Welcome Guest
[Log In]
[Register]
| ||
|---|---|---|
![]() Summer 2016 Time: Juli-Agustus 2016 Temperature: 28-33 Celcius |
TERM 4Timeline: 2016/2017 Batas Usia: 1 Juli 2000- 31 Juni 2001 Kuota Registrasi: 27/45 Kuota Murid Spesial: 2/2 Kuota Pemilik 2 Kemampuan: 2/2 Kuota Visualisasi Asia: 7/7 Kuota Kelahiran Luar Amerika & Kanada : 4/5 Daftar lebih lengkap |
[+] Langkah Bermain [+] Peraturan [+] Daftar Visualisasi [+] Formulir Registrasi [+] Jadwal Term 4 [+] About Tower Prepatory [+] Plots [+] Disclaimer and Credits [+] Wikia (On Development) |
|
|
|
|
| Selamat datang di roleplay forum Tower Prep, sebuah forum mengenai sekolah bagi murid-murid hasil percobaan pemerintah Amerika, dimana hasilnya mereka jadi memiliki kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan manusia lainnya. Kami akan kembali membuka open registrasi untuk term ke-3 pada tanggal 25 Agustus 2012. Jika kalian sudah menjadi anggota forum ini, silahkan login: |
| [c] where's my happy ending? | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: May 29 2013, 10:24 PM (191 Views) | |
| Post #1 May 29 2013, 10:24 PM | Theodore Holzsager |
|
"Keith—no." Theo berhenti, menghela napas dalam-dalam melalui celah di antara bibirnya. "Stop. I don't wanna fight with you." Theo menarik tangannya lepas dari genggaman Keith dan mundur beberapa langkah. Ia memejamkan mata selama sejenak lalu memandang lelah ke arah dua iris hijau hadapannya. Setelah hampir seabad lamanya, berusaha menahan diri dan cukup baik menghindar dari berbagai kontak dengan Keith, sekarang pertahanannya bisa dibilang nyaris rontok begitu saja tak bersisa. Ia tidak memprediksikan scene ini. Tangannya terasa panas di tempat Keith baru menyentuhnya. Skin to skin. Theo memaki dalam hati, memerangi dirinya sendiri agar tidak menerjang dan memeluk gadis itu tanpa belas kasih. You're the one who left, Keith. Why wouldn't you make it easy for me? "Aku baik-baik saja, kau bisa lihat." Theo menyeka hidungnya asal-asalan dengan punggung tangan, suaranya datar. Marah, bahkan. Dan ya, dia baik-baik saja meski tampangnya hari ini hampir sebelas dua belas dengan mayat berjalan—lebih pucat, sayu, dan oh baru lima menit lalu hidungnya pun mulai bertingkah; mengeluarkan semacam cairan merah begitulah, pft—tapi dia betul baik-baik saja. Oh you just really have no idea how fine he is. "Tidak usah berlebihan, sungguh." Untuk pertama kalinya dalam hari itu, Theo tersenyum—senyuman yang sama sekali tidak sampai menyentuh mata. Ia lelah. Ia tidak butuh diseret ke rumah sakit/klinik whatsoever. Rumah sakit jiwa, iya. |
![]() ![]()
|
| Quote ^^^ | Offline |
| Post #2 May 29 2013, 10:58 PM | Keith Castangle |
|
Bodoh. Memang mereka pasangan bodoh. Oh Pasangan? Keith berusaha melawan. Melawan rasa kesal dalam hatinya yang tidak bisa ia singkirkan. Ia tidak mengerti kenapa juga ia merasakan hal yang seperti ini, berpikir tidak ada jalan lain selain menerima. Tch, sayangnya ia berusaha untuk tidak menerimanya—mencari jalan untuk menolak. Dan ia menemukan jalan buntu atas jalan tersebut. Sampai kapan ia akan bersikap seperti itu terus? Entahlah, benaknya sendiri tidak dapat menjawabnya. Terakhir ia berbicara dengan Theo saat—saat itu, saat ia menuduh Theo telah mempermainkan isi pikirannya. Setengah hatinya menolak bahwa Theo mempermainkan pikirannya. Ia tidak yakin itu sepenuhnya—tidak. "No—you listen to me," membawanya ke klinik dengan lembut sudah membuatnya ingin menarik pelatuk pistol untuk membunuh orang. Sebetulnya, Keith membawa Theo ke klinik juga tidak dengan cara lembut, masih agak kasar dengan menarik tangannya supaya Theo tetap mengikutinya. Berkata dia baik-baik saja, memangnya Keith tidak tahu yang sedang terjadi pada Theo? Auranya di penuhi warna yang ia sukai, tapi ia benci jika warna itu bersinar di sekeliling orang yang ia say—pffffft—ng. "Aku tidak ingin bertengkar, kay?" Menggertakkan giginya, lalu menaik napasnya dalam-dalam, melupakan emosi bersama karbondioksida ke udara. Ia selalu bersikap baik pada orang-orang, namun kenapa sulit untuk bersikap baik pada seorang Theodore Holzsager? Tch. Untuknya, ia berusaha baik untuk hari ini—just for a day. Menarik kembali lengan Theo supaya ia terus jalan mengikutinya dan sampai ke klinik. Mungkin ini caranya untuk membalas apa yang sudah ia katakan, apa yang sudah ia ragukan, dan apa yang sudah ia lakukan selama ini. Ia pun tidak habis pikir kenapa Keith bisa membongkar pagar yang sudah ia buat; menjaga pertahanannya supaya tidak menunjukkan sedikitpun perhatian pada Theo. Keith tidak mau Theo mengira kalau ia sudah cukup jatuh terlalu dalam, Keith hanya ingin dirinya sendiri saja yang tahu itu. Tapi sekarang, melihat Theo seperti itu—rasanya Keith tidak sanggup bila hanya membiarkan Theo melupakan dirinya sendiri. "You're not okey—" —liquid itu pun keluar. "Kau pikir aku tidak tahu? Lihat tanganmu, aku bisa melihat auramu." Dan apa yang terjadi padamu, sekarang. "Hanya untuk kali ini saja—aku ingin kau menurutiku," tidak ada nada tinggi, tidak ada bentakan. "Setuju?" Oh she's not really Keith Caroline Castangle. |
![]() ![]()
|
| Quote ^^^ | Offline |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Klinik · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
1:58 AM Jul 12
|
Hosted for free by ZetaBoards · Privacy Policy




1:58 AM Jul 12