|
TERM 9: 2193 - 2194 [+] Topik AU: 4/5 [+] Visualisasi Asia: 3/3 [+] Capitol: 5/5 [+] Distrik Satu: 4/5 [+] Distrik Dua: 4/5 [+] Distrik Empat: 5/5 [+] Distrik Tiga Belas: 2/5 [+] Balita/Dewasa: 5/5 | ![]() TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI TRAINING CENTER || ARENA Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain. | HUNGER GAMES 54 {DISTRIK 1}
KREIOS EPHRAIM |
![]() 21,3° - 23,6° C 21 Juni - 20 September Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan. |
Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. |
Twitter
Chatbox
|
| Waktu | Update |
|---|---|
| Sabtu, 11 April 2015 | Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out! |
| Kepada | Informasi |
|---|---|
| Semua Member | Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum |
| Semua Member | Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2) |
| Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda. Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru. Bergabunglah bersama kami! Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum: |
| Pelatihan #50 | ||
|---|---|---|
| Tweet Topic Started: Saturday May 11 2013, 08:00 PM (3,808 Views) | ||
| Lisette Bass | Saturday May 11 2013, 08:00 PM Post #1 | |
|
Day One. Don't you think this Hunger Games will be huge, hmm? Tentu saja akan sangat besar. Pesertanya saja ada empat puluh delapan orang. Dan sebuah kehormatan bagi seorang Lisette Andromeda Bass menjadi salah satu perancang arena tahun ini. Quarter Quell—don't you think so too? Tee-hee. Gadis awal dua puluh tahun itu sedang berada di bangku yang disediakan untuk jejeran orang ternama Capitol, mereka-mereka yang terlibat dengan pembuatan Arena. Pengawasan pelatihan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan namun bagus dijadikan acuan bagi mereka untuk menerka siapa yang bertahan dan siapa yang tidak layak bertahan. Sementara gadis ini sendiri mengeset matanya hanya ke kawanan karier—tentu. Terlebih pilihan karier tahun ini sampai ada delapan orang, dengan beberapa nama yang tidak kalah familiar. DDR, you sure doesn't want to move on, hmm? Sebenarnya tak begitu banyak perubahan di pos-pos yang dilakukan oleh sang gadis dan partnernya lakukan tahun ini. Aron tidak berencana meninggalkan posisinya sebagai perancang arena karena berhasil membuat distrik kesayangan Capitol mengecap kejayaannya lagi, mungkin. Entahlah. Intinya; posnya tak banyak berbeda. Pos pelatihan tahun ini ada sepuluh. Mengantisipasi peserta yang terlalu banyak sehingga satu pos akan dihuni oleh beberapa orang banyaknya. Pos pertama tetap jatuh pada tanaman beracun dan penawarannya. Mungkin untuk tahun-tahun lalu pos ini akan terlihat tidak berguna, namun sedikit spoiler—gadis Bass ini menyukai segala sesuatu yang berbau enak namun mematikan. Racun—adalah salah satu hal dari sedikit yang disukainya secara benar-benar, kau tahu. Pos kedua, pos dimana senjata-senjata bergelatakan rapi dengan beberapa pengawas latihan yang ada. Berbagai macam senjata mulai dari tombak, pedang, gada, trisula, kapak semua senjata berat lengkap baik yang terbuat dari perak, perunggu, bahkan karet. Persenjataan lengkap di pelatihan namun di arena belum tentu demikian. Pos ketiga disediakan pos ketangkasan, pos yang sama dengan dengan pos palang rintangan pada tahun lalu. Disediakan berbagai palang rintangan dengan perangkap-perangkap lengkap dengan pengawasnya yang akan membantu jika dibutuhkan. Pos keempat sendiri adalah pos gulat. Kekuatan selalu yang dipentingkan oleh para karier dan Capitol. Pos ini sendiri terletak didekat tempatnya duduk saat ini. Pos kelima adalah pos kamuflase. Pos dimana mereka diajarkan untuk menyamarkan diri menggunakan bahan-bahan di alam liar. Meski sayangnya—untuk tahun ini, mereka akan mendapat celakanya jika berusaha kabur. Capitol need more blood, darl. Pos keenam adalah pos sasaran. Ketepatan dalam melempar pisau dan ketepatan dalam memanah dibutuhkan di pos ini. Dimana para peserta dapat unjuk gigi dalam kemampuan mengukur ketepatan dan keakuratan mereka. Pos ketujuh sendiri adalah pos dimana mereka akan diajari untuk bertahan hidup di alam liar. Setidaknya Liz berbaik hati membiarkan para peserta itu mengerti bagaimana rasanya bertahan di alam liar dan memanfaatkan hal di sekelilingnya. Pos kedelapan adalah pos angkat beban. Dimana berjejer barbel sederhana hingga bola besi seberat dua puluh kilogram—dia yakin banyak yang punya tenaga berlebih tahun ini. Pesertanya bisa saja melempar dan mematahkan beberapa tulang leher yang lain, kan? Pos kesembilan adalah pos jerat. Pos dimana para peserta dituntun untuk membuat jerat dan menajamkan ketangkasan dan pemikiran mereka untuk mengungguli mereka-mereka yang kuat dan berbadan besar. Liz masih memikirkan anak-anak perempuan untuk hal ini, kau tahu. Dan yang terakhir adalah pos perlindungan. Dimana pos ini diajarkan teknik-teknik perlindungan dalam bela diri dan apa saja yang harus dihindari jika ingin bersembunyi. Walau Liz sendiri yakin mereka tak akan bisa bersembunyi darinya, kau tahu. Tee-hee. Nah cukup lengkap, kan? Baik hati kan, gadis ini? Mari mulai saja latihannya kalau begitu, peserta. Jangan terlalu menumpuk di satu post, 'kay?
Edited by Lisette Bass, Saturday May 11 2013, 08:04 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Replies: | |
|---|---|
| Colleen Roosophire | Sunday May 12 2013, 04:33 AM Post #11 |
![]()
|
POST 4 Kakinya melangkah ke pos empat, yaitu pos gulat. Manik birunya menangkap beberapa sosok. Ada Urie Tommy dari distriknya, ada gadis dari Tiga, dan gadis dari Enam. Tidak terlalu ramai seperti yang ia perkirakan. Enaknya bergulat dengan siapa ya? Jika dengan Urie Tommy, mungkin cukup tidak adil. Urie adalah laki-laki, dan Colleen adalah seorang gadis muda yang cantik dan polos. Jadinya, Colleen memilih untuk bergulat dengan kedua sampah sisanya saja. "Hey kalian!" teriak Colleen memanggil gadis dari Enam dan Tiga. Kalau tidak salah yang dari Tiga itu namanya Irvette Schwan, dan yang dari Enam itu namanya Altessa Lychnia. Mungkin akan lebih mudah untuk menang jika bergulat dengan kedua wanita itu dari pada dengan Urie Tommy. "Mau bergulat denganku?" tanya Colleen pada kedua gadis berbadan kecil itu. Memasang sebuah puppy eye untuk memaksa salah satu dari mereka untuk mau bergulat dengannya. Kalau boleh jujur, Colleen ingin sekali untuk pergi ke pos dua. SANGAT. INGIN. Sama halnya dengan baju-baju orang Capitol. Memang pertama kali dilihat, kelihatannya norak. Tapi jika dilihat lagi baik-baik, ternyata baju-baju orang Capitol itu bagus-bagus. Dan Colleen ingin mempunyai baju-baju itu yang banyak. "Mau kan bergulat denganku?" Puppy eyes continuous. Ngajak interaksi Altessa Lychnia dan Irvette Schwan. Op-in Edited by Colleen Roosophire, Sunday May 12 2013, 04:36 AM.
|
![]() |
|
| Kristeen Franscois | Sunday May 12 2013, 07:14 AM Post #12 |
|
Ia kira ia yang paling terlambat datang pada hari pertama tapi ternyata hanya beberapa orang saja yang sudah dilihatnya di pusat pelatihan. Pasukan dari satu, ah, anak laki-laki yang punya tatapan mesum itu punya caranya sendiri untuk datang sepagi ini. Matanya meneleng dua gadis rekan satu distrik anak laki-laki itu. Membayangkan mereka berdua menjadi dayang-dayang dengan kipas besar berbulu merah jambu, dan saling jambak untuk mendapatkan perhatian pangeran, dan sialnya si pangeran dalam bayangannya adalah anak laki-laki mesum itu yang sedang menaiki unta gurun. Lucu. Kristeen menarik nafasnya jengah seolah memaksa bayangan-bayangan dalam kepalanya itu berhamburan keluar. Dia sengaja tidak menunggu rekan-rekan distriknya, mereka bertiga kelihatan sangat lelah setelah upacara pembukaan yang panjang tadi malam. Dan Woof, mentornya kelihatan sama lelahnya dengan mereka jadi tak ada alasan untuknya mengganggu waktu istirahat orang lain dengan sengaja. Anggap saja ia terlalu penasaran seperti apa miniatur Quarter Quell, atau setidaknya ia bisa mulai menandai keterampilan-keterampilan musuh. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi di arena dan ia tidak pernah tahu seperti apa kemungkinan untuk dirinya sendiri nanti. Setiap tahun arena akan berubah, tingkat kesulitannya, sistemnya, dan entah apa faktor lain yang menjadi pendukungnya, tetapi yang selalu sama adalah kenyataan bahwa mereka akan tetap saling menghabisi satu sama lain, bukan kemping ceria. Segala sesuatu tentang karier selalu membuatnya iri, tidak bohong. Mulai dari issue tentang mereka yang mendapat perhatian khusus orang-orang capitol sampai kemampuan mereka yang diatas rata-rata, bahkan mungkin anak-anak perempuan disana punya waktu khusus untuk berlatih peran. Karena sejauh ini gadis-gadis karier sama sekali terlihat tidak berbahaya seperti dugaan sebelumnya, tapi siapa yang tahu mungkin mereka biasa bermain drama tengah malam yang epik sehingga akting mereka tidak terendus. Bodoh sih menurutnya, toh mereka semua (non-karier) selalu punya pandangan yang sama untuk mereka; gadis terliar se-Panem, gadis-gadis beringas, terserah. Pandangannya menyisir hampir seluruh pos pelatihan. Pos perlindungan—paling menarik perhatiannya mengingat kemungkinan untuk bertahan di kawasan terbuka dengan jumlah peserta sebanyak ini akan membuatmu cepat mati, atau pos jerat, ia bisa mendapat makanan dengan itu bahkan mungkin membuat jebakan dengan simpul rumit. Ah, wherever... [result]6&6,1d10,0,6&1d10[/result] |
![]() |
|
| Floryn Lee | Sunday May 12 2013, 07:17 AM Post #13 |
![]()
|
Si kecil itu memilih untuk makan permen di kamarnya sampai Hunger Games berakhir dibanding harus diajak ke tempat ini, ruangan sekian kali sekian meter yang akan mengajarkan para peserta untuk bertahan selama di Arena kelak. Ada tatapan ngeri terselubung yang dilemparkannya ke arah beberapa peserta yang usianya jauh di atas dia. Sesekali, Floryn dengan berani akhirnya melemparkan senyum guna mengurangi perasaan gugupnya yang semakin menjadi. Dia sama sekali enggak suka harus begini. Sembari mendengarkan apa yang dijelaskan salah satu instruktur, manik abu kehijauannya melihat ke sekeliling. Berharap bahwa akan ada pos yang bisa membuatnya sedikit ingat dengan rumah. Ada perasaan tidak enak yang hinggap begitu kedua matanya menangkap apa isi dari salah satu post; senjata dimana-mana. Lututnya terasa lemas seketika karena membayangkan bahwa ia akan memegang satu diantara yang bergeletakan disana suatu hari nanti untuk melindungi dirinya. Mau tak mau, akhirnya membuka lama sendiri saat Capitol dengan baik hatinya meniru fisik si kecil Flo sebagai genetika untuk melakukan tugas mulia di Arena. Bibir bawahnya digigit kembali karena perasaan yang mengaduk-aduk perutnya kembali datang. Enggak pernah putri kedua dari Edward dan Clara merasa serindu ini dengan rumah; biasanya ia keluyuran sampai malam di distrik dulu, main bareng kawannya yang lain. Setelah diminta bubar jalan dan mendekati pos yang diminati, Flo justru masih berjalan-jalan mengamati. Ada pos gulat. Secara rasional, ia akan menjauhi yang satu itu. Benar-benar menjauhi karena tahu dan sadar diri dengan ukuran tubuhnya. Bisa tidak berbentuk nanti kalau Floryn masih nekat masuk pos itu. Tap, tap. Langkahnya kemudian terhenti di satu pos. Tersenyum tipis dan mendekat ke siapapun yang disana. Setidaknya, sebelum benar-benar diturunkan ke Arena, ia mau mencoba berkenalan dengan semua peserta disini. Mengenal mereka sebelum menyesal nantinya karena tidak bisa sama atau tidak sempat sama sekali. "Boleh gabung enggak? Floryn juga mau coba." (/・・)ノ[pos: [result]9&9,1d10,0,9&1d10[/result]] |
![]() |
|
| Coraline Estelle | Sunday May 12 2013, 09:29 AM Post #14 |
|
Tidurnya nyenyak. Kelewat nyenyak mungkin. Sampai rasanya ia tidak tega untuk beranjak dari tempat tidur empuk khas Capitol. Berbeda jauh dengan tempat tidur miliknya ketika masih berada di Distrik Enam. Omong-omong soal Enam, Cora merasa dia tidak terlalu dekat dengan peserta dari Enam lainnya. Jarang berbicara mungkin, atau hanya Cora saja yang jarang memperhatikan ketika peserta Enam lainnya sedang mengobrol. Kebanyakan kegiatan yang Cora lakukan selama berada di Capitol hanya mengamati keadaan di sekitarnya. Menemukan hal-hal baru yang tidak bisa ia temukan selama berada di Distrik Enam. Hitung-hitung sebagai sebuah hiburan sebelum akhirnya mereka semua saling bunuh untuk mendapatkan titel pemenang. Cora bukanlah orang yang ambisius, ia juga tidak mendapatkan beban harus mendapatkan titel itu dan pulang dengan selamat ke Enam. Jadi mungkin ia bisa sedikit menikmati permainan ini. Hanya saja melihat peserta dari Enam beberapa tahun terakhir yang kebanyakan berakhir dengan kepala dipenggal, Cora menjadi sedikit... banyak takut dengan peserta dari kalangan Karier. Langkahnya berhenti. Mendengar beberapa kalimat dan kemudian menunggu. Menunggu contoh. Cora bukanlah seorang pelopor, maka dari itu ia tidak bisa menjadi seorang pemimpin yang baik. Cora hanyalah seorang pengikut yang kemungkinan besar hanya akan menjadi parasit ke peserta lainnya. Setidaknya ia bukanlah anak kecil yang akan menangis ketika melihat darah berceceran selama berada di Arena. Remy lah si anak kecil. Pun Cora merasa khawatir Remy berhasil melewati bloodbaths atau tidak. Ketika disuruh memilih pos yang diminati, kebanyakan peserta langsung berhamburan. Ada pula yang masih melihat-lihat, memilih dengan baik pos mana yang akan mereka pilih. Tak berbeda jauh dengan Cora. Langkahnya pun terhenti di sebuah pos. Sudah ada beberapa peserta yang ada di pos tersebut. Memilih untuk bergabung? Mengucapkan kata izin untuk bergabung? Untuk apa. [result]6&6,1d10,0,6&1d10[/result] |
![]() |
|
| Urie Tommy | Sunday May 12 2013, 09:48 AM Post #15 |
![]()
|
POS 4 --Pos empat, gulat. Agak nekad, memang, memutuskan untuk latihan di pos yang membutuhkan seratus persen tenaga. Setiap hari, pekerjaan Urie kan notabene cuma tidur-tiduran sambil ngemil makanan kecil (tapi dia tetap kurus dan ganteng, tentu saja) alias tubuhnya sudah beradaptasi dengan keadaan rileks. Eum, ralat, sesekali ia juga suka lari-larian mengejar adik kecilnya, membuat si tubuh mungkin lebih cocok berada di pos ketiga daripada pos empat. Ah, tapi Urie sih tidak peduli mengenai itu. Alasannya memilih pos ini 'kan karena... Ahem... Lihat, ada wakil perempuan dari Enam, Tiga (yang agak mengagetkannya karena cara datangnya yang 'wah'), dan teman sedistriknya. Semuanya perempuan. Perempuan, puji Tuhan. Tanpa sadar lelaki ini menjilat bibir atasnya. Kesampingkan latihan; bergulat dengan perempuan terdengar asyik. Kapan lagi Urie bisa menyentuh perempuan tanpa dicap sebagai mesum, coba!!? Asdfghjklxcvbn... Wajah pemuda ini panas, sepertinya semua darah naik ke wajahnya. Tunggu, bayangan dua dari tiga perempuan di dekatnya ini saling gulat juga kedengarannya mendebarkan. Mereka bisa sampai menjerit-jerit ganas begitu, 'kan? Maklumi, ya, Urie adalah seorang lelaki sejati yang sedang puber. O-oh, tenang saja, Urie tidak melupakan tujuannya kesini, kok! Untuk godain ce--bukan, untuk latihan gulat, 'kan? Pemuda ini menepuk pipinya, menyadarkan diri dari bayangan frontal di dalam benak. "Eum," Dia membuka mulutnya, berusaha keras untuk tidak tergagap di depan tiga perempuan sekaligus. "Selamat bersenang-senang. Aku menonton saja... Ya kan? K, kecuali kalau ada yang, uh, mau bergulat denganku." Mengusap kedua telapak tangannya, gugup. Mana ada perempuan yang rela tubuhnya dipegang-pegang lelaki asing. Menonton dua perempuan saling bergulat juga cukup menggaira--maksud Urie, mengasyikkan, kok. Interaksi dengan Lychnia, Schwan, Roosophire. |
![]() |
|
| Altessa Lychnia | Sunday May 12 2013, 10:26 AM Post #16 |
![]()
|
p o s - 4 Niatnya, memang mengikuti kemanakah tungkainya melaju. Tapi Altessa May Lychnia tidak bisa menduga, kalau-kalau dia malah memasuki pos gulat. Badannya sudah jelas-jelas tidak besar, tidak begitu kuat untuk bergulat. Erngh, mungkin bisa sebagai media perlindungan diri? Tapi yang perlu ditekankan, Altessa ini tenaganya kecil, memangnya dia pernah melakukan semacam ini di Enam? Altessa lebih memilih masuk pos ketiga atau pos keenam, srsly. Walau pos lainnya juga ia anggap berguna. Terutama untuk pos pertama, jaga-jaga saja kalau misalnya, terjadi sesuatu yang berhubungan dengan racun dan sebagainya. Tapi, well, tapakan tungkai Lychnia muda ini berada di pos keempat, harus dijalani saja. Ada empat peserta di pos gulat ini, dan beberapa dari distrik karir. Mempersulit latihan, yep. Walaupun, kenyataannya yang berada di hadapan mata adalah dua perempuan dan satu lelaki. Dan lelaki yang satu itu pun, meragukan kalau dilihat-lihat, tapi sepertinya itu bukan masalah untuknya. Malah terlihat... bersemangat? Tiba-tiba, gadis distrik Satu yang berada bersamanya itu, mengajak salah satu dari antara Altessa dan gadis distrik Tiga untuk bergulat dengannya. Bah, sudah ketahuan kalau dia memilih yang lebih lemah, sampahan semacam Altessa dan gadis Tiga ini. "Oke," Modalnya cuma nekad. Hitung-hitung sebagai latihan. "Jadi, bagaimana?" Clueless, hng. "Selamat bersenang-senang? Ngh, sebaiknya kau juga 'bersenang-senang', dengan gadis itu." tambahnya pada sang pemuda, dengan nada santai. Bercanda, tenang saja. Roosophire, Tommy, dan mendeskripsikan Schwan. |
![]() |
|
| Kyle Blackthorn | Sunday May 12 2013, 11:52 AM Post #17 |
![]()
|
"Eh, sudah waktunya latihan?" Bukannya protes. Tapi Kyle ini, yang masih ingin menikmati makanan yang enaknya luar biasa, belum ingin segera berlatih walaupun tahu bahwa latihan itu sangat penting untuk dilakukan mengingat kegiatan sehari-harinya hanya sekolah dan makan. Walaupun laki-laki, otot-otot di tubuh Kyle ini pasti kaku semua karena jarang digunakan untuk beraktivitas. Kecuali jalan kaki setiap hari, lari-lari di sekolah saat istirahat makan siang demi memperebutkan makanan favoritnya di kantin, dan bermain-main saat waktu luang itu bisa disebut sebagai latihan. Karena itu, Kyle ini harus banyak berlatih dan menambah pengetahuan supaya lama hidupnya bisa bertahan lebih lama untuk merasakan makan di arena. Iya, makan di arena. Kyle mau tahu rasanya. Lagi berdebar-debar takut diserang lawan, tiba-tiba dapat kiriman makanan. Terus makan di depan lawan sambil menjulurkan lidah. Sepertinya seru ya. D'oh. Sekarang, pos yang mana dulu ya.... [result]8&8,1d10,0,8&1d10[/result] |
![]() |
|
| Tume Tinkham | Sunday May 12 2013, 12:11 PM Post #18 |
![]()
|
Tume bergegas menuju tempat latihan. Dia tentu tidak melupakannya dan tidak pernah bermaksud melewatkannya. Anak laki-laki berumur dua belas tahun ini hanya bertemu dengan seseorang terlebih dahulu sebelum ke tempat ini—Irish sempat berpapasan dengannya tadi dan memintanya untuk tidak terlalu mencolok serta mereka terlibat percakapan cukup lama sehingga Tume agak terlambat untuk tepat waktu datang. Dia belum benar-benar terlambat karna kendati sudah ada segelintir peserta yang menghuni pos-pos di dalam ruangan besar itu, tampaknya masih ada peserta lain yang belum datang. Bocah Tinkham ini bergegas untuk memilih pos. Baginya, semua pos ini akan berguna di arena nanti tentu saja. Habisnya dia tahu kalau Capitol tidak akan membuang energi demi memasukkan pos yang tidak akan berguna karena mereka pintar dalam memikirkan masa depan orang. Hahaha. Tapi, di antara pos-pos ini ada baiknya kalau dia masuk ke pos yang nampaknya belum pernah dia ketahui sebelumnya. Memang benar kalau Tume ini suka banyak belajar, tapi ketika ia menyapu pandangan ke sekitarnya, rasanya pos yang ada di tempat ini sebagian besar belum bisa ia tebak apa gunanya. Nah, kalau begitu dia harus mencoba secara acak terlebih dahulu. Beberapa pos tampak sudah ramai dengan beberapa peserta. Pos lain dihuni satu peserta saja dan sisanya belum berpenghuni. Mungkin karena belum semua peserta datang ke tempat ini. Tume tidak bisa membayangkan bila empat puluh delapan peserta itu masuk ke ruang latihan, pastilah setiap pos akan dimasuki minimal empat orang dan Tume harus bergegas menguasai pos-pos ini sebelum dia ditumbalkan sebagai orang yang dianggap tidak penting untuk berada di pos tertentu. Uhm, dia sedang membicarakan mengenai kawanan karier sebenarnya karena begitu melihat sosok mereka, Tume agak gentar dan rasanya tidak berani melawan. Tubuh tegap dan besar milik mereka itu nampak begitu lebih mengerikan dari apa yang dibayangkan oleh Tume dan ia bergidik membayangkan bahwa dua tahun lalu, Sarah yang tubuhnya lebih kecil darinya itu harus melawan orang macam ini. Oke. Jadi,ia masuk ke salah satu pos. Lihatlah, pos apa ini? [result]1&1,1d10,0,1&1d10[/result] |
![]() |
|
| Remy Browning | Sunday May 12 2013, 12:25 PM Post #19 |
![]()
|
POS 6 Pos enam saja deh ya, kayaknya seru lempar-lempar pisau. Tapi kan kata mamah anak manis tidak boleh main pisau, tidak baik. Remy kecil masih ragu melangkahkan kakinya masuk kedalam pos enam, melihat jajaran pisau dan busur panah yang tampak mengerikan. Entah ya, tapi Browning cilik lebih suka main sama burung kecil seperti yang dulu ia lakukan sama kakak Sierra daripada lempar-lempar benda tajam. Sedikitnya Remy Browning bersyukur disini tanpa mamah, kalau ada mamah nanti Remy akan dimarahi. Paling tidak mungkin telinga kecil si bocah surai merah keriting ini ditarik oleh mamah. Dijewer begitu maksudnya. “Ah, halo, permisi.” Ada orang ternyata, pelatih mungkin? Berbalik dulu deh lihat siapa yang juga ikut di pos ini. Atensinya menangkap seorang gadis distrik delapan. “Kakak cantik, disini juga ya?” Senyuman lucu yang mirip dengan angka tiga terbalik muncul di wajahnya sebelum binernya menangkap sosok gadis tak kalah cantik dari gadis pertama yang muncul disana. “Kakak Coral!!” Remy melambai-lambai melompat sambil berteriak. Iya, gadis yang dari distrik sama dengannya. Coba kalau kak Altessa juga disini, pasti seru latihan sama-sama. “Kakak latihan disini juga ya? Sama-sama yuk kak! Tidur semalam nyenyak, tidak?” Ya, memang anak ini tak pernah bisa diam. “Remy sebenarnya tidak ahli dalam hal seperti ini, mohon bantuannya pelatih.” |
![]() |
|
| Tume Tinkham | Sunday May 12 2013, 12:37 PM Post #20 |
![]()
|
POS 1 Pos yang dipilih oleh Tume adalah pos yang paling dekat dengannya dan itu adalah pos pertama. “Euw.” Tume berdecak ketika ia sudah melangkah ke pos itu dan disambut oleh pemandu yang ada di sana. Suasana di posnya itu sepi. Hanya dia sendiri peserta yang ada di sana sementara di pos lain bak tsunami saja karena ada temu distrik. Berisik. Dan Tume menginginkan sesuatu yang lebih sepi agar dia bisa berkonsentrasi. Tentunya dia tidak ingin mati konyol di arena. Kalaupun dia harus mati, bocah Tinkham ini akan memastikan seluruh penghuni Distrik Sepuluh sadar bahwa dirinya bukan mati dengan posisi tanpa perlawanan. Hahaha. “Ini pos apa, ya?” Tanpa perlu menganalisis sekitarnya—yang berisi semak-semak serta pepohonan—dia langsung saja bertanya kepada pemandu. Mudah-mudahan dia tidak tampak tergesa-gesa atau apa karena dia memang bukan tipikal anak yang menunggu orang memberikan jawaban melainkan langsung memberikan pertanyaan agar jawaban yang diberikan bisa lebih cepat atau tepat mengenai apa yang berada di pikirannya. Sambil menunggu jawaban yang diberikan oleh pemandu di tempat itu, Tume memperhatikan semak-semak beri yang memperlihatkan bahwa alam di arena sepertinya tidak buruk-buruk amat karena masih ada pangan di sana. Begitulah pemikirannya sebelum sang pemandu memberinya informasi bahwa beri di sana beracun dan hendaklah dia bijaksana dalam memilih pangan di arena. Tume Tinkham yang berumur dua belas tahun ini mengangguk-anggukkan kepalanya sok serius sambil berusaha meletakkan informasi ini di dalam kepalanya. Biar bagaimanapun juga dia tidak akan pernah memakan buah beri beracun itu. Tapi, bagaimana bila yang beracun di arena bukan hanya beri saja? Mungkin ada yang harus ia lakukan untuk terlepas dari siksaan racun itu? Er. Edited by Tume Tinkham, Sunday May 12 2013, 12:38 PM.
|
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic » |














9:33 PM Jul 11