|
TERM 9: 2193 - 2194 [+] Topik AU: 4/5 [+] Visualisasi Asia: 3/3 [+] Capitol: 5/5 [+] Distrik Satu: 4/5 [+] Distrik Dua: 4/5 [+] Distrik Empat: 5/5 [+] Distrik Tiga Belas: 2/5 [+] Balita/Dewasa: 5/5 | ![]() TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI TRAINING CENTER || ARENA Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain. | HUNGER GAMES 54 {DISTRIK 1}
KREIOS EPHRAIM |
![]() 21,3° - 23,6° C 21 Juni - 20 September Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan. |
Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. |
Twitter
Chatbox
|
| Waktu | Update |
|---|---|
| Sabtu, 11 April 2015 | Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out! |
| Kepada | Informasi |
|---|---|
| Semua Member | Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum |
| Semua Member | Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2) |
| Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda. Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru. Bergabunglah bersama kami! Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum: |
| Pelatihan #50 | ||
|---|---|---|
| Tweet Topic Started: Saturday May 11 2013, 08:00 PM (3,799 Views) | ||
| Lisette Bass | Saturday May 11 2013, 08:00 PM Post #1 | |
|
Day One. Don't you think this Hunger Games will be huge, hmm? Tentu saja akan sangat besar. Pesertanya saja ada empat puluh delapan orang. Dan sebuah kehormatan bagi seorang Lisette Andromeda Bass menjadi salah satu perancang arena tahun ini. Quarter Quell—don't you think so too? Tee-hee. Gadis awal dua puluh tahun itu sedang berada di bangku yang disediakan untuk jejeran orang ternama Capitol, mereka-mereka yang terlibat dengan pembuatan Arena. Pengawasan pelatihan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan namun bagus dijadikan acuan bagi mereka untuk menerka siapa yang bertahan dan siapa yang tidak layak bertahan. Sementara gadis ini sendiri mengeset matanya hanya ke kawanan karier—tentu. Terlebih pilihan karier tahun ini sampai ada delapan orang, dengan beberapa nama yang tidak kalah familiar. DDR, you sure doesn't want to move on, hmm? Sebenarnya tak begitu banyak perubahan di pos-pos yang dilakukan oleh sang gadis dan partnernya lakukan tahun ini. Aron tidak berencana meninggalkan posisinya sebagai perancang arena karena berhasil membuat distrik kesayangan Capitol mengecap kejayaannya lagi, mungkin. Entahlah. Intinya; posnya tak banyak berbeda. Pos pelatihan tahun ini ada sepuluh. Mengantisipasi peserta yang terlalu banyak sehingga satu pos akan dihuni oleh beberapa orang banyaknya. Pos pertama tetap jatuh pada tanaman beracun dan penawarannya. Mungkin untuk tahun-tahun lalu pos ini akan terlihat tidak berguna, namun sedikit spoiler—gadis Bass ini menyukai segala sesuatu yang berbau enak namun mematikan. Racun—adalah salah satu hal dari sedikit yang disukainya secara benar-benar, kau tahu. Pos kedua, pos dimana senjata-senjata bergelatakan rapi dengan beberapa pengawas latihan yang ada. Berbagai macam senjata mulai dari tombak, pedang, gada, trisula, kapak semua senjata berat lengkap baik yang terbuat dari perak, perunggu, bahkan karet. Persenjataan lengkap di pelatihan namun di arena belum tentu demikian. Pos ketiga disediakan pos ketangkasan, pos yang sama dengan dengan pos palang rintangan pada tahun lalu. Disediakan berbagai palang rintangan dengan perangkap-perangkap lengkap dengan pengawasnya yang akan membantu jika dibutuhkan. Pos keempat sendiri adalah pos gulat. Kekuatan selalu yang dipentingkan oleh para karier dan Capitol. Pos ini sendiri terletak didekat tempatnya duduk saat ini. Pos kelima adalah pos kamuflase. Pos dimana mereka diajarkan untuk menyamarkan diri menggunakan bahan-bahan di alam liar. Meski sayangnya—untuk tahun ini, mereka akan mendapat celakanya jika berusaha kabur. Capitol need more blood, darl. Pos keenam adalah pos sasaran. Ketepatan dalam melempar pisau dan ketepatan dalam memanah dibutuhkan di pos ini. Dimana para peserta dapat unjuk gigi dalam kemampuan mengukur ketepatan dan keakuratan mereka. Pos ketujuh sendiri adalah pos dimana mereka akan diajari untuk bertahan hidup di alam liar. Setidaknya Liz berbaik hati membiarkan para peserta itu mengerti bagaimana rasanya bertahan di alam liar dan memanfaatkan hal di sekelilingnya. Pos kedelapan adalah pos angkat beban. Dimana berjejer barbel sederhana hingga bola besi seberat dua puluh kilogram—dia yakin banyak yang punya tenaga berlebih tahun ini. Pesertanya bisa saja melempar dan mematahkan beberapa tulang leher yang lain, kan? Pos kesembilan adalah pos jerat. Pos dimana para peserta dituntun untuk membuat jerat dan menajamkan ketangkasan dan pemikiran mereka untuk mengungguli mereka-mereka yang kuat dan berbadan besar. Liz masih memikirkan anak-anak perempuan untuk hal ini, kau tahu. Dan yang terakhir adalah pos perlindungan. Dimana pos ini diajarkan teknik-teknik perlindungan dalam bela diri dan apa saja yang harus dihindari jika ingin bersembunyi. Walau Liz sendiri yakin mereka tak akan bisa bersembunyi darinya, kau tahu. Tee-hee. Nah cukup lengkap, kan? Baik hati kan, gadis ini? Mari mulai saja latihannya kalau begitu, peserta. Jangan terlalu menumpuk di satu post, 'kay?
Edited by Lisette Bass, Saturday May 11 2013, 08:04 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Replies: | |
|---|---|
| Stephanie White | Wednesday May 15 2013, 10:07 PM Post #101 |
![]()
|
- DUA - “Mau coba duel?” Kepala Eve menoleh begitu ada yang berbicara di dekatnya. Kemudian tatapannya beralih pada setumpuk persenjataan lengkap yang terlihat mengerikan. Trisula, pedang, tombang—mereka semua tampak menyeramkan di mata Eve. Tentu saja, karena ia tak pernah menggunakan senjata tersebut di rumah. Ia hanya menggunakan pedang atau panah untuk berlindung. Selain itu, ia baru melihat senjata mengerikan tersebut di pelatihan ini. Ayah dan ibu, termasuk Clause, melarang adanya senjata tajam yang tak berguna di rumah. Jadi jangan harap Eve dapat memegang semua itu tanpa gemetaran. Belum tentu juga ia bisa mengangkat senjata-senjata tersebut dengan benar. Yang ada malah kemungkinan besar melukai diri sendiri akibat ceroboh. Sesaat Eve ragu dan ingin pindah ke pos lain. Ia belum siap memegang senjata ini. Namun bagaimana pun juga ia harus tetap belajar di semua pos. Paling tidak, ia harus tahu dasar-dasar menggunakan senjata selain pisau. Siapa tahu malah sangat berguna di Arena. Kemudian tangan kecilnya mengambil sebuah pedang tanggung, tidak terlalu panjang ukurannya. Eve menimbang senjata itu sejenak, mencoba mencari posisi yang pas untuk memegang dengan kedua tangan. "B-boleh. Tapi kau ajari aku menggunakan pedang, asal jangan sampai aku terluka," cicitnya pada Haymitch Abernathy, peserta dari distrik dua belas. Nah, nah, bahkan suaranya saja sudah tidak stabil. Gadis White itu mempersiapkan posisinya untuk berduel dengan Haymitch. Itupun kalau mau, kalau tidak, ia bisa menggunakan manekin yang tersedia untuk sekedar melatih genggaman tangannya. Haymitch, may I? |
![]() |
|
| Ethan Nestor | Wednesday May 15 2013, 11:05 PM Post #102 |
![]()
|
Pelatihan, huh? Matanya memandangi peserta lain yang sudah bergerak menuju pos yang mereka minati. Ada sepuluh pos, di mana setiap pos mengasah kemampuan masing-masing peserta. Tak hanya kemampuan khusus, mungkin ada di antara mereka yang tidak menguasai hal-hal tertentu sehingga menganggap pos tersebut sebagai latihan dasar mereka. Yang tidak kenal tumbuhan beracun, silakan menyicipi secara random tanaman yang tersedia di sana. Kalau selanjutnya kau mati, berarti tumbuhan tersebut memang beracun dan sayang sudah terlambat untuk memberi penawarnya. Ethan sendiri masih berdiri di tempatnya, meneliti satu per satu pos yang terlihat menarik. Sepertinya pos ketangkasan dapat meningkatkan kemampuannya untuk melewati rintangan. Tetapi pos-pos lain cukup menggoda. Pos senjata, contohnya. Berbagai jenis macam senjata tersedia di sana. Tajam? Tentu saja. Mungkin bisa ia coba untuk merobek perut peserta—ups, maksudnya manekin yang digunakan sebagai latihan. Ia harus mengenal satu per satu senjata tersebut agar tak terlihat bodoh jika menemukan di Arena. Siapa tahu dapat digunakan untuk mempertahankan nyawa, toh? Bahkan ia sendiri tak tahu apakah senjata itu sungguhan atau bukan. Baiklah, baiklah, daripada dikatakan peserta gabut, alias hanya diam saja tanpa ikut berlatih, akhirnya Ethan melangkahkan kakinya menuju salah satu pos. Ia pilih saja secara acak, sesuai dengan kemampuannya. Lagipula nantinya ia harus menuju pos-pos lain untuk mengasah kemampuan. Memalukan sekali jika Karier terlihat bodoh di hadapan peserta lain. Namun bukan berarti Ethan akan berniat pamer. Tidak. Ia bukan pribadi seperti itu. Lebih baik ia berlatih sendiri, kalaupun ada yang bergabung diperbolehkan, asal jangan terlalu berisik atau akan ia sumpal mulut mereka dengan apapun yang ada di tempat pelatihan. Pos [result]2&2,1d10,0,2&1d10[/result] |
![]() |
|
| Remy Browning | Thursday May 16 2013, 08:12 PM Post #103 |
![]()
|
Enam Panjang lebar, tapi hilang, ya sudahlah. "UAH! Kak Altessa!" Lambai-lambai kegirangan pada gadis satu lagi yang dari distrik enam seperti dirinya. Rasanya Remy tambah senang sekali bisa sama-sama berkumpul dan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik, Remy jadi ingat sama Mamah. Mamah Remy masih cantik loh, masih muda, bahkan mungkin nanti ketika Remy pulang Mamah bakalan kasih Remy adik yang lucu dan menggemaskan. Pasti menyenangkan kalau nanti Remy bisa bermain sama adik kecil, makan permen sama-sama, bahkan bisa sama-sama baca buku cerita. Tapi kalau Remy tidak pulang dan ke surga bagaimana ya? Mungkin adiknya saja sesekali jenguk Remy ke surga. Kata Mamah dulukan surga itu tidak jauh. Tapi surga itu apa sih sebenarnya? "Meleset saja keren, bagaimana kalau kena ya." Remy kecil terkagum-kagum melihat lesatan panah dari kakak distrik delapan.Keren dan kelihatannya gagah sekali. Dengan mata berbinar dan serius, bocah keriting surai merah itu mengangguk-angguk memperhatikan dan mendengar dengan seksama penjelasan sederhana dari kakak cantik yang barusan main panah. "Begitu." Ia mengangguk kegirangan. "Remy akan coba deh kak, doakan Remy ya." Tapi nanti dulu, pilih panahnya yang tidak terlalu tajam saja, takut salah sasaran. "Memang enak kok kak, semua makanan di Capitol memang sangat enak." Remy terkikik geli mendengar komentar kakak Coral. Tidak lama, karena sesaat kemudian desingan pisau yang dilempar gadis distrik enam itu membuatnya terkejut. "Ke-keren kak!" Mendadak bocah kecil itu merinding. "Tapi kok seram ya, mengerikan kalau pisaunya kena orang." Remy jadi takut mencoba panah deh, tapi ya sudahlah, tinggal tarik dan melesat saja kenapa tidak dicoba. Kak Altessa, Kak Kristeen, Kak Coral, |
![]() |
|
| Kyle Blackthorn | Thursday May 16 2013, 08:50 PM Post #104 |
![]()
|
POS 2 Dari satu pindah ke dua. Kyle belum puas sebenarnya dengan semua pelajaran yang didapatnya dari pos satu. Masih ada banyak hal yang ingin dipelajarinya, tapi sadar kalau dia terlalu lama di pos satu, dia tidak akan punya waktu untuk mengunjungi pos lain, yang mungkin juga berguna untuk memperlama waktu hidupnya di arena nanti, kan? Keluar dari pos satu, lihat-lihat ke sekeliling dan yang menarik dan terlihat sangat berguna adalah pos kedua. Cukup ramai juga di sana. Setidaknya ada peserta lain yang berlatih di sini, alih-alih sendirian seperti di pos satu tadi. Dia tidak kenal semua sih. Lupa semua namanya. Tapi ada satu yang sempat menjadi sasaran lempar cupcakesnya kemarin. Bolehlah disapa peserta yang itu disapa. Siapa ya namanya kemarin. Mirip-mirip dengan nama makanan, kalau tidak salah. Dicoba sapa dulu saja. "Nastar, bukan?" Ambil satu tombak lalu mencoba gerakan menusuk. Ethan Nestor |
![]() |
|
| Altessa Lychnia | Thursday May 16 2013, 09:12 PM Post #105 |
![]()
|
p o s - 6 Hm, nggak tahu, kapan lagi pisau lempar ini akan meleset lagi apa tidak. Pisau yang ia lempar sebenarnya hampir mengenai saran, namun kemudian jatuh. Kalau dia beralih ke panah, rasanya akan sangat berbeda. Dia tidak terlalu menyukai senjata itu, lagipula, kelihatan lebih ribet. Pisau itu ringan, dan bisa dibawa kemana saja. Jadi mana tahu kalau Altessa ternyata membawa pisau dan lalu membunuh seseorang diam-diam di Arena? Hush. Pikirannya sudah cukup jauh, padahal belum menyentuh Arena. Entah mengapa, tapi beberapa orang yang berada di pos keenam ini--contoh saja gadis Delapan, yang memakai panah itu. Meleset, tapi hebat di pelupuk mata Lychnia muda itu. Altessa sendiri baru belajar dan sebenarnya sedang belajar dan berjuang agar pisaunya benar-benar menancap di sasarannya. Altessa sedikit mengalihkan perhatiannya dari sasaran-sasaran itu, melambaikan tangannya pada Remy Browning, peserta termuda dari Enam--atau mungkin, paling muda dari empat puluh delapan peserta tahun ini--yang rasanya sedih juga. Altessa cukup yakin kalau, Remy belum mengetahui arti sebenarnya dari kematian. Remy itu masih muda. Baik Altessa, Coraline ataupun pemuda Braelyx itu tahu pasti. Umur Altessa sudah menjelang tujuh belas tahun, menyadari betapa bahaya hidupnya sekarang ini, ha. Kembali ke urusan melempar pisau ini. Kalau lebih lama lagi, sepertinya Altessa lebih baik pindah. Agak penat pula, berlama-lama di pos yang sama. Mungkin dia akan ke pos jerat atau pos tanaman beracun, atau pertahanan hidup? Ah, rasanya, Altessa mengerti cara menyalakan api dengan batu. Itu diajarkan oleh ayahnya, di padang rumput kesayangannya. Fokus sebentar, lalu lempar. Menancap atau tidak? [result]4&4,1d10,0,4&1d10[/result] |
![]() |
|
| Mario Spielberg | Thursday May 16 2013, 09:41 PM Post #106 |
![]()
|
POS TUJUH “Tidak masalah, memang salah ku tidak menyapa kalian yan sudah lebih dahulu.” Berusaha tersenyum dengan seramah mungkin memang sulit bagi Spielberg muda yang jarang berinteraksi dengan orang lain. Tidak, Mario bukan pendengki busuk yang bisa-bisanya berfikirian membunuh orang, mencaci dan sumpah serapah dalam hati dan terlihat sangat tidak manusiawi dan tidak masuk akal sama sekali. Mario Spielberg hanya saja memang tidak bisa ramah karena memang tipe yang pendiam. Berusaha tersenyum pada pemuda sepuluh dan gadis yang mungkin juga dari sepuluh serta pemuda yang bernama belakang sama dengan pemenang tahun lalu adalah tantangan baginya. Ya tidak ada salahnya beramah tamah sebelum nanti ia tewas di arena, mungkin. “Lagipula kau juga melewatkan dia.” Menujuk salah satu pemuda yang juga berada di pos yang sama mereka. Dua belas sepertinya, Mario memang tidak terlalu ingat dengan jelas. Bukankah memang sulit mengingat empat puluh delapan orang kalau orang itu hampir sama dengan yang lainnya? Kecuali ya seperti teman satu distrik atau beberapa orang dengan postur berbeda dia bisa ingat. Sudahlah, mari dengarkan instruksi dari pemandu, bergabung dengan mereka yang sedang berlatih dan cepat menyelesaikan pos ini supaya bisa berpindah ke pos lainnya. Setelah itu? Ya pulang lagi ke lantai tujuh dan beristirahat, dia tidak seantusias yang lain omong-omong. |
![]() |
|
| Patricia Bronwyn | Thursday May 16 2013, 09:51 PM Post #107 |
![]()
|
Pos #2 - Post Pertama Bisa dibilang pos yang selanjutnya ia kunjungi ini naik tingkat. Jerat ternyata bukan penghalang untuknya, malah sangat membantu, dan akan ada kemungkinan di arena nanti ia akan membuat jerat. Mungkin, seandainya ia selamat dari mandi berdarah dan membawa perlengkapan yang cukup. Dan yang pasti, selain artibut untuk membuat jerat seperti tali ia pasti akan berpikiran untuk mengambil senjata sebelum terjun bebas ke bagian arena yang lebih dalam. Nah, di sini ia akan cari tahu senjata mana yang cocok untuknya. Pos ini menakutkan—kalau saja letaknya bukan di tempat pelatihan. Cotohnya, di rumah seseorang. Biarpun senjata bisa melindungi, tapi kenyataan adanya lemari penuh senjata di sebuah rumah bisa berarti lain. Dan itu tidak selalu positif, bahkan kesan awalnya cenderung negatif. Tak akan ada tamu yang mau datang ke rumah itu. Dan anggap saja sekarang Patricia sedang berkunjung ke sebuah rumah yang mempunyai koleksi senjata lengkap. Begitu masuk, bilah-bilah tajam dari pedang dan kapak langsung menyambutnya. Perumpamaan yang epik. Kalau begitu lebih baik hadapi kenyataan saja daripada pakai acara perumpamaan. Semua yang tersedia di sini adalah senjata tajam, dan secara teknis tidak ada yang menarik perhatiannya. Tapi tidak bergerak sama sekali di pos yang ramai ini membuatnya merasa lemah. Jadi secara asal ia mengambil satu senjata—sambil memejamkan mata, dan begitu matanya kembali terbuka ia mendapati ada kapak di tangannya. Agak berat, ya. Tangannya berkeringat pula.. Buk! .. dan kapaknya jatuh, nyaris kena kaki. Op-in (._. ) cmiiw (...) |
![]() |
|
| Mario Spielberg | Thursday May 16 2013, 10:59 PM Post #108 |
![]()
|
Pos tujuh #3 Oh ayolah, Mario memang bukan orang yang memiliki rasa antusiasme yang tinggi. Tapi pos tujuh menurutnya tetap saja kurang menarik. Sesekali menghela nafas samar supaya tidak terlalu kentara, Spielberg muda itu menelaah kata demi kata dari pemandu dalam pos tujuh yang ia datangi. Mencoba memperaktekkan beberapa dan mencoba memahami saja tanpa langsung terus menyentuh. Sejujurnya Mario bukan bermaksud meremehkan atau semacamnya, tapi toh sepertinya memang tidak seheboh di pos sebelah yang terdengar desingan anak panah, atau pos gulat disana. Mungkin saja Mario bisa jadi lebih menghargai latihan kalau mencoba pos disana. Maaf saja, ia tidak bermaksud meremehkan ilmu, hanya mungkin minatnya saja yang kurang. “Baiklah, aku sudah bisa dan paham sepertinya.” Mengeluarkan kalimat yang berusaha dibuat sesopan mungkin pada pemandu pos tujuh seraya menundukkan kepala hormat. Ya, pemuda usia tanggung itu sering belajar tata krama dari keluarganya. Mario masih termasuk golongan pemuda yang perduli terhadap orang yang lebih tua tentu saja. Memberikan senyuman ramah yang canggung kemudian menoleh sekilas pada beberapa orang yang berada di dalam pos tujuh. Sepertinya beberapa masih betah berlama-lama di dalam pos ini, tapi ia lebih memutuskan untuk melanjutkan latihan. Jadi pos mana selanjutnya? Bagaimana kalau pos yang terlihat menyenangkan dari kejauhan saja. pos selanjutnya [result]5&5,1d10,0,5&1d10[/result] (kalau hasilnya 7, ditambah [result]1&1,1d3,0,1&1d3[/result]) |
![]() |
|
| Colleen Roosophire | Friday May 17 2013, 02:33 AM Post #109 |
![]()
|
Pos 4-Post #5 Bosan. Dirinya bosan sekali. Gadis dari Tiga itu sudah tidak menarik untuk dimainkannya. Gadis bersurai hitam itu hanya membuang-buang waktunya saja, dimana gadis pirang itu bisa berlatih di pos lainnya. "Sudahan ya? Aku sudah bosan." Ucapnya sambil menguap kecil. Tangan kanannya diangkat untuk menutupi uapan mulutnya. Manner. Maniknya berputar, ia masih melihat pemuda Tommy itu di pos empat ini, juga dengan pemuda berkulit gelap itu. Kok pada betah ya di pos ini? "Bye for now." Tangan kanannya melambai-lambai pada si gadis dari Tiga, sambil memberikan senyuman ramah. Mungkin mereka bisa berteman dulu sebelum memasuki arena. Lebih baik memiliki seribu teman, dari pada seribu musuh, bukan? Tungkainya berjalan meninggalkan pos gulat tersebut. Maniknya menatap ke pos-pos lainnya yang belum ia datangi. Seperti yang ia duga, waktunya terbuang banyak di pos empat itu. Menyebalkan. Jadinya sekarang Colleen harus mengejar ketinggalannya deh. Gadis pirang dari Satu itu melihat peserta-peserta lain yang sudah berlatih, dan sudah berpindah-pindah pos. Membuat dirinya iri saja. Cemberut, tungkainya melangkah ke pos yang diinginkan olehnya dari awal sesi latihan, pos dua. Pasti pos ini jauh lebih menarik dari pos empat. Pindah ke pos dua. Op-in |
![]() |
|
| Kristeen Franscois | Friday May 17 2013, 08:06 AM Post #110 |
|
Pos 6 Pusat pelatihan semakin ramai karena hampir seluruh peserta datang di hari pertama. Kebanyakan masih senang berpindah dari satu pos ke pos yang lain, atau mereka yang terlalu senang bergulat sepagi ini (kalau dia mungkin akan merasa mual apalagi setelah sarapan), rasanya seperti mengocok isi perut saja, atau seperti dia dan hampir seluruh peserta dari enam berdiri di lintasan sasaran yang sekarang mulai di datangi beberapa orang tambahan. Sekarang tangannya menarik dua buah anak panah dari rak. Ingin mencobanya lagi siapa tahu tembakkannya kali ini bisa tepat mengenai sasaran, setidaknya tidak percuma kan sejak tadi latihan di pos ini. Toh ia belum tertarik mengganti senjata, sepertinya pisau dan tombak terlalu menakutkan untuk digunakan pada percobaan pertama. Akan sangat bodoh jika tiba-tiba di diskualifikasi karena dengan tidak sengaja menacapkan pisau lempar di kepala peserta lain bahkan sebelum arena dibuka. Tsk. Kakinya lagi-lagi bergerak menuju lintasan. Kali ini ia membiarkan orang-orang dari enam itu berkerumun dengan sesamanya, mungkin karena terlalu senang berada dalam satu tempat latihan yang sama. Lagipula dua gadisnya juga sudah mulai mencoba pisau lempar yang suara desingannya selalu membuat kupingnya terganggu. Oke, Tinggal fokus saja pada sasarannya. Anak panah pertama ia kaitkan pada senar, dan yang satunya diselipkan kedalam sepatu boots kulit yang dipakainya. Seperti tadi, mata anak panahnya diarahkan pada titik merah bagian jantung, bagian paling vital tubuh semua makhluk hidup. Ia tarik kuat-kuat sampai tangannya mulai terasa kebas. Lalu dilepaskan cepat. Ia menarik anak panah kedua tanpa memperhatikan anak panah pertama, lagipula ia tidak yakin benar dimana sebelumnya panah itu menancap. “Aku pindah ya,” Tangannya mengacak-acak pelan puncak kepala Remy. “Kalau kau sudah coba dan sasarannya kena beritahu aku,” Melambai singkat lalu tersenyum pada ketiganya. Remy, Senyum ke Coraline-Altessa. [result]7&7,1d10,0,7&1d10[/result], [result]6&6,1d10,0,6&1d10[/result] (Genap kena sasaran) |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic » |















9:33 PM Jul 11