Welcome Guest [Log In] [Register]

MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR



[ INACTIVE ]
TERM 9: 2193 - 2194




[+] Topik AU: 4/5
[+] Visualisasi Asia: 3/3
[+] Capitol: 5/5
[+] Distrik Satu: 4/5
[+] Distrik Dua: 4/5
[+] Distrik Empat: 5/5
[+] Distrik Tiga Belas: 2/5
[+] Balita/Dewasa: 5/5



IndoCapitol


TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL
PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH
PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI
TRAINING CENTER || ARENA




Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain.

PEMENANG
HUNGER GAMES 54



{DISTRIK 1}



KREIOS EPHRAIM


MUSIM PANAS



21,3° - 23,6° C
21 Juni - 20 September
Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan.



WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (JAKARTA)




Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

TWITTER & CHATBOX


Twitter
Chatbox



FORUM LOG
Waktu Update
Sabtu, 11 April 2015 Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out!

PEMBERITAHUAN
Kepada Informasi
Semua Member Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum
Semua Member Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2)
Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda.

Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru.

Bergabunglah bersama kami!

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum:


Username:   Password:
Locked Topic
Pelatihan #50
Topic Started: Saturday May 11 2013, 08:00 PM (3,803 Views)
Lisette Bass

Day One.

Don't you think this Hunger Games will be huge, hmm?


Tentu saja akan sangat besar. Pesertanya saja ada empat puluh delapan orang. Dan sebuah kehormatan bagi seorang Lisette Andromeda Bass menjadi salah satu perancang arena tahun ini. Quarter Quell—don't you think so too? Tee-hee.

Gadis awal dua puluh tahun itu sedang berada di bangku yang disediakan untuk jejeran orang ternama Capitol, mereka-mereka yang terlibat dengan pembuatan Arena. Pengawasan pelatihan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan namun bagus dijadikan acuan bagi mereka untuk menerka siapa yang bertahan dan siapa yang tidak layak bertahan. Sementara gadis ini sendiri mengeset matanya hanya ke kawanan karier—tentu. Terlebih pilihan karier tahun ini sampai ada delapan orang, dengan beberapa nama yang tidak kalah familiar.

DDR, you sure doesn't want to move on, hmm?


Sebenarnya tak begitu banyak perubahan di pos-pos yang dilakukan oleh sang gadis dan partnernya lakukan tahun ini. Aron tidak berencana meninggalkan posisinya sebagai perancang arena karena berhasil membuat distrik kesayangan Capitol mengecap kejayaannya lagi, mungkin. Entahlah. Intinya; posnya tak banyak berbeda. Pos pelatihan tahun ini ada sepuluh. Mengantisipasi peserta yang terlalu banyak sehingga satu pos akan dihuni oleh beberapa orang banyaknya.

Pos pertama tetap jatuh pada tanaman beracun dan penawarannya. Mungkin untuk tahun-tahun lalu pos ini akan terlihat tidak berguna, namun sedikit spoiler—gadis Bass ini menyukai segala sesuatu yang berbau enak namun mematikan. Racun—adalah salah satu hal dari sedikit yang disukainya secara benar-benar, kau tahu. Pos kedua, pos dimana senjata-senjata bergelatakan rapi dengan beberapa pengawas latihan yang ada. Berbagai macam senjata mulai dari tombak, pedang, gada, trisula, kapak semua senjata berat lengkap baik yang terbuat dari perak, perunggu, bahkan karet. Persenjataan lengkap di pelatihan namun di arena belum tentu demikian.

Pos ketiga disediakan pos ketangkasan, pos yang sama dengan dengan pos palang rintangan pada tahun lalu. Disediakan berbagai palang rintangan dengan perangkap-perangkap lengkap dengan pengawasnya yang akan membantu jika dibutuhkan. Pos keempat sendiri adalah pos gulat. Kekuatan selalu yang dipentingkan oleh para karier dan Capitol. Pos ini sendiri terletak didekat tempatnya duduk saat ini. Pos kelima adalah pos kamuflase. Pos dimana mereka diajarkan untuk menyamarkan diri menggunakan bahan-bahan di alam liar. Meski sayangnya—untuk tahun ini, mereka akan mendapat celakanya jika berusaha kabur.

Capitol need more blood, darl.

Pos keenam adalah pos sasaran. Ketepatan dalam melempar pisau dan ketepatan dalam memanah dibutuhkan di pos ini. Dimana para peserta dapat unjuk gigi dalam kemampuan mengukur ketepatan dan keakuratan mereka. Pos ketujuh sendiri adalah pos dimana mereka akan diajari untuk bertahan hidup di alam liar. Setidaknya Liz berbaik hati membiarkan para peserta itu mengerti bagaimana rasanya bertahan di alam liar dan memanfaatkan hal di sekelilingnya. Pos kedelapan adalah pos angkat beban. Dimana berjejer barbel sederhana hingga bola besi seberat dua puluh kilogram—dia yakin banyak yang punya tenaga berlebih tahun ini. Pesertanya bisa saja melempar dan mematahkan beberapa tulang leher yang lain, kan?

Pos kesembilan adalah pos jerat. Pos dimana para peserta dituntun untuk membuat jerat dan menajamkan ketangkasan dan pemikiran mereka untuk mengungguli mereka-mereka yang kuat dan berbadan besar. Liz masih memikirkan anak-anak perempuan untuk hal ini, kau tahu. Dan yang terakhir adalah pos perlindungan. Dimana pos ini diajarkan teknik-teknik perlindungan dalam bela diri dan apa saja yang harus dihindari jika ingin bersembunyi. Walau Liz sendiri yakin mereka tak akan bisa bersembunyi darinya, kau tahu. Tee-hee.

Nah cukup lengkap, kan?

Baik hati kan, gadis ini? Mari mulai saja latihannya kalau begitu, peserta. Jangan terlalu menumpuk di satu post, 'kay?


  • Perhatikan deskripsi saya baik-baik.
  • Gunakan dice roll [ roll ] 1d10 [ / roll ] pada post pertama kalian untuk pos pelatihan kalian. Hilangkan spasi. Hasil yang didapat, itulah post latihan kalian.
  • Diperbolehkan untuk ganti post setelah setidaknya post tiga kali dalam topik ini. Pos selanjutnya (setelah tiga post pertama kalian) dibebaskan kepada kalian.
  • Terbuka hanya untuk peserta.
  • Diizinkan untuk interaksi antar peserta namun hanya dengan orang yang berada di post yang sama. Diperbolehkan datang bersama teman sedistrik.
  • Deskripkan ada pemandu di setiap posnya dan diperbolehkan berinteraksi dengan mereka. Karakter yang ada sebagai pemandu adalah karakter fiktif.
  • Kurang jelas? Silahkan layangkan pertanyaan ke sini atau ke twitter IC.
  • 'Appy roleplaying, guys! ; )
Edited by Lisette Bass, Saturday May 11 2013, 08:04 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Replies:
Altessa Lychnia
Member Avatar

p o s - 4
Gadis Satu itu kelihatannya sudah siap. Altessa harusnya tidak perlu terlalu khawatir. Jalani saja semua ini seperti bagaimana, dia menjalani hidupnya seperti biasa. Santai dan kalem. Walau tidak tahu seperti apa yang akan terjadi, nantinya.

Tetapi, sebelum Altessa bahkan mencoba untuk menabrak dan bergulat di lantai dengan sang gadi Satu--kalaupun itu berhasil--gadis dari Tiga itu sudah terlebih dahulu menyerang. Membanting gadis Satu itu ke lantai, cukup kencang. Tapi, gadis Satu itu tidak terlihat takut. Senyum saja yang tampak, yang tandanya, mungkin memang benar adanya kalau peserta semacamnya adalah bagai mesin penghancur. Duh, hiperbola.

Binar kebiruannya masih menatap apa yang terjadi di depannya. Belum siap untuk bergulat, tentu. Masih memperhatikan dengan baik gerakan apa yang diperlakukan oleh kedua entitas hawa didepannya.

Sepertinya tidak berhasil ditabrak, gadis Tiga itu.

"Jadi... kau akan menyelesaikan urusanmu dengan dia," imbuhnya pada gadis Satu itu, dengan wajah yang masih tenang. "Atau aku langsung saja?"

Terlalu formal untuk meminta izin segala, ha.

Altessa berlari ke arah sang gadis, mencoba untuk menarik tangannya, dengan tujuan menjatuhkannya ke lantai setelah ditarik, lalu bergulat dengannya di lantai. Huft, benar-benar tak tahu hal-hal semacam ini. Harusnya, gadis Satu ini senang, melawan sampahan-sampahan di pelupuk matanya ini. Langsung dua, pula?


Roosophire, Schwan. [result]9&9,1d10,0,9&1d10[/result] <-- berhasil kalau ganjil. Cmiiw.
Offline Profile Goto Top
 
Colleen Roosophire
Member Avatar

Pos 4-Post 3

Licin. Banget. Lantainya.

Saking licinnya, Colleen sampai hampir terpeleset dan jatuh. Untung saja, Colleen cukup cepat untuk mengatur keseimbangannya kembali sebelum terjatuh. Rencana menubruk gadis dari Tiganya terpaksa harus ditarik mundur dan gagal.

Setelah berdiri tegak untuk beberapa detik, Colleen ingin kembali ke rencananya yaitu menabrak gadis Tiga itu, tetapi, kali ini ada seseorang yang mencegahnya melakukannya. Terutama, dia mencegah Colleen tidak dengan cara yang baik. Gadis dari Enam itu menarik dan membanting Colleen ke tanah. Lagi-lagi terbanting ke tanah. Bedanya kali ini tidak sekencang yang pertama.

Bibirnya kembali memasang senyum misterius. Senyum yang setengah senang karena bisa melihat kehebatan dari kedua sampah itu, dan senym yang setengah kesal karena tubuhnya yang seksi itu dibanting ke tanah terus-menerus. Setelah puas merasakan dinginnya lantai tempat latihan, Colleen kembali bangkit berdiri. Membersihkan debu-debu yang menempel di bajunya dengan tangannya. Senyuman masih menghiasi wajahnya.

"Wah. Kalian hebat-hebat ya. Tapi kok perempuan geladak gitu?" ucap Colleen sambil memasang muka sepolos-polosnya. Kepalanya dimiringkan sedikit agar terkesan manis. Berikutnya apa yang harus Colleen lakukan? Menghabisi mereka? Mungkin.

Maniknya menangkap adegan Urie yang sedang diajak bicara oleh pemuda dari Sebelas. Ih. Hitamnya pemuda itu. Kadang-kadang Colleen bisa rasis juga. Habis, kan jarang-jarang Colleen melihat ada orang berkulit gelap di distriknya. Bahkan ini adalah pertama kalinya ia melihat orang berkulit gelap. Pantas saja mereka disebut distrik rendahan.

Colleen mengembalikan perhatiannya kepada kedua gadis yang berada di depannya. "Bukannya kalau bergulat, harusnya tubuh kita diminyaki dulu?" tanya Colleen polos. Habis, Colleen pernah dengar, kalau sebelum bergulat, tubuh harus diminyaki dulu. Biar licin. Tapi mungkin untuk kasus kali ini, bisa dimodifikasi sedikit.

Lalu Colleen membuka tangannya lebar-lebar dan berlari ke arah kedua gadis tersebut. Menerjang keduanya sekaligus? Menarik. Lagi pula, memang maksudnya dari awal untuk mengalahkan keduanya bukan?


Altessa dan Irvette. Deskrip Urie dan Gavyn. Kalau ganjil berhasil, genap gagal. Altessa: [result]1&1,1d10,0,1&1d10[/result] | Irvette: [result]2&2,1d10,0,2&1d10[/result]
Offline Profile Goto Top
 
Freida Hayworth
Member Avatar

Ia tidak tahu bagaimana harus bersikap di antara orang sebanyak ini, dan di antara begitu banyak hal-hal asing yang hanya pernah dilihatnya sekilas dari televisi di rumah pamannya dan gambar-gambar di buku-buku yang ia baca. Apakah seharusnya ia bersemangat ingin menjajal satu per satu permainan di tiap pos? Mencoba menyerap seluruh ilmu baru dan menguasainya dalam beberapa hari? Tapi perasaan yang terbit di benaknya melihat kemampuan-kemampuan yang dipertunjukkan di tempat ini justru adalah kerinduannya pada Distrik Sepuluh. Sapi dan ternaknya, bagaimana hampir semua dari mereka, penghuni distrik, tahu cara memerah sapi dan menggembala kambing.

Oh, nonsense. Fokus, Freida.

Gadis ini tersenyum, berusaha sebaik mungkin untuk terlihat kuat, dan mulai berbisik syukur lagi karena ia diizinkan mengecap pelatihan-pelatihan seputar tanaman beracun—dia hanya tahu sedikit tentang tanaman obat, bukan racun—, cara menggunakan senjata tajam—Freida hampir tidak pernah menggunakan senjata tajam kecuali gunting dan pisau kecil, sama sekali tidak berguna—, ketangkasan—dia jelas tidak dapat terhitung tangkas—, gulat—oh, tak ada harapan—, kamuflase—mungkin ia bisa mempelajari teknik ini untuk bersembunyi—, dan banyak pos-pos lainnya yang jelas menawarkan hal-hal berbeda. Freida sama sekali tidak yakin pelatihan ini dapat memberi cukup manfaat untuknya selain membuatnya makin takut melihat lawan-lawannya, terutama para karier yang terlatih, unjuk gigi memamerkan kekuatan mereka.

Ia menghela napas. Lantas berjalan ke arah berbeda dengan Yasmine yang menemaninya dari Lantai Tujuh. Pos apa dulu sebaiknya?

[result]9&9,1d10,0,9&1d10[/result]
Offline Profile Goto Top
 
Kevin Fremunzar
Member Avatar

Mulut dan Wajah Kevin masih terasa kaku setelah ia memperlihatkan senyum dan kegembiraan palsu dalam satu putaran penuh konvoy. Lelah sudah jelas, tapi bukan lelah fisik yang ia terima tapi lelah mental-tekanan batin. Tekanan karena hitungan mundur ia akan berada di arena dan bertarung semakin dekat.

Disinilah sekarang Kevin berada, ditempat pelatihan. Tempat dia akan mengasah keahlian yang telah dimiliki atau malah mencari bahkan menemukan keahlian baru yang sekiranya dapat menunda kematian lebih lama. Dia masih ingin hidup. Kata yang masih dipegangnya untuk memotivasi dan mengubah jiwa pemuda pemalas menjadi pemuda yang sedikit lebih cakap.

Cap.. Cip.. Cup..

Ia masih menimbang dan pos mana yang akan pertama ia datangi. Tentunya ia ingin menguasai semua hal yang diajarkan di pos. Setidaknya hari ini—seharian penuh ia harus menguasai teknik-teknik dasar, pengetahuan serta informasi sekecil mungkin presentase bertahan hidup semakin tinggi.

Jadi, kemana langkah Kevin membawa pemuda bersurai merah menyala ini?


pos [result]3&3,1d10,0,3&1d10[/result]
Offline Profile Goto Top
 
Kathleen Halvorsen
Member Avatar

[masih post 10]

Seharusnya ia menghabiskan waktu disini lebih lama.

Ia baru saja mendengar sang pemandu di post berteriak memanggil namanya, bukan namanya tepatnya, ia mengatakan semacam 'gadis dua belas' atau itulah. Ya, sebagai seorang peserta Hunger Games namamu tak begitu penting, mungkin memang identifikasi termudah dari jenis kelamin dan distrik asalnya. Walaupun tahun ini mungkin akan sedikit membingungkan, mengingat dua gadis dan dua pemuda dikirim dari distriknya masing-masing.

Kembali lagi ke sini, Kathleen tak mengerti apa yang harus ia lakukan.

Setelah dijelaskan ulang, Kathleen menemukan beberapa hal yang dapat ia lakukan. Jadi ilmu bersembunyi seperti ini? Kathleen tak menyangkan akan sebegitu rumitnya belajar di pos ini, lebih dari yang ia lakukan sebelumnya. Banyak hal yang belum Kathleen perhatikan daritadi. Dan siapa yang tahu kalau ini dapat memperpanjang waktunya di arena?

Ada beberapa orang yang bersamanya di post ini, berasal dari distrik mana mereka, Kathleen tak mengerti. Apakah seharusnya ia mencoba bercakap-cakap dengan mereka? Berdoa semoga bagaimanapun caranya, mereka akan dapat bekerja bersama walaupun tak lama di arena? Mungkin mengandalkan satu orang saja tak cukup.

Tapi bukannya yang berbahaya adalah sekumpulan manusia itu? Dua belas orang yang konon katanya dilatih untuk membunuh sebelum mereka masuk ke tempat ini.

"Kau dari distrik berapa?"

Ia mengatakan kepada orang di sebelahnya. Berkenalan tak akan salah kan?

op-in ' ')/
Edited by Kathleen Halvorsen, Monday May 13 2013, 12:05 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Adina Erasto
Member Avatar

Jam berapa ini? Adina baru saja menginjakan kakinya di pusat pelatihan. Memang lantai sebelas terlihat penuh sesak dengan jumlah peserta yang bertambah dua orang dari jumlah biasanya tapi itu masih jauh lebih baik jika melihat distriknya. Penuh sesak dengan penduduk terutama jika musim panen tiba.

Adina datang seorang diri, sudah lewat sehari ia berada di Capitol tapi belum pernah sekalipun ia berinteraksi yang "berarti" dengan peserta sedistriknya, mungkin ia terlalu menutup diri atau peserta lain itu yang "malas" berkomunikasi dengan dirinya karena melihat tanda bantu dengan di telinga kanannya, Adina tidak mau ambil pusing.

Sepuluh pos telah disiapkan di tempat pelatihan, tempat pelatihan yang terlihat penuh sesak dengan jumlah peserta yang nyaris lima puluh atau dua kodi lebih tepatnya. Tanpa sadar keringat Adina menetes, bajunya kini terasa basah karena keringat padahal tidak ada terik matahari yang dapat memasuki ruangan pelatihan serba tertutup ini.

Adina melihat salah satu pos yang akan ia masuki. Mau atau tidak ia tetap harus memasuki pos itu, ingin rasanya ia mangkir dari pelatihannya, tapi siapa yang mau menanggung kerugian jika ia tidak tahu harus berbuat apa di arena akibat nol pelatihan.

pos : [result]3&3,1d10,0,3&1d10[/result]
Offline Profile Goto Top
 
Pinoy Annelli
Member Avatar

POS 10


Kathleen. Kathleen Halvorsen yang berasal dari distrik dua belas bergabung dengan mereka tetapi nampaknya tidak tertarik untuk menyapa. Dan Pinoy sendiri merasa canggung dengan orang asing sehingga tidak berkomentar apa pun. Irisnya kembali fokus kepada Aidy yang belum bersuara. Tepat ketika Pinoy hendak bertanya kembali, Scarlet muncul. Scarlet Reed yang menurutnya lebih pendiam daripada Aidy juga bergabung di pos paling ujung ini. Ini seperti acara kumpul bareng anak-anak distrik lima minus Kathleen tentunya. Hanya satu orang dari distrik lima yang belum ada dan Pinoy ragu apakah sosok itu akan muncul atau tidak mengingat makhluk yang satu itu sepertinya paling antisosial daripada mereka bertiga.

“Hei, Scarlet. Kukira kau tidak datang,” Pinoy berbasa-basi sembari tersenyum ramah. Dia tidak tahu sejak kapan bisa seramah ini kepada orang lain—mungkin karena mereka sama-sama merupakan tumbal yang berarti senasib serta sepenanggungan.

Aidy ikut menyapa Scarlet dan bertanya tentang Lockhn—pemuda dari distrik lima yang belum datang. Pinoy hanya mengangkat kedua bahunya sebagai pertanda bahwa dia tidak tahu dan mengerling ke arah Scarlet. Barangkali Scarlet tahu.

“Bagaimana kalau kita mulai berlatih, er, di pos ini?” Pinoy mengedik ke arah pemandu yang bergegas menghampiri mereka dan memberi petunjuk mengenai pos yang mereka tempati saat ini.

Ini adalah pos perlindungan. Namanya begitu, katanya. Dan isinya adalah teknik berlindung. Segera saja ilmu-ilmu perlindungan diajarkan bagaimana mereka dikatakan lebih baik untuk tidur di pepohonan yang tinggi dan lebat jika ingin beristirahat serta menjauhi daratan sebisa mungkin. Juga, katanya, lebih baik menghindari daerah yang kaya dengan pangan karena biasanya di tempat itu justru banyak perangkap atau kemungkinan bertemu dengan peserta lain yang ikut menyambung nyawa. Jadi, mereka sebisa mungkin harus jeli dalam memilih lokasi beristirahat.

Hm, informasi yang cukup berguna.

Lalu, saat itu juga Kathleen bersuaram bertanya dia dari distrik mana.

"Distrik Lima. Mau ikut berlatih bersama? Kita bisa memulainya bersama-sama."


Interaksi ke Scarlet Reed, Aidy Joselin, dan Kathleen Halvorsen.
Edited by Pinoy Annelli, Monday May 13 2013, 03:05 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Stephanie White
Member Avatar

Stephanie White melemaskan tubuhnya sebelum benar-benar terjun ke pelatihan. Setelah melewati rangkaian proses upacara pembukaan yang cukup ribet, akhirnya ia bisa merasakan kembali dunianya. Walaupun ini bukan seperti di rumah, tetapi memegang senjata jauh lebih baik ketimbang duduk-duduk cantik sambil membicarakan hal yang tidak perlu. Ia bukan tipe-tipe seperti itu. Di rumah, Eve terbiasa untuk kerja keras dan hanya menikmati waktu senggangnya yang amat minim bersama sang kakak. Itupun bukan ongkang-angking kaki, leyeh-leyeh atau semacamnya. Tetapi menghabiskan waktu di hutan, belajar bersama alam untuk mempertahankan diri.

Nah, apakah pelajaran hidup akan berguna di sini?

Apakah ia tak akan terlihat memalukan?

Di tempat ini, terdapat berbagai macam pos dengan rintangan masing-masing. Beberapa anak sudah meluncur ke pos masing-masing, mencari mana yang lebih diminati. Sedangkan Eve masih di tempatnya, bingung ingin menghampiri pos yang mana. Hanya ada satu pos yang menarik saat ini, yaitu pos enam di mana terdapat pisau dan panah di sana. Pos itu sepertinya menguji tingkat keakuratan dalam mengunci sasaran. Pisau adalah keahliannya. Berulang kali Eve menangkap buruannya dengan pisau sehingga keahliannya makin hari makin terasah. Sedangkan panah—

—panah itu keahliannya Clause, yang dapat memanah hewan dengan jarak jauh namun tepat sasaran.

Eve meremas tangannya sendiri, bertekad untuk menguatkan hatinya. Mulai detik ini ia tak boleh terlihat lemah atau akan mudah dikalahkan. Ia harus kuat hingga permainan ini berakhir. Gadis kecil itu berdehem sejenak, sebelum melangkahkan kakinya menuju salah satu pos. Ia tak bisa memilih pos yang disukai saja. Semua harus dikuasai agar tidak mati cepat di arena.
Pos [result]2&2,1d10,0,2&1d10[/result]
Offline Profile Goto Top
 
Shinzo Kawabata
Member Avatar

Pos LIMA


Shinzo sudah puas bermain-main dengan dedaunan. Ia bangkit dari timbunan dedaunan di tubuhnya dan diberi cengiran puas oleh pemandu di pos itu.

“Masih ada yang mau kau ajarkan?”

Pemuda dari distrik delapan ini begitu bersemangat. Ia menyukai pos ini. Dan tentu saja pemandu tersebut masih menyimpan banyak informasi yang bisa ia ketahui. Shinzo buru-buru mendengarkan penjelasan tentang teknik mencampur lumpur ke tubuhnya untuk membuat dirinya tidak terdeteksi ketika kelelahan dan ingin beristirahat di sekitar mata air. Mungkin ini akan berguna karena seingatnya di arena seharusnya memang ada mata air untuk para peserta karena mereka bisa tewas mudah jika tidak ada air di sana—sesuatu yang tidak diinginkan Capitol, yaitu kematian murni karena tidak adanya air sebagai penyambung hidup. Jadi, pemuda ini mendengar penjelasan dengan cermat sembari menonton aksi dari pemandu itu untuk mencampur lumpur tertentu dengan tingkat kekentalannya.

Dengan senang hati Shinzo mengusapkan lumpur itu di pergelangan tangannya dan menunggu beberapa menit hingga lumpur itu mulai agak kering dan memberikan hasilnya.

“Wah. Wah. Ini keren!”

Ia tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Seumur hidupnya Shinzo memang sering terlibat dengan kegiatan mencampur warna satu dengan warna lain tetapi tidak pernah mencoba proses mencampur adonan lumpur dengan tingkat kepadatan tertentu agar bisa menyembunyikan dirinya. Ini benar-benar sesuatu yang bermanfaat di arena nanti, pikirnya.
Offline Profile Goto Top
 
Altessa Lychnia
Member Avatar

p o s - 4
Aslinya, Altessa tidak begitu percaya kalau dia bisa melakukannya. Maksudnya, menjatuhkan gadis Satu itu. Hanya keberuntungan semata kalau untuknya. Bukankah ada kalimat khas ini, may the odds be ever in your favor? Tapi gadis Satu itu bukan Karir namanya, kalau menyerah hanya karena diserang oleh seorang peserta dari distrik yang lebih rendah seperti Altessa.

"Entahlah." Menyungging senyum yang dibuat-buat. Sepolos-polosnya. Padahal, umur Lychnia muda ini sudah menginjak tujuh belas tahun. "Begitu? Aku tidak tahu."

Bukan berarti kalau Altessa bisa dengan mudahnya untuk melakukan keberhasilan yang sama pada yang sebelumnya. Tenaga gadis Satu ini memang mengerikan, duh. Dan benar saja, ketika gadis itu membuka tangannya lebar-lebar, lalu menarik tangan Altessa dan juga dengan gadis Tiga itu, bersamaan. Dengan tarikan yang kuat itu, Altessa terjatuh dan entahlah dia masih bisa melakukannya apa tidak.

Keseimbangannya agak terganggu, tadi.

Sepertinya Altessa akan pindah, sekarang. Setidaknya, ia sudah mendapatkan pengalaman terbaru mengenai pertarungan jarak dekat--well, dengan bergulat--dan mungkin dia akan beralih ke pos yang lain. Yang berkaitan dengan jarak jauh, mungkin? Bulir birunya mendapati entitas yang ia kenal di pos enam, jadi itu tujuan selanjutnya.

"Nah, terima kasih atas semua 'ini', Roosophire. Mungkin sebaiknya kau lanjutkan gulatmu dengan Schwan." ujar Altessa sebelum pergi, sebenarnya mengetahui nama peserta yang berbeda distrik dengannya ini.

Tungkainya berlalu, meninggalkan pos empat.


Sudah tidak bergulat lagi, terima kasih. Pindah ke pos enam. Cmiiw.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community.
Go to Next Page
« Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic »
Locked Topic


Theme design by Drama, theme coding by Lewis. of Outline and edited by Ntin, Ubi, and Ilma.