Theme style: Light | Dark
Welcome Guest [Log In] [Register]

Announcements

Situations
Informations
Links

Summer 2016
Time: Juli-Agustus 2016
Temperature: 28-33 Celcius

TERM 4


Timeline: 2016/2017
Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001

Kuota Registrasi: 27/45
Kuota Murid Spesial: 2/2
Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2
Kuota Visualisasi Asia: 7/7
Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5
Daftar lebih lengkap

[+] Langkah Bermain
[+] Peraturan
[+] Daftar Visualisasi
[+] Formulir Registrasi
[+] Jadwal Term 4
[+] About Tower Prepatory
[+] Plots
[+] Disclaimer and Credits
[+] Wikia (On Development)
Chatbox
Important Info
Twitter Feed

Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012.

Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login:

Username:   Password:
Locked
  • Pages:
  • 1
  • 2
[Kelas Gabungan] Chemistry 2015/2016; Siswa tingkat 1,2, dan 3
Topic Started: Dec 20 2012, 11:06 PM (1,074 Views)
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky + Miguel Husky guk guk guk kugiles kau berani macam-macam inRP =))
P: 9 + [hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]

Prakitkum seperti ini? Well, pernah dilakukannya sekali dan sekali ia mencoba, gadis ini tahu betapa tolol dan tidak pentingnya praktikum seperti ini dan tentunya tidak berguna—hanya membuang-buang waktu kata ayahnya yang akhirnya meminta guru privatnya untuk mengganti praktikum yang dilakukannya waktu itu. Bayangkan saja mengamati setiap gerakan dan massa cairan tersebut, bukankah terdengar begitu bertele-tele?

And suck, of course.

Oh, lihat saja bagaimana manisnya bocah ini? Sopan santunya? Singkat kata membuatnya muak. Bagai seekor anjing kecil yang taat pada tuannya namun tuannya cukup muak dengan anjing tersebut, ingin membuangnya namun sesuatu atau seseorang tak mengijinkannya karena anjing tersebut memang bukan miliknya—sebut saja sebagai sebuah titipan. Tapi begitu? Bukankah terdengar kalau pemiliknya tolol? Ya, menerima titipan seekor anjing. Sangat-sangat dan cukup bisa dikatakan tolol dan dungu yang berkecamuk menjadi satu kata.

Kedua tangannya bergerak memasukan setengah sendok bubuk deterjen.

“Coba kau perhatikan lagi...”

Tuturnya datar.

Matanya masih perih dan mungkin memerah sekarang. Bodohnya gadis ini... Seharusnya ia lebih hati-hati memasukannya dan kini? Kedua manik birunya tidak dihiasi sklera berwarna putih seperti biasanya—namun perpaduan warna putih dan merah, seperti bendera negara Poland namun ada rasa pedih yang dirasakannya.

“I’m gonna be okay. Just put your attention in that stuff.”

Masih datar.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Miguel Husky
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky + Miguel Husky
KYAAAAA AMPUN KAAAAAK m(_ _)m *pingsan duluan*


Praktikum : 12 [SELESAI~]

Koloid.

Bahkan sudah lupa apa itu koloid. Seingatnya koloid itu susu. Koloid itu agar-agar. Hanya itu nampaknya yang bisa diingat ketika pertama kali mendengar kata koloid.

Itu sebelum melakukan percobaan. Kini setelah melakukan percobaan, semua menjadi lebih jelas. Bahkan semenjak langkah-langkah pertama percobaan. Mulanya dua molekul dengan massa jenis berbeda berpisah satu sama lain. Tidak bercampur, tidak larut. Tepat ketika dejerjen dimasukkan ke dalam botol berisi air dengan minyak di atasnya, air menjadi lebih keruh dan lapisan minyak berkurang. Nah kini sudah cukup jelas.

Koloid itu—apa ya bahasanya—semacam campuran tetapi masih ada molekul-molekul yang... AH semacam itu lah. Pokoknya peralihan dari larutan dan suspensi, dari campuran homogen ke heterogen, melarut seperti larutan dan tidak mengendap seperti suspensi tetapi sebenarnya molekul-molekul tadi bisa tersaring oleh penyaring ultra. Kira-kira begitu seingatnya.

Segera setelah kakak kelasnya memasukkan setengah sendok bubuk deterjen dan menyuruh untuk mengamati, Miguel langsung mengaduk perlahan kedua campuran itu. Hasilnya, air tampak keruh dan minyak hilang sama sekali.

“I’m gonna be okay. Just put your attention in that stuff.” kata kakak kelasnya tadi. Sudah diamati dan sudah ada hasilnya. Segera catat. Sedang untuk masalah mata kakak kelas yang kini partnernya nampaknya bukanlah persoalan Miguel, jadi ia tak bisa banyak ikut campur.

Sadar kelompoknya baru saja menyelesaikan praktikum, pemuda bermanik cokelat itu memussatkan perhatian pada layar. Dengan cepat mencatat soal yang tertera pada layar. Kemudian menjawab dua buah soal. Dua lagi disisakan untuk dikerjakan partnernya.

1. Mengapa air dan minyak goreng terpisah ?
Jawab: Karena massa jenis air dan minyak berbeda. Massa jenis minyak lebih ringan yaitu 0,8 gram/cm3 atau 800 kg/m3 dan massa jenis air 1 gram/cm3 atau 1.000kg/m3

2. Setelah ditambahkan deterjen minyak goreng dan air bercampur,mengapa demikian?
Jawab: Karena fungsi dari deterjen adalah sebagai pemersatu (emuglator)


“Silakan, kak. Dua pertanyaan lagi.” dan pekerjaan mereka segera selesai.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky
Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky + Miguel Husky
*kuburidup2*
Selesaiiii~


Selesai sepertinya.

Yah, sepertinya semuanya terselsaikan dengan benar oleh bocah satu ini. Not bad. Jujur saja, pekerjaannya lebih cepat selsai dibandingkan entitas lain yang sama sekali belum selesai, bahkan beberapa baru saja ada yang memasukaan air. Beruntung bocah ini bukan tipikal bocah lelat yang meminta kepalanya untuk ditebas segera atau meminta Blair untuk mengeluarkan kata-kata sarkasme untuk membuat pekerjaannya cepat selsai. Blair sudah muak—dan sudah bosan—berada di kelas ini, terutama bau-bauk campuran zat yang membuatnya ingin muntah.

Dasar kimia.

Kedua matanya kini terasa lebih segar setelah mencucinya beberapa kali ketika bocah yang menjadi partnernya bukan berdiam diri bagaikan sebuah mumi atau patung. Setidaknya ia bekerja bahkan bocah ini telah mengerjakan dua soal awal yang tertera pada layar—berjumlah 4 soal—dan cukup adil mengerjakan dua soal dua soal, Blair tak ingin disebut sebagai kakak kelas yang pemalas yang tak mengerjakaan satupun soal yang diberikan oleh guru kimianya, malah menyuruh adik kelasnya.

Answer Sheet
 
3. Zat cair yang terdispersi oleh zat cair atau yang mungkin lebih akrab disebut sebagai emulasi air.

4. Karena deterjen di praktikum tersebut memiliki peran sebagai pemersatu antara dua unsur di dalam praktikum ini yaitu sebagai pemersatu antara—lemak dan minyak.

“Not bad.”

Ucapnya dengan bibir yang miring sebelah bagai sebuas senyum sinis yang berarah sebagai sebuah senyum pujian.

Answer Sheet
 
Miguel Husky & Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky
Tingkat 1 & Tingkat 2

1. Mengapa air dan minyak goreng terpisah ?
Karena massa jenis air dan minyak berbeda. Massa jenis minyak lebih ringan yaitu 0,8 gram/cm3 atau 800 kg/m3 dan massa jenis air 1 gram/cm3 atau 1.000kg/m3

2. Setelah ditambahkan deterjen minyak goreng dan air bercampur,mengapa demikian?
Karena fungsi dari deterjen adalah sebagai pemersatu atau emuglator.

3. Zat cair yang terdispersi oleh zat cair atau yang mungkin lebih akrab disebut sebagai emulasi air.

4. Karena deterjen di praktikum tersebut memiliki peran sebagai pemersatu antara dua unsur di dalam praktikum ini yaitu sebagai pemersatu antara—lemak dan minyak.

"Miguel Husky, right?"

Ya, Blair mencatat ulang yang ditulisnya dan ditulis junior di sebelahnya di sebuah kertas baru dan memberi nama di kertas tersebut. Jangan tanya dimana Blair bisa mendapatkan nama entitas yang menjadi partnernya. Dari benda yang diberikan nama yang tergeletak di dekat gadis ini, dimana ia bisa membaca dengan jelas. Kembali berjalan ke arah meja wanita atau guru kimia berdiri dan meletakannya di atas meja wanita tersebut. Kedua tungkainya kembali melangkah ke arah dimana sosok wanita tersebut lalu membuka bibirnya.

"What I've—or maybe we've to do again, miss? Any task left?"


Ijin godmood ya Miguel, ga setuju Pm aja' ')/
Interaksi sama tante chem *kedip-kedip*
Edited by Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky, Dec 23 2012, 01:29 AM.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Kirin Pewrett
Kirin Pewrett + partner?
[hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]


Hari ini kelas praktik.

Gadis muda ini menatap malas pada peralatan yang tersedia di hadapannya. Bukannya dia tidak suka kelas praktik atau tidak suka masuk kelas. Tapi dia sedang tidak sehat hari ini. Badannya tidak enak, rasanya dingin tapi juga panas. Penyakit ini biasa disebut meriang. Karena itu, kalau kelas ini bisa cepat selesai, dia akan sangat senang.

Dan kelas ini diharapkan untuk dikerjakan dengan partner.

Ah, dengan siapapun bolehlah.

Menepuk seseorang di sebelahnya lalu menunjuk dirinya sendiri. "Denganku?" Iyakan saja ya, dia malas bersusah-susah cari rekan kerja.

Ini mereka harus berbuat apa dulu?

Sudahlah, mau guru baru, mau guru lama, Kirin Prewett tetap sedang dalam kondisi yang tidak baik hingga menyulitkannya untuk berkonsentrasi penuh pada tugasnya.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Deandre Hayes
Deandre Hayes & ....
[hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]


Chemistry. Oh yes, madame.

Pengajarnya saja kini menggunakan nama kodingan. Sebuah hal yang jelas bahwa video perkenalan beberapa pekan lalu hanyalah gambaran indah dari kebohongan sekolah bonafit yang aslinya penjara ini.

Indah, indah dan menarik.

Dan Deandre Hayes menikmatinya walau rasa bosan menjalar dipermukaan kulitnya ketika sang gurunya mulai berbicara.

Si wanita gincu merah itu berkata bahwa ini akan mudah. Oh, sang pemuda Hayes tak meragukannya sama sekali. Ini mudah. Mudah bahkan terlalu mudah untuk dikerjakan oleh seorang anak lima belas tahun di sekolah paling bobrok di state jalanan kumuh.

Tower Prep. Prep. Preparatory. Preparasi yang baik bukan begitu? Dan ia akan lebih memilih untuk melakukan bagaimana cara mengembangan kemampuannya daripada menghitung koloid.

Koloid, koloid dan ada yang lebih menggelikan.

"Have you done this before?" bertanya pada seorang disebelahnya dengan nadanya yang tetap tenang walau mungkin isi kepalanya memaki.

—ia harus melakukannya dengan berpasangan.


OOC: cari partner.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Ciara Werkheiseir
Silver Hochterfer + Ciara Werkheiseir
5+[hasil]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/hasil]


Menuang.

Kiara memang bukan tipikal gadis yang bercita-cita atau memiliki kemauan menjadi seorang ilmuwan-ilmuwan seperti yang diinginkan ayah dan ibunya ketika mereka melihat tata cara gadis ini melakukaan segela sesuatu yang berhubungan dengan partikum kimia. Mulai dari memegang, merasakan atau memgendus bau unsur-unsur yang berbentuk cairan maupun padat, menuangkan, mencampur, bahkan membakar dan merebus. Bahkan guru sekolahnya mengatakan demikian yang membuatnya kehabisan kata-kata untuk menolak ya.

Ia hanya ingin jadi pelukis. Hanya itu.

Well, memegang gelas kimia atau alat lainnya memang tak jauh berbeda dengan tata memegang kuas lukis, lalu menciumnya, bahkan sama ketika ia ingin mengetahui bau cat yang digunakannya—gadis Werkheiseir ini memang tak memiliki keinginan untuk menyedot zat-zat berbahaya dyang terkandung dalam cat lukis—kalau membakar dan merebus memang seperti itu kan? Lalu menuang, bukannya sama seperti menuang cat yang menyatu dengan air lalu menuangkannya ke dalam sebuah wadah? Jujur, semuanya tak jauh berbeda dengan hal-hal berbau seni.

Empat jemarinya menggengam satu sisi sedangkan ibu jarinya menggengam sisi lain di bagian leher botol. Well, guru kimia di sekolahnya yang lama memang mengajarkannya untuk memegang bagian paling atas botol supaya tak menaikan atau menurunkan suhu unsur yang berada di dalam benda tersebut. Mememperhatikan kedua unsur yang tak tercampur tersebut lalu memasukan kembali sedikit minyak goreng dan air.

Keliahatannya memang masih butuh minyak goreng dan air—yang jumlahnya lebih sedikit ketimbang minyak goreng yang ditumpahkannya.

“Ma-ma-ma-maaf ka-ka-ka-kalau aku me-meng-menggangu. Ka-ka-kalau se-se-senior me-mer-merasa ter-gang-gu a-ku a-a-kan me-me-mengerjakannya sen-di-ri.”

Tuturnya sedikit gemetar tak terbiasa dengan orang baru.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Kirin Pewrett
Kirin Pewrett & Deandra Hayes
6 + [hasil]2&1,1d2,1,2&1d2+1[/hasil]


Koloid, koloid, persetanlah.

Otaknya tidak bisa berpikir. Jadi entah benda apa itu yang disebut koloid. Baginya itu terdengar seperti nama penyakit alih-alih istilah kimia.

Calon partnernya bertanya. Alih-alih mengiyakan ajakannya, partnernya ini langsung bertanya. Bagus, itu terdengar lebih baik daripada sekadar penerimaan. Kirin menggeleng. Bukan untuk berkata tidak pernah melainkan tidak tahu. Tapi dia tidak menyuarakannya. Biarlah, dia malas bicara. Lagipula ya, dia tidak ingat pernah melakukan percobaan ini atau tidak. Mungkin pernah saat bermain di dapur, mungkin tidak pernah.

"Kau pernah?"

Menatap peralatan praktikum dengan datar. Maklum ya, dia susah konsentrasi.

"Jadi, mau dimulai?"

Pertanyaan basa-basi karena detik berikutnya, Kirin sudah mengambil botol lalu mengisinya dengan air dan minyak. "Apa yang kau lihat?" Menyodorkan botol tersebut pada si pemuda... yang entah siapa namanya. Kirin bahkan tidak ingat untuk menanyakan siapa nama pemuda ini. Yang ada di pikirannya hanya, kapan tugas ini akan selesai.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Deandre Hayes
Deandre Hayes + Kirin Pewrett
8 + [hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]

Ia bisa manis kalau mau.

Ia bisa sopan kalau mau.

Dan Deandre Hayes selalu terlihat sebagai pemuda punya tata krama pada seorang perempuan, walau kali ini sepertinya sang Hayes telah melewatkan perihal basa-basi yang ada di buku diktat dan langsung meloncat pada basa-basi sinikal.

Ia tak berharap. Dan ketika gadis dengan surai terang dengan sepasang biner berwarna coklat lembut itu menggeleng, Deandre Hayes bahkan tak mengerjap. Ia hanya berujar rendah pada pertanyaan gema baliknya tanpa kadar antusias.

"Begitulah..."

Membiarkan sang gadis yang lebih tua untuk mengambil inisiatif dan dengan spontan tersenyum timpang ketika gadis itu menyorongkan botol percobaan. Bertanya apa pendapatnya seperti partner kerja kelompok yang baik atau minta penjelasan karena benar-benar tak punya gambaran apa yang barusan dilakukannya.

Apa yang kaulihat?

Gosh.

"Well, the same as what you see... oil on top, and water at the bottom" menyahut sambil meraih botol percobaan mereka. Sang pemuda Hayes kini mengambil satu tutup botol, menutup dan kini mengocok isi seperti apa seorang bartender yang mengocok dry gin. "—and here... " meletakan sang botol beberapa saat kemudian di depan sang gadis anonimus.

Ia terdiam sesaat dan kemudian berujar tanpa nada yang berubah. "Still, they do not lump with each other."

He states the obvious.

"—mungkin kau sekarang mau mencoba memasukan detergent, dan melihat perbedaannya."
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Kirin Pewrett
Kirin Pewrett + Deandra Hayes
11 + [hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]


Minyak dan air sedang bertengkar.

Oh ya, dia lihat itu. Kedua zat cair tersebut tidak bisa bersatu, minyak berada di atas, dan air berada di bawah. Partnernya meraih botol itu, menutup, lalu mengocoknya, mencoba menyatukan kedua zat cair yang sedang berselisih pendapat itu, dan hasilnya masih tetap sama. Walaupun selama sesaat mereka terlihat bercampur, tapi mereka segera memisahkan diri. Lagi-lagi, minyak di atas dan air di bawah.

Botol diletakkan, saatnya memasukkan satu sendok detergen. Dan bahan pembersih pakaian ini pun masuk. Botol ditutupnya lalu dikocok lagi.

Ditunjukkannya lagi botol itu pada partnernya. "Mereka bersatu. Why?"

Melirik pada pertanyaan di layar yang menunggu untuk mereka jawab. Ada empat pertanyaan, masing-masing bisa menjawab dua walaupun dua pertanyaan terakhir terlihat lebih susah karena ada istilah asing bernama koloid yang disebut-sebut.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
Aaron Waltham
Aaron Waltham & (…)
[hasil]3&2,1d2,1,3&1d2+1[/hasil]

Sejujurnya, sampai saat ini, Aaron masih tidak bisa membedakan boron dan moron. Ia tidak tahu mana yang lebih mudah meledak, sodium atau sesium—let alone definisi dari koloid.

Kemana saja ia ketika pelajaran di sekolah menengahnya dulu, kau tanya? Aaron sendiri sudah lupa, dan sekalipun ia ingat, ia yakin jawabannya tidak jauh-jauh dari tidur di kelas atau menyelinap keluar sekolah. Kimia bukan majornya. Ia tidak pernah suka mengenakan jas laboratorium dan segala tetek bengek yang melengkapinya, ia tidak suka aroma aneh dan letupan-letupan gas dari cairan yang terlalu lama direbus di atas Bunsen burner. Percobaan-percobaan sederhana macam air dan minyak ini pun dia hindari. Buang-buang, menurutnya.

Mengernyit tak suka, Aaron mencampurkan minyak dan air yang tersedia di hadapannya dengan setengah hati. Ia mengamati bagaimana kedua substansi itu nyaris bersatu pada awalnya, sebelum memisahkan diri menjadi dua kelompok berbeda. Minyak di atas, air di bawah. Laki-laki muda itu memegang leher botol dan mengocok isinya sembarangan, kemudian kembali mengernyit ketika dua cairan itu masih menolak untuk bergabung.

Aaron kembali meletakkan botol tersebut di atas meja. Ia mendorong botol tersebut ke arah salah seorang murid yang masih belum mendapatkan partner—mengklaimnya secara tidak langsung.

“Menurutmu, kenapa bisa begini?”
Cari partner.
Member Avatar


^^^ Offline [profile]
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums with no limits on posts or members.
Learn More · Sign-up for Free
Go to Next Page
« Previous Topic · Kelas Sains · Next Topic »
Locked
  • Pages:
  • 1
  • 2