| Akhir Perjalanan Para Murid Perguruan; ending story of sedapmalam guild | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Oct 17 2012, 08:22 PM (238 Views) | |
| sedapmalam | Oct 17 2012, 08:22 PM Post #1 |
![]()
|
Adik Bungsu: "Yang Mulia Hydrus dan Count Grishnack, dari mereka berdua tidaklah ada yang benar...." Kakak Sulung: "Seharusnya aku sadar sejak awal saat kau membujukku adik." Kakak Kedua: (diam) Kakak Sulung: "Tidaklah ada pembenaran atas segala peperangan. Semuanya hanya menimbulkan pertumpahan darah." Kakak Kedua: (diam) Kakak Sulung: "Mengikuti jalur Nyonya Saudagar juga salah. Dia ternyata hanya memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadinya." Kakak Kedua: (diam) Kakak Sulung: "Ajaran Butong adalah welas asih. Mengapa kita harus saling mencari pembenaran dalam kejahatan? Jika guru ada disini beliau pasti malu." Kakak Kedua: (diam) Kakak Sulung: "Adik kedua, mengapa kau berdiam diri?" Kakak Kedua: "Hah!" Kakak Sulung: "Adik Kedua, apakah kau dengar kata kakakmu?" Kakak Kedua: "Tentu saja kak! Baiklah, perangpun sudah tek berguna. Bagaimana kalau kita melarikan diri saja?" Adik Bungsu: "Ah, saran kakak sungguh bagus. Lebih baik kita lari dari sini." Kakak Sulung: "Kalau begitu mari kita persiapkan keberangkatan! Aku akan mempersiapkan kereta kuda, adik bungsu akan mempersiapkan perlengkapan, dan kau adik kedua, kau siapkan harta dan perbekalan kita!" Dini harinya. Kakak Sulung: "Seluruh penjaga benteng sedang tertidur pulas. Namun dimana adik kedua?" Adik Kedua: "Kakak, tadi kakak kedua nampaknya sedang mengurus sesuatu di kamar Yang Mulia Hydrus." Kakak Sulung: "Apa?" (sesosok pria besar datang membawa gembolan besar. Ternyata kakak kedua.) Kakak Sulung: "Adik! Mengapa begitu banyak perbekalan kita?" Kakak Kedua: "Hahahahaha, kakak tak perlu khawatir. Ini harta rampasan perang" Kakak Sulung: (merenggut baju kakak kedua, ingin memukulnya) "Apa katamu?" Adik Bungsu: "Kakak, sabarlah! dengarkan dulu penjelasan kakak kedua." Kakak Sulung: "Harta rampasan perang katamu? Aku tahu betul, itu peti emas Yang Mulia Hydrus! Merampas harta orang adalah kesesatan dalam ajaran Butong." Kakak Kedua: "Kakak Besar memang sangat baik namun begitu polos! Apa yang selama ini si Hydrus berikan itu kepada kita? TIDAK ADA! Bersembunyi bagai kecoak saat benteng diserang, mengandalkan kekuatan kita di garis depan pertempuran, Hydrus tidak ada bedanya dengan si binatang Grishnack. Lebih baik kuambil harta ini! Bukankah kita adalah tiga murid Butong yang senantiasa membela kebajikan dalam setiap pengembaraan? Harta ini akan berguna di tangan kita!" Kakak Sulung: (berpikir sejenak lalu menurunkan emosi) "Perbuatan ini adalah perbuatan tercela pertama dan terakhir yang kita lakukan sepanjang jaman! Baiklah, dengan pertimbangan tertentu, kuamini keinginanmu. Segera naik dan kita berangkat. Heeaahh....!" Kuda berpacu perlahan keluar benteng. Namun, ternyata ada seorang penjaga benteng yang masih terjaga! Bergegas penjaga benteng meluncurkan panahnya. Anak panah yang mengarah ke tiga murid perguruan Butong itu melesat cepat. Namun, adik ketiga segera bangkit mengambil busurnya dan menghadang anak panah tersebut. Adk Bungsu: "Biar kutangani yang ini. Heeaaahhh....!" Dengan tangkas panah itu ditangkap dan dipanahnya kembali ke arah benteng. Panah itu tepat menembus kepala si penjaga benteng. Penjaga benteng pun mati. Kakak Sulung: (menghadap langit) "Kami bertiga melanjutkan perjalanan. Hamba berharap para Dewa senantiasa membimbing kami!" Perjalanan merekapun berlanjut. Keputusan mereka meninggalkan Hydrus sudah final. Jalan kebajikan tidaklah pernah ada pada medan peperangan. Yang ada hanyalah korban dan kesengsaraan. --end-- sedapmalam got +600 K from Treasure Box of Hydrus |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Day 3 · Next Topic » |







1:37 AM Jul 12