Welcome Guest [Log In] [Register]

MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR



[ INACTIVE ]
TERM 9: 2193 - 2194




[+] Topik AU: 4/5
[+] Visualisasi Asia: 3/3
[+] Capitol: 5/5
[+] Distrik Satu: 4/5
[+] Distrik Dua: 4/5
[+] Distrik Empat: 5/5
[+] Distrik Tiga Belas: 2/5
[+] Balita/Dewasa: 5/5



IndoCapitol


TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL
PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH
PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI
TRAINING CENTER || ARENA




Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain.

PEMENANG
HUNGER GAMES 54



{DISTRIK 1}



KREIOS EPHRAIM


MUSIM PANAS



21,3° - 23,6° C
21 Juni - 20 September
Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan.



WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (JAKARTA)




Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

TWITTER & CHATBOX


Twitter
Chatbox



FORUM LOG
Waktu Update
Sabtu, 11 April 2015 Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out!

PEMBERITAHUAN
Kepada Informasi
Semua Member Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum
Semua Member Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2)
Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda.

Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru.

Bergabunglah bersama kami!

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum:


Username:   Password:
Locked Topic
Bloodbaths - Cornucopia; HANYA UNTUK PESERTA
Topic Started: Saturday Jun 1 2013, 07:46 AM (12,768 Views)
Redemptus Maleveich
Member Avatar

Posted Image

Keempat puluh delapan peserta telah naik dari tabung di ruang peluncuran menuju Arena. Sebagai perayaan Quarter Quell kedua, Redemptus Maleveich dan Pembina Permainan lainnya telah menyiapkan suatu taman bermain indah bagi gerombolan remaja kiriman dari distrik. Kau bisa melihat Cornucopia emas berada di tengah padang rumput hijau dengan rumpun-rumpun bunga indah di sana-sini. Langit pun ikut bersorak menyambut hari besar ini dengan warna biru cerahnya dan tumpukan awan putih empuk bak bantalan. Kau bahkan bisa mendengar dan melihat burung-burung penyanyi berwarna cerah berterbangan di atas kepala.

Jauh di sana, terdapat padang rumput yang luasnya hingga bermil-mil. Di satu sisi, terdapat hutan lebat menyerupai labirin tanaman, sedangkan di sisi lain, bisa dilihat adanya gunung yang berselimutkan salju pada puncaknya. Sungai pun menghantarkan aliran air jernih di hutan maupun gunung. Buah-buahan dan bunga warna-warni juga turut mempercantik taman bermain yang dipersiapkan. Intinya, arena tahun ini adalah tempat paling mempesona, lebih mempesona daripada arena tahun-tahun lalu. Membuatmu terbuai dalam imajinasi sejenak sebelum disesatkan lebih jauh oleh fakta di lapangan.

Semua telah siap. Semua terkendali. Redemptus memerintahkan hitungan mundur mulai dijalankan, dimulai dari detik keenam puluh. Kedua birunya memperhatikan angka yang silih berganti muncul, sementara semua orang di ruang kendali mulai mempersiapkan segala sesuatunya sebagai pembukaan Quarter Quell kedua. Sambil menyeruput kopi buatan sendiri dengan campuran karamel, dia mengawasi pekerjaan bawahannya yang terus mengutak-atik peralatan kendali yang mengatur jalannya Arena.

Empat puluh lima detik.

Deretan bom siap meledak jika ada peserta yang berani melangkah keluar dari piringan logam kurang dari waktu enam puluh detik. Asyik, bukan? Redemptus selalu menantikan setidaknya ada salah satu peserta nekat melarikan diri dari tempatnya sebelum waktu enam puluh detik usai. Sempat bertaruh dengan adik tirinya juga—salah satu kebiasaannya setiap kali Hunger Games diadakan—tapi sejauh pengamatan pemuda turunan Maleveich, sepertinya tidak ada yang berani melanggar aturan main yang telah dibuat. Tahun belakangan ini belum ada yang berani meledakkan dirinya hingga berkeping-keping dengan cipratan darah dan potongan daging manusia segar tersebar di Cornucopia. Sedikit kecewa, memang. Justru pemandangan itu yang diinginkan Redemptus.

Suatu kebanggaan jika potongan tubuh kalian yang telah tercerai berai menjadi koleksi berharga Maleveich ini. Redemptus memang menginginkan koleksi berdarah semacam itu sejak awal. Kalau memang dia berhasil mendapatkannya, dia akan menata sejumlah potongan tersebut secara artistik dengan warna-warna semarak yang jauh dari istilah menyeramkan. Tidak buruk jika dijadikan pajangan di dinding ruang tamu, tapi sangat disayangkan jika dijual kepada kolektor barang karena bernilai tinggi.

Tiga puluh detik.

Kalian pikir kalian bisa kabur? Coba saja kalau berani. Jangan harap kalian bisa kabur dan berharap bisa berlindung pada salah satu sudut tempat tanpa sepengetahuan kami. Alat penjejak telah dipasang di tubuh kalian saat kalian dalam perjalanan kemari dengan pesawat ringan sehingga kami dapat terus melacak keberadaan semua peserta. Ini Capitol, bukan distrik kampung asal kalian. Semua telah dipersiapkan agar kalian saling berhadapan, saling bunuh, saling tebas, bukan mati tolol bunuh diri dari puncak tebing. Medan gaya sudah diaktifkan, jadi sia-sia saja bagi kalian yang berencana bunuh diri. Tidak ada jalan kabur hingga satu orang tersisa.

Lima belas detik.

Pemuda Maleveich memberikan perintah bersiap-siap. Beberapa kursor mulai bergeser sesuai yang telah direncanakan. Tersisa beberapa detik lagi sebelum menyaksikan keempat puluh delapan peserta berlarian keluar menuju terompet emas dan persediaan yang tersebar di sekitarnya. Jumlah ransel menjadi dua kali lipat disesuaikan dengan jumlah peserta, begitu pula dengan barang-barang yang bertambah banyak tersebar pada beberapa titik di seputar terompet emas. Setiap tahun melihat kelakuan bocah bau kencur di sana mengerumuni pusat Cornucopia bak semut, tentu kejadian tidak jauh berbeda akan terulang kembali tahun ini. Bagaimana rasanya, dear? Sudah ucapkan salam pada malaikat kematian?

Terlambat.

KABOOM!

Bunyi meriam telah bergema, penanda bahwa Hunger Games kelima puluh, Quarter Quell kedua telah dimulai detik ini juga. Empat puluh delapan peserta. Dua belas distrik. Pertumpahan darah. Karier dan non-karier. Penentuan sponsor. Pias yang tergambar di wajah masing-masing. Ketakutan dan keinginan menang. Hidup dan mati. Sejumlah kejutan sudah dipersiapkan untuk menyambut para peserta. Semoga beruntung, hm? Ya, ya, selamat mandi darah, tributes. Warnai Cornucopia dengan darah kalian seindah mungkin atau ada kejutan lain menunggu kalian.


Silahkan baca Panduan di dalam Arena terlebih dahulu. Jika kurang mengerti, silahkan layangkan pertanyaan ke topik Pertanyaan atau @indocapitol.
Offline Profile Goto Top
 
Replies:
Mario Spielberg
Member Avatar

DISTRIK 7 || HP: 70 || POSISI: 2
TARGET: DISTRIK 12 || AP: [result]8&8,1d9,0,8&1d9[/result] || KS: [result]3&3,1d24,0,3&1d24[/result]
Ransel berukuran sedang, 1 bungkus dendeng sapi, sepasang kaus kaki, 1 tempat minum ukuran sedang, 1 kotak biskuit
Sudah lari terus mau apa?

“…”

Ya sudahlah, ikuti arus sajalah bagaimana jalannya perang aneh macam ini. Sejujurnya kalau bisa memilih pemuda Spielberg itu akan berlari santai menjauhi rombongan saling bantai yang bertingkah seperti dilahirkan oleh kawanan mutan daripada manusia normal. Masuk ke dalam hutan indah disana atau apapun lah kemudian bertahan disana sampai semua selesai saling bantai. Tapi tidak jadi deh, Mario masih ingat bagaimana para mentor selalu mengajari mereka. Bagaimana ia harus member sedikit pertolongan ke sesame teman distriknya yang masih manusia dan setidaknya menjaga mereka supaya poin Sembilan bikin tercengang itu ada guna.

Iya, poinnya Sembilan, kurang keren apalagi coba?

Buat apa juga pamer poin saat udah mau mati begini. Lebih baik ambil beberapa buah makanan yang bias diambil biar peruit terisi. Setidaknya perut terisi lebih aman buat mati daripada mati kelaparan bukan? Mati kelaparan rasanya tidak etis, seperti dia masih berada di distrik saja.

“Mas, permisi sebentar.”

Mario mendorong seorang lelaki yang sibuk bermain perang perangan dengan seorang wanita distrik enam dan salah satu karier. Gak maksud banyak, cuma mau menyelamatkan dendeng yang dibelakang sang pemuda dua belas, daripada terinjak kan sayang.
Edited by Corialonus Snow, Saturday Jun 1 2013, 07:36 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Haymitch Abernathy
Member Avatar
Pemenang Hunger Games ke 50

DISTRIK 12 || HP: 96 || POSISI: 9 || AP: [result]12&10,1d10,2,12&1d10+2[/result]
TARGET: JETT (D7) || KS: [result]8&8,1d24,0,8&1d24[/result]
TARGET: CUREALIGHT (D8) || KS: [result]10&10,1d24,0,10&1d24[/result]
DUA PISAU & DUA PEDANG


Like hell he cares.

Dia berlari, tangannya mulai terayun untuk mengambil apapun yang bisa ia raih. Para Capitol brengsek itu harus tahu bagaimana ia, seorang pemuda dari Seam, bisa membuktikan diri bahwa ia bisa menjadi orang yang benar-benar bertahan—distriknya yang membuatnya kebal akan itu semua. Setiap satu serangan akan ia samakan dengan satu bagian kepingan memori yang bersemayam pada dirinya; kilas balik keluarganya, sekolah (HAHA), dan bahkan kawan sekelasnya.

Dua belas sudah waktunya diperhitungkan oleh Capitol. Mereka bukan hanya tikus tanah seperti yang ia dengar desas-desusnya. Terdengar jenius sekali begitu itu datang dari sekumpulan entitas dengan muka plastik dan dandanan menggelikan layaknya penghibur murahan dengan semua riasan aneh mereka. Menggelikan—menjijikkan. Sama sekali tak pernah sekalipun sang pemuda berharap bahwa ada satu masa seperti saat wawancara dulu.

Wajah Caesar Flickerman tak bertambah tua sedikitpun. Menakutkan; ia akui itu—bagaimana bisa kerut-kerut itu menghilang, rambut dan pakaian merah apinya serta aksesoris yang membuat Abernathy semakin muak begitu mengingat semua hal itu. Di kala distriknya mengalami keterpurukan dengan banyak pemuda ataupun pemudi yang mati muda karena aturan tak manusiawi milik Capitol, justru di pusat Panem inilah mereka berusaha bertahan muda. Menjadi tua adalah prestasi di distriknya. Ironis.

“Breng—ugh. Hi, Seven.

Lawannya perempuan.

Ah, persetan.

Satu tangannya meraih pisau yang sempat diambilnya tadi kemudian melemparkannya ke mata kanan seorang gadis dengan rambut pirang (Kanya.red) sedangkan tangan yang lainnya mulai menghunuskan bilah panjang ke lawannya yang lain (Winona.red). Kemudian langkahnya pasif. Mulutnya terkunci. “Bergeraklah, Donner!” Kemudian memerintah.

Rekannya disana. Brilian.

Offline Profile Goto Top
 
Kyle Blackthorn
Member Avatar

DISTRIK 8 || HP: 17 || POSISI: 4
TARGET: Floryn Lee (D4) || AP: [result]5&5,1d9,0,5&1d9[/result] || KS: [result]11&11,1d24,0,11&1d24[/result]
1 belati, 1 kotak biskuit, 1 bungkus dendeng, 1 tempat minum kulit


Kok malah tidak kenai ini bagaimana ceritanya.

Padahal serangannya sangat harus untuk kena. Bukannya meleset seperti tadi. Bagimana ini ceritanya, bagaimana. Mau digentayangi ya? Mau banget atau mau saja? Kalau tidak mau (mana ada pilihan tidak mau, Kyle), jangan baut dia tidak beruntung begini lah. Bagaimana sih. Memangnya bagus ya kalau dia tidak beruntung. Oh, pasti bagus sekali, bahagia deh si anak kecil ini karena serangannya jadi meleset-meleset terus. Padahal sudah dilakukan dengan penuh perjuangan. Siapa yang bilang kalau gerak cepat, melakukan banyak hal dalam waktu yang sangat sempit itu mudah? Siapa yang bilang kalau dia melakukan serangan ini dengan sangat mudah, seperti membalikkan telapak tangan. Dia harus berusaha keras, coy. Masa yang menaunginya malah dewa kesialan. Dewi keberuntungan lah. Hargai kerja keras orang.

Kyle, Kyle, mulai gila ya?

Bukan mulai gila, tapi mulai frustrasi karena dia tahu bahwa dia akan segera mati, tapi serangannya melemah dan meleset. Bagaimana tidak frustrasi? Sedih banget. Malang sekali ya nasibnya. Namanya cuma numpang lewat di halaman para tribute dari Hunger Games ke-50, Quarter Quell, yang membuat kemungkinan namanya terpilih semakin besar. Mau bagaimana lagi, ada empat orang yang dipilih dari setiap distrik, dua laki-laki dan dua perempuan. Warga distriknya itu kan sedikit, anak-anaknya lebih sedikit lagi, makanya kemungkinan besar dia akan terpilih. Tapi bagaimana ya.

Boleh sakit hati tidak? Sakit hati sama dewa.

Dewa siapa? Ya dewa siapa sajalah yang menolak untuk menganugerahinya dengan keberuntungan untuk sobek-sobek si anak kecil yang cerewet.

"KAMU BERISIK AMAT! SANA PULANG! Cari lawan yang lebih sepadan sana! KE-CIL!"

Heran dia dengan anak kecil ini. Bicara sendiri, tidak jelas, seperti lebah yang berdengung. Tidak seperti itu juga sih. Jelas sebenarnya, dia saja yang malas mendengarkan. Soalnya bicara sambil menyerang begitu. Coba cuma bicara, pasti dia dengarkan baik-baik, bahkan dikomentari sambil tertawa-tawa gembira, atau malah mencubit pipi anak kecil ini saking lucunya. Tapi tingkat kelucuan anak kecil ini itu minus seratus ribu. Soalnya menyerang dia terus. Coba jadi anak baik yang tidak nakal padanya. Pasti disayang-sayang oleh Kyle Blackthorn. Tidak diserang balik seperti ini. Heran juga sih. Kenapa juga anak kecil ini menyerangnya?

"Kamu kenapa serang aku sih?! Mau dendeng?! Atau biskuit?"

Masih saja membahas dendeng. Sekarang malah ditambah biskuit. Sepertinya ada mur yang lepas dari kepala si Kyle Blackthorn ini sejak menginjakkan kaki di arena.
Offline Profile Goto Top
 
Floyd Ordyn

DISTRIK 12 || HP: 28|| POSISI: 2
TARGET: Hada Atala || AP: [result]5&5,1d9,0,5&1d9[/result] || KS: [result]23&23,1d24,0,23&1d24[/result]
kantong plastik, 1 dendeng, 1 madu


Sompret sompret sompret!!!

Tubuhnya sudah berkucur darah, cocok sekali dengan istilah bloodbath—mandi darah. Benar kan prediksinya omong-omong? Sepertinya hanya angan-angan belaka bila ia bisa selamat dari bloodbath ini. Gila sudah terlalu banyak darah yang keluar. Kalau bisa dia ingin menyerang pria itu sambil makan dendeng yang sempat ia ambil tadi. Tapi apa itu mungkin?

Serangannya untuk memukul perut pria Empat gagal. Sedangkan serangan yang dilancarkan si gadis Enam rupanya berhasil. Oh well, semoga saja kalau dirinya mati gadis itu bisa menghabisi putra duyung itu. Dan sekarang, lagi-lagi pria itu mengayunkan kapaknya kearah Floyd. Huah ini benar-benar parah. Ia sudah tidak kuat sepertinya.

Floyd terjatuh. Ia tergeletak di atas rumput halus ciptaan Capitol. Ia hanya bisa bernapas dengan perlahan dan mendapati darah di seluruh tangan dan tubuhnya. Entah dibagian mana Floyd melakukan kesalahan sampai ia seperti ini, bercucuran darah.

Dalam napasnya yang tersenggal-senggal Floyd masih mencoba untuk melakukan serangan. Ia menarik kaki kiri putra duyung itu. Dengan harapan musuhnya itu bisa jatuh dan Floyd siap untuk memberinya tonjokan yang keras. Oh ini seperti dendam kesumat. Lihat saja kau Hada kalau aku mati akan ku hantui kau!! Pikirnya dalam hati.
Offline Profile Goto Top
 
Jester Holt

DISTRIK 2 || HP: 90 || POSISI: 5
TARGET: DISTRIK 11 (Nigel) & DISTRIK 3 (Irvette) || AP: [result]8&6,1d10,2,8&1d10+2[/result] || KS: [result]22&22,1d24,0,22&1d24[/result] & [result]19&19,1d24,0,19&1d24[/result]
2 Pistol Udara, 1 Kapak, 1 Belati



Pemuda berkulit gelap itu terlihat menyedihkan dengan sepasang manik mata gelapnya yang tampak melebar ketakutan. Takut kematian yang akan menjemputnya sebentar lagi, mungkin. Surai mengembang yang bergelombang pemuda ini lepek oleh darah yang mengalir dari segaris daging menganga di tempurung kepalanya. Warna suram rambutnya terlihat lebih suram oleh darah kehitaman.

Jemari pemuda Holt ini menggenggam gagang kapaknya yang memiliki bercak darah kehitaman milik pemuda yang berasal dari distrik antah berantah. Serangan keduanya gagal dan membuatnya sedikit kecewa. Suara meringis keluar dari pangkal tenggorokannya demi menghormati penderitaan yang dialami oleh si pemuda yang ada di depannya.

“Hari ini suasana hatiku cukup baik.” Jadi, pemuda Holt ini akan mempercepat segala. Tidak ada rasa sakit yang ada hanya ketenangan, bohong. Sungguh rendah hati pemuda ini, bukan?

Pemuda ini mengayunkan kapaknya kembali dengan sikap penuh perhitungan. Anggap pemuda yang tengah tersungkur sebagai sebilah kayu bakar. Ayunkan kapak, belah dan selesai. Namun pemuda Holt ini tak akan sekeji itu

“Aku akan memotong rambutmu yang lebat itu terlebih dahulu.” Suara semanis gulali. “Well, sebelum kepalamu teman.” Kepalannya di gagang kapanya itu semakin mengeras. Well, kita lihat saja teman. Kau akan tetap mempertahan sisa-sisa karbon dioksidamu atau kau akan menyerah. Pemuda Holt ini berani bertaruh, kapaknya ini akan mengakhiri segalanya.


Lalu, si gadis yang terlihat lebih beruntung ketimbang si satunya lagi, hanya dipandangnya dengan sikap tak suka yang tak perlu ia sembunyikan. Ya lebih beruntung karena hanya bagian bibir, bagian yang cukup menarik dari seorang gadis. Ia ingin mengakhiri semuanya, mempercepat segalanya hingga tidak ada lagi yang namanya penderitaan. Sudah berapa kali ia mengatakan bahwa saat ini ia sedang berada di suasana hati yang bagus.

Hah? kau ngomong apa gadis dengan bibir abstrak? Perbaiki cara bicaramu yang belepotan itu, nona.

“Kau mau aku apakan sekarang, nona— siapa namamu?” Belati pemuda itu kembali terayun ke tubuh si gadis itu.

Kemudian gadis bergerak dengan begitu bersemangat, terlalu bersemangat. Bibir abstraknya yang dipahat oleh pemuda Holt ini terus meneteskan darah. Sungguh menyedihkan. Tanpa ada senjata masih berpikir untuk melawan? kasihan. Kasihan.

"Benahi bibirmu itu, nona."

Lalu dalam sekejap gadis itu menyarangkan jenjangnya ke bagian vitalnya. Bagian yang tak terlindungi dengan baik, dan sama sekali tak pernah terpikir olehnya akan mendapat serangan mendadak di sana.

Ugh.

Badannya terjungkang oleh serangan mendadak nan bersemangat dari gadis berbibir abstrak itu. "Kau mau apa gadis genit?" Geramnya dengan tertahan berusaha bangun demi memperlihatkan kejantannya. "Kau pikir tendanganmu itu menyenangkan? Mari kuajarkan kau cara bermainan yang menyenangkan juga menyakitkan." Kemudian belatinya kembali bermain di hidung gadis itu. Sepertinya hidungnya membutuhkan lubang baru untuk bisa bernafas dengan lebih baik.
Edited by Jonathan Duprau, Saturday Jun 1 2013, 07:27 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Urie Tommy
Member Avatar

DISTRIK 1 || HP: 100 || POSISI: 6
TARGET: DISTRIK 10(Silvertongue) ||
AP: [result]10&8,1d10,2,10&1d10+2[/result] || KS: [result]20&20,1d24,0,20&1d24[/result]

Omong-omong, pemandangannya bagus ya.

Random banget sih, tiba-tiba mendeskripsikan gituan di temgah gituan. Tapi apa boleh buat, bukankah Urie sedari tadi belum menggambarkan sekitarnya? Ketika ia mengijakkan kakinya di tanah setelah menendang, baru ia sadar dimana dirinya berdiri sekarang. Rumput hijau, langit biru luas, sejuk. Aaah, Urie ingin kesini lagi untuk berbulan madu. Kalau dia selamat disini, tentunya.

(Memangnya tempat ini terletak dimana sih? Apakah tempat wisata? Dia bisa datang kesini lagi, nggak?)

Oh iya, keluarganya juga harus ikut piknik kesini. Dia bisa membayangkan sang ayah ongkang-ongkang kaki di bawah pohon, sementara adiknya yang masih bocah itu lari-larian kesana kemari. Bahaya kalau dia menghilang. Yah kalau Urie sih tidak peduli...

Hei, lawannya tidak mau melawan nih? Urie bosan. Karena itu, dia beralih ke perempuan yang ia kenal yang ada di dekatnya.

"Umm, hai Miss Yasmine," Nyengir. "Aku suka namamu.

"Dan... m... maaf?"

Lalu menyerang lengannya dengan belati.


serangan dianulir. Yasmine sudah diserang Ferina dan Ethan.
Edited by Jonathan Duprau, Saturday Jun 1 2013, 07:38 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Hada Atala
Member Avatar

DISTRIK 4 || HP: 73 || POSISI: 8
TARGET: FLOYD ORDYN (D12) (kapak) & CORALINE ESTELLE (D6) (KAPAK) || AP: [result]10&8,1d10,2,10&1d10+2[/result] || KS: [result]20&20,1d24,0,20&1d24[/result] & [result]12&12,1d24,0,12&1d24[/result]
2 kapak, 1 korek api, 1 tempat minum air ukuran 2 liter


KENA LAGI MIAPAH.

Habis ini kayaknya dia bakal direkrut jadi The Next Wiro Sableng deh. Padahal Hada lebih bisa pakai tombak atau trisula sih, secara sering dipakai buat berburu ikan besar kalau dia lagi melaut. Tapi ternyata dia nggak bego-bego amatlah ya…Paling nggak dia nggak malu-maluin Distrik Empat, kalau nggak, mau ditaro dimana ini mukanya di depan Reef yang sudah menjadi pemenang dua tahun lalu. Dia nggak kepengen alay kayak Reef sih, tapi dia harus mengakui kalau Reef lumayan hebat waktu dia di Arena.

YA ELAH MALAH KEPIKIRAN REEF, BUKANNYA FLORYN.

Iya nih, dari tadi yang ada di pikiran Hada cuma Floryn dan Floryn. Dia masih nggak tenang, mengetahui gadis kecil yang sudah kayak adiknya sendiri itu ada di Arena, tanpa dia. Bukannya sok hebat sih, tapi dia ingin sekali melindungi gadis cilik itu. Ingin bisa diandalkan, ingin setidaknya menjadi sosok pengganti dari almarhum Alethea yang juga tewas di Arena.

Dia nggak mau membiarkan Floryn sendirian di saat seperti ini. Hada saja masih merasakan takut, coba bayangkan perasaan gadis kecil kayak Floryn?

“Maaf ya, maaaf,” masih menyesal, tapi kapaknya masih dilayangkan lagi-lagi, sekarang ke arah bagian atas tubuh dua orang itu.

Hada pengen banget ketemu adik kecilnya.
Offline Profile Goto Top
 
Kevin Fremunzar
Member Avatar


Distrik 9 ||HP 49||Posisi 5
Target : Madeleine Lethbridge: |AP= [result]3&3,1d9,0,3&1d9[/result] | KS= [result]24&24,1d24,0,24&1d24[/result] |
1 tempat minum kulit, 2 Kotak Biskuit, 1 Kantung Tidur



Kevin hanya bisa merutuk dalam hati. Pukulannya meleset, efek biusnya masih begitu terasa yang membuat pukulannya tak bisa focus ditambah darah segar yang mengalir akibat luka tusukan tersebut. Sekarang Kevin tak saja memiliki warna rambut merah menyala tapi sekarang lengannya juga merah akibat bersimbah darah.

Entah kenapa dalam keadaan seperti ini sosok Eve berkelebat dalam pikiran Kevin. Eve dimana? Bagaimana keadaan Eve? Daritadi sosok Eve tak Nampak dalam jarak jangkau pandangan Kevin. Eve masih hidup, Kevin harus yakin itu dan dirinya sendiri juga harus tetap hidup, demi dirinya sendiri dan demi Eve. meski nantinya lengannya tak berfungsi lagi seperti semula.

Hap Hap.

Efek biusnya mulai sedikit berkurang, matanya mulai dapat mengenali sosok kancil licik tersebut. Cantik memang, tapi caranya menusuk belati itu tidak sesuai dengan paras wajahnya. Mungkin ini yang namanya berwajah manis tapi berhati iblis. Salahkan Negara Capitol dan oknum yang terlibat didalamnya yang dengan mudah mengubah pribadi seseorang dan sepertinya pribadi Kevin juga akan berubah.

Tak ada ampun bagi siapa saja yang telah melukai diri Kevin, meskipun seorang wanita. Kevin tanpa ragu mencekik leher si kancil setelah ia berhasil menghindari pitingan lemah yang didapatnya.
Offline Profile Goto Top
 
Yasmine Silvertongue
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 55 || POSISI: 6
TARGET: DISTRIK 3 (Irvette;pistol)|| AP: [result]7&7,1d9,0,7&1d9[/result] || KS: [result]9&9,1d24,0,9&1d24[/result]
empat bungkus dendeng sapi


Mpft.

Bukan awal yang baik.

Yasmine terus saja diincar oleh gadis dari Empat, gadis yang lebih tua dari gadis cilik itu, entah apakah masih lebih tua dari Yasmine atau tidak. Memangnya umur berpengaruh? Sudah tidak lagi. Disini adalah lapak para remaja labil mengekspresikan perasaannya. Masokis, Psycho, Depresi, semua silahkan bergabung di pesta ini untuk saling bunuh. Merasakan bagaimana darah panas dan segar mengalir dan tercetak pada kedua telapak tangan. Menjijikan.

Ia mungkin mulai menunjukkan lelah. Dengan menunjukkan kelemahan tentu akan membuat lawan menjadi besar kepala dan menyeringai kesenangan, kan? Hah. Ia tidak bisa menyalahkan ini. Jika Yasmine berada di posisi atas, ia juga dalam hati akan merasa senang karena dalam kacamatanya, peserta disini tak lain adalah pion-pion yang patut disingkirkan setiap waktunya untuk jalan menuju pulang. Kecuali rekan satu distriknya, tentu saja. Lagi-lagi Yasmine berusaha mengelak. Pun kalau ia tidak mengelak, ia berusaha menahan sakit akibat luka yang ditimbulkan lawan. Dengan pistol udaranya, ia kembali menggebuk. Ahaha, terserah mau dirasa seperti apa. Ia heran mengapa ia begitu diincar oleh dua orang Karier tersebut, mereka pasangan? Yasmine tidak bisa menyembunyikan sarkasmenya disini. Bedebah dan biadab, hampir semuanya.

"Ha, trims Urie. Namamu juga. Unik." Ujarnya ngos-ngosan.


interaksi dengan Urie. Kamu gabisa nyerang aku lagi, ya Rie
Offline Profile Goto Top
 
Tume Tinkham
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 75 || POSISI: 1
TARGET: DISTRIK 11 (Gavyn Owyn) || AP: [result]5&5,1d9,0,5&1d9[/result] || KS: [result]23&23,1d24,0,23&1d24[/result]
dua tempat minum kulit, satu belati, satu lentera



Tume sedikit terengah sekarang. Dia benci dikejar waktu seperti ini dan dia bukan orang yang menyukai harus menyerang orang lain.

Miris rasanya.

Ia sudah mencoba menyerang dengan belatinya, tapi tidak mendapat hasil serangan yang memuaskan. Tume Tinkham bukan sosok yang akan dengan begitu piawainya memainkan belati—itu benar—tetapi dia mengutuk belati yang ada di tangannya karena tidak mau bekerja sama dengan dirinya. Seumur hidupnya dia tidak pernah begitu ingin memohon. Ia bisa membayangkan dengan jelas untuk saat ini bagaimana perasaan Irish dan Sarah di arena. Dia benar-benar merasa takut dan merasa wajar bila setelah arena usai Irish masih sering membayangkannya dan merasa Sarah memang akan begitu disulitkan. Dirinya sendiri harus meladeni dua orang yang umurnya terlihat agak jauh lebih tua darinya. Ini benar-benar rumit.

Tume yang gagal segera mengubah arah sasarannya dan menghadap Gavyn yang baru saja gagal diserang oleh Shinzo. Pinoy tampak sibuk dengan Shinzo dan Tume tidak akan memberi kesempatan kepada Gavyn untuk pulih. Dia segera menggenggam erat-erat belatinya dan menerjang tubuh kekar yang berkulit gelap itu. Di dalam hatinya Tume berdoa untuk hasil terbaik. Dia sudah capek dengan serangan yang tidak berhasil mengenai lawannya.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
Go to Next Page
« Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic »
Locked Topic


Theme design by Drama, theme coding by Lewis. of Outline and edited by Ntin, Ubi, and Ilma.