|
TERM 9: 2193 - 2194 [+] Topik AU: 4/5 [+] Visualisasi Asia: 3/3 [+] Capitol: 5/5 [+] Distrik Satu: 4/5 [+] Distrik Dua: 4/5 [+] Distrik Empat: 5/5 [+] Distrik Tiga Belas: 2/5 [+] Balita/Dewasa: 5/5 | ![]() TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI TRAINING CENTER || ARENA Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain. | HUNGER GAMES 54 {DISTRIK 1}
KREIOS EPHRAIM |
![]() 21,3° - 23,6° C 21 Juni - 20 September Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan. |
Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. |
Twitter
Chatbox
|
| Waktu | Update |
|---|---|
| Sabtu, 11 April 2015 | Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out! |
| Kepada | Informasi |
|---|---|
| Semua Member | Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum |
| Semua Member | Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2) |
| Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda. Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru. Bergabunglah bersama kami! Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum: |
| Pelatihan #50 | ||
|---|---|---|
| Tweet Topic Started: Saturday May 11 2013, 08:00 PM (3,795 Views) | ||
| Lisette Bass | Saturday May 11 2013, 08:00 PM Post #1 | |
|
Day One. Don't you think this Hunger Games will be huge, hmm? Tentu saja akan sangat besar. Pesertanya saja ada empat puluh delapan orang. Dan sebuah kehormatan bagi seorang Lisette Andromeda Bass menjadi salah satu perancang arena tahun ini. Quarter Quell—don't you think so too? Tee-hee. Gadis awal dua puluh tahun itu sedang berada di bangku yang disediakan untuk jejeran orang ternama Capitol, mereka-mereka yang terlibat dengan pembuatan Arena. Pengawasan pelatihan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan namun bagus dijadikan acuan bagi mereka untuk menerka siapa yang bertahan dan siapa yang tidak layak bertahan. Sementara gadis ini sendiri mengeset matanya hanya ke kawanan karier—tentu. Terlebih pilihan karier tahun ini sampai ada delapan orang, dengan beberapa nama yang tidak kalah familiar. DDR, you sure doesn't want to move on, hmm? Sebenarnya tak begitu banyak perubahan di pos-pos yang dilakukan oleh sang gadis dan partnernya lakukan tahun ini. Aron tidak berencana meninggalkan posisinya sebagai perancang arena karena berhasil membuat distrik kesayangan Capitol mengecap kejayaannya lagi, mungkin. Entahlah. Intinya; posnya tak banyak berbeda. Pos pelatihan tahun ini ada sepuluh. Mengantisipasi peserta yang terlalu banyak sehingga satu pos akan dihuni oleh beberapa orang banyaknya. Pos pertama tetap jatuh pada tanaman beracun dan penawarannya. Mungkin untuk tahun-tahun lalu pos ini akan terlihat tidak berguna, namun sedikit spoiler—gadis Bass ini menyukai segala sesuatu yang berbau enak namun mematikan. Racun—adalah salah satu hal dari sedikit yang disukainya secara benar-benar, kau tahu. Pos kedua, pos dimana senjata-senjata bergelatakan rapi dengan beberapa pengawas latihan yang ada. Berbagai macam senjata mulai dari tombak, pedang, gada, trisula, kapak semua senjata berat lengkap baik yang terbuat dari perak, perunggu, bahkan karet. Persenjataan lengkap di pelatihan namun di arena belum tentu demikian. Pos ketiga disediakan pos ketangkasan, pos yang sama dengan dengan pos palang rintangan pada tahun lalu. Disediakan berbagai palang rintangan dengan perangkap-perangkap lengkap dengan pengawasnya yang akan membantu jika dibutuhkan. Pos keempat sendiri adalah pos gulat. Kekuatan selalu yang dipentingkan oleh para karier dan Capitol. Pos ini sendiri terletak didekat tempatnya duduk saat ini. Pos kelima adalah pos kamuflase. Pos dimana mereka diajarkan untuk menyamarkan diri menggunakan bahan-bahan di alam liar. Meski sayangnya—untuk tahun ini, mereka akan mendapat celakanya jika berusaha kabur. Capitol need more blood, darl. Pos keenam adalah pos sasaran. Ketepatan dalam melempar pisau dan ketepatan dalam memanah dibutuhkan di pos ini. Dimana para peserta dapat unjuk gigi dalam kemampuan mengukur ketepatan dan keakuratan mereka. Pos ketujuh sendiri adalah pos dimana mereka akan diajari untuk bertahan hidup di alam liar. Setidaknya Liz berbaik hati membiarkan para peserta itu mengerti bagaimana rasanya bertahan di alam liar dan memanfaatkan hal di sekelilingnya. Pos kedelapan adalah pos angkat beban. Dimana berjejer barbel sederhana hingga bola besi seberat dua puluh kilogram—dia yakin banyak yang punya tenaga berlebih tahun ini. Pesertanya bisa saja melempar dan mematahkan beberapa tulang leher yang lain, kan? Pos kesembilan adalah pos jerat. Pos dimana para peserta dituntun untuk membuat jerat dan menajamkan ketangkasan dan pemikiran mereka untuk mengungguli mereka-mereka yang kuat dan berbadan besar. Liz masih memikirkan anak-anak perempuan untuk hal ini, kau tahu. Dan yang terakhir adalah pos perlindungan. Dimana pos ini diajarkan teknik-teknik perlindungan dalam bela diri dan apa saja yang harus dihindari jika ingin bersembunyi. Walau Liz sendiri yakin mereka tak akan bisa bersembunyi darinya, kau tahu. Tee-hee. Nah cukup lengkap, kan? Baik hati kan, gadis ini? Mari mulai saja latihannya kalau begitu, peserta. Jangan terlalu menumpuk di satu post, 'kay?
Edited by Lisette Bass, Saturday May 11 2013, 08:04 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Pinoy Annelli | Saturday May 11 2013, 08:12 PM Post #2 | |
![]()
|
Waktunya berlatih. Pinoy Annelli bukan sosok yang dengan mudah ditemukan terlambat untuk hal-hal penting. Ia menghargai waktu dan juga orang yang terlibat di dalamnya. Ia menggarisbawahi baik-baik jam di mana mereka diberi kesempatan untuk berlatih dan mengunjungi arena tempat berlatih tepat waktu tanpa perlu membuat pelatihnya menyeretnya atau kode dari teman sedistriknya. Bahkan dia yakin baru saja menjadi peserta paling pertama yang tiba di tempat itu. Sedikitnya dia tahu kalau pelatihan akan cukup berguna baginya. Kawanan karier unggul dalam teknik membunuh juga di kekuatan mereka barangkali—mereka banyak berlatih untuk hal macam ini—sehingga Pinoy harus berusaha keras menyamai atau bahkan mengungguli mereka dalam waktu beberapa hari ini. Tempat latihan ini akan membuat Pinoy mengungguli mereka—dia yakin sekali. Umurnya enam belas tahun di mana pada umur macam begini sudah bisa memenangkan Hunger Games—harusnya sih begitu—sehingga dia selalu memiliki kesempatan. Nah. Nah. Nah. Pos mana yang akan dia pilih lebih dulu? Waktu latihan masih lama. Dia bebas untuk menentukan di pos mana dirinya tertarik. Toh nanti kalau dia bosan atau merasa sudah mampu di sebuah pos maka mudah untuk berpindah ke pos lain. Bukan begitu, hm? Daripada membuang waktu mengelilingi setiap pos demi mengecek di mana dirinya betah, Pinoy mengikuti naluri kakinya saja. Pemuda berumur enam belas tahun ini menggerakkan tungkainya secara acak tanpa berpikir ke salah satu pos. Mari kita lihat apa yang pos yang dipilihnya ini suguhkan. [result]7&7,1d10,0,7&1d10[/result] |
|
![]() |
|
|
| Remy Browning | Saturday May 11 2013, 08:46 PM Post #3 | |
![]()
|
Remy tidak bisa tidur nyenyak loh semalam, Remy kangen mamah sih. Tapi boong.. Kasur disini empuk ya, berbeda dengan di rumah. Meskipun bocah cilik nBrowning lebih suka tidur di kasur usang tapi disamping mamah. Setidaknya Remy masih mimpi bertemu mamah semalam. Bahkan dimimpi Remy, mamah tidak menangis dan Remy juga tidak. Remy gagah sekali dan mamah memeluk Remy, katanya Remy keren sekali pakai baju ala super hero. Setidaknya tidur nyenyak di temani mimpi indah dan makanan enak menanti sudah cukup mengobati luka hatinya akibat merindukan sang ibunda. Meskipun nanti Remy meninggal, Remy pasti akan cari cara supaya bisa kembali lagi ke distrik enam, ketemu mamah, dan main sama burung kecil, sama kak Sierra juga. Remy sendiri tidak mengerti benar meninggal itu bagaimana. “Banyak sekali.” Ia tercengang sejenak melihat pos tempat dirinya dan beberapa peserta dewasa lain akan berlatih. Remy datang sendiri omong-omong, meskipun tadi awalnya Remy mau sama-sama kak Altessa atau kak Coral. Tapi tidak masalah sih, nanti mereka bertemu juga disini. “Jadi pos mana dulu ya?” Celingukan sebentar dengan muka polos tanpa dosa. “Pos yang sepi saja deh.” [result]6&6,1d10,0,6&1d10[/result] |
|
![]() |
|
|
| Pinoy Annelli | Saturday May 11 2013, 08:59 PM Post #4 | |
![]()
|
POS 7 Pos yang ditujunya adalah sebuah lapak yang lumayan besar di mana dia bisa menduga bahwa itu adalah simulasi dari alam mini di arena karena di sekitarnya terdapat panorama hutan barangkali. Mengernyit, pemuda berumur enam belas tahun ini menginjakkan kakinya di tanah serta menendang beberapa batu kecil dengan iseng. Nah, pos apa ini sebenarnya? Pinoy memperhatikan siluet pos miliknya dan menduga bahwa di tempat ini dia diberikan kesempatan untuk berkreasi barangkali. Ada semak-semak, batang pohon, sulur-sulur, dan tidak ketinggalan lengkap dengan dedaunan memayungi dirinya. Hah, luar biasa memang Capitol mendesain semua ini. Utusan dari Distrik Lima ini berdeham sambil memperhatikan sekelilingnya. Peserta lain satu per satu sudah masuk ke pos pilihan masing-masing. Dilihatnya Remy Browning memilih pos di samping pos milik Pinoy. Nantilah kalau ada kesempatan Pinoy pindah ke pos milik Remy. Siapa tahu bisa bertegur sapa dengan makhluk dari Distrik Enam itu. Ngomong-ngomong Pinoy termasuk cukup pendiam lho. Sejauh ini dia belum terlalu dekat dengan peserta dari distrik manapun itu. Bahkan dengan sesama Distrik Lima pun dia masih merasa sungkan. Oke. Kembali ke latihannya di pos ini. Sosok pemandu muncul di dekatnya. Hah. Dia pikir tidak ada siapa-siapa di tempat ini. Dan pemandu itu tampaknya tidak berusaha beramah-tamah dulu dengan Pinoy. Segera saja pemandu tak beridentitas itu memandu Pinoy ke tengah pos dan memperlihatkan cara menyalakan api dari bebatuan yang tadi sempat ditendang oleh Pinoy. Butuh dua menit bagi pemandu itu untuk menyalakan api dengan saling menggesek kedua batu dan giliran Pinoy mencobanya. Oke. Dia mulai berpikir bahwa dia telah tiba di pos di mana mereka diajar untuk bertahan hidup. Edited by Pinoy Annelli, Saturday May 11 2013, 09:00 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Altessa Lychnia | Saturday May 11 2013, 09:00 PM Post #5 | |
![]()
|
Altessa, sejujurnya masih belum bisa melupakan kejadian upacara pembukaan, mengenakan kostum semacam superhero. Tidurnya cukup nyenyak, membuatnya berenergi dalam hari pelatihan ini. Memang benar adanya kalau Capitol itu lebih baik dalam segala bidang. Kasur yang empuk, interior kamar yang benar-benar terlihat mewah. Berbanding seratus delapan puluh derajat dari kamarnya di Enam, tentu. Bulirnya mengerjap ketika pos-pos di tempat pelatihan yang banyak dan beragam. Entah kemana dia harus pergi, tapi Lychnia muda ini cukup yakin kalau dia akan membutuhkan pos yang berguna. Mungkin pos yang ada hubungannya dengan senjata? Para peserta karir sudah terkenal kuat dan unggul. Mungkin Altessa harus mencoba menyamai mereka? Well, kalau bisa. Langkah tungkainya acak, bulirnya bergulir sana sini. "Ngh," Apa saja terlihat berguna di pelupuk mata. Tidak bermaksud labil, 'kay? Dan juga tidak bermaksud buang-buang waktu, walau waktu pelatihannya ini terlihat lama. Altessa menemukan entitas cilik yang dia cukup kenal sekarang. Karena terlihat agak jauh, dia hanya memandang bocah Browning itu beberapa saat sebelum ia mencari pos yang ia rasa menjadi pilihan pertamanya sekarang. Ah, sebenarnya dia bisa pilih yang mana saja. Kalau bisa, semuanya saja. "Okay, then.." Pilihannya berujung pada kemana tungkainya pergi. Pos : [result]4&4,1d10,0,4&1d10[/result] |
|
![]() |
|
|
| Pinoy Annelli | Saturday May 11 2013, 09:11 PM Post #6 | |
![]()
|
POS 7 Yakin saja kalau di pos ini tidak akan ada peserta yang memilih selain dirinya. Habisnya fitur yang ditawarkan agak bertele-tele. Pemandunya memastikan Pinoy bisa membuat api secepat mungkin dan dalam sepuluh menit pertamanya di tempat ini, Pinoy sudah berhasil membuat api menyala sebanyak tiga kali. Ya. Dan itu sudah luar biasa menurut Pinoy karena kesehariannya di Distrik Lima mereka toh jarang sekali menggunakan api. Keluarganya—dan juga sebagian besar penduduk Distrik Lima—menggunakan perapian listrik untuk menghangatkan diri. Energi listrik lebih sering digunakan daripada nyala api demi menghasilkan panas. Tapi, Pinoy mengambil sisi positifnya saja dari latihan ini, yaitu dia bisa memanfaatkan bebatuan untuk membuat dirinya hangat di arena karena seingatnya di tempat yang kejam itu pasti tidak ada ketel listrik yang bisa mendidihkan air. Pinoy dengan telaten mencoba membuat api menyala dua kali lagi sebelum pemandunya bertepuk tangan memujinya sembari bertanya apakah dia siap dengan pelajaran berikutnya. Pemuda ini hanya mengangguk dan memperlihatkan raut wajah bahwa dirinya masih tertarik. Diam-diam Pinoy memperhatian distrik lain yang mulai menyebar di pos masing-masing. Kawan Remy, Altessa, yang berasal dari Distrik Enam memilih untuk menginjakkan kakinya di dua pos sebelah pos milik Remy. Entah pos apa itu di sana tetapi menurutnya di sana tidak ada hutan belantara seperti miliknya ini. Nah. Hingga sejauh ini belum ada yang berniat menapakkan telapak kaki mereka di pos yang sama dengan Pinoy. Ya, sudahlah. Biarkan pemuda berambut cokelat kemerahan ini kursus privat saja dengan pemandu yang kebetulan begitu berantusias kedatangan tamu di posnya ini. Pelajaran berikutnya untuk Pinoy Annelli di pos ini adalah cara membuat mangkuk atau termos minum dari pilinan dedaunan serta jerat halus rerumputan. Kata si pemandu, ini berguna untuk menyimpan air di mana dirinya bisa mengisinya dengan air sebanyak mungkin dari mata air yang dapat ditemukan. Well, kelihatannya lebih rumit dari sebelumnya karena Pinoy jelas tidak pernah bersentuhan dengan mangkuk atau termos dari alam. Hahaha. Berikutnya, pos [result]10&10,1d10,0,10&1d10[/result] Edited by Pinoy Annelli, Sunday May 12 2013, 01:47 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Urie Tommy | Saturday May 11 2013, 11:15 PM Post #7 | |
![]()
|
Boleh nggak dia bergulung di kasurnya lagi? Memikirkan bahwa hari ini saatnya latihan saja, sudah membuat kedua matanya berat. Latihan berarti menggerakkan seluruh badan, mengeluarkan seluruh tenaga, tidak dapat banyak kesempatan untuk godain cewek. Nggak asyik. Ups. Sambil menyisir rambut kepirangannya dengan jari-jarinya (dia tetap harus menarik perhatian perempuan dengan memberi kesan penampilan yang baik, oke), Urie memerhatikan kesepuluh pos di depan matanya. Fasilitas luar biasa yang disediakan oleh Capitol. Sepuluh pos, banyak sekali. Berarti kesempatannya untuk bertemu gadis cantik di pos yang sama juga makin sedikit. Makin membosankan saja dong latihan ini. (Hari demi hari sepertinya Urie lupa tujuannya berada di Capitol ini) Hari ini dia mau latihan di pos mana? Ah, bagaimana kalau di pos yang itu? [result]4&4,1d10,0,4&1d10[/result] Edited by Urie Tommy, Saturday May 11 2013, 11:15 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Colleen Roosophire | Sunday May 12 2013, 12:56 AM Post #8 | |
![]()
|
Apa yang sampah-sampah ini lakukan disini? Untuk apa para sampah-sampah ini berlatih? Toh, nantinya di arena, mereka akan mati juga. Oleh Colleen atau karir-karir yang lain. Saat ini adalah saat yang tepat untuk menyombongkan diri. Dirinya sangat ingin untuk mencoba pos dua. Atau pos enam. Tangannya sudah tidak sabar untuk menyentuh yang namanya senjata. Mungkin ia akan menggunakan kapak, atau pisau, atau panah, tapi tombak juga terdengar menarik. Maniknya berputar dari pos satu sampai pos sepuluh. Memang dirinya sangat ingin melangkahkan kakinya ke pos dua atau pos enam. Tapi ia tidak boleh mengacuhkan pos-pos lainnya. Mungkin saja pos sisanya bisa menjadi sebuah pelajaran yang penting baginya. Contohnya: pos satu, pos tiga, pos tujuh, dan pos sepuluh. Mungkin Colleen juga harus mencoba pos empat. Sejak tubuhnya lebih besar dari kebanyakan peserta disini, dan para pembina permainan bisa mendapatkan penglihatan yang lebih baik untuk melihat Colleen bertarung. Menurut penglihatannya, pemuda bernama Urie Tommy, pemuda dari distriknya, melangkahkan kakinya ke pos empat. Pos gulat. Dan beberapa perserta lainnya sudah memulai sesi latihan mereka. Enaknya Colleen kemana ya? Pos enam sangat menarik bagi Colleen. Karna ia bisa menyombongkan dirinya dalam aksi memanahnya atau melempar pisaunya. Pos dua juga menarik. Ia bisa menunjukan aksinya dengan kapak atau tombak pada para sampah-sampah dari distrik kelas teri tersebut. Atau ia ke pos empat? Dan bergulat dengan Urie Tommy? [result]4&4,1d10,0,4&1d10[/result] |
|
![]() |
|
|
| Flavea Vorfreude | Sunday May 12 2013, 01:12 AM Post #9 | |
![]()
|
Latihan. Harus bersemangat supaya bisa mempertahankan diri. Kalau ditanya apa persiapannya untuk Hunger Games, Flavea cuma bisa mengatakan bahwa dia berlatih mempertahankan diri alih-alih menyerang. Cuma itu yang dipikirkannya, ia tak mau memikirkan bagaimana caranya membunuh orang lain, tak mau memikirkan bahwa alih-alih menjadi seorang putri maka ia akan menjadi seorang pembunuh wakil dari kerajaan. Maka dari itu yang dipikirkannya hanyalah cara menyelamatkan diri dari orang lain atau dari Arena itu sendiri, berusaha menghafal berbagai macam hal yang mungkin perlu diketahuinya mengenai Arena. Memandangi orang lain yang sudah memilih pos tempat latihan pertama mereka, berkontemplasi, memilah mana yang lebih baik ia datangi terlebih dahulu dan sesuai dengan tujuannya. Pos-pos yang dapat membantunya untuk mempertahankan diri. Menarik nafas pelan. Entah kenapa semakin lama dunia ini terasa semakin nyata, dan itu membuatnya tak yakin bahwa ia dapat menghadapi kenyataan tersebut. Ia menemukan dirinya tak dapat lagi merangkai sebuah mimpi dari kalimat-kalimat sederhana, hanya diam menatap kekosongan. Akhirnya ia memasang senyum seperti yang biasa ada di wajahnya, dengan sedikit keterpaksaannya. Ia merasa melanggar janjinya pada diri sendiri untuk tetap tersenyum secara tulus apa pun yang terjadi. Membuatnya tak mau berjanji dahulu pada orang lain, berjanji untuk bertarung, berjanji untuk tak bertarung, semua janji. Memainkan ujung rambutnya sebelum akhirnya melangkah lagi, tak yakin mau menyusul peserta yang mana. Mengingat-ngingat isi tiap post. Ya, mungkin kali ini ia harus menggunakan sistem pipa air. Menutup matanya dan melangkah, berdoa terlebih dahulu agar tak menabrak sesuatu yang bukan pintu. [result]9&9,1d10,0,9&1d10[/result] |
|
![]() |
|
|
| Irvette Schwan | Sunday May 12 2013, 01:43 AM Post #10 | |
![]()
|
Mageritos kampretos. Menguap lebar-lebar dan kemudian mengucek-ngucek matanya yang berair. Kasur di Capitol terlalu enak, sepertinya, sampai-sampai membuatnya jadi ingin terus di sana. Mfuuu. Padahal semenjak jadi peserta quartell quell (atau mungkin lebih tepatnya, sehari yang lalu) ia sudah berniat untuk menjadi orang yang lebih baik dan berwibawa. Sayangnya hal itu cuma berlangsung beberapa menit. Seterusnya gagal total. Bukan bawaannya sih, ya. Ia bukan orang baik, apalagi yang berwibawa. Dan niatnya juga sudah runtuk sejak beberapa menit yang lalu. Malas, sih. Malas latihan, malas apa pun. Mau mati di Bloodbath juga gak kenapa-napa, asal jangan sakit aja. Kalau dia disuruh membayangnya seperti apa nanti ia di Arena, ia cuma bisa membayangkan dia mati di bloodbath gara-gara terlalu mager balas serangan dari orang lain. Freak yeah! "AAAAAAAAAA!" Teriak sebentar, siapa tahu tidak mager lagi. Teriak juga membutuhkan tenaga, tjoy. Tapi jangan tanya gimana caranya teriak bisa ngilangin mager. Ia cuma berteori asal. Jangan percayai otaknya untuk apa pun, kakaknya pernah mengatakan bahwa otaknya bekerja dengan aneh. ("Really, I know how her brain works, I don't know which one is scarier, that I know her thoughts or how those thoughts start to make sense.") Nah...sudah tidak mager lagi. Kayaknya. Setidaknya ia sudah tidak lagi duduk di lantai dan sekarang sudah berdiri lagi. Usrek-usrek sebentar dan kemudian menepuk pipinya sendiri dengan cukup kencang, mengikat rambutnya yang acak-acakan dalam ikatan asal. Sekarang ia sudah siap. Saking siapnya ia berjalan dengan cepat ke arah pos yang dimaunya dan menggebrak pintunya. [result]4&4,1d10,0,4&1d10[/result] |
|
![]() |
|
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | ||
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic » |














9:33 PM Jul 11