Welcome Guest [Log In] [Register]

MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR



[ INACTIVE ]
TERM 9: 2193 - 2194




[+] Topik AU: 4/5
[+] Visualisasi Asia: 3/3
[+] Capitol: 5/5
[+] Distrik Satu: 4/5
[+] Distrik Dua: 4/5
[+] Distrik Empat: 5/5
[+] Distrik Tiga Belas: 2/5
[+] Balita/Dewasa: 5/5



IndoCapitol


TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL
PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH
PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI
TRAINING CENTER || ARENA




Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain.

PEMENANG
HUNGER GAMES 54



{DISTRIK 1}



KREIOS EPHRAIM


MUSIM PANAS



21,3° - 23,6° C
21 Juni - 20 September
Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan.



WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (JAKARTA)




Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

TWITTER & CHATBOX


Twitter
Chatbox



FORUM LOG
Waktu Update
Sabtu, 11 April 2015 Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out!

PEMBERITAHUAN
Kepada Informasi
Semua Member Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum
Semua Member Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2)
Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda.

Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru.

Bergabunglah bersama kami!

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum:


Username:   Password:
Locked Topic
Bloodbaths - Cornucopia; HANYA UNTUK PESERTA
Topic Started: Saturday Jun 1 2013, 07:46 AM (12,756 Views)
Redemptus Maleveich
Member Avatar

Posted Image

Keempat puluh delapan peserta telah naik dari tabung di ruang peluncuran menuju Arena. Sebagai perayaan Quarter Quell kedua, Redemptus Maleveich dan Pembina Permainan lainnya telah menyiapkan suatu taman bermain indah bagi gerombolan remaja kiriman dari distrik. Kau bisa melihat Cornucopia emas berada di tengah padang rumput hijau dengan rumpun-rumpun bunga indah di sana-sini. Langit pun ikut bersorak menyambut hari besar ini dengan warna biru cerahnya dan tumpukan awan putih empuk bak bantalan. Kau bahkan bisa mendengar dan melihat burung-burung penyanyi berwarna cerah berterbangan di atas kepala.

Jauh di sana, terdapat padang rumput yang luasnya hingga bermil-mil. Di satu sisi, terdapat hutan lebat menyerupai labirin tanaman, sedangkan di sisi lain, bisa dilihat adanya gunung yang berselimutkan salju pada puncaknya. Sungai pun menghantarkan aliran air jernih di hutan maupun gunung. Buah-buahan dan bunga warna-warni juga turut mempercantik taman bermain yang dipersiapkan. Intinya, arena tahun ini adalah tempat paling mempesona, lebih mempesona daripada arena tahun-tahun lalu. Membuatmu terbuai dalam imajinasi sejenak sebelum disesatkan lebih jauh oleh fakta di lapangan.

Semua telah siap. Semua terkendali. Redemptus memerintahkan hitungan mundur mulai dijalankan, dimulai dari detik keenam puluh. Kedua birunya memperhatikan angka yang silih berganti muncul, sementara semua orang di ruang kendali mulai mempersiapkan segala sesuatunya sebagai pembukaan Quarter Quell kedua. Sambil menyeruput kopi buatan sendiri dengan campuran karamel, dia mengawasi pekerjaan bawahannya yang terus mengutak-atik peralatan kendali yang mengatur jalannya Arena.

Empat puluh lima detik.

Deretan bom siap meledak jika ada peserta yang berani melangkah keluar dari piringan logam kurang dari waktu enam puluh detik. Asyik, bukan? Redemptus selalu menantikan setidaknya ada salah satu peserta nekat melarikan diri dari tempatnya sebelum waktu enam puluh detik usai. Sempat bertaruh dengan adik tirinya juga—salah satu kebiasaannya setiap kali Hunger Games diadakan—tapi sejauh pengamatan pemuda turunan Maleveich, sepertinya tidak ada yang berani melanggar aturan main yang telah dibuat. Tahun belakangan ini belum ada yang berani meledakkan dirinya hingga berkeping-keping dengan cipratan darah dan potongan daging manusia segar tersebar di Cornucopia. Sedikit kecewa, memang. Justru pemandangan itu yang diinginkan Redemptus.

Suatu kebanggaan jika potongan tubuh kalian yang telah tercerai berai menjadi koleksi berharga Maleveich ini. Redemptus memang menginginkan koleksi berdarah semacam itu sejak awal. Kalau memang dia berhasil mendapatkannya, dia akan menata sejumlah potongan tersebut secara artistik dengan warna-warna semarak yang jauh dari istilah menyeramkan. Tidak buruk jika dijadikan pajangan di dinding ruang tamu, tapi sangat disayangkan jika dijual kepada kolektor barang karena bernilai tinggi.

Tiga puluh detik.

Kalian pikir kalian bisa kabur? Coba saja kalau berani. Jangan harap kalian bisa kabur dan berharap bisa berlindung pada salah satu sudut tempat tanpa sepengetahuan kami. Alat penjejak telah dipasang di tubuh kalian saat kalian dalam perjalanan kemari dengan pesawat ringan sehingga kami dapat terus melacak keberadaan semua peserta. Ini Capitol, bukan distrik kampung asal kalian. Semua telah dipersiapkan agar kalian saling berhadapan, saling bunuh, saling tebas, bukan mati tolol bunuh diri dari puncak tebing. Medan gaya sudah diaktifkan, jadi sia-sia saja bagi kalian yang berencana bunuh diri. Tidak ada jalan kabur hingga satu orang tersisa.

Lima belas detik.

Pemuda Maleveich memberikan perintah bersiap-siap. Beberapa kursor mulai bergeser sesuai yang telah direncanakan. Tersisa beberapa detik lagi sebelum menyaksikan keempat puluh delapan peserta berlarian keluar menuju terompet emas dan persediaan yang tersebar di sekitarnya. Jumlah ransel menjadi dua kali lipat disesuaikan dengan jumlah peserta, begitu pula dengan barang-barang yang bertambah banyak tersebar pada beberapa titik di seputar terompet emas. Setiap tahun melihat kelakuan bocah bau kencur di sana mengerumuni pusat Cornucopia bak semut, tentu kejadian tidak jauh berbeda akan terulang kembali tahun ini. Bagaimana rasanya, dear? Sudah ucapkan salam pada malaikat kematian?

Terlambat.

KABOOM!

Bunyi meriam telah bergema, penanda bahwa Hunger Games kelima puluh, Quarter Quell kedua telah dimulai detik ini juga. Empat puluh delapan peserta. Dua belas distrik. Pertumpahan darah. Karier dan non-karier. Penentuan sponsor. Pias yang tergambar di wajah masing-masing. Ketakutan dan keinginan menang. Hidup dan mati. Sejumlah kejutan sudah dipersiapkan untuk menyambut para peserta. Semoga beruntung, hm? Ya, ya, selamat mandi darah, tributes. Warnai Cornucopia dengan darah kalian seindah mungkin atau ada kejutan lain menunggu kalian.


Silahkan baca Panduan di dalam Arena terlebih dahulu. Jika kurang mengerti, silahkan layangkan pertanyaan ke topik Pertanyaan atau @indocapitol.
Offline Profile Goto Top
 
Replies:
Freida Hayworth
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 40 || POSISI: 1
TARGET: DISTRIK 4 Floryn Lee || AP: [result]6&6,1d9,0,6&1d9[/result] || KS: [result]14&14,1d24,0,14&1d24[/result]
(1 belati, 1 bungkus dendeng, 1 tempat minum kulit, 1 pasang kaus kaki)



Hutan, hutan. Ia ingin berlari ke hutan.

Hutan yang memiliki jajaran pepohonan hijau yang rindang dan teduh. Hutan yang selalu dilihatnya di Distrik Sepuluh. Hutan yang adalah bagian dari rumahnya. Freida bersyukur dalam hati tempat ini dikelilingi hutan yang dapat memberikan perasaan nyaman dan seperti di rumah padanya. Bukannya bangunan-bangunan tinggi penuh dengan jebakan dan bahaya. Padang rumput yang semula juga mengingatkannya dengan peternakan Distrik Sepuluh ini jadi menyakitkan. Darah di mana-mana. Tempat ini sudah berkubang dengan darah, tergenangi oleh darah. Rerumputan berwarna merah mengerikan. Bau anyir, besi, dan amis yang membuat kepalanya berkunang-kunang terus menguar dari segala arah. Semakin pekat malah. Freida tak tahu lagi apa yang harus diperbuatnya.

Sekujur tubuhnya sakit. Hatinya terkoyak melihat Kyle dan Kathleen meregang nyawa di hadapannya. Kepalanya pening. Dan tangannya kebas. Tak ada lagi yang dapat dilakukannya sekarang selain mencoba terus menyerang anak perempuan ini. Freida tidak ingin menyerangnya, sungguh, tapi ia harus menemui Yasmine dan Tume. Dan kalau satu-satunya jalan untuk bertemu kedua rekan satu distriknya tersebut hanyalah dengan menorehkan belatinya ke anak ini, Freida akan melakukannya.

Maaf. Sekali lagi maaf.

Ia menorehkan lagi belatinya. Menahan sakit yang mendera sekujur tubuhnya dengan memejamkan mata.
Offline Profile Goto Top
 
Madeleine Lethbridge
Member Avatar

DISTRIK 2
HP: 95 – 6 (Patricia Brown) - 3 (Kevin Fremunzar) - 4 (Patricia Brown) – 7 (Kevin Fremunzer) – 1 (Patricia Brown) - 1 (Patricia Brown) || POSISI: 5
TARGET: DISTRIK 3 (Patricia Brown) & DISTRIK 9 (Kevin Fremunzer)
AP: [result]10&8,1d10,2,10&1d10+2[/result] || KS: [result]18&18,1d24,0,18&1d24[/result] & [result]11&11,1d24,0,11&1d24[/result]
2 pistol udara dan 2 botol madu


Matanya yang merah buru-buru ia seka sebelum menangis dan terlihat lemah. Ia harus tampak kuat walaupun hanya sekadar pencitraan. Harus. Karena Madeleine sudah berjanji akan jadi anak yang berguna. Bila pun harus mati, ia tak akan mau mati dengan wajah menyiratkan kekalahan dan kelemahan begini. Ia mau mati dengan terhormat, at least. Karena ia lahir dan kini mewakili distrik terhormat, Distrik Dua. Bangga. Madeleine benar-benar bangga berdiri mewakili distriknya tersebut. Dan ia, sekali lagi, bersumpah untuk tak akan melakukan hal yang bisa membuat pamor kampung halamannya jatuh.

Apalagi dengan kalah melawan dua cecunguk rendahan dari distrik tidak berarti.

Mereka ini sampah.

Sampah bukan bertempat di sini, seharusnya, bukan begitu?

Pisau di tangan kanan, pistol di tangan kiri. Madeleine memilih untuk menggunakan pisau untuk lagi mencoba perut gadis itu, mengorek-orek isi perutnya. Lambung, usus.. apa saja yang bisa dirusak. Karena ia berani membuat Madeleine merasa sebegini sedih, dan sebab itu dia harus segera dibinasakan. Di tangan kiri, pistolnya terarah lagi di kepala Kevin Fremunzer. Mari akhiri sekarang juga. Karena pemuda itu sudah berani membuatnya terlihat lemah di hadapan Kruchev yang ia puja. Membuat pemuda itu kerepotan dengan membantunya. Tidak bisa dimaafkan. Harus dihukum. Madeleine bagaimana pun, akan membunuhmu, segera, Kevin, she promised you this.
Offline Profile Goto Top
 
Exodus Kruchev
Member Avatar

DISTRIK 2
HP: 95 || POSISI: 7
TARGET: Stephanie White (D9) & Kevin Fremunzar (D9) || AP: [result]10&8,1d10,2,10&1d10+2[/result] || KS: [result]3&3,1d24,0,3&1d24[/result] & [result]15&15,1d24,0,15&1d24[/result]
4 kotak biskuit



Siapa yang bilang ini sudah terlalu kelewatan, heh. Ini baru permulaan. Masih di santapan pembuka sebelum kalian mendapatkan santapan berat dan penutup yang mengenyangkan jiwa kelaparan. Belum puas, dia masih belum mendapatkan apa yang disebut dari klimaks Bloodbaths. Semua yang terjadi belum sebanding dengan apa yang diinginkan Exodus. Mana yang disebut sebagai puncak kegaharan dari Bloodbaths? Enam orang yang telah jatuh dalam lubang kematian yang digali iblis belum memuaskan nafsu yang tak dapat didefinisikan oleh pemuda Kruchev.

Ya, mereka, Karier di sini adalah iblis yang akan mengantarkan tubuh bobrok kalian ke liang lahat. Jalan keluar dari Arena ini adalah dengan kematian begundal tak berguna. Tidak ada artinya menangis memohon ampun pada iblis yang tengah merasakan ketakutan dan kepedihan fisik mental kalian. Justru rasa takut dan gentar yang ditunjukkan anggota tubuh kalian semakin memacu langkah iblis menuju kalian. Merusak jiwa kalian lebih dalam, lebih lama, hingga tak tersisa lagi detak kehidupan dalam diri kalian. Semua akan terbayarkan dengan nyawa kalian, sayang. Lebih cepat kalian tersingkir dari hadapan dua belas iblis, lebih baik.

Tak peduli laki-laki maupun perempuan. Exodus akan memperlakukan kalian secara adil. Ditariknya lagi surai Stephanie White sekencang-kencangnya. Telinga pemuda itu seakan telah mati rasa dengan pekik dan sakit yang terdengar di Cornucopia. Bagaimana rasanya, White? Sudah menemukan arti kehidupan yang sebenarnya? Bagaimana kau harus memanfaatkan hidup sebaik mungkin sebelum menyesal? Karena kalau belum, semua tidak ada gunanya lagi. Permainan telah dimulai dan tidak akan berakhir cepat.

Exodus masih tetap menjepit leher Kevin Fremunzar dengan lengannya. Berusaha menambahkan tekanan di lengannya menuju leher pemuda Sembilan itu agar mati kehabisan napas. Kekehan terlontar dari mulut Exodus menyaksikan apa yang telah dilakukannya.
Offline Profile Goto Top
 
Urie Tommy
Member Avatar

DISTRIK 1 || HP: 100 || POSISI: 6
TARGET: DISTRIK 8 (Kristeen - belati) & DISTRIK 6(Altessa - pisau) ||
AP: [result]6&4,1d10,2,6&1d10+2[/result] || KS: [result]4&4,1d24,0,4&1d24[/result] & [result]9&9,1d24,0,9&1d24[/result]

"Tolong jangan suruh aku membunuhnya. Tidak tega. Aku kan anak baik~"

...

Ia menjawab ucapan Lore dengan gumaman tidak jelas. Gimana sih. Lagian dia bosan, nih. Orang lain mainnya seru, menyerang dan diserang. Lihat saja si Zephaniah Lore ini, sadis amat (Inilah makanya dia tadi tidak mengambil kapak, 'kan. Dia nggak tega melihat kapak itu membelah orang jadi dua. Dia anak baik. Asyik.) Sementara, dirinya? Cuma menyerang tanpa mendapatkan perlawanan.

Sebenarnya posisinya menguntungkan, disaat beberapa orang sudah di ambang kematian karena diserang terus, justru tidak ada yang menyentuh dirinya sama sekali. Dewi Fortuna sedang baik, tumben. Tapi hal ini menurunkan adrenalin dan motivasinya. Bisa gawat kalau dia bosan, dia bisa jadi langsung bunuh diri. Hoi, adrenalin, dimana kamu?

Adrenalinnya tidak muncul saat dia menyayat pundak si gadis Delapan dengan belatinya, tidak. Tidak juga muncul saat pisaunya menusuk lengan si gadis Enam.

Haft. Ambil napas panjang.
Offline Profile Goto Top
 
Yasmine Silvertongue
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 46 || POSISI: 6
TARGET: DISTRIK 4 (CE;tangan)|| AP: [result]8&8,1d9,0,8&1d9[/result] || KS: [result]9&9,1d24,0,9&1d24[/result]
empat bungkus dendeng sapi


Pernah dengar sebuah perkelahian bernama Cat Fights? Yeah, ide itu muncul begitu saja dalam benak Yasmine. Ia menyeringai dalam hati, pistol itu mungkin telah lelah ia gunakan tidak sebagaimana mestinya. Kini demi melepas cat kuku dan kuku palsu karya Capitol, tampaknya sejoli dari Empat itu berhak menjadi tempat pelampiasan. Seperti Yasmine yang telah dijadikan pelampiasan bagi mereka. Sampah.

Pistolnya ia ikat dengan cekatan, kini tergantung lemas pada punggungnya. Sementara kedua kakinya yang tangkas segera menghampiri Ferina dan ia mencekik si gadis. Tidak lama, karena ia tahu jarak ini sangat berbahaya apalagi dengan gadis empat itu memiliki senjata tajam. Maka Yasmine melakukannya dengan cepat. Pertama ia menjambak surai pirang itu hingga lepas beberapa, kemudian mengingat dirinya tidak pernah dididik untuk bisa mengangkat tubuh lawan kecuali adiknya sendiri dengan penuh sayang, tangan Yasmine bergerak untuk menyarangkan tinju tepat di daerah dada, tempat jantung berada.

Tidak, belum cukup.

Yasmine juga menyarangkan dua tinju tambahan. Satu di hidung, dan satu tepat di lambung. Muntah sana. Muntah darah. Kalau perlu sekalian dengan usus dan cacing-cacing yang tinggal di dalamnya. Berikut dengan bakteri atau segala macam hal yang hidup yang membuat gadis itu bak mesin pembunuh. Tidak manusiawi sama sekali. Ia pantas mendapatkan luka.
Offline Profile Goto Top
 
Flavea Vorfreude
Member Avatar

DISTRIK 1 || HP: 80 || POSISI: 4
TARGET: Aidy Joselin dan Elisa Sugsweye|| AP:[result]12&10,1d10,2,12&1d10+2[/result] || KS: [result]17&17,1d24,0,17&1d24[/result] & [result]19&19,1d24,0,19&1d24[/result]
3 Lembar Plastik dan 1 Pasang Kaus Kaki
Diserang: Aidy Joselin



Gadis itu tak bergerak lagi, terdiam, bahkan tak secentimeter pun melakukan gerakan sendiri. Pelan ia menghampiri dara Erasto tersebut, takut gadis itu berpura-pura bahwa ia telah mati. Pelan-pelan, ia berjongkok di samping tubuh tersebut, menyentuh tubuhnya dan menggerakannya berkali-kali. Tak ada reaksi meski ia mengulangi apa yang ia lakukan berkali-kali. Lagi-lagi pelan, tangannya bergerak ke arah tangan gadis itu, mengambil belati yang masih tergenggam. Awalnya, masih erat digenggam belati tersebut, belati yang berdarahkan darah dirinya. Ia menggerakan belati tersebut berulangulang hingga akhirnya mau terlepas dari tangan itu. Kemudian ia berusaha melepaskan ransel kecil milik dara Erasto tersebut, mengklaim barang-barang yang dimiliki gadis itu sebagai miliknya.

Rest in peace, Dear. She is sorry, really.

Ia berbalik dan menatap sisa tribut yang ada. Floryn masih ada, kini telah membunuh dua orang, mencabut dua nyawa manusia. Ia sungguh mengira bahwa ia telah ditinggalkan. Karena, ia bukanlah orang penting bagi siapa pun.

She is nothing but a shell.

Ia menghadap gadis Joselin itu dan kemudian berlari secepat mungkin ke arah gadis itu, berusaha memberika luka di wajah gadis itu, di pipinya. Keren, bukan? Jika gadis itu bertahan hidup dan berhasil di lukai, maka di pipinya akan ada luka. Tanda perjuangan, mereka akan menyebutnya seperti itu. Ia memandang lagi sekitarnya, mencari target baru. Kini, ia sudah menekatkan niat. Jika membunuh adalah hal yang memang harus dilakukannya, maka ia akan melakukan hal tersebut.

Lihat, gadis itu akhirnya jatuh ke lubang kegelapanku.

Tidak, gadis itu masih memiliki nurani, Flavea, ingat pada apa yang sebenarnya kau inginkan.

Apa yang ia inginkan? Ia sudah melupakannya.

“Shut up, you two,” ucapnya kepada suara-suara di kepalanya. Ia menghampiri gadis lain dari sebelas, kawan dari gadis yang baru saja ia bunuh. Ia tersenyum pada gadis itu sebagai perjumpaan sebelum ia berusaha menusukan belati barunya ke jantung gadis itu.
Offline Profile Goto Top
 
Freida Hayworth
Member Avatar


DISTRIK 10 || HP: 45 || POSISI: 1
TARGET: DISTRIK 4 Floryn Lee || AP: [result]7&7,1d9,0,7&1d9[/result] || KS: [result]7&7,1d24,0,7&1d24[/result]
(1 belati, 1 bungkus dendeng, 1 tempat minum kulit, 1 pasang kaus kaki)




Mengingat begitu lama ia bertumbuh di Sepuluh, jelas tak ayal bila beberapa kali dalam satu jam otaknya melintaskan memori akan kawan-kawan baiknya di rumah. Rumah—ya, sejak melangkahkan kaki meninggalkan Distrik Sepuluh untuk pertama kalinya, Freida menyebutnya rumah. Ia mengingat canda tawa Ivon, senyum cerah Keela, dan binar mata Aster, sahabat-sahabatnya yang mungkin kini tengah berdesakan dengan penduduk Sepuluh lainnya menonton Hunger Games ini. Ada begitu banyak kenangan indah. Ada begitu banyak kejadian yang sulit untuk dilupakan begitu saja—terlebih saat kau tahu waktumu hanya tinggal beberapa saat lagi.

Mungkin kalau saja waktu bisa diputar kembali dan saat itu Freida tahu ia akan terpilih menjadi tribut pada usia delapan belas, ia akan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk membahagiakan ibunya, belajar lebih rajin, bekerja lebih giat, berusaha mendapat penghasilan lebih banyak, atau apa saja agar ibunya bahagia. Lalu ia akan banyak bercengkerama dengan Ivon, Aster, dan Keela, sekedar mengobrol hal-hal menyenangkan yang dapat mengundang tawa serta senyum di wajah mereka. Hal-hal sesederhana itu. Andai saja waktu bisa berulang.

Ada banyak orang di dekatnya. Kyle dari Distrik Delapan, Kathleen dari Distrik Dua Belas, yang telah meninggalkannya. Serta anak perempuan Distrik Empat. Freida tidak begitu ingat. Ia memejamkan mata dan mengayunkan belatinya lagi.


tadi saya kira HPnya salah rekap, jadi tulis 40. Tapi karena Snow edit jadi 45, saya tulis 45 lagi. Edit saja kalau salah, thanks :")
Offline Profile Goto Top
 
Shinzo Kawabata
Member Avatar

DISTRIK 8 || HP: 75 || POSISI: 1
TARGET: DISTRIK 5 (Pinoy Annelli) || AP: [result]6&6,1d9,0,6&1d9[/result] || KS: [result]1&1,1d24,0,1&1d24[/result]
Tiga tempat minum kulit, satu belati



Begini rasanya ketika dia begitu ingin selamat, eh?

Begini rasanya ketika dia begitu ingin mengenyahkan dua orang yang berada di dekatnya ini?

Sialan.

Sampai kapan begini terus, hah?


“Kau menyerah saja!”

Tidak jelas dia bicara ke siapa. Pokoknya ancaman itu diarahkan kepada Gavyn dan juga Pinoy. Dua orang itu nampaknya tidak akan membiarkannya keluar hidup-hidup dari arena. Padahal menurutnya apa yang mereka lakukan saat ini sungguh konyol. Serangan demi serangan sudah diluncurkan dan belum ada satupun dari mereka yang, er, terluka—atau apa pun istilahnya. Yah, sebenarnya dia tidak berharap membunuh orang di sini. Tapi, hei, coba dibayangkan, menurutnya kejadian saat ini adalah hidup dan matinya. Dia tidak boleh lengah sedikitpun atau nanti dirinya bisa menyesal dalam beberapa detik. Meskipun Gavyn tidak menggunakan belati, tapi beberapa serangan fisik dari pemuda itu semuanya nyaris saja mengenai dirinya.

“Sekali lagi, ya!”

Shinzo menghunuskan belatinya ke arah Pinoy. Dia agak tidak yakin sekarang seakan sudah bisa membayangkan apa hasilnya. Tapi, dia tetap menunjukkan usahanya. Ia tidak akan membuat dirinya begitu konyol dengan lari atau apa. Dia akan menyelesaikan semuanya di sini, di tempat ini. Shinzo mungkin bukan orang paling pemberani yang kalian kenal tetapi dia bukan pengecut sehingga dirinya tidak akan lari begitu saja.
Offline Profile Goto Top
 
Mario Spielberg
Member Avatar

DISTRIK 7 || HP: 70-7-7-4 || POSISI: 2
TARGET: DISTRIK 4 (Hada) || AP: [result]5&5,1d9,0,5&1d9[/result] || KS: [result]21&21,1d24,0,21&1d24[/result]
Ransel berukuran sedang, 1 bungkus dendeng sapi, sepasang kaus kaki, 1 tempat minum ukuran sedang, 1 kotak biskuit

Kena! Rasakan tendangan maut Mario Spielberg si bocah petualang dari distrik tujuh.

Ya tapi setelah empat kali kena serang oleh Hada Atala si manusia ikan.

Susah juga ya ngomong baik-baik sama orang yang sudah setengah waras. Entah siapapula yang setengah waras, si manusia ikan atau dirinya. Tak tahulah, yang jelas rasa nyut-nyutan menjalar di tubuh akibat sabitan kapak orang tak dikenal dan alat yang digunakan adalah alat yang menjadi teman bekerjanya rasanya menyebalkan sekali. Lagipula jangan salahkan Mario Spielberg deh sekarang, salahkan kenapa kau sendiri tidak tidur manis dan pura-pura tidak tahu kalau ada Mario disini. Kan jadinya tenagamu juga ikut berkurang dan tidak lagi seperti sebelumnya bocah jelek dari empat! Mario sih tidak perduli mati atau tidak tapi bagimu nyawa penting kan? Salahmu sendiri tahu!

“Aku tidak menghalang jalanmu, kau yang menyerangku!”

Aneh ya melihat orang yang ngotot sekali menyalahkan orang lain. Heran deh, Mario memang tidak terlalu suka berteman dengan orang banyak, tapi kalau tipe orang yang mau menang sendiri padahal dia yang salah pasti bukan orang yang berada di daftar orang baik-baik ketujuh versi Quartell Quell.

“Sana pergi cari temanmu!”

Dorong jauh si manusia ikan dengan tubuhnya. Ya kena atau tidak sih memang meragukan, pasalnya nyeri itu membuat fokus berkurang.
Offline Profile Goto Top
 
Hada Atala
Member Avatar

DISTRIK 4 || HP: 55 || POSISI: 8
TARGET: MARIO SPIELBERG (D7) || AP: [result]5&3,1d10,2,5&1d10+2[/result] || KS: [result]24&24,1d24,0,24&1d24[/result]
2 kapak, 1 korek api, 1 tempat minum air ukuran 2 liter



JANGAN TANYA KENAPA SERANGANNYA BERHASIL KENA TERUS. MUNGKIN INI DOA ORANG TERANIAYA YANG DIKABULKAN SAMA DEWA (….)

Hada capek, sumpah. Capek dari tadi harus melawan dua orang sekaligus, terus sekarang masih harus ngelawan satu orang lagi. PADAHAL DIA DI SINI KARIERNYA BUKAN DIA DOANG. Colleen, nggak tau kenapa, malah nggak bantu Hada sama sekali. Mungkin dia terlena sama arena yang persis surga ini. Terus otaknya kesambet, nggak bisa mikir, nggak bisa nyerang mereka yang non-karier. YA TAPI KENAPA HADA YANG HARUS REPOT BACK UP DIA SIH? Teman sedistrik bukan, kenal juga nggak kenal-kenal amat. Tapi kenapa semuanya jadi nyerang Hada?

PADAHAL DIA KAN MAUNYA NGELINDUNGIN FLORYN. KALAU DIA MATI DEMI FLORYN SIH DIA RELA.
Tapi plis, Hada udah nggak ngerti harus mikir gimana lain. Otaknya sudah nggak sinkron sama tubuhnya. Tubuhnya kayak bergerak otomatis, mungkin ini yang dibilang insting dalam keadaan terjepit ya? Siapapun pasti punya sisi buas dalam dirinya, begitu juga Hada.

Aduh, serangannya berhasil mengenai Hada.

“UDAHAN DONG WEI, MATI AJA SANA NAPA!” kesal, Hada bangkit, masih dengan dua kapak yang menjadi sahabat barunya di Arena ini, dia akan berjuang. Demi Floryn, saat ini cuma demi dia. Dia hujamkan mata kapaknya ke tubuh si cowok sialan itu. Biar tau rasa, kalau Hada itu nggak main-main.

Karena kalaupun dia harus mati, dia mau mati bersama Floryn.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create a free forum in seconds.
Go to Next Page
« Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic »
Locked Topic


Theme design by Drama, theme coding by Lewis. of Outline and edited by Ntin, Ubi, and Ilma.