Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| [Kelas Gabungan] Kelas Medis 2015/2016; Terbuka, tentu saja. | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Dec 22 2012, 05:57 PM (1,504 Views) | |
| Post #31 Dec 25 2012, 11:13 AM | Heathcliff Hartford |
|
Pokoknya nggak mau lama-lama tiduran seperti benar-benar butuh diberi pertolongan CPR. Dia nggak mau dianggap uke, pokoknya nggak mau! Biarpun kata orang sih dia memang uke.. tapi ya, dia nggak mau menerima kenyataan itu begitu saja, jangan tanya kenapa, pokoknya nggak mau! Sudah deh, banyak bicara malah mengembangkan spekulasi aneh-aneh. "Enak saja bilang begitu." Nggak terima, pokoknya nggak terima, kalau boleh sih, Cliff ingin menambahkan emotikon [-( sambil menatap gadis itu. "Berani kok, biarpun tengah malam juga berani saja." Serius, kan lumayan siapa tahu di kamarnya ada tontonan gratis. You know what I mean. ..Cliff tarik kata-katanya tadi deh, menjadi pasien dokter Vysocinazlinkarlonvsky nggak buruk-buruk amat, walaupun yang jelas Cliff pasti menjadi dokter yang lebih baik daripada gadis ini.Ya, lihat saja nanti seberapa kerennya dia. Nyiahahaha. "Putuskan saja kepalaku. Tapi jangan putuskan hubungan kita." Halah, maksudnya apa toh barusan? Jangan tanya deh. Nggak buka kotak pertanyaan. "Kamu baru bilang sekarang kok. Toh Vysocinazlinkarlonvskycchi terdengar lebih imut kan?" Ya, dan lebih panjang tentunya. "Aku bukan idiot, otakku hanya bekerja secara berbeda dan lebih epik daripada semuanya kok." Sekarang pasang emotikon dong.Blair Vysocinazlinkarlonvskycchi. |
![]() ![]()
|
| Quote ^^^ | Offline |
| Post #32 Dec 25 2012, 01:15 PM | Daphne Knightley |
|
Kalau memangnya ia berhadapan dengan orang hampir mati di depannya, ia tak yakin harus ia apakan orang itu. Mungkin itu tujuan kelas ini diadakan. Untuk beberapa saat ia hanya membeku di depan partnernya, Waltham, eh? Jangan tanya kenapa Daphne tahu nama belakang semua anak-anak satu angkatannya, ia memang menghafalkan nama mereka satu per satu, jaga-jaga jika.. entah jika apa, hanya untuk berjaga-jaga saja. "Maaf, kau tahu langkah pertamanya?" Malah bertanya balik. Ia tahu pertanyaan itu bodoh, kalau misalnya dihadapkan dengan orang sekarat, ia tak bisa menanyakan hal itu. Jadi Daphne tak menunggu jawaban pemuda itu, ia berpikir apa yang harus ia lakukan dahulu. Oke, jadi biarkan Daphne berpikir dulu. Lalu apa yang barusan dilakukan partnernya itu, ia mengambil kedua tangannya dan meletakkannya di atas dadanya, tepat diatas jantungnya. Otaknya menolak bahwa ada seseorang lawan jenis memegang tangannya, walaupun bukan untuk sesuatu yang bisa dikatakan.. begituan. Tetap saja rasanya awkward sekali baginya. "Hng, yang kuingat langkah CPR hanya memberikan nafas buatan, kau tahu yang lainnya?" Makin awkward. Sungguh. Partner: Aaron Waltham [roll]1d50[/roll] Edited by Daphne Knightley, Dec 25 2012, 01:21 PM.
|
![]() ![]()
|
| Quote ^^^ | Offline |
| Post #33 Dec 25 2012, 01:48 PM | Blair P. Vysocinazlinkarlonvsky |
|
Entahlah apa yang dimimpikan Blair semalam sampai bisa berpasangan dengan pemuda atau makhluk gaib atau mungkin siluman... Pikirannya tak dapat berkonsentrasi seperti biasanya. Blair seharusnya tak menghadiri kelas satu ini. Sungguh seharusnya tidak usah kalau ia mengetahui nasibnya akan terbilang sangat merana di kelas ini. Ejekan atau mungkin yang lebih dimaksud godaan oleh sosok ini, lalu kata-katanya yang aneh dan sama sekali tidak masuk akal yang terus dilanjutkannya. Blair, Blair... Malang sekali nasibmu... Membuang nafas pelan. “Ck, buktikanlah kalau kau berani... Bahkan kau tak lebih dari seorang pengecut yang ketakutan ketika masuk ke ruangan gelap” Kembali ke masa dimana Blair melempar sepatunya ke pemuda tersebut dan disaat Blair ingin menampar dirinya mengingat bagaimana tolol dan bodohnya dirinya. Dasar Heathcliff Hartford. Dasar siapapun nama panggilannya. Yah, beberapa kali Blair memang selalu menunjukan sikap bodohnya yang sangat bodoh yang terkadang membuatnya ingin menamparnya dirinya seniri. “Kau tahu prosedur CPR kan?” Bertanya sambil menghela napas cupuk panjang. Well, gadis ini tak mau jadi uji coba epik pemuda ini bagaimanapun juga, bukannya Blair bermaksud menghina atau bagaimana, tapi pemuda ini memang tak pernah bisa serius sepertinya... Selalu bertindak sesuai keinginannya—walaupun terkadang gagal—dan mungkin selalu berpikir seenaknya. “Memangnya kenapa?” Masih dengan tangannya yang sibuk mencari denyut di leher pemuda tersebut dengan jari-jemarinya lentiknya yang mulai mendingin. Yah... Namanya juga musim dingin. Siapa juga yang bisa bertahan dengan temperatur yang hampir menginjak angka nol. Imut. Imut. Imut. Dasar gila. “Kenapa sih kau tak bisa bersikap normal sekali saja? Berikan satu alasan bagus dan normal kenapa kau harus memanggilku dengan nama Vysocinazlinkarlonvskcchi?” Kelipo' ')/ [hasil]35&35,1d50,0,35&1d50[/hasil] |
![]() ![]()
|
| Quote ^^^ | Offline |
| Post #34 Dec 26 2012, 10:27 PM | Kate Karter |
|
Errr, sebenarnya berapa banyak prosedur yang harus dilalui untuk melakukan CPR? Jika sebanyak ini, mungkin korbannya sudah terlanjur pergi ke alam lain karena langkah melakukan CPR sangat panjang dan merepotkan. Kalau begitu, CPR kehilangan fungsinya sebagai pertolongan pertama dan seseorang harus menciptakan metode baru yang lebih ringkas dan mudah sebagai pertolongan pertama. Dan mungkin Kate-lah yang akan menciptakan metode tersebut, suatu saat nanti, ketika ini semua telah berakhir, dan ia masih memiliki rasa peduli untuk membuang waktunya menciptakan metode tersebut. Namun selanjutnya, partnernya itu memasang wajah seperti baru saja melihat hantu, lalu berbicara dengan tergagap, “M-masih ada. M-mungkin kakak tahu ini prosedur terakhir d-dan yang paling penting.” Kate masih bingung mengapa anak itu sampai terbata-bata seperti itu, lalu ia bersabar menunggu penjelasan dari partnernya tersebut. Lalu partnernya tersebut memeragakan apa yang harus dilakukan selanjutnya pada dirinya sendiri. Setelah Kate melihat dan berpikir, akhirnya ia menyerah, ia ingin melupakan segala asas totalitas tersebut dan kembali kepada jurus pura-pura yang sempat terpikirkannya beberapa saat yang lalu. "Oh, tidak..." Kini Kate tidak tahu lagi harus melakukan apa. Harus mempraktekkannya dengan sungguhan atau dengan pura-pura. Hm, lebih baik ia mendapat nilai buruk ketimbang mengorbankan dirinya untuk menjadi kelinci percobaan untuk yang kedua kalinya. Ia tidak mau hal yang sama terulang kembali. Sudah cukup ia dijadikan kelinci percobaan oleh pemerintah, orang tuanya, dan tempat ini. Ia tidak mau jatuh di lubang yang sama. "Oke, untuk kali ini, sebaiknya kita pura-pura saja. Kau akan melakukannya seakan kau benar-benar melakukannya sungguhan, tetapi jangan sampai kau menyentuhku tubuhku. Sebaliknya, aku juga akan berperan seakan kau menekan dadaku dengan menarik nafasku dalam-dalam sehingga terlihat seperti kita melakukannya secara sungguhan. Bagaimana?" Kate menunggu persetujuan dari partnernya. Sebenarnya, ia tidak mau bertindak plin-plan, karena jujur saja ia bukan tipe orang yang seperti itu. Tapi kali ini, sepertinya ia harus memperhatikan langkahnya dengan baik sebelum benar-benar salah langkah. Partner: Miguel Husky |
![]() ![]()
|
| Quote ^^^ | Offline |
| Post #35 Dec 27 2012, 06:32 PM | Deleted User |
|
blakewood — ? CPR, CPR, CPR.... Sebal, sebal. Sebal. Martha sama sekali tidak memiliki bakat di bidang kedokteran. Atau menyembuhkan manusia-manusia yang sakit, atau sesuatu yang berbau sains. Sure, sure. Dara Blakewood adalah sosok yang polos, maka pikirnya, kelas medis bakalan menjadi kelas yang murni mengasyikkan: belajar tentang obat, menyembuhkan, serta finishing; dalam artian mengulas senyum untuk membuat orang yang sakit merasa lebih baikkan. Pengetahuannya tentang dunia medis nol besar, tentu, tetapi di sekolah barunya ini—a freaky one, of course—praktek pertamanya adalah untuk melakukan CPR? ...ih. Demi Mariah Carey, bisakah tugas yang ini diganti dengan sebuah esai panjang? Tahu, sih, tahu; tujuan dari CPR memang jauh berbeda dengan yang kaulihat dari luar. Medis, tujuannya masihlah mengenai menyelamatkan seseorang. Tetapi tetap saja... prosedurnya, sweetling, prosedurnya! Oh, tentu, pikirmu Martha akan menerima dengan sukarela praktik ini tanpa mengetahui prosedurnya terlabih dahulu? Hmph. Pikiran-pikiran itu membuat Martha berujung pada menggerutu kecil sebersamaan dengan jemarinya yang diketuk-ketukkan ritmis. Mengerling gelisah, Martha akhirnya bangkit untuk memilah-milih pasangan kelompoknya. Riuh-riuh mulai berkumandang, lantas digantikan dengan berpasang-pasang kelompok yang mulai berperan menjadi objek dan yang melakukan praktek. Dara Blakewood itu agak sedikit terlonjak kaget tatkala bayangan prosedur awal CPR itu ditangkap oleh retinanya, yang mana membuatnya semakin ingin keluar dari tempat ini. "Eh, halo, mau berpasangan?" Martha meretas senyum, meyakinkan sosok yang akan menjadi partnernya itu bahwa dirinya adalah gadis yang... yang tidak macam-macam. "Aku... aku saja yang menjadi objek, kamu bisa mulai duluan." Ludahnya ditelan, gugup sekali. Mencari partner ; u ; yang mau berpasangan, sehabis ini langsung ngedice aja /o/ |
Deleted User
|
| Quote ^^^ | |
| Post #36 Dec 29 2012, 07:58 AM | Aaron Waltham |
|
"Jika aku benar-benar sedang sekarat, mungkin kau sudah membunuhku tiga atau empat kali," Aaron terkekeh ringan, dadanya bergetar pelan dibawah tangan si gadis berambut merah. Perempuan ini... lucu, ya. Ia sering mendengar istilah demam panggung, atau semacamnya, tapi ayolah—semua orang yang hadir di ruangan ini fokus dengan pasangan masing-masing. Tidak ada yang memperhatikan mereka. Bahkan seandainya Aaron benar-benar kena serangan jantung mendadak, ia hampir yakin tidak akan ada yang menyadari, kecuali Nurse dan gadis berambut merah ini. Pemuda bertubuh besar tersebut mengernyit heran, pelupuk matanya terbuka sebelah. Ia cukup yakin bahwa ada petunjuk untuk melakukan CPR di depan kelas... namun, ah, barangkali gadis ini tipikal murid yang hanya bisa mengerti pelajaran yang dilakukan secara praktek. "Aku tidak tahu. Bukankah kau seharusnya mengecek denyut nadi dan nafasku dulu, untuk memastikan aku benar-benar perlu pertolongan?" Kedua mata Aaron terbuka sepenuhnya sekarang. Ia menyadari bahwa berpura-pura mati tidak akan membantu siapa-siapa. Anak laki-laki itu membasahi bibirnya, separuh berpikir, berusaha mengais potongan memori tentang CPR yang ia dapatkan di pertemuan sebelumnya. "First, tanganmu harus seperti ini—" Aaron kembali meraih salah satu tangan pasangannya, mengangkatnya, kemudian menyelipkan jari jemari halus tersebut di antara celah-celah jemari gadis itu yang masih tertinggal di dadanya. "—on your knees, pastikan lenganmu lurus—" tangan kanan Aaron bergerak ke siku gadis redhead tersebut, memastikan lengan pucat tersebut lurus. Tangan kiri Aaron, however, menyelinap ke pinggang rekannya tersebut, melingkarinya, menarik dan mendorongnya sedikit untuk memastikan gadis tersebut mendapatkan posisi yang pas untuk melakukan CPR. "—lalu tekan dadaku beberapa kali sebelum memberikan nafas buatan." Hening sesaat. Aaron menarik tangannya dari tubuh pasangannya, sepertinya sadar bahwa ia membuat gadis itu merasa tidak nyaman. "...atau kau mau tukar posisi saja?" Partner: Daphne Knightley |
![]() ![]()
|
| Quote ^^^ | Offline |
| Post #37 Dec 31 2012, 07:05 PM | Saga Zmark |
|
Sesuatu yang unik. Hebat. Saga masuk kelas di hari Minggu pagi. Kelas gabungan medis. Ho. Tentu akan ada tingkat satu di sana. Meski Saga tidak suka sama hal-hal yang berbau medis, kali ini, ia terpaksa datang sajalah. Toh, kayaknya kelas medis bisa menghiburnya—dari kebosanan yang melanda dirinya. Lalalala. CPR? Apaan tuh.... Saga menengok samping kanan dan kirinya. Oh ya ampun, kemarin Saga kan cuma iseng saja masuk tanpa memperhatikan pelajaran apa yang sedang di bahas. CPR? Dan sekarang harus mempraktekannya. Berpasangan. Sebelum kehabisan pasangan, Saga cepat-cepat saja mencari orang.....orang yang mau Saga apa-apain. Medis itu berhubungan dengan tubuh—umumnya, agak ehem gitu kan? "Oh ya halo," jawab Saga berusaha datar. Ada seorang gadis, gadis yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Tingkat satu, mungkin. "Kok kamu semangat ya jadi korban?" Dan kamu, neng, salah pilih pasangan. Hm, terus harus di apain ini korban? Otaknya di usahakan bekerja—mengingat-ingat kembali apa yang di maksud dengan definisi CPR. Prosedur CPR nampaknya mericuhkan ruangan ini, beberapa suara berkumandang di pikirannya. Oh iya! Kenapa tidak membaca pikiran orang pintar saja supaya Saga bisa menuntaskan kelas CPR ini dengan sangat cepat. Kompresi dada, napas buatan, cek nadi.... HAPAH? Dua di antara tiga, kenapa tidak enak banget buat di lakukan. Cek nadi—well, meski itu enak-enak saja api gimana cara cek nadi? Tangan Saga bukan tangan yang di ciptakan untuk mengetahui radar nadi seseorang. Pilihan dua lainnya.....serius, kenapa Saga tadi mau aja berpasangan sama cewek? Meski remaja satu ini agak senang juga, tapi tetep aja nggak banget deh. "Kamu beneran mau jadi korban? Tapi ya sudahlah," sekarang Saga mulai melakukan prosedurnya. Tidak perlu berurutan, boleh kan? "Mau di tampar sekalian nggak? Kan ceritanya kamu pingsan gitu terus aku berusaha bangunin." Di banding usahanya pake yang lain...... sama Martha, CMIIW ya || [hasil]40&40,1d50,0,40&1d50[/hasil] |
![]() ![]()
|
| Quote ^^^ | Offline |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Rumah Sakit · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
1:58 AM Jul 12
|
Hosted for free by ZetaBoards · Privacy Policy

dong.







1:58 AM Jul 12