tahun terakhir. Gott, luar biasa, ia bahkan memang terlahir untuk busuk di dalam bangunan ini. Rutukan, seloroh, segala macam yang ia luapkan tak akan berarti apa-apa untuk membebaskannya dari kontrol mereka. Maka, dengan segala dengus kedengkian yang dipendamnya, ia hadir disini. Ia hadir di kelas kimia, tanpa cela.

Pseudonim konyol yang mereka berikan terhadap diri masing-masing, seperti wanita yang memperkenalkan diri percuma sembari berusaha merebut atensi pasang mata setiap murid. Ya ya, berbicaralah, dan biarkan angin mengerahkan kekuatannya untuk menciptakan anomali. Chemistry yang terhormat. Entah kemana pria bengal yang waktu itu sempat mengajarkannya kimia. Ajarkan, hah, seperti ia bisa menerima pelajaran saja selama ini. Kalau mereka ingat, waktunya terbuang hanya untuk nol besar yang tak ada artinya. Sesal, kekecewaan, datangnya belakangan, petitih yang berkata. Disini jiwanya melunak, lembek, seperti roti terserang jamur, seperti sampah, kotoran yang biadab. Dengan sikap gusar, ia membiarkan wanita bernama Chemistry itu menyita waktunya, perhatiannya, dan ia berlaku seolah hal biasa.

Pertanyaannya; mengapa sistem seperti ini dipertahankan? Kenyataan bahwa mereka diharuskan saling membantu dalam tanda kutip mengandalkan yang lain, begitu pemikirannya. Yang nerdus, tetaplah pada masa jayanya, sebaliknya pun begitu. Sementara kelompok yang 'sebaliknya' akan membuat simbiosis dengan yang lain. Deduksinya, mengadakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, pinta pengajar yang gincunya tak absen.

Pemuda brengsek beringsut, dengan segala keengganannya, mempersiapkan bahan yang diperlukan. Ia meracik. Mengangkat tabung reaksi yang ada dalam genggaman, serta menunggingkan wadah air agar isinya mengucur pada tabung reaksi.


((Partner, anyone?))
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky + Anjing husky Miguel Husky
[hasil]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/hasil]


Terdiam seribu kata ketika seorang anonim membantunya. Kedua manik birunya hanya tertuju pada botol, minyak gorang, air, serta deterjen yang berada di hadapannya. Minyak gorengnya mengapung, ya iyalah, hanya orang yang kelewatan bodohnya saja yang tidak tahu kalau minyak goreng akan mengapung ketika dicampur dengan air.

Kenapa?

Faktor alam.

Pikir sendiri saja.

Kedua manik birunya menatap bosan air tersebut ingin cepat keluar dari kelas rasanya—melakukaan praktikum seperti ini bukankah lebih berkesan membuang-buang waktu saja? Membuang tenaga juga tentunya, membuat beberapa entitas menguap lebar biasanya atau tertidur di tengah mengerjakan dan mengamatinya.

Menghela napas panjang lalu menoleh anonim yang bahkan namanya tak diketahui dengan jelas dan juga tidak mau diketahuinya. Penting sekali kalau harus tahu nama bocah ini, toh dalam hitungan beberapa menit ini juga Blair akan segera enyah dari ruangan ini dan tak perlu membuka bibirnya untuk menyapa, memanggil, apalagi berbicara. Yang penting sekarang hanya agar praktikum di hadapannya cepat selesai dan ia busa keluar dari ruangan ini.

Memasukan sesendok deterjen.

Tak mengamatinya.

“Hey kau amati apa yang terjadi.”

Kedua manik birunya terasa perih, entah karena kemasukan bubuk deterjen atau karena angin di ruangan ini yah, Blair hanya butuh waktu untuk memejamkan matanya beberapa detik atau mungkin menit demi menghilangkan rasa perihnya.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Ciara Werkheiseir
Silver Hochterfer + Ciara Werkheiseir
3+[hasil]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/hasil]

Merunduk malu dengan tungkai yang melangkah cukup cepat ke kelas. Well, kelas yang berhubungan dengan partikel, benda cair, dan formula-formula sebuah elemen, baik elemen yang masih mentah ataupun sudah tercampur elemen lainnya yang disebut dengan senyawa kimia. Dan apa yang dipikirkannya sekarang? Gila. Sungguh.

Mengikat kuda surai coklat miliknya—Kiara ingat peraturan yang diterapkan sekolahnya dulu sebelum memasuki ruang praktik maupun sebelum melakukaan praktikum. Mengikat surai coklatnya supaya tak sehelai suraipun jatuh ke dalam gelas yang digunakannya untuk mencampur beberapa unsur-unsur cair kimia ataupun padat. Termasuk ketika melakukaan pembakaraan—siapa yang mau surai panjang miliknya terbakar? Tch, bahkan laki-lakipun tak mau.

Tak seorangpun mau tentunya.

Mengerjapkan kedua biner coklatnya seiring menatap wanita di hadapannya, mengerjap beberapa kali. Telinganya menangkap setiap kalimat yang keliar dari ranum milik wanita tersebut. Tatannya tertuju hanya pada wanita tersebut—well, sebut saja Kiara tak memiliki keberanian untuk menoleh kecuali sosok Keira kembali menggambil alih kontrol setiap gerak-gerik tubuhnya.

“K-k-ka-kak? Pa-pa-part-ner?”

Bertanya gugup lalu kedua tangannya menggambil minyak goreng dan menumpahkannya ke dalam botol yang sudah terisi dengan air. Entah apa yang membuat wanita di depan memilih untuk membuat praktik konyol yang bahkan hasil akhirnya sudah diketahui oleh murid SD alasan utamanya karna partikel minyak lebih padat ketimbang partikel air yang dapat bergerak bebaskan? Well, sebenarnya penjelasannya lebih panjang dari itu.
Edited by Ciara Werkheiseir, Dec 22 2012, 06:51 PM.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Silver Hochterfer
Silver Hochterfer + Ciara Werkheiseir
5 + [hasil]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/hasil]



Berusaha pelan, tetapi tidak sabaran ketika dituangnya air ke dalam tabung reaksi. Seketika itu juga, ia merasakan massa dalam genggamannya bertambah. Biar wanita bergincu itu puas atas hasil kerjanya. Salah satunya mengubah haluan, dulu ia kelewat bego sampai terbayang duniawi penuh kewajaran yang sempat dialami beberapa tahun silam. Akan tetapi, ada masanya fana katanya bertambah cerdas, ia pun begitu. Bahasanya, membelot dan mereka mengindahkan apapun yang ia lakukan. Konspirasi sementara, sedikit licik, tetapi mungkin lebih efisien. Pemuda brengsek ini sudah remaja, sayangnya, dan butuh hal baru.

Perkataan yang terdengar seperti nada tinggi (...sudah sewajarnya) dinasti rumpun pasangan adam, sedikit digubris olehnya. Hampir-hampir tak pernah ia pikirkan soal simbiosis menguntungkan satu pihak—parasitisme yang dijadikan syarat oleh pengajar kimianya. Laki-laki remaja punya pilihannya sendiri, ia menimbang, tetapi persisten pada sikap acuh tak acuhnya. Gadis norak, mudah gugup, dan seketika membuat keputusan sendiri dengan bergerak disertai prosesi ditumpahkannya minyak ke dalam tabung reaksi.

Hochterfer yang ini, alisnya kawin, keningnya terkenyit samar, tetapi kemudian malaikat baik hati mengutuk hatinya yang semula lebih dekat dengan Lucifer.

"Kalau kau memaksa." He's trying.... to make a friend—slave.

Ia kembali mengurusi pekerjaannya. Sementara untuk gadis anonimus, tontoni saja dirinya atau cari inisiatif sendiri, pastinya tidak keberatan kalau sosok tersebut bukan salah satu dari manusia yang ia anggap sebagai penganut simbiosis menguntungkan sebelah pihak.

Setidaknya, ia baru memikirkan tugas yang cocok.

"Kau, jangan lupa perhatikan tabungnya, Nona."

Hanya karena si brengsek malas mengerjakan essai.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Miguel Husky
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky + Miguel Husky
aduh kakak jahat banget </3 untung bukan InRP loh kak #heh #apaini


Praktikum : 7 + [hasil]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/hasil]

Atas dasar apa tadi Miguel memanggil entitas di hadapannya dengan sapaan ‘kak’? Rasanya tadi hanya asal sembur saja demi sopan santun. Tapi kalau diperhatikan lebih lanjut, ia tak mengenal ciri-ciri fisik seperti gadis di hadapannya pada rekan seangkatan Miguel. Barangkali memang kakak kelas—mustahil adik kelas karena pemuda bermanik cokelat itu masih tingkat satu. Ah, tak penting. Toh gadis itu terus saja menjalankan praktikum tanpa protes atas sapaan Miguel tadi.

Gadis itu memasukkan satu sendok deterjen dengan, yah, agak malas. Lebih membantu sih daripada teman-temannya di sekolah terdahulu yang membuat titel kerja kelompok berubah menjadi kerja individu. Boleh dikatakan gadis, eh, kakak kelas ini cukup membantu.

“Hey kau amati apa yang terjadi.”

Tentu Miguel menurut. “Baik kak.” katanya.

Sepasang manik cokelat terang mengamati percobaan di hadapannya. Perlahan deterjen turun menuju lapisan air. Kalau diamati dengan seksama, terlihat bahwa lapisan minyak berkurang ketebalannya sedangkan air terlihat lebih keruh. Perintah untuk mengamati sudah dilakukan. Dan rasanya akan kurang sreg kalau tidak dicatat. Jadilah Miguel mencatat. Namun entah mengapa percobaan masih terasa kurang dengan masih adanya lapisan minyak.

“Maaf kak, kelihatannya kita masih kurang deterjen pada percobaan kita.” katanya sopan. Lalu pemuda Husky melihat kakak kelasnya seperti keperihan, matanya. Miguel tergerak untuk bertanya. “Kak? Tidak apa-apa?”
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create your own social network with a free forum.
Learn More · Sign-up Now
Go to Next Page
« Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic »
Locked
  • Pages:
  • 1
  • 3