|
TERM 9: 2193 - 2194 [+] Topik AU: 4/5 [+] Visualisasi Asia: 3/3 [+] Capitol: 5/5 [+] Distrik Satu: 4/5 [+] Distrik Dua: 4/5 [+] Distrik Empat: 5/5 [+] Distrik Tiga Belas: 2/5 [+] Balita/Dewasa: 5/5 | ![]() TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI TRAINING CENTER || ARENA Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain. | HUNGER GAMES 54 {DISTRIK 1}
KREIOS EPHRAIM |
![]() 21,3° - 23,6° C 21 Juni - 20 September Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan. |
Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. |
Twitter
Chatbox
|
| Waktu | Update |
|---|---|
| Sabtu, 11 April 2015 | Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out! |
| Kepada | Informasi |
|---|---|
| Semua Member | Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum |
| Semua Member | Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2) |
| Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda. Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru. Bergabunglah bersama kami! Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum: |
| Pelatihan #50 | ||
|---|---|---|
| Tweet Topic Started: Saturday May 11 2013, 08:00 PM (3,807 Views) | ||
| Lisette Bass | Saturday May 11 2013, 08:00 PM Post #1 | |
|
Day One. Don't you think this Hunger Games will be huge, hmm? Tentu saja akan sangat besar. Pesertanya saja ada empat puluh delapan orang. Dan sebuah kehormatan bagi seorang Lisette Andromeda Bass menjadi salah satu perancang arena tahun ini. Quarter Quell—don't you think so too? Tee-hee. Gadis awal dua puluh tahun itu sedang berada di bangku yang disediakan untuk jejeran orang ternama Capitol, mereka-mereka yang terlibat dengan pembuatan Arena. Pengawasan pelatihan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan namun bagus dijadikan acuan bagi mereka untuk menerka siapa yang bertahan dan siapa yang tidak layak bertahan. Sementara gadis ini sendiri mengeset matanya hanya ke kawanan karier—tentu. Terlebih pilihan karier tahun ini sampai ada delapan orang, dengan beberapa nama yang tidak kalah familiar. DDR, you sure doesn't want to move on, hmm? Sebenarnya tak begitu banyak perubahan di pos-pos yang dilakukan oleh sang gadis dan partnernya lakukan tahun ini. Aron tidak berencana meninggalkan posisinya sebagai perancang arena karena berhasil membuat distrik kesayangan Capitol mengecap kejayaannya lagi, mungkin. Entahlah. Intinya; posnya tak banyak berbeda. Pos pelatihan tahun ini ada sepuluh. Mengantisipasi peserta yang terlalu banyak sehingga satu pos akan dihuni oleh beberapa orang banyaknya. Pos pertama tetap jatuh pada tanaman beracun dan penawarannya. Mungkin untuk tahun-tahun lalu pos ini akan terlihat tidak berguna, namun sedikit spoiler—gadis Bass ini menyukai segala sesuatu yang berbau enak namun mematikan. Racun—adalah salah satu hal dari sedikit yang disukainya secara benar-benar, kau tahu. Pos kedua, pos dimana senjata-senjata bergelatakan rapi dengan beberapa pengawas latihan yang ada. Berbagai macam senjata mulai dari tombak, pedang, gada, trisula, kapak semua senjata berat lengkap baik yang terbuat dari perak, perunggu, bahkan karet. Persenjataan lengkap di pelatihan namun di arena belum tentu demikian. Pos ketiga disediakan pos ketangkasan, pos yang sama dengan dengan pos palang rintangan pada tahun lalu. Disediakan berbagai palang rintangan dengan perangkap-perangkap lengkap dengan pengawasnya yang akan membantu jika dibutuhkan. Pos keempat sendiri adalah pos gulat. Kekuatan selalu yang dipentingkan oleh para karier dan Capitol. Pos ini sendiri terletak didekat tempatnya duduk saat ini. Pos kelima adalah pos kamuflase. Pos dimana mereka diajarkan untuk menyamarkan diri menggunakan bahan-bahan di alam liar. Meski sayangnya—untuk tahun ini, mereka akan mendapat celakanya jika berusaha kabur. Capitol need more blood, darl. Pos keenam adalah pos sasaran. Ketepatan dalam melempar pisau dan ketepatan dalam memanah dibutuhkan di pos ini. Dimana para peserta dapat unjuk gigi dalam kemampuan mengukur ketepatan dan keakuratan mereka. Pos ketujuh sendiri adalah pos dimana mereka akan diajari untuk bertahan hidup di alam liar. Setidaknya Liz berbaik hati membiarkan para peserta itu mengerti bagaimana rasanya bertahan di alam liar dan memanfaatkan hal di sekelilingnya. Pos kedelapan adalah pos angkat beban. Dimana berjejer barbel sederhana hingga bola besi seberat dua puluh kilogram—dia yakin banyak yang punya tenaga berlebih tahun ini. Pesertanya bisa saja melempar dan mematahkan beberapa tulang leher yang lain, kan? Pos kesembilan adalah pos jerat. Pos dimana para peserta dituntun untuk membuat jerat dan menajamkan ketangkasan dan pemikiran mereka untuk mengungguli mereka-mereka yang kuat dan berbadan besar. Liz masih memikirkan anak-anak perempuan untuk hal ini, kau tahu. Dan yang terakhir adalah pos perlindungan. Dimana pos ini diajarkan teknik-teknik perlindungan dalam bela diri dan apa saja yang harus dihindari jika ingin bersembunyi. Walau Liz sendiri yakin mereka tak akan bisa bersembunyi darinya, kau tahu. Tee-hee. Nah cukup lengkap, kan? Baik hati kan, gadis ini? Mari mulai saja latihannya kalau begitu, peserta. Jangan terlalu menumpuk di satu post, 'kay?
Edited by Lisette Bass, Saturday May 11 2013, 08:04 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Replies: | |
|---|---|
| Coraline Estelle | Sunday May 12 2013, 01:25 PM Post #21 |
|
Enam— Tak jauh-jauh dari distriknya. Mungkin Cora adalah penerus aliran gagal move on yang kabarnya sudah mewabah seperti virus suatu penyakit. Langkahnya terhenti ketika kedua biner coklat gelap milik gadis Estelle itu menangkap dua visualisasi peserta yang lebih dulu berada di pos Enam, sebuah saja ini adalah pos membidik sasaran. Ada Remy, si anak kecil yang sebelumnya sempat ia khawatirkan nasibnya selama berada di Arena dan seorang gadis dari Distrik Delapan. Maniknya beralih ke jejeran pisau dan anak panah yang sudah tersedia. Lalu papan-papan sasaran yang berada cukup jauh. Beruntung Cora tidak pernah menderita masalah dengan pengelihatannya. Titik terjauhnya masih tidak terbatas dan itu tentu akan membantunya selama berjuang bertahan hidup di Arena. Tangannya hendak mulai mengambil sebuah panah dan anak panah ketika indera pendengaran gadis Estelle itu menangkap suara khas anak kecil dari bocah Browning. Ujung-ujung bibirnya ditarik, membentuk sebuah kurva simetris. "Ayo." Jawabnya singkat, "Tidurku tadi malam? Nyenyaaaak banget. Remy gimana?" Bertanya balik, setidaknya mengobrol sebentar sebelum memulai latihan akan membuatnya tidak kaku. Cora juga tidak ingin diam terus, karena dia memang harus memperbaiki hubungannya dengan penghuni Distrik Enam yang lain. Siapa tahu jika ia berbuat baik sekarang, nanti ketika berada di Arena ia akan memetik buah kebaikannya itu. Setidaknya Cora akan mencobanya. Remih :"> |
![]() |
|
| Tume Tinkham | Sunday May 12 2013, 01:38 PM Post #22 |
![]()
|
POS 1 Berpikir mengenai kemungkinan dia mati konyol dengan memakan tanaman beracun membuat Tume mual. Dia berjanji akan menghapal segala jenis racun di arena dan mungkin saja dia bisa membuat dirinya bertahan sedikit lebih lama di arena dengan menghindari racun-racun itu. Pft. Terima kasih untuk pos ini. Tume bertahan sedikit lebih lama dan mendengar pemandunya menceritakan warna-warna tanaman yang kelihatannya menggiurkan tetapi ternyata beracun. Selanjutnya dia diminta untuk mengulang dengan sempurna daftar buah beracun lengkap dengan penawarnya—berupa campuran dedaunan tertentu yang bisa ditemukan di arena—sebelum pemandunya beralih ke jenis jamur-jamur yang bisa dan tidak bisa dimakan. Bocah laki-laki ini memperhatikan dengan cermat sementara dirinya merasa bahwa dia beruntung masuk ke pos ini. Sejauh ini belum ada peserta yang berniat melenggangkan diri mereka untuk masuk ke pos di mana Tume berada. Mungkin mereka lebih tertarik dengan pos yang menawarkan cara membunuh atau apapun itu istilahnya. Padahal mereka bisa tampak konyol kalau makan buah yang beracun. Hahaha. Oke. Kiranya dia harus berterima kasih kepada pos ini karena Tume mendadak punya pemikiran tentang betapa keamnya arena itu sendiri selain sesama peserta. Mereka bisa membunuh di kala kau lelah dan benar-benar akan membuatmu terlihat konyol karena mati dengan racunnya dan bukan karena dibunuh oleh peserta lain. Barangkali berikutnya dia akan berpindah ke pos lain. Masih ada beberapa pos yang harus ia kunjungi. Melangkah ke pos [result]5&5,1d10,0,5&1d10[/result] |
![]() |
|
| Aidy Joselin | Sunday May 12 2013, 01:47 PM Post #23 |
|
Gadis bersurai merah dari lima ini sedang berkeliling melihat pos demi pos yang dapat melatih keahliannya untuk bertahan hidup nanti di Hunger Games. Ugh, Hunger Games belum dimulai, dan ia baru sampai pada tahap-tahap permulaannya saja. Namun rasanya, aroma persaingan sudah tercium disini. Apa yang dapat dilakukan gadis lemah Joselin ini? Memanggang roti baru sebagai pengganti roti gosong yang dibakar ayahnya, hm? Tidak, tidak. Bukan seperti itu yang ini dilakukannya disini, kau tahu? Banyak hal-hal yang harus ia kuasai disini, bukan hanya cara memanggang roti atau mengaitkan satu persatu kawat tembaga sehingga dapat dialiri listrik dan mampu menjadi sumber daya bagi distrik lain serta Capitol. Yeah, masih banyak hal yang harus dikuasainya, sampai-sampai ia tidak tahu pos mana yang harus dipilihnya lebih dahulu. Karena, keahlian yang ditawarkan seluruh pos disini amat sangat berguna bagi Aidy nantinya, namun Aidy tidak yakin jika ia mampu menguasai semuanya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Untuk menjadi handal memang dibutuhkan waktu yang lama. Namun jika berada dalam keadaan terdesak, siapapun itu akan menjadi handal. Itulah prinsip yang masih dipegang teguh oleh gadis Joselin ini. Meskipun begitu, bukan berarti bahwa dirinya hanya akan malas-malasan sampai ia berada dalam keadaan terdesak untuk menjadi handal. Ia juga akan berusaha selagi bisa. Dan untuk itu, ia mulai memilih salah satu pos untuk meningkatkan keahliannya. [result]10&10,1d10,0,10&1d10[/result] |
![]() |
|
| Patricia Bronwyn | Sunday May 12 2013, 01:51 PM Post #24 |
![]()
|
Ada pos yang menarik perhatiannya, tapi ada juga pos yang membuatnya berpikir apakah sebaiknya ia pergi ke sana atau tidak. Pos gulat, ia tidak yakin gunanya pos itu akan benar-benar dipelajarinya. Memikirkan bagaimana kalau ia bergulat kesannya.. aneh. Seolah-olah ia terlahir sama sekali bukan untuk bertarung dengan cara gulat. Tapi sayangnya hampir semua penghuni Panem ditakdirkan begitu, jadi bagi yang merasa itu bukan takdirnya—tentu saja, merupakan suatu kesialan besar. Ia tidak bisa diam saja di tengah-tengah ruangan. Jadi ia mulai berkeliling dan meliihat kira-kira mana pos yang sebaiknya ia kunjungi terlebih dahulu. Ada pos yang sudah sangat ramai, ada juga yang masih kosong melompong—anehnya, peserta tahun ini kan banyak, kenapa malah kebanyakan kumpul di satu pos yang sama? Padahal ia kira semua orang di sini punya strategi untuk bergerak lebih mandiri. Karena itulah ia tidak bersama satupun dari ketiga peserta dari Distrik Tiga yang lainnya, karena menurutnya kalau ia sendiri akan lebih baik. Tergantung keadaan sebetulnya. Ia belum berbuat apa-apa hari ini, kecuali melakukan kebiasaan umum, tentunya. Nah, sepertinya, mulai hari ini kebiasaan umumnya akan bertambah satu. Ya latihan ini. Aneh, ya. Latihan, sudah begitu latihannya bukan latihan biasa, ini latihan yang menentukan hidup dan mati banyak orang, walaupun sebetulnya yang lebih tepat itu gunanya untuk menghibur Capitol. Semakin banyak orangnya, semakin meriah. Memang gila. Daripada memikirkan itu, ia langsung berjalan menuju satu pos yang menurutnya patut ia coba walaupun hasilnya belum pasti. [result]9&9,1d10,0,9&1d10[/result] |
![]() |
|
| Tume Tinkham | Sunday May 12 2013, 01:59 PM Post #25 |
![]()
|
POS 5 Tume berhasil menyerap informasi soal jamur-jamur beracun itu. Agak lebih sulit daripada buah sebenarnya sehingga dia berpikir dirinya tidak akan makan jamur apa pun itu di arena untuk mudahnya. Ternyata tanaman-tanaman di arena begitu mengerikan dan walaupun pemandunya menyemangatinya dengan mengatakan dirinya bisa makan jamur putih yang hidup berkoloni di dekat bebatuan pinggir kali, Tume menggeleng dan mengucapkan terima kasih. Kiranya dia sudah selesai di pos yang satu ini dan boleh berpindah ke pos lain. Irisnya mulai menyapu ke seluruh pos dan melihat sau per satu pos mulai diduduki walaupun ada pos yang masih belum kedatangan peserta. Tume menghitung secara cepat dan tahu kalau peserta yang datang mungkin belum setengah dari jumlah seharusnya. Nah, pos mana yang akan ia kunjungi berikutnya? Bocah laki-laki berumur dua belas tahun ini melangkah ke tengah ruangan dan memasuki salah satu pos yang berada di tengah. Pos ini tidak berpenghuni. Maksudnya, belum ada peserta yang masuk ke sana dan yang tampak hanya pemandu yang begitu bersemangat kedatangan pengunjung. Tume tidak bisa mengelak karena berikutnya dia digiring menuju tengah pos dan diperlihatkan beberapa kaleng cat juga kuas. Selain itu di sisi sebelah timur ada genangan lumpur yang tampak memuakkan. Tume berharap dia tidak perlu masuk ke dalam sana. Rupanya pos kamuflase ini berhasil membuat Tume merasa dia baru saja masuk ke pos pertahanan diri yang butuh kreativitas tinggi. Hahaha. |
![]() |
|
| Gavyn Owyn | Sunday May 12 2013, 02:59 PM Post #26 |
![]()
|
Hmpft. Capitol. Capitol. Capitol. Dari zaman dia belajar berhitung, Gavyn sudah benci warga Capitol. Kekerasan serta pemungutan liar yang mereka lakukan cukup menyengsarakan distrik sebelas. Keseharian warga dari distrik sebelas adalah bekerja hingga mereka merasa sedikit lagi tumbang. Jajaran gandum yang dipanen cukup membuat Capitol kenyang, tapi tidak untuk distrik sebelas itu sendiri. Gavyn belajar untuk membenci mereka sejak dia menyadari mengapa mereka tidak pernah memiliki rumah yang layak meskipun tanah mereka subur. Pepohonan berisi buah-buahan tidak pernah mereka cicipi. Semua karena Capitol mengambil alih hasilnya. Jangan pernah mencoba membuatnya bersyukur untuk berada di tempat ini. Gavyn Owyn, pemuda tertua keluarga Owyn, melangkah memasuki ruang latihan. Matanya memicing demi melihat jajaran pos yang disusun dan sudah ada beberapa pos yang diminat oleh peserta. Pada dasarnya Capitol berusaha memberi mereka bekal untuk masuk ke dalam rimba dan tugas pesertalah untuk memanfaatkannya. Gavyn memang benci wahana apa pun yang disuguhkan oleh Capitol tetapi dia tidak cukup bodoh untuk bolos latihan. Memang dia bukan tipikal yang mudah untuk bersyukur. Seorang Gavyn dibesarkan untuk memberontak dan paham bila dirinya dan keluarganya—beserta seluruh penghuni dari distrik sebelas—pantas untuk dianugerahi kelayakan tempat tinggal serta pangan. Kakinya segera melangkah ke salah satu pos. Lalu, matanya mulai jelalatan mencari pemandu yang seharusnya ada di tiap pos. [result]4&4,1d10,0,4&1d10[/result] Edited by Gavyn Owyn, Sunday May 12 2013, 03:25 PM.
|
![]() |
|
| Kristeen Franscois | Sunday May 12 2013, 04:00 PM Post #27 |
|
POS 6 Pouts. Pos empat terlalu ramai, jadi matanya bergerak memilih pos yang masih sepi peminat. Seperti pos enam mungkin. Kristeen mulai bergerak menuju rak tinggi berisi mata tombak, memainkan ujung lancipnya sambil lalu ketika kakinya semakin dekat menuju tempat pelatih pos itu berdiri. Benda seperti ini akan sangat mematikan jika digunakan di arena. Dan demi apa, hebat sekali kalau ia bisa dapat yang seperti ini di cornucopia, berebut dengan peserta yang lain. Sampai ketika seorang berambut kemerahan mendahului tempat tujuannya, berada tepat membelakangi dan tiba-tiba saja berbalik menghadap kearahnya dengan cengiran khas anak-anak yang membuatnya refleks balas tersenyum canggung karena terkejut. “Oh hai, um, err—Remy?” Anak laki-laki dari enam, dan oh dia masih sangat muda untuk menjadi salah seorang pengisi peran di Quell kedua ini. Kasihan memang. Kristeen tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan olehnya bila dengan terpaksa harus berhadapan dengan anak semanis ini di arena. “Kita memilih tepat berlatih yang sama sepertinya,” Bibirnya masih tersenyum, lumayan kaku karena asumsinya barusan. Sungguh, ia tidak akan tega. Tapi yang semakin membuatnya kikuk adalah ketika Remy dari distrik enam itu berteriak dengan tiba-tiba dan melompat-lompat kegirangan menyambut salah satu rekan sedistriknya, kali ini anak perempuan, sama-sama dari enam. Melihatnya, Kristeen hanya memberi senyuman singkat, membiarkan mereka berduaan saja sementara ia mendekati rak-rak lain yang berada tak jauh. “Bisa kupilih bebas?” Katanya pada si pelatih sambil melihat-lihat apa yang mungkin bisa digunakannya. Pisau lempar berbagai ukuran, tombak seperti yang sebelumnya ia temukan, atau senjata untuk panahan. Dan pada akhirnya ia menarik sebuah anak panah dan busurnya dari rak setelah si pelatih memberikan anggukan singkat dan sedikit menjelaskan bagaimana cara menembakkan panah agar tepat mengenai tanda-tanda pada papan sasaran berbentuk manusia. Ada banyak titik yang menjadi bagian vital seseorang, dan bagian-bagian mematikan itu yang ditandai dengan warna merah, seperti pada bagian kepala, tepat di jantung, nadi di bagian lengan, bahu yang akan membunuh syaraf pergerakan tangan, ulu hati, bahkan hingga tempurung lutut. Sementara pada bagian yang berwarna putih hanya akan menimbulkan luka biasa dan tidak akan menimbulkan kematian, dan satu hal lagi, jangan sampai tembakannya meleset karena untuk senjata jarak jauh semacam ini akan sangat merugikan jika jumlah senjata yang dimiliki akhirnya meleset ketika di arahkan pada sasaran. “Aku mengerti,” Satu anggukkan kecil darinya mengakhiri penjelasan si pelatih, dan dengan segera ia menyingkir dari tempat Kristeen berdiri untuk membiarkannya mencoba. Tangan kirinya menegakkan busur sementara tangannya yang lain mulai memasang anak panah, kemudian menariknya hingga siap dilepaskan. Jaraknya sekarang mungkin ada sejauh sepuluh meter dari papan sasaran dan kemungkinan untuk mengenainya tepat pada bagian vital mungkin akan rumit, tapi siapa tahu jika ia belum mencobanya kan. Kelipatan 4 berarti kena sasaran :)) KS= [result]7&7,1d10,0,7&1d10[/result] |
![]() |
|
| Gavyn Owyn | Sunday May 12 2013, 04:07 PM Post #28 |
![]()
|
POS 4 Ia tertarik pada pos yang dikerumuni bak lalat oleh para peserta. Kata pemandu di pos tersebut, para peserta diperbolehkan untuk bergulat satu lawan satu. Nah, mumpung Gavyn sedang berada dalam kondisi terbaiknya—tidak capek dan sudah kenyang—maka dia berniat meluangkan waktu untuk menguji kekuatannya melawan peserta lain. Kebetulan ada beberapa peserta di tempat itu. Dengan dirinya mereka berjumlah lima orang. Pilihan Gavyn sebagai lawan tentu saja jatuh kepada sosok yang berasal dari distrik karier dan seseorang yang berjenis kelamin laki-laki. “Keberatan untuk bergulat denganku, Urie?” Ya, dia kenal nama dari pemuda itu. Bukan sesuatu yang tidak mudah untuk diingat karena Gavyn memang menghapal seluruh nama lawannya dengan baik. Bahkan dia mulai menyelidiki kebiasaan serta kekuatan dari setiap lawannya. Siapa tahu akan berguna di arena nanti. “Kebetulan aku sedang lowong. Biarlah para wanita bermain dengan sesama mereka,” Gavyn nyengir, “Bagaimana?” Ini akan menjadi ajang untuk membuktikan bahwa distrik karier pun sebenarnya tidak sekuat yang diketahui oleh massa. Pasalnya, Gavyn memang memiliki tubuh tinggi dan besar serta di usia tujuh belas tahunnya ini dia sudah lebih dari cukup membuat otot-otot di tubuhnya tumbuh sempurna. Sebenarnya dia bukannya mau pamer tetapi dia berpikir kalau distrik sebelas yang pekerja keras sebenarnya kalau ingin memberontak dan memukul wajah bodoh para penjaga perdamaian juga bisa tetapi sayangnya beberapa di antara mereka cukup pecundang karena lemah dengan senjata api yang dimiliki oleh lawan mereka. Nah, di tempat ini tidak ada senjata api. Mereka akan satu lawan satu. Hm. Interaksi ke Urie Tommy Edited by Gavyn Owyn, Sunday May 12 2013, 04:08 PM.
|
![]() |
|
| Irvette Schwan | Sunday May 12 2013, 04:10 PM Post #29 |
![]()
|
POS 4 - #1 Gulat. Oke. Satu-satunya gulat yang pernah dilakukannya adalah dengan kakaknya, biasanya hal tersebut terjadi ketika Irvette mengambil makanan dari piring kakaknya lebih dari satu kali. Itu pun berakhir dengan dua-duanya kelelahan karena nggak ada yang menang, sesudah itu berakhir pula dengan Irvette dijitak. Menenggelamkan wajah di kedua tangannya. Ia tidak mau berakhir dengan dijitak juga di sini, sorry. Apalagi kalau jitakannya lebih super dibandingkan jitakan kakaknya. Ia yakin tak ada yang dapat mengalahkan jitakan itu. Berjalan masuk dan langsung disuguhi pemandangan orang berkeringat karena bergulat itu tidak asyik, tjoy. Tahu sih kebanyakan cewek bakal waw liat cowok berkeringat dan otot-ototnya keluar. Tapi buat Irvettte? GROSS! Jangan harapkan ia ada dekat-dekat kurang dari tiga meter dengan orang yang berkeringat habis-habisan. Memandangi seorang tribut yang memanggilnya dan satu orang lainnya. Tidak tahu siapa, tidak hafal. Ia tidak mau repot-repot menghafalkan nama orang lain kalau ujung-ujungnya ia bakal dibunuh mereka atau dengan kemungkinan super kecil ia membunuh mereka. Ia hanya bisa menduga kalau si gadis itu dari distrik 1, dari sikapnya yang tidak terlihat semenderita orang distrik bawah dan juga sikapnya yang terasa janggal. Haish, gini-gini juga dia bisa baca orang kok. No no no, she ain't a psychic, tapi setidaknya ia bisa baca bahasa tubuh. Itu berguna supaya tidak ada orang yang membuatnya rugi. Ia benci rugi. "Oh mau gulat?" Ditatapnya gadis berambut coklat terang entah dari distrik mana itu dan kemudian berpikir bahwa lebih baik diladeni saja daripada ia nanti gulat sendiri. That would be super awkward. "Ayo, aku mulai ya." Ia mencoba mengambil tangan si gadis dan melakukan gerakan membanting. Mencoba, kalau gagal ya takdir. Daridulujugabegituwoy. Colleen Roosblablah. Ijin mulai gulat ya keberatan PM aja~ ^^ pake dice aja, dicenya terserah. [result]11&11,1d15,0,11&1d15[/result] << cuma berhasil kalau prima. Edited by Irvette Schwan, Sunday May 12 2013, 04:11 PM.
|
![]() |
|
| Kyle Blackthorn | Sunday May 12 2013, 04:14 PM Post #30 |
![]()
|
POS 8 Pos delapan untuk Kyle dari distrik delapan. Cocok, cocok. Tapi begitu melihat seperti apa pelatihan yang ditawarkan oleh pos delapan ini, Kyle langsung merasa salah pilih. Maklum, tadi dia memilih cuma asal tunjuk. Delapan sepertinya angka yang bagus. Padahal delapan itu berarti Kyle harus latihan angkat beban. Sekilas lihat saja Kyle sudah bisa membayangkan bagaimana susahnya mengangkat beban-beban yang disediakan. Barbelnya mungkin enteng. Tapi yang bola besi itu? D'oh. Dicoba dulu, baru menyerah. Iya. Melihat-lihat beban yang disediakan, mau mencari yang paling ringan saja sih maunya. Tapi nanti kalau ada perempuan yang lihat, nanti Kyle disebut lemah bagaimana. Ya sudahlah. Angkat satu barbel dulu dengan tangan kanan. Angkat tinggi-tinggi. Merasa kuat, tangan kirinya mengambil barbel yang sama, yang tulisan beratnya 1 kilo, lalu angkat tinggi-tinggi lagi. Lihat, lihat, Kyle kuat, kan. Padahal baru mengangkat dua kilo. Beras saja minimal 5 kilo. |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today. Learn More · Sign-up for Free |
|
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic » |












9:33 PM Jul 11