Welcome Guest [Log In] [Register]

MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR



[ INACTIVE ]
TERM 9: 2193 - 2194




[+] Topik AU: 4/5
[+] Visualisasi Asia: 3/3
[+] Capitol: 5/5
[+] Distrik Satu: 4/5
[+] Distrik Dua: 4/5
[+] Distrik Empat: 5/5
[+] Distrik Tiga Belas: 2/5
[+] Balita/Dewasa: 5/5



IndoCapitol


TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL
PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH
PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI
TRAINING CENTER || ARENA




Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain.

PEMENANG
HUNGER GAMES 54



{DISTRIK 1}



KREIOS EPHRAIM


MUSIM PANAS



21,3° - 23,6° C
21 Juni - 20 September
Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan.



WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (JAKARTA)




Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

TWITTER & CHATBOX


Twitter
Chatbox



FORUM LOG
Waktu Update
Sabtu, 11 April 2015 Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out!

PEMBERITAHUAN
Kepada Informasi
Semua Member Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum
Semua Member Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2)
Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda.

Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru.

Bergabunglah bersama kami!

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum:


Username:   Password:
Locked Topic
Pelatihan #50
Topic Started: Saturday May 11 2013, 08:00 PM (3,798 Views)
Lisette Bass

Day One.

Don't you think this Hunger Games will be huge, hmm?


Tentu saja akan sangat besar. Pesertanya saja ada empat puluh delapan orang. Dan sebuah kehormatan bagi seorang Lisette Andromeda Bass menjadi salah satu perancang arena tahun ini. Quarter Quell—don't you think so too? Tee-hee.

Gadis awal dua puluh tahun itu sedang berada di bangku yang disediakan untuk jejeran orang ternama Capitol, mereka-mereka yang terlibat dengan pembuatan Arena. Pengawasan pelatihan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan namun bagus dijadikan acuan bagi mereka untuk menerka siapa yang bertahan dan siapa yang tidak layak bertahan. Sementara gadis ini sendiri mengeset matanya hanya ke kawanan karier—tentu. Terlebih pilihan karier tahun ini sampai ada delapan orang, dengan beberapa nama yang tidak kalah familiar.

DDR, you sure doesn't want to move on, hmm?


Sebenarnya tak begitu banyak perubahan di pos-pos yang dilakukan oleh sang gadis dan partnernya lakukan tahun ini. Aron tidak berencana meninggalkan posisinya sebagai perancang arena karena berhasil membuat distrik kesayangan Capitol mengecap kejayaannya lagi, mungkin. Entahlah. Intinya; posnya tak banyak berbeda. Pos pelatihan tahun ini ada sepuluh. Mengantisipasi peserta yang terlalu banyak sehingga satu pos akan dihuni oleh beberapa orang banyaknya.

Pos pertama tetap jatuh pada tanaman beracun dan penawarannya. Mungkin untuk tahun-tahun lalu pos ini akan terlihat tidak berguna, namun sedikit spoiler—gadis Bass ini menyukai segala sesuatu yang berbau enak namun mematikan. Racun—adalah salah satu hal dari sedikit yang disukainya secara benar-benar, kau tahu. Pos kedua, pos dimana senjata-senjata bergelatakan rapi dengan beberapa pengawas latihan yang ada. Berbagai macam senjata mulai dari tombak, pedang, gada, trisula, kapak semua senjata berat lengkap baik yang terbuat dari perak, perunggu, bahkan karet. Persenjataan lengkap di pelatihan namun di arena belum tentu demikian.

Pos ketiga disediakan pos ketangkasan, pos yang sama dengan dengan pos palang rintangan pada tahun lalu. Disediakan berbagai palang rintangan dengan perangkap-perangkap lengkap dengan pengawasnya yang akan membantu jika dibutuhkan. Pos keempat sendiri adalah pos gulat. Kekuatan selalu yang dipentingkan oleh para karier dan Capitol. Pos ini sendiri terletak didekat tempatnya duduk saat ini. Pos kelima adalah pos kamuflase. Pos dimana mereka diajarkan untuk menyamarkan diri menggunakan bahan-bahan di alam liar. Meski sayangnya—untuk tahun ini, mereka akan mendapat celakanya jika berusaha kabur.

Capitol need more blood, darl.

Pos keenam adalah pos sasaran. Ketepatan dalam melempar pisau dan ketepatan dalam memanah dibutuhkan di pos ini. Dimana para peserta dapat unjuk gigi dalam kemampuan mengukur ketepatan dan keakuratan mereka. Pos ketujuh sendiri adalah pos dimana mereka akan diajari untuk bertahan hidup di alam liar. Setidaknya Liz berbaik hati membiarkan para peserta itu mengerti bagaimana rasanya bertahan di alam liar dan memanfaatkan hal di sekelilingnya. Pos kedelapan adalah pos angkat beban. Dimana berjejer barbel sederhana hingga bola besi seberat dua puluh kilogram—dia yakin banyak yang punya tenaga berlebih tahun ini. Pesertanya bisa saja melempar dan mematahkan beberapa tulang leher yang lain, kan?

Pos kesembilan adalah pos jerat. Pos dimana para peserta dituntun untuk membuat jerat dan menajamkan ketangkasan dan pemikiran mereka untuk mengungguli mereka-mereka yang kuat dan berbadan besar. Liz masih memikirkan anak-anak perempuan untuk hal ini, kau tahu. Dan yang terakhir adalah pos perlindungan. Dimana pos ini diajarkan teknik-teknik perlindungan dalam bela diri dan apa saja yang harus dihindari jika ingin bersembunyi. Walau Liz sendiri yakin mereka tak akan bisa bersembunyi darinya, kau tahu. Tee-hee.

Nah cukup lengkap, kan?

Baik hati kan, gadis ini? Mari mulai saja latihannya kalau begitu, peserta. Jangan terlalu menumpuk di satu post, 'kay?


  • Perhatikan deskripsi saya baik-baik.
  • Gunakan dice roll [ roll ] 1d10 [ / roll ] pada post pertama kalian untuk pos pelatihan kalian. Hilangkan spasi. Hasil yang didapat, itulah post latihan kalian.
  • Diperbolehkan untuk ganti post setelah setidaknya post tiga kali dalam topik ini. Pos selanjutnya (setelah tiga post pertama kalian) dibebaskan kepada kalian.
  • Terbuka hanya untuk peserta.
  • Diizinkan untuk interaksi antar peserta namun hanya dengan orang yang berada di post yang sama. Diperbolehkan datang bersama teman sedistrik.
  • Deskripkan ada pemandu di setiap posnya dan diperbolehkan berinteraksi dengan mereka. Karakter yang ada sebagai pemandu adalah karakter fiktif.
  • Kurang jelas? Silahkan layangkan pertanyaan ke sini atau ke twitter IC.
  • 'Appy roleplaying, guys! ; )
Edited by Lisette Bass, Saturday May 11 2013, 08:04 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Replies:
Madeleine Lethbridge
Member Avatar

post #1 – pos #5




Pos lima—pos yang ia pilih untuk tempat ‘mampir’ sementara. Ini bukan pos favorit, sepertinya, melihat tidak begitu banyak tributes yang memilih tempat ini untuk pelatihan—yang ia yakin sebetulnya hanya ajang pamer bakat dan kemampuan—, dan lebih malah lebih banyak terlihat bergerombol di pos-pos sebelah. Judul tempat ini pos kamuflase, pelatihan untuk menyamarkan diri semasa di Arena kelak. Kaubisa lari, tapi tak bisa sembunyi adalah pepatah yang mungkin bisa digubah menjadi kaubisa sembunyi, tapi tak bisa lari di sini. Karena sebelum bisa lari, kakimu barangkali sudah putus, tercincang dan tergolek bisa di semak, bisa di balik rumpun tanaman liar, di mana saja—versi hiperbolanya, dijadikan santapan sesama tributes sebab kekurangan sumber pangan.

“Hallo,”

Itu sapaan formal untuk pembina yang tampak senang akhirnya kedatangan pengunjung. Madeleine diam, sekadar menuruti mau pembina itu yang menuntunnya ke dalam ruangan berisikan aneka varian cat-cat dan kuas. Madeleine dijelaskan sederhana dan ringkas namun terperinci mengenai apa yang bisa dia lakukan untuk menyamar. Tips kecil yang bilangnya jangan diberitahu pada siapapun—ha, liar, Madeleine tahu bila pembina itu pun memberitahu tributes lain. “Aku tidak bisa melukis.” Tutur Madeleine jujur. Jika ada hal yang paling dikuasai Madeleine, ialah bertarung jarak jauh. Pistol, senapan, atau busur, well, lebih mudah beradaptasi dengan tangan gadis mungil ini alih-alih pedang—apalagi kuas dan cat-cat yang baru kali pertama ini ia geluti.



"Kamu yakin aku bisa menguasainya dalam rentang waktu sebentar?"



EtA: salah nomor post [....]
Edited by Madeleine Lethbridge, Friday May 17 2013, 10:26 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Mario Spielberg
Member Avatar

POS LIMA #1


“Percaya atau tidak kau pasti bisa menguasainya dengan cepat.”

Ah, Mario Spielberg sudah bisa menimbrung omongan orang, tidak disangka. Ternyata selain pengetahuan tentang ilmu beladiri dan semacamnya bertambah, ia mendapat keuntungan lain selama terpilih menjadi peserta Hunger Games. Ya, dia bisa menyapa seseorang, diingat oleh orang lain, bahkan barusan ia menyela pembicaraan seorang gadis dengan pemandu pos lima ini tanpa basa-basi. Gadis karier? Sepertinya begitu. Entah kenapa tapi yang satu ini dia bisa ingat jelas, mungkin karena gadis ini satu-satunya karier yang terlihat rapuh, bahkan sempat terlintas di fikiran Mario untuk melindunginya.

“Aku ikut berlatih disini.”

Menunduk sebagai pemberian salam pada pemandu yang menyambutnya dengan senyumanj hangat menenangkan. Well, tidak buruk juga keputusan mengambil pos kamuflase dalam pilihannya. Spielberg muda itu mengamati satu persatu peralatan yang ada disana dan mendengar secara mendetail penjelasan dari pemandu pos lima. Sulit? Sepertinya, karena melukis bukan hal mudah bagi pemuda usia tanggung itu. Ia lebih memilih mengangkat beban berat atau menggunakan kapak yang jelas ia temui di distriknya daripada bergelut menyamar dan bersembunyi. Lantas mengapa dia bisa yakin gadis karier itu bisa? Ya tentu saja karena mereka karier, pasti mereka punya kemampuan lebih dari distrik biasa seperti dirinya bukan? Well,hanya mengambil kesimpulan dari semua tayangan Hunger Games tahun lalu.

“…”

Ambil cat dan kuas, kemudian apa yang akan kau lakukan, Mario?
Madeleine
Offline Profile Goto Top
 
Remy Browning
Member Avatar

Pos 6 ke 9

“Kak Coral tidak mau coba panah?”

Ini murni karena Remy kecil takut melihat sang kakak dari distrik enam memainkan pisau. Entahlah tapi kelihatannya mengerikan, seolah Kak Coral akan melukai seseorang. Bocah cilik surai keriting itu merinding sesaat sebelum ia merentangkan busur panah yang ia pegang kemudian sang gadis dari distrik delapan mengacak surai keritingnya dan mengatakan bahwa sang kakak akan ke pos lain. Jadi sudah mau berpindah pos ya? Baiklah Remy coba dulu satu kali sebelum pindah pos lain, karena kalau cuma teori saja hasilnya tidak akan sempurna kan?

“Wah! Kena!”

Iya kena, tapi kena papan bawahnya. Tidak masalah kan ya? Setidaknya Remy kecil berhasil membuat anak panahnya melesat meski tidak bisa tepat. Berarti sama saja misalnya dia berburu rusa, dirinya bisa mengenai kaki rusa meski cuma kukunya. Tapi kalau membayangkan memburu rusa kok rasanya tidak tega ya? Mereka kan juga cuma ingin hidup biasa dan bahagia seperti manusia, rasanya tidak tega kalau diburu bahkan dibunuh. Tapi sudahlah, tadi yang Remy bidik kan cuma papan sasaran biasa. Kalau benar-benar makhluk bernyawa bisa-bisa Remy kena marah mamah.

“Kak lihat, kena loh!” Lompat kegirangan dan tertawa sambil menoleh pada kakak distrik enam kemudian menoleh ke pemandu yang mengangguk padanya. Rasanya menyenangkan kalau berhasil, Remy rasanya ingin cepat mencari kakak Kristeen dan bilang kalau Remy berhasil. Tapi di pos mana omong-omong? Sudahlah, mungkin sebaiknya Remy pilih pos secara acak saja, siapa tahu bisa ketemu disana.
Offline Profile Goto Top
 
Antonio Shadowsong
Member Avatar

[POS 2] - 2

Antonio melirik ke arah seorang bocah yang berbicara sambil memasuki pos dua. Seketika itu juga Antonio sadar kalau ia tidak sepenuhnya sendiri, sebelumnya pun ada seorang anak perempuan yang tadi diajak duel dengan seseorang yang pernah ia ingat sebagai tribute dari Distrik Dua Belas (kalau tidak salah, oke). Ditambah lagi dua orang yang baru masuk itu, tampaknya akan semakin ramai.

Dan berpotensi membuat guncang Gunung Ketenangannya.

Namun dirinya masih belum ingin membuka jahitan tak kasat mata di mulutnya untuk menyambut kedatangan dua orang itu, ataupun menyapa dua orang lainnya yang akan berduel. Oh, ada lagi yang datang, dan karena gugup ia menjatuhkan kapaknya.

Gugup mati, no?

Antonio menggeleng sedikit, mencoba kembali memfokuskan pikirannya pada boneka target yang lainnya, menebas satu boneka target di bagian dada. Tak lama, ia meletakkan senjatanya kembali ke tempatnya dan mengambil sepasang pedang kembar. Senjata yang sempat menarik perhatiannya sejak tadi.

"Mohon bantuannya." sekali lagi, mengucapkan kalimat itu kepada pengawas pos.

Pedang kembarnya diputar menjadi posisi siap sedia, matanya kembali tertuju pada salah satu boneka target yang masih utuh. Tempo pada langkah kakinya meningkat, mengeluarkan sejurus untuk membuat boneka target tercabik-cabik. Jangan lupa, tebasan kencang pada dua tangan si boneka target.

"..."

Ini semakin seru saja.

Deskrip beberapa penghuni pos 2 (Kyle Blackthorn, Ethan Nestor, Haymitch Abernathy, Stephanie White, dan Patricia Bronwyn), pasif, tapi op-in kok, toel aja
Offline Profile Goto Top
 
Madeleine Lethbridge
Member Avatar

post #2 – pos #5


Ia menoleh, memandang seorang pemuda dengan kepala meneleng penuh tanda tanya. Madeleine, well, tidak mengenal pemuda itu dengan baik—selain cuman sebatas tahu distrik tempat pemuda itu bermula. Tujuh—dan itu bilang-bilangnya adalah nomor keberuntungan. “Bagaimana kamu bisa seyakin itu? Kamu sedang over-estimating lawan atau meremehkan pos ini?” Langkah Madeleine, well, secara refleks mundur kendati tahu bahwa ia tak mungkin dicelakakan di sini. Intuisi, katakanlah, adalah kini satu-satunya hal yang bisa Madeleine percaya.

Namun sadar tidak sedang dalam bahaya, Madeleine kembali mengambil langkah maju. Tidak mau terlihat lemah dan kemudian menjadi penyebab distriknya mendapat gunjingan tidak sedap. “Ho, kukira para lelaki cuman berminatnya dengan pos adu-kuat saja,” tidak tahu harus melakukan apa, ia lalu hanya mengikuti apa-apa yang pemuda itu lakukan. Lagi pula, pembina pos tampak tidak menuai protes apa pun dengan apa-apa yang dilakukan.

“Lalu?”

Secara bergantian, ia memandang kuas dan cat serta pemuda itu. Namun tetap, tak ada yang terjadi. “Coba dulu dengan tangan.” Madeleine turut mengambil sebuah kuas. Luwes, ia membuka tutup cat yang disediakan. Ujung-ujung kuas yang berserabut halus ia celupkan ke dalam genangan cat sewarna biru laut, dan lalu dengan lancang, —ya, mengoleskannya ke tangan pemuda itu untuk contoh. “Apa seperti ini?” polos, ia menoleh ke pembina, murni bertanya.




kalau dianggap godmod dan tidak berkenan, PM saja, ya. ‘ ‘/
Offline Profile Goto Top
 
Coraline Estelle
Member Avatar

ENAM—

Terlalu jauh. Baru saja Coraline Estelle kembali mencoba untuk menancapkan pisau-pisau tajam itu ke papan sasaran. Hasilnya tidak terlalu bagus, percobaan pertama sepertinya jauh lebih baik ketimbang percobaan kedua. Indera pendengaran dara Estelle itu sempat mendengar suara dari Remy, yang nampaknya sedikit ketakutan. Mungkin kaget karena Cora bisa berbuat seperti ini, karena bisa dilihat dari luar Cora terlihat seperti seorang gadis perempuan yang tidak pernah berurusan dengan senjata tajam. Sekalinya berurusan dengan senjata tajam malah membuat seorang anak di bawah umur ketakutan. Sebuah rekor, kah?

Dirinya tidak mendengarkan saran Remy untuk mengganti senjatanya dengan panah. Mungkin lain kali ia bisa menggunakan panah, di pelatihan selanjutnya mungkin, pelan-pelan saja tidak perlu terlalu terburu-buru. Ujung matanya menangkap anak panah dari bocah berambut merah yang ada di dekatnya itu. Tepat mengenai sasaran, papan di bawah sasaran maksudnya. Sebuah senyum ia ulas dan tangannya sontak mengacak-acak rambut peserta paling muda di Hunger Games ini. Bisa diartikan itu adalah ucapan hebat dari Cora.

Remy kemudian meninggalkan pos Enam. Berarti tinggal Cora sendirian? Mungkin Remy ingin memberi tahu kepada gadis dari Distrik Delapan kalau dia sudah berhasil mengenai sasaran. Polos. Seakan dia tidak tahu bahwa diam-diam ia adalah sasaran empuk bagi para peserta dari Karier. Biarlah. Toh Remy tetap akan masuk surga apapun yang terjadi, iya kan?


Kenapa jadi, mellow.

Dara Estelle kembali mengambil ancang-ancang untuk melempar pisau. Kali ini ia sendiri tidak menetapkan target bahwa dia harus berhasil menancapkan pisau yang ada di tangan kanannya sekarang itu ke papan sasaran. Dia agak bosan main lempar-lemparan terus. Mungkin setelah ini ia bisa pindah ke pos yang lain, yang tidak berhubungan dengan senjata dan adu kekuatan.
Offline Profile Goto Top
 
Urie Tommy
Member Avatar

Pos 4
Post #2


“Keberatan untuk bergulat denganku, Urie?”

Ada yang memanggil namanya. Suara berat, alias pria. Hahh, padahal dia masih ingin memerhatikan tiga cewek bergulat. Lumayan untuk cuci mata. Ketika ia lihat sosok si sumber suara, kedua mata bulatnya sempat membesar selama nol koma sekian detik. Pria dari Lima. Urie tidak tahu namanya, maaf. Tinggi badannya memang kurang lebih sama seperti Urie, tapi penampilannya... oh, entahlah. Sepertinya berbahaya.

"Kebetulan aku sedang lowong. Biarlah para wanita bermain dengan sesama mereka, Bagaimana?”

Mati kau, Urie. Ditungguin, tuh.

Urie menelan liurnya. Mau bagaimana lagi? Dirinya sudah sampai di pos gulat, masa' mau berkilah kalau kemampuan fisiknya lemah? Malu dong sama cewek-cewek yang dengan senang hati bergulat, bahkan ada yang sudah selesai. Ah, salah, pelatihan fisik ini 'kan dibuat untuk memperkuat kemampuan fisik. Alasan Urie tidak suka pos ini adalah... takut wajahnya yang indah ini terluka. Sudah cukup dia tinggal beberapa hari di rumah karena mukanya babak belur oleh Dawney satu tahun yang lalu, ya.

"Umm... t-tidak keberatan", Ujarnya sambil tersenyum. Sebenarnya keberatan, sih. Keberatan, sangat!! "Dengan satu syarat, jangan lukai wajahku, ya."

(Permintaannya itu agak banci nggak sih?)

Tepat setelah ia memberikan titik tak terlihat di kata terakhirnya itu, Urie mengayunkan kakinya ke pinggang Owyn, bermaksud menendang dari samping bagian tubuh yang agak vital itu. Yah, si Dawney pernah mengatakan bahwa tendangan Urie lebih ampuh daripada pukulannya, jadi mungkin ia akan menyimpan tangannya dulu untuk permulaan.


Gavyn Owyn, maaf lama banget repnya m(_ _)m
Berhasil kena pinggang Owyn kalau hasil dicenya angka prima: [result]11&11,1d15,0,11&1d15[/result]
Edited by Urie Tommy, Saturday May 18 2013, 06:20 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Adina Erasto
Member Avatar

POS TIGA
* * *--- #1


Halang rintang.

Isi pos tiga adalah halang rintang. Adina, menarik nafasnya, ia tidak berbakat dalam bidang olahraga apapun, sepertinya. Apa yang ia lakukan di sekolah hanyalah duduk di pojokan ruangan dan mencatat. Bahkan ketika ia harus masuk kelas inklusi sejak kehilangan pendengarannya ia juga masih duduk diam di pojokan dan memperhatika gurunya yang sibuk menerangkan dengan bahasa isyarat.

Adina mencoba melakukan latihan ini dengan sebaik mungkin walaupun ia sendiri tidak tahu apa fungsi halang rintang di arena jika arenanya nanti berbentuk padang pasir misalnya. Adina menghela nafasnya-- berat.

Menyapu sekitarnya untuk memilih apa yang ingin dilakukannya di ruangan yang dipenuhi segala macam perabotan halang rintang, membuat dada Adina makin terasa sesak. Adina melangkahkan kakinya untuk menaiki jaring, pelna-pelan tapi pasti. Setidaknya mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali, bukankah tubuhnya membutuhkan latihan agar prima di arena?
Edited by Adina Erasto, Saturday May 18 2013, 07:00 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Yasmine Silvertongue
Member Avatar

POS 7

Sedaritadi ia kalem saja. Berbeda dengan Tume yang selalu berada dalam pengawasannya, tampak cukup antusias untuk mendatangi setiap pos yang ada. Ia tidak menghitung sudah berapa pos yang didatangi Tume, tetapi mereka bertemu di pos ini bersama peserta-peserta lainnya.

Dalam hitungan belasan menit, Yasmine telah berhasil menyalakan api unggun kecil. Sungguh ia tidak nyaman menjadi pusat perhatian, terutama berada di antara para peserta seperti ini, mungkin ternyata ia mengidap penyakit claustrophobia. Terkadang ia menyikut pelan Tume di dekatnya, sudah jangan terlalu lincah, takut yang lain risih, nanti berabe. Begitu pesan tersiratnya.

Ia berniat mencari pos yang tidak membutuhkan peserta lain dalam pengerjaannya, seperti adu gulat atau sesuatu yang butuh kerja sama. Biar lah ia dikatakan tidak dapat membaur, ia tidak pandai memanipulasi perasaan dan tindak-tanduknya sendiri. Takut.

Sedikit paranoid, ini menyulitkan, setelah ini pun kalau ia akan bertemu atau berada di pos yang sudah dihuni peserta lain sebisa mungkin gadis tersebut bersikap kasual. Sebisa mungkin. Ia menoleh ke arah Tume dan Mario, hendak bertanya, "Kalian mau ke pos mana?"

Karena ia sendiri bingung harus melangkah kemana.



Tume & Mario di bagian akhir
post #3
next [result]1&1,1d10,0,1&1d10[/result] *kalo sama tambahin satu*
Offline Profile Goto Top
 
Tume Tinkham
Member Avatar

POS 7


Ketika Mario mengatakan bahwa itu bukan salahnya, Tume merasa sedikit lebih lega. Dia tidak ingin membuat ada peserta lain yang menaruh dendam kepadanya sebelum arena dibuka. Itu akan begitu menyulitkan di arena.

Mario mengatakan dia melewatkan seseorang tetapi Tume hanya nyengir dan mengangkat bahunya karena dia belum tahu peserta mana yang Mario maksud. Lagi pula, dia memang tidak begitu mendeskripsikan beberapa orang yang datang setelahnya, kecuali orang itu begitu mencolok hingga pikirannya teralih karena siapa tahu yang datang hanya berniat menonton saja atau bahkan numpang lewat ke pos sebelahnya.

Tume melanjutkan kegiatan menyalakan apinya dan berhasil menyalakan api kecil. Dia menyulut api di dedaunan kering dan berhasil membuat nyala apinya sedikit lebih besar. Ini merupakan prestasi. Lalu, ia mencoba berlatih cara mencari air dari menyadap pepohonan tertentu—tentang bagian mana yang harus disadap. Tapi, ini cara yang kurang efektif karena pertama-tama dia harus membuat alat penyadap terlebih dahulu di mana itu cukup rumit dan membutuhkan keahlian tertentu dalam membuat prakarya. Jelas Tume akan membuang cukup banyak waktu dan tenaga di sana sehingga dia menganggap ilmu menyadap air ini hanya sebatas tahu saja dan mungkin dia tidak akan pernah berkesempatan memraktekkannya di arena.

Yasmine sudah bertanya akan ke pos mana selanjutnya dan Tume hanya mengangkat kedua bahunya.

“Nanti aku lihat.”

Oke.

Pos yang satu ini sudah selesai. Berikutnya, ke mana?


Dari pos 7 pindah ke pos [result]3&3,1d10,0,3&1d10[/result]
Edited by Tume Tinkham, Saturday May 18 2013, 10:06 PM.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
Go to Next Page
« Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic »
Locked Topic


Theme design by Drama, theme coding by Lewis. of Outline and edited by Ntin, Ubi, and Ilma.