Welcome Guest [Log In] [Register]

MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR



[ INACTIVE ]
TERM 9: 2193 - 2194




[+] Topik AU: 4/5
[+] Visualisasi Asia: 3/3
[+] Capitol: 5/5
[+] Distrik Satu: 4/5
[+] Distrik Dua: 4/5
[+] Distrik Empat: 5/5
[+] Distrik Tiga Belas: 2/5
[+] Balita/Dewasa: 5/5



IndoCapitol


TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL
PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH
PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI
TRAINING CENTER || ARENA




Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain.

PEMENANG
HUNGER GAMES 54



{DISTRIK 1}



KREIOS EPHRAIM


MUSIM PANAS



21,3° - 23,6° C
21 Juni - 20 September
Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan.



WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (JAKARTA)




Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

TWITTER & CHATBOX


Twitter
Chatbox



FORUM LOG
Waktu Update
Sabtu, 11 April 2015 Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out!

PEMBERITAHUAN
Kepada Informasi
Semua Member Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum
Semua Member Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2)
Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda.

Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru.

Bergabunglah bersama kami!

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum:


Username:   Password:
Locked Topic
Pelatihan #50
Topic Started: Saturday May 11 2013, 08:00 PM (3,806 Views)
Lisette Bass

Day One.

Don't you think this Hunger Games will be huge, hmm?


Tentu saja akan sangat besar. Pesertanya saja ada empat puluh delapan orang. Dan sebuah kehormatan bagi seorang Lisette Andromeda Bass menjadi salah satu perancang arena tahun ini. Quarter Quell—don't you think so too? Tee-hee.

Gadis awal dua puluh tahun itu sedang berada di bangku yang disediakan untuk jejeran orang ternama Capitol, mereka-mereka yang terlibat dengan pembuatan Arena. Pengawasan pelatihan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan namun bagus dijadikan acuan bagi mereka untuk menerka siapa yang bertahan dan siapa yang tidak layak bertahan. Sementara gadis ini sendiri mengeset matanya hanya ke kawanan karier—tentu. Terlebih pilihan karier tahun ini sampai ada delapan orang, dengan beberapa nama yang tidak kalah familiar.

DDR, you sure doesn't want to move on, hmm?


Sebenarnya tak begitu banyak perubahan di pos-pos yang dilakukan oleh sang gadis dan partnernya lakukan tahun ini. Aron tidak berencana meninggalkan posisinya sebagai perancang arena karena berhasil membuat distrik kesayangan Capitol mengecap kejayaannya lagi, mungkin. Entahlah. Intinya; posnya tak banyak berbeda. Pos pelatihan tahun ini ada sepuluh. Mengantisipasi peserta yang terlalu banyak sehingga satu pos akan dihuni oleh beberapa orang banyaknya.

Pos pertama tetap jatuh pada tanaman beracun dan penawarannya. Mungkin untuk tahun-tahun lalu pos ini akan terlihat tidak berguna, namun sedikit spoiler—gadis Bass ini menyukai segala sesuatu yang berbau enak namun mematikan. Racun—adalah salah satu hal dari sedikit yang disukainya secara benar-benar, kau tahu. Pos kedua, pos dimana senjata-senjata bergelatakan rapi dengan beberapa pengawas latihan yang ada. Berbagai macam senjata mulai dari tombak, pedang, gada, trisula, kapak semua senjata berat lengkap baik yang terbuat dari perak, perunggu, bahkan karet. Persenjataan lengkap di pelatihan namun di arena belum tentu demikian.

Pos ketiga disediakan pos ketangkasan, pos yang sama dengan dengan pos palang rintangan pada tahun lalu. Disediakan berbagai palang rintangan dengan perangkap-perangkap lengkap dengan pengawasnya yang akan membantu jika dibutuhkan. Pos keempat sendiri adalah pos gulat. Kekuatan selalu yang dipentingkan oleh para karier dan Capitol. Pos ini sendiri terletak didekat tempatnya duduk saat ini. Pos kelima adalah pos kamuflase. Pos dimana mereka diajarkan untuk menyamarkan diri menggunakan bahan-bahan di alam liar. Meski sayangnya—untuk tahun ini, mereka akan mendapat celakanya jika berusaha kabur.

Capitol need more blood, darl.

Pos keenam adalah pos sasaran. Ketepatan dalam melempar pisau dan ketepatan dalam memanah dibutuhkan di pos ini. Dimana para peserta dapat unjuk gigi dalam kemampuan mengukur ketepatan dan keakuratan mereka. Pos ketujuh sendiri adalah pos dimana mereka akan diajari untuk bertahan hidup di alam liar. Setidaknya Liz berbaik hati membiarkan para peserta itu mengerti bagaimana rasanya bertahan di alam liar dan memanfaatkan hal di sekelilingnya. Pos kedelapan adalah pos angkat beban. Dimana berjejer barbel sederhana hingga bola besi seberat dua puluh kilogram—dia yakin banyak yang punya tenaga berlebih tahun ini. Pesertanya bisa saja melempar dan mematahkan beberapa tulang leher yang lain, kan?

Pos kesembilan adalah pos jerat. Pos dimana para peserta dituntun untuk membuat jerat dan menajamkan ketangkasan dan pemikiran mereka untuk mengungguli mereka-mereka yang kuat dan berbadan besar. Liz masih memikirkan anak-anak perempuan untuk hal ini, kau tahu. Dan yang terakhir adalah pos perlindungan. Dimana pos ini diajarkan teknik-teknik perlindungan dalam bela diri dan apa saja yang harus dihindari jika ingin bersembunyi. Walau Liz sendiri yakin mereka tak akan bisa bersembunyi darinya, kau tahu. Tee-hee.

Nah cukup lengkap, kan?

Baik hati kan, gadis ini? Mari mulai saja latihannya kalau begitu, peserta. Jangan terlalu menumpuk di satu post, 'kay?


  • Perhatikan deskripsi saya baik-baik.
  • Gunakan dice roll [ roll ] 1d10 [ / roll ] pada post pertama kalian untuk pos pelatihan kalian. Hilangkan spasi. Hasil yang didapat, itulah post latihan kalian.
  • Diperbolehkan untuk ganti post setelah setidaknya post tiga kali dalam topik ini. Pos selanjutnya (setelah tiga post pertama kalian) dibebaskan kepada kalian.
  • Terbuka hanya untuk peserta.
  • Diizinkan untuk interaksi antar peserta namun hanya dengan orang yang berada di post yang sama. Diperbolehkan datang bersama teman sedistrik.
  • Deskripkan ada pemandu di setiap posnya dan diperbolehkan berinteraksi dengan mereka. Karakter yang ada sebagai pemandu adalah karakter fiktif.
  • Kurang jelas? Silahkan layangkan pertanyaan ke sini atau ke twitter IC.
  • 'Appy roleplaying, guys! ; )
Edited by Lisette Bass, Saturday May 11 2013, 08:04 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Replies:
Pinoy Annelli
Member Avatar

POS 10


Oke.

Cara membuat mangkuk dan termos ini cukup rumit. Tapi, Pinoy berhasil menyelesaikan termos mininya dalam sepuluh menit dengan hasil yang tidak begitu memuaskan tetapi cukup sebagai tempat penampungan air.

Hahaha.

Pemandunya memberikan pujian dengan wajah tercela tetapi bagi Pinoy itu sudah lebih dari cukup. Waktunya untuk pamit dan mengucapkan terima kasih atas pelajarannya dan pemuda ini kemudian melihat Aidy memasuki ruang latihan. Pinoy melambai ke arahnya tetapi mungkin gadis berambut merah itu tidak melihatnya. Oleh karena itu, pemuda ini bergegas keluar dari posnya dan menyusul Aidy yang memilih sebuah pos paling ujung. Pos apa itu? Ah, entahlah.

“Hei, Aidy.”

Napasnya terengah ketika berhasil menyusul gadis itu.

Mereka telah sampai di pos yang menurut Pinoy memiliki pemandu yang belum kedatangan peserta manapun karena begitu mereka berdua sampai, sang pemandu bergegas meminta mereka untuk memperhatikan apa yang akan mereka lakukan di pos ini. Pinoy memperhatikan dengan setengah hati. Dia lebih sibuk berpikir mengapa Aidy agak terlambat datang atau bahkan peserta lain sudah lebih dulu belajar daripada teman sedistriknya itu. Selain Aidy, Pinoy belum melihat kawan dari distrik lima lainnya. Mungkin mereka lupa jadwal atau apa. Hah. Padahal di arena nanti mereka akan banyak berterima kasih karena telah rajin latihan.

Omong-omong ini adalah pos perlindungan dan pemandu itu baru saja bertanya apakah mereka sudah siap belajar teknik berlindung atau tidak.

“Mana yang lain?”

Pinoy mengacuhkan pemandu itu untuk sesaat.


Ngomong ke Aidy Joselin.
Edited by Pinoy Annelli, Sunday May 12 2013, 04:29 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Kyle Blackthorn
Member Avatar

POS 8

Sudah puas berhasil mengangkat dua kilo, Kyle meletakkan kedua beban itu lalu lihat-lihat lagi, beban mana yang lebih berat dari satu kilo, tapi tidak berat-berat amat.

Coba ambil yang lima kilo. Langsung mau protes, yang ini berat banget. Perpindahan dari dua kilo ke lima kilo itu rasanya jauh sekali. Cepat-cepat diletakkannya beban itu lalu menggoyang-goyangkan tangannya, meregangkan badan dan tangan dulu, mempersiapkan tubuh untuk mengangkat beban seberat lima kilo. Kalau sudah siap, siapa tahu dia bisa mengangkat sepuluh kilo.

Peregangan selesai.

Kyle mengambil lagi beban seberat lima kilo, lebih pelan-pelan kali ini biar otot-otot lengannya tidak kaget. Dan kali ini, dia lebih yakin kalau sudah sanggup.

Angkat beban lima kilo ini, tapi tidak setinggi mengangkat yang satu kilo tadi. Berat.

Lalu tangan kirinya mengambil yang beratnya satu kilo tadi. Belum berani mengangkat yang sesama lima kilo. Daripada tangannya malah cedera sebelum arena dimulai. Kan bahaya. Setelah dengan satu kilo sukses. Kyle mencoba mengangkat yang lima kilo dengan tangan kirinya. Jadi, total beban yang dibawa Kyle sekarang adalah sepuluh kilo.

Berat. Banget. Serius.
Offline Profile Goto Top
 
Flavea Vorfreude
Member Avatar

Pos #9 - Post #1

Duk.

"Sakiiit."

Setidaknya, Flavea tidak menabrak tembok karena itu pasti lebih menyakitkan daripada menabrak pintu. Ia secara sukses berhasil menghampiri salah satu pos dengan mata tertutup, dengan semua bagian tubuh selamat kecuali dahinya. Ia berharap bahwa dahinya tidak akan membiru karena jika memang akan membiru, kelihatannya pasti buruk. Ia menatap ke sekelilingnya, tak tahu pasti ia berada di pos nomor berapa. Namun dapat dilihatnya bahwa ia akan berurusan dengan tali temali dan beberapa lainnya, membuat jerat-jerat.

Jerat tak dapat digunakan untuk membunuh, kan? Hanya untuk memperlambat orang lain. Iya hanya untuk memperlambat orang lain.

Menghampiri bahan-bahan yang ada dan menyentuhnya. Hanya menyentuh, karena ia tidak tahu harus melakukan apa. Habis, ia tidak pernah membuat jerat sekali pun. Melihat bahan-bahannya saja tidak pernah. Kalau diingat-ingat juga rasanya Flavea jarang melihat jerat. Bahkan waktu tersasar ke hutan pun, ia tidak melihat jerat yang mungkin ada untuk menangkap anak-anak nakal. Segala kebingungan untuk melakukan apa itu terlihat jelas di wajahnya.

"Floryn!"

Tidah tahu kenapa rasanya gembira sekali ada yang menghampirinya. Maniknya menatap sosok mungil itu dan tersenyum lebar, mempersilahkannya bergabung tanpa menggunakan kata-kata. Floryn itu—masih kecil. Dari umur juga, beberapa tahun lebih muda dari Flavea. Kelihatan jelas, kok. Kalau tidak salah, kakaknya juga ikut Hunger Games beberapa tahun yang lalu.

"Sini, sini, Floryn tahu cara membuat jerat? Aku tidak bisa membuat jerat."

Tidak malu kok, kalau kalah sama anak kecil! Flavea tidak gengsian, tenang saja. Lagipula kan Flavea sudah berniat mau belajar yang banyak.
Floryn~
Offline Profile Goto Top
 
Tume Tinkham
Member Avatar

POS 5


Kaleng cat dan kuas.

Mungkin dia harus kembali ke masa kecil di mana benda-benda itu adalah kawan bermainnya. Tapi, Tume tidak pernah pandai melukis. Dia selalu berakhir dengan membuat cat itu tumpah di mana-mana dan Gutsche yang harus membersihkannya sebelum mereka sama-sama kena marah. Ah, mendadak dia kangen pada Gutsche. Apa yang dilakukan oleh saudaranya itu di distrik, ya? Seharusnya Tume tidak berada di sini. Seharusnya Tume berada di distriknya, Distrik Sepuluh yang nyaman. Biasanya Gutsche yang mengerjakan hal yang berat untuk Tume. Tapi, sekarang tidak lagi. Arena yang berat harus dikerjakan seorang diri oleh Tume karena walaupun dia beraliansi dengan peserta lain, dia tetap harus saling bunuh kalau mau kembali ke distrik.

Kembali ke posnya.

Pemandunya mulai menjelaskan mengenai warna-warna yang bila dicampurkan akan memberikan efek menakjubkan. Misalnya, ketika suasana di sekitar mereka penuh dengan bebatuan maka lebih baik Tume mencampur warna hitam dan putih sehingga menghasilkan warna kelabu dan lebih cocok dengan warna bebatuan. Kalau berhasil, dia bisa selamat dari peserta lain yang ingin memburunya dengan melumurkan warna kelabu ke tubuhnya.

Tume Tinkham yang memang sok serius berusaha mencobanya dan berhasil membuat warna kelabu pekat dengan cat yang ada di sana. Pemandunya meminta dia untuk menggunakan bahan-bahan alam sekarang. Bagi Tume, itu menjijikkan tetapi dia tidak punya alasan untuk menghindar. Kakinya melangkah mendekati kubangan lumpur dan dengan menahan napas, Tume membiarkan kaki kanan yang disusul dengan kaki kirinya melangkah masuk ke dalam kolam kecil berisi genangan lumpur itu.

Wah, ini benar-benar teknik menyamarkan diri alamiah! Kalau keluar dari kolam itu sudah dipastikan Tume akan sulit dikenali.
Offline Profile Goto Top
 
Kyle Blackthorn
Member Avatar

POS 8

Kyle mau pingsan.

Tapi tidak boleh. Masa iya anak laki-laki seperti dia pingsan gara-gara mengangkat barbel seberat sepuluh kilo? Memalukan sekali, sangat memalukan. Seandainya Kyle benar-benar pingsan, dia tidak tahu lagi harus meletakkan mukanya di mana. Pasti dia bakal terlihat sangat payah kalau itu sampai terjadi.

Setelah mengangkat beban sepuluh kilo ini selama satu setengah menit, Kyle meletakkan kedua beban ini pada tempatnya lagi. Langsung merasa capek walaupun baru mengangkat sebentar. Lemah memang. Maklum, tubuhnya kecil begini, ototnya tidak terlatih, mana kuat mengangkat yang seperti itu lama-lama?

Angkat apa lagi ya?

Bola besi, boleh dicoba sepertinya.

Ambil bola besi yang beratnya di bawah sepuluh kilo. Sudah kapok mengangkat yang beratnya di atas sepuluh kilo soalnya. Terlalu berat dan tangannya terasa kram semua. Tahan bola besi ini di tangannya selama satu setengah menit lalu meletakkannya lagi.

Sudah cukup.

Dia harus segera pindah ke pos yang lebih ringan. Pos satu sepertinya oke ya.
Offline Profile Goto Top
 
Tume Tinkham
Member Avatar

POS 5


Tume berhasil memasukkan dirinya ke dalam kubangan lumpur itu setinggi pinggangnya. Ia menoleh kepada pemandunya yang menggeleng-gelengkan kepalanya dan meminta dia membenamkan seluruh bagian tubuhnya ke dalam kolam itu.

Serius!

Seluruhnya!

Putra Tinkham ini menggelengkan kepalanya dan keluar dari kubangan itu.

“Mungkin kalau sudah di arena aku akan melakukannya. Tapi, kalau sekarang mungkin tidak.”

Segera bocah berumur dua belas tahun ini menuju tempat di mana dia bisa memperoleh air bersih dan mencuci lumpur yang mengenai dirinya. Dia menghabiskan waktu sepuluh menit untuk kegiatan membasuh tubuhnya itu sambil melihat apa yang dilakukan oleh peserta lain. Jumlah peserta yang berada di ruangan itu sepertinya belum mencapai setengah. Pasti masih banyak peserta yang memilih berlatih privat dengan pelatih mereka. Tume membayangkan Recca yang menjadi pelatihnya. Irish tidak terlalu berkawan baik dengan orang dewasa yang satu itu. Ini membuat Tume agak gentar kalau harus berhubungan secara langsung dengannya. Tapi, Tume menghargainya sebagai pelatih karena sosok itu yang membawa Irish kembali dari arena.

Dua pos sudah Tume kunjungi. Dia berniat mengunjungi pos lainnya lagi. Masih ada delapan pos yang perlu ia masuki. Dia ingin menghindari pos-pos yang terlalu diminati. Ini lebih agar konsentrasi dari anak ini tidak buyar. Tume memang senang bergerak seorang diri. Ini membuat dirinya lebih nyaman.

Kira-kira dia ingin ke pos mana lagi, ya?


Dari pos 5 pindah ke pos >> [result]6&6,1d10,0,6&1d10[/result]
Offline Profile Goto Top
 
Exodus Kruchev
Member Avatar

Bukan rahasia lagi kalau Karier memiliki pengetahuan lebih maju mengenai pertahanan dan bela diri dibandingkan distrik kelas bawah. Ajaran sejak dini sebagai ancang-ancang persiapan sebelum masuk Arena sudah bukan barang baru lagi di kalangan mereka. Lalu hari ini mereka diharuskan latihan sebelum membunuh korban di dunia nyata, katanya. Ah, another formality. Again.

Kedua lengan pemuda itu tersilang di tubuh depan sambil memperhatikan wajah beberapa peserta yang tersebar di sekitar ruang latihan. Dia lebih banyak mengamati saja untuk saat ini. Tidak menjaga jarak atau apa, tapi memang begitulah tabiat Kruchev sulung. Mengamati, menilai, mempelajari lawan, dan merekam semua yang tertangkap oleh sepasang iris biru jernihnya. Bukan tidak mungkin peserta lain juga melakukan hal yang sama. Titel sebagai Karier tentu menjadi bahan observasi tiga puluh enam peserta lainnya. Peduli apa dia.

Sialnya, di sini dia tidak bisa mencicipi aroma dan lezatnya tembakau. Tidak bisa merokok seperti sedia kala sebelum dirinya dibawa ke Capitol. Pemuda itu merasa cukup tersiksa. Konspirasi yang membuatnya bisa mati tersiksa sampai Arena dan semuanya ini selesai.

Ada sepuluh pos yang bisa Exodus kunjungi dengan fasilitas yang berbeda-beda di setiap pos dan sepertinya banyak dari mereka menumpuk di satu pos. Tungkainya dibiarkan saja bergerak sesukanya. Santai saja gerak-gerik pemuda ini. Tidak akan ada baku hantam yang terjadi di dalam ruang latihan karena belum waktunya. Masih ada sekian hari, sekian puluh jam. Masih cukup lama. Exodus Kruchev tidak akan menjadi mimpi burukmu sebelum Quarter Quell dimulai.


[result]7&7,1d10,0,7&1d10[/result]
Offline Profile Goto Top
 
Tume Tinkham
Member Avatar

POS 6


Pilihannya jatuh ke pos di samping pos sebelumnya. Apa yang disajikan oleh pos itu sepertinya menarik perhatian bocah berambut cokelat nan acak ini. Pos ini sedikit lebih memanjang dan lebih luas daripada pos sebelumnya. Ada beberapa kotak berisikan panah dengan anak panahnya juga pisau berbagai ukuran. Beberapa meter di depan sana ada papan bundar dengan lingkaran banyak. Tahulah Tume kalau itu adalah papan sasaran. Mereka yang masuk ke pos itu tentu akan dilatih cara membidik sasaran.

Menurut Tume, pos ini cukup berguna hanya kalau dia punya senjata di arena. Tapi, mari berpikiran positif. Dia bisa memiliki senjata. Oke?

Di pos sasaran ini dia melihat sudah ada beberapa peserta berada di situ. Rupanya memang mereka jauh lebih tertarik bergerak menuju pos macam ini daripada pos berisikan tanaman beracun atau pos kamuflase. Pos sasaran jauh lebih menjanjikan dan menurut Tume itu terlihat dengan jelas. Bila mereka bisa menguasai pos ini maka dengan mudah di arena untuk bergerak. Bahkan sebelum hari berganti sudah ada banyak peserta yang tewas karena mereka lihai dengan hal yang satu ini. Tume menjadi agak menyesal mengapa tadi tidak memilih untuk masuk ke pos seperti ini terlebih dahulu.

Tume yang malas berinteraksi kemudian mengambil sebuah pisau dari dalam kotak, menimbangnya, dan melemparnya ke papan sasaran tanpa mau terlebih dahulu bertegur sapa dengan peserta dari distrik lain.

Hm.
Offline Profile Goto Top
 
Kyle Blackthorn
Member Avatar

POS 1

Tentang tanaman beracun dan penawarnya.

Ini adalah pos paling penting yang harus didatanginya. Bahkan lebih penting dari pos-pos lain yang mengajarkan cara mempertahankan diri dari serangan lawan. Ini sangat penting. Sangat, sangat penting.

Mengapa?

Karena Kyle sangat suka makan. Seandainya dia melihat buah yang bergelantungan di pohon, dia pasti melihat buah itu sebagai makanan yang harus segera dilahap. Bagaimana kalau buah itu ternyata beracun? Belum lagi kalau dia saking laparnya nanti, hingga memakan jamur atau dedaunan yang bisa ditemukannya di arena nanti? Bahaya, sangat bahaya. Dia bisa membunuh dirinya sendiri alih-alih dibunuh lawan atau terkena efek arena.

Memalukan tidak sih kalau seorang peserta tewas gara-gara makanan?

Kyle sih malu.

Karena itu, dia mendengarkan baik-baik, pengajaran apa saja yang diberikan oleh instruktur di pos ini. Tentang buah beri mana saja yang aman untuk dimakan dan yang tidak. Tentang jamur mana yang boleh dimakan.
Offline Profile Goto Top
 
Kathleen Halvorsen
Member Avatar

Kathleen melangkah masuk ke gedung pelatihan.

Tempat ini sungguh luas, Kathleen tidak pernah melihat begitu banyak hal berada di dalam satu ruangan seperti ini. Hari ini Kathleen datang sendirian, Kathleen tidak dapat menemukan Floyd, mungkin ia sedang mandi atau bagaimana? Ia tidak tahu kemana satu-satunya orang yang ia kenal itu pergi.

Sudah waktunya Kathleen untuk mandiri, ia tak seharusnya mencoba bersandar kepada orang lain selamanya kan?

Ruangan ini telah dipenuhi oleh lautan manusia, banyak sekali, mungkin kalau setengah dari orang-orang di sini berada di distriknya masing-masing, ruangan ini pasti terlihat sangat longgar. Ada empat puluh enam peserta yang tidak Kathleen kenal sama sekali.

Pos yang mana yang akan ia datangi kali ini? Kathleen harus bertahan di arena cukup lama, cukup lama untuk mungkin membalas apa yang tidak dapat di lakukan Alph? Pemuda Halvorsen itu tak dapat terlalu lama berada di arena kan? Ia memiliki dua orang partner yang sangat kuat, mungkin Alph kurang sehat saat itu?

Apapun post yang akan ia masuki sekarang, Kathleen harus sungguh-sungguh mencoba supaya ia dapat mendapatkan sebuah ilmu yang berguna.


[result]10&10,1d10,0,10&1d10[/result]
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
Go to Next Page
« Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic »
Locked Topic


Theme design by Drama, theme coding by Lewis. of Outline and edited by Ntin, Ubi, and Ilma.