Welcome Guest [Log In] [Register]

MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR



[ INACTIVE ]
TERM 9: 2193 - 2194




[+] Topik AU: 4/5
[+] Visualisasi Asia: 3/3
[+] Capitol: 5/5
[+] Distrik Satu: 4/5
[+] Distrik Dua: 4/5
[+] Distrik Empat: 5/5
[+] Distrik Tiga Belas: 2/5
[+] Balita/Dewasa: 5/5



IndoCapitol


TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL
PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH
PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI
TRAINING CENTER || ARENA




Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain.

PEMENANG
HUNGER GAMES 54



{DISTRIK 1}



KREIOS EPHRAIM


MUSIM PANAS



21,3° - 23,6° C
21 Juni - 20 September
Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan.



WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (JAKARTA)




Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

TWITTER & CHATBOX


Twitter
Chatbox



FORUM LOG
Waktu Update
Sabtu, 11 April 2015 Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out!

PEMBERITAHUAN
Kepada Informasi
Semua Member Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum
Semua Member Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2)
Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda.

Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru.

Bergabunglah bersama kami!

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum:


Username:   Password:
Locked Topic
Bloodbaths - Cornucopia; HANYA UNTUK PESERTA
Topic Started: Saturday Jun 1 2013, 07:46 AM (12,748 Views)
Redemptus Maleveich
Member Avatar

Posted Image

Keempat puluh delapan peserta telah naik dari tabung di ruang peluncuran menuju Arena. Sebagai perayaan Quarter Quell kedua, Redemptus Maleveich dan Pembina Permainan lainnya telah menyiapkan suatu taman bermain indah bagi gerombolan remaja kiriman dari distrik. Kau bisa melihat Cornucopia emas berada di tengah padang rumput hijau dengan rumpun-rumpun bunga indah di sana-sini. Langit pun ikut bersorak menyambut hari besar ini dengan warna biru cerahnya dan tumpukan awan putih empuk bak bantalan. Kau bahkan bisa mendengar dan melihat burung-burung penyanyi berwarna cerah berterbangan di atas kepala.

Jauh di sana, terdapat padang rumput yang luasnya hingga bermil-mil. Di satu sisi, terdapat hutan lebat menyerupai labirin tanaman, sedangkan di sisi lain, bisa dilihat adanya gunung yang berselimutkan salju pada puncaknya. Sungai pun menghantarkan aliran air jernih di hutan maupun gunung. Buah-buahan dan bunga warna-warni juga turut mempercantik taman bermain yang dipersiapkan. Intinya, arena tahun ini adalah tempat paling mempesona, lebih mempesona daripada arena tahun-tahun lalu. Membuatmu terbuai dalam imajinasi sejenak sebelum disesatkan lebih jauh oleh fakta di lapangan.

Semua telah siap. Semua terkendali. Redemptus memerintahkan hitungan mundur mulai dijalankan, dimulai dari detik keenam puluh. Kedua birunya memperhatikan angka yang silih berganti muncul, sementara semua orang di ruang kendali mulai mempersiapkan segala sesuatunya sebagai pembukaan Quarter Quell kedua. Sambil menyeruput kopi buatan sendiri dengan campuran karamel, dia mengawasi pekerjaan bawahannya yang terus mengutak-atik peralatan kendali yang mengatur jalannya Arena.

Empat puluh lima detik.

Deretan bom siap meledak jika ada peserta yang berani melangkah keluar dari piringan logam kurang dari waktu enam puluh detik. Asyik, bukan? Redemptus selalu menantikan setidaknya ada salah satu peserta nekat melarikan diri dari tempatnya sebelum waktu enam puluh detik usai. Sempat bertaruh dengan adik tirinya juga—salah satu kebiasaannya setiap kali Hunger Games diadakan—tapi sejauh pengamatan pemuda turunan Maleveich, sepertinya tidak ada yang berani melanggar aturan main yang telah dibuat. Tahun belakangan ini belum ada yang berani meledakkan dirinya hingga berkeping-keping dengan cipratan darah dan potongan daging manusia segar tersebar di Cornucopia. Sedikit kecewa, memang. Justru pemandangan itu yang diinginkan Redemptus.

Suatu kebanggaan jika potongan tubuh kalian yang telah tercerai berai menjadi koleksi berharga Maleveich ini. Redemptus memang menginginkan koleksi berdarah semacam itu sejak awal. Kalau memang dia berhasil mendapatkannya, dia akan menata sejumlah potongan tersebut secara artistik dengan warna-warna semarak yang jauh dari istilah menyeramkan. Tidak buruk jika dijadikan pajangan di dinding ruang tamu, tapi sangat disayangkan jika dijual kepada kolektor barang karena bernilai tinggi.

Tiga puluh detik.

Kalian pikir kalian bisa kabur? Coba saja kalau berani. Jangan harap kalian bisa kabur dan berharap bisa berlindung pada salah satu sudut tempat tanpa sepengetahuan kami. Alat penjejak telah dipasang di tubuh kalian saat kalian dalam perjalanan kemari dengan pesawat ringan sehingga kami dapat terus melacak keberadaan semua peserta. Ini Capitol, bukan distrik kampung asal kalian. Semua telah dipersiapkan agar kalian saling berhadapan, saling bunuh, saling tebas, bukan mati tolol bunuh diri dari puncak tebing. Medan gaya sudah diaktifkan, jadi sia-sia saja bagi kalian yang berencana bunuh diri. Tidak ada jalan kabur hingga satu orang tersisa.

Lima belas detik.

Pemuda Maleveich memberikan perintah bersiap-siap. Beberapa kursor mulai bergeser sesuai yang telah direncanakan. Tersisa beberapa detik lagi sebelum menyaksikan keempat puluh delapan peserta berlarian keluar menuju terompet emas dan persediaan yang tersebar di sekitarnya. Jumlah ransel menjadi dua kali lipat disesuaikan dengan jumlah peserta, begitu pula dengan barang-barang yang bertambah banyak tersebar pada beberapa titik di seputar terompet emas. Setiap tahun melihat kelakuan bocah bau kencur di sana mengerumuni pusat Cornucopia bak semut, tentu kejadian tidak jauh berbeda akan terulang kembali tahun ini. Bagaimana rasanya, dear? Sudah ucapkan salam pada malaikat kematian?

Terlambat.

KABOOM!

Bunyi meriam telah bergema, penanda bahwa Hunger Games kelima puluh, Quarter Quell kedua telah dimulai detik ini juga. Empat puluh delapan peserta. Dua belas distrik. Pertumpahan darah. Karier dan non-karier. Penentuan sponsor. Pias yang tergambar di wajah masing-masing. Ketakutan dan keinginan menang. Hidup dan mati. Sejumlah kejutan sudah dipersiapkan untuk menyambut para peserta. Semoga beruntung, hm? Ya, ya, selamat mandi darah, tributes. Warnai Cornucopia dengan darah kalian seindah mungkin atau ada kejutan lain menunggu kalian.


Silahkan baca Panduan di dalam Arena terlebih dahulu. Jika kurang mengerti, silahkan layangkan pertanyaan ke topik Pertanyaan atau @indocapitol.
Offline Profile Goto Top
 
Replies:
Yasmine Silvertongue
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 39 || POSISI: 6
TARGET: DISTRIK 4 (CE;pistol&tangan)|| AP: [result]7&7,1d9,0,7&1d9[/result] || KS: [result]4&4,1d24,0,4&1d24[/result]
empat bungkus dendeng sapi[


Ia tidak lemah. Peduli apa kalau mereka juga menyelipkan adegan untuk adu mulut? Karier somplak, gayanya saja gahar, menampilkan hati milik iblis padahal sesungguhnya tidak lebih baik dari hello kitty. Pity them. All of them. Hanya punya kekayaan, ujung-ujungnya mereka semua tetap budak Capitol kan? Kasihan deh mindsetnya udah diubah. You people are robots.

Gadis sial dari Empat itu boleh menaruh luka separah apapun di tubuh Yasmine. Selama ia masih hidup, ia belum kalah dari tusukan-tusukan kurang ajar Secret. Bisanya hanya bermain-main dengan darah. Sinting. Anak gila. Semacam psycho dia. Alasannya karena ingin menang dan pulang? Kenapa? Punya adik dan pacar di rumah? Ha, heran juga Yasmine, ada yang mau dengannya? Puh.

Karier tidak pernah berbeda, belum pernah ada dalam catatan sejarah hidup Yasmine tentang seorang Karier yang rela membalikkan tubuhnya menjauh dari ketiga distrik maha sejahtera tersebut. Siapa yang ingin? Siapa yang ingin menderita, melarat, dan terbuang macam anak-anak dari sembilan distrik lainnya?

Yasmine menyarangkan tinju pada bibir Ferina. Supaya jontor dan tidak menarik lagi untuk dicium. Ha, sukur. Selanjutnya gadis itu menggebuk Ferina dengan pistol di bagian tengkuk leher. Oh, meludah juga. CUH! Mampus saja, tidak bisa?
Offline Profile Goto Top
 
Shinzo Kawabata
Member Avatar

DISTRIK 8 || HP: 75 || POSISI: 1
TARGET: DISTRIK 4 (Floryn Lee) || AP: [result]9&9,1d9,0,9&1d9[/result] || KS: [result]16&16,1d24,0,16&1d24[/result]
Tiga tempat minum kulit, satu belati



Gagal.

Dan mengapa dia tidak memilih untuk menyerang Floryn Lee yang telah membunuh Kyle?

Mengapa???

Shinzo seperti dibakar amarah ketika dia beranjak mendekati tubuh kecil itu dan segera menyabetkan belatinya ke arah Floryn. Shinzo memang sudah diserang oleh dua orang tetapi tidak ada peraturan yang membuat dia tidak bisa menyerang orang lain selain dua orang itu, bukan? Dengan demikia dia berhak menyerang tiga peserta, bukan? Kiranya ini cukup adil di telinganya karena gadis yang diserangnya itu cukup berahaya, bahkan termasuk yang patut dihindari dan dibinasakan di arena.

Hah.

Jadi, inilah dia, Shinzo Kawabata bersama belati yang telah diarahkan menyabet ke arah leher gadis itu. Siapa tahu dia berhasil kali ini. Shinzo sudah malas menjadi anak baik-baik dan kiranya seharusnya memang di tempat seperti ini bukan saatnya untuk memberikan alasan mengapa dia ingin membalas dendam kematian Kyle. Anak dari distrik empat itu perlu diberi pelajaran. Dan pelajaran itu harus sesuatu yang diingatnya sampai mati. Di sinilah kemudian belati itu berbicara. Mudah-mudahan tidak memberikan hasil yang menyebalkan. Untuk kali ini Shinzo benar-benar berharap belatinya bisa menyabet leher dari gadis itu, gadis yang sudah membunuh orang lain tanpa ada rasa bersalah.

“Bantu aku, Tume!!”
Offline Profile Goto Top
 
Tume Tinkham
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 75 || POSISI: 1
TARGET: DISTRIK 4 (Floryn Lee) || AP: [result]9&9,1d9,0,9&1d9[/result] || KS: [result]18&18,1d24,0,18&1d24[/result]
dua tempat minum kulit, satu belati, satu lentera



Dia gagal melukai dan ketika dia hendak mengutuk tangannya yang tidak terampil, ia mendengar panggilan dari Shinzo untuk menyerang perempuan dari distrik empat. Tume menoleh dan melihat Shinzo sudah maju menyongsong Floryn Lee.

Oh, oh, oh.

Ada dendam rupanya.

Tume benci dendam tetapi dia juga bukan orang yang senang menyia-nyiakan nyawa Freida di tangan orang brengsek itu. Jadi, ia memilih untuk ikut berlari menyusul Shyinzo dan menghunjamkan belatinya sendiri ke arah mata milik Floryn. Kena atau tidak bukan lagi urusan karena dia hanya sebatas memenuhi ajakan Shinzo. Biarlah Gavyn dan Pinoy menunggu sebentar. Tidak akan lama lagi kok. Mereka akan kembali untuk menghabisi dua orang laki-laki itu. Sabar saja di sana dan jangan ke mana-mana. Mereka bukan tipikal yang akan dengan mudahnya kabur, bukan? Yah, karena sebenarnya kalau mau kabur, itu mudah saja.

“Ini untuk Freida!!”

Tinkham berumur dua belas tahun ini berteriak dalam emosinya. Ini bukan sesuatu yang nyaman untuk dilihat tetapi dia yakin baginya ini adalah saat yang pantas untuk membalas dendam sebelum dirinya sendiri menjadi korban. Apa pun yang telah dilakukan Freida untuk Tume, ini akan menjadi sesuatu yang akan terus dikenang oleh Tume dan gadis Floryn ini harus membayar semuanya!
Offline Profile Goto Top
 
Pietronella Hart
Member Avatar

DISTRIK 2 || HP: 86 || POSISI: 7
TARGET: DISTRIK 9 (Stephanie White) || AP: [result]3&1,1d10,2,3&1d10+2[/result] || KS: [result]3&3,1d24,0,3&1d24[/result]
2 pistol udara, 1 tombak, 1 belati




Sayang, bolehkah ia turut berpendapat? Pasalnya, gadis ini juga tak ingin melepas sosok tersebut begitu saja. Hanya satu pengecualian yang bakal membuatnya tersenyum dengan jumawa. Kematian, hanya kata tersebut yang selalu terngiang statis di dalam lobus otaknya. Kau tahu, seperti halnya ia tengan dibayang-bayangi oleh mimpi buruk, tetapi tak pernah ia capai misinya tersebut. Lagi, ia masih lebih senang menggunakan kata mengenaskan, teruntuk kepada dirinya sendiri. Tidak, ia tak pernah terlahir untuk menjadi warga di distrik yang salah. Masih banyak kesempatannya untuk menyambangi Kruchev yang sulung, misalnya. Siapa namanya? Dimitri, nah.

Hoki, katakan saja begitu.

Begitu, ya, sama halnya dengan yang gadis tersebut lakukan terhadap dirinya. Menusuk ulu hati itu sangat berpotensi untuk membuat dirinya membabi buta, Sayang. Asal tahu saja, ia sendiri malas melakukan segala macam perlawanan terhadap Stephanie White kalaupun tahu faktanya, ada cara yang lebih praktis ketimbang buang-buang keringat seperti ini. Dua kali serangan bertubi-tubi dilancarkan oleh sosok yang sama, dan jumlah yang serupa pun ia menghindar. Selalu seperti itu.

Bisakah berhenti dan membantunya agar lebih mudah membunuh, White?

Kalaupun saja ada jawaban 'ya' alih-alih layangan kepalan tangan tersebut kembali bersarang di tengkorak sang gadis.
Offline Profile Goto Top
 
Urie Tommy
Member Avatar

DISTRIK 1|| HP: 100 || POSISI: 6
TARGET: DISTRIK 8 (Lockhn - belati) & DISTRIK 6(Altessa - pisau) ||
AP: [result]10&8,1d10,2,10&1d10+2[/result] || KS: [result]21&21,1d24,0,21&1d24[/result] & [result]19&19,1d24,0,19&1d24[/result]


Bau darah sudah mulai mengusik indera pernapasannya. Hoeks... mau muntah rasanya. Apalagi di depannya ini ada adegan langsung seorang lelaki kuat menyiksa gadis lemah. Lelaki dari Satu ini menutup hidungnya sesekali. Ini baru permulaan, tapi Urie sudah merasa canggung. Ah tidak bisa, Urie harus kuat. Urie harus kuat, oke. Harus kuat dan tetap ganteng di depan TV. Narsis? Nggak boleh?

Saat ini perhatian penuhnya sudah terfokus pada si gadis Enam. Gadis Enam yang masih bugar--tunggu, kondisinya sudah hampir setengahnya Urie, sih--daripada si gadis Delapan. Yang masih bugar lebih asyik dilawan, alias Urie tidak akan merasa bersalah saat menyerangnya. Walaupun tidak adanya perlawanan itu bisa dibilang membuatnya bersalah juga, sih.

"Miss, lihat aku!" Urie berputar satu kali, tangannya terentang, pisau mengarah ke arah tubuh si gadis untuk menyayatnya ketika dia kembali ke posisi semula. "Apakah aku tipemu?"

Hahahahahahahaha.

Selanjutnya ia berlari, menemukan teman yang baru. Seorang laki-laki, bukan tipe Urie kalau kau mau tahu. Jelas saja. Dia kan juga laki-laki mana mungkin memiliki tipe seorang laki-laki juga. Hih.

"Hei, bermain yuk." Ngajak main orang yang sedang sendirian dengan menyabet pedang belati ke lengannya itu bukan perbuatan yang patut ditiru lho, kawan.
Offline Profile Goto Top
 
Colleen Roosophire
Member Avatar

DISTRIK 1 | POSISI: 8 ke 1 | HP: 100
TARGET: CO D3(Isaac)(dengan senjata: Tampar) & CE D9(Stellaria)(dengan senjata: Tonjok) | AP: [result]9&7,1d10,2,9&1d10+2[/result] | KS: [result]24&24,1d24,0,24&1d24[/result] & [result]9&9,1d24,0,9&1d24[/result]
Barang yang diambil: kompas dan sebungkus dendeng sapi


Cih, pemuda Tiga dan Tujuh itu sudah mati. Dan dua-duanya mati di tangan Hada. Lagi. Pemuda itu benar-benar tidak menyisakan apa pun untuk Colleen. "Hada! Lebih baik kau isthirahat saja." Orang bayi saja bisa mengatakan bahwa Hada sudah terlalu lelah, ia perlu isthirahat. Sama dengan gadis Lee itu.

Di daerah sekitarnya, seluruh peserta yang bukan sekutunya sudah tewas. Jadi sekaran, ia hanya perlu membantai yang tersisa, tapi bukan di daerah sekitarnya. Contohnya: Isaac dan Stellaria itu.

Tungkainya berlari, membawa tubuh Roosophire itu ke dekat kedua orang yang dimaksud. Manik birunya melihati kedua sosok itu pelan-pelan. Mereka itu bodoh atau buodohj? Tidak bergerak sama sekali dari tempat semula. Itu sama saja dengan bunuh diri kan?

"Halo Isaac yang budiman." salamnya. Tangan kanannya melambai-lambai ke arah pemuda yang dipanggil. Lalu tiba-tiba, tangan kanannya menampar pipi pemuda itu kencang-kencang. Kalau kena, pasti akan meninggalkan bekas merah di pipinya.

"Stellaria. Kamu itu cantik, tapi kok bodoh begitu?" ucapnya dengan memasang tampang sepolos mungkin. Lalu ia mengepalkan tangannya dan menonjok gadis itu. Di daerah batang hidungnya. Kalau patah, ia akan butuh yang namanya operasi plastik agar terlihat bagus lagi hidungnya.

Kalau kena, pasti sakit.
Offline Profile Goto Top
 
Yasmine Silvertongue
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 39 || POSISI: 6
TARGET: Terry Scott (pistol&kuku)|| AP: [result]6&6,1d9,0,6&1d9[/result] || KS: [result]3&3,1d24,0,3&1d24[/result]
empat bungkus dendeng sapi[


Matanya memandang sekeliling. Bau anyir darah semakin kentara. Merah dan pekat. Hitam. Buih putih mengalir dari mulut para jasad pun juga ada. Ini memuakkan. Dan Yasmine baru saja mengirim satu gadis inosen ke tempat yang menurutnya lebih baik daripada Arena. Jadi jika ternyata gadis itu berakhir di Neraka, apakah itu juga lebih baik dari Arena? Tidak, tetapi Yasmine cukup yakin ia takkan berakhir di tempat kejam seperti itu.

Kembali ia mengatur napas, memperlebar jarak dengan kedua predatornya. Ah, astaga. Benarkah ini yang ia lihat? Satu lagi peserta dengan tampang kebingungan dan linglung. Yasmine? Berniat menyingkirkannya juga? Ia tidak tahu tetapi, akan lebih baik kalau ia—

--Oh sial, harus menghadang serangan terlebih dahulu. Gadis Silvertongue itu menghalau serangan. Kini segala macam serangan bisa disebut membabi buta. Arena baru benar-benar terasa panas. Tak disangka, pistol udaranya memukul telak ke arah pemuda itu. Yasmine baru saja menghantam si peserta dengan pistol udara pada bagian tengkuknya.

Ma… maaf?

Atau mungkin ia juga harus bernasib sama seperti gadis tadi? Yasmine tidak mau, sungguh. Untuk apa ia membunuh karena keinginannya? Ia tidak dibesarkan seperti Karier. Namun… perasaan yang sama melanda Yasmine kembali.
Offline Profile Goto Top
 
Stephanie White
Member Avatar

DISTRIK 7 || HP: 34-12 = 22 || POSISI: 7
TARGET: Pietronella Hart || AP: [result]2&2,1d9,0,2&1d9[/result] || KS: [result]9&9,1d24,0,9&1d24[/result]
(satu tempat minum kulit, tiga kotak biskuit)


Kalaupun ia lengah, itu karena ia sudah lelah untuk menghadapi dua orang sekaligus. Mental breakdown, beraninya main keroyokan. Coba sini Hart saja sendirian, merasa betina ‘kan? Exodus pulang saja ke pelukan mamak dirumah, jangan kacaukan perangnya dengan Hart sejak pertama ia melangkah dari piringan. Menangguhkan dagunya, menatap gesture peserta karier yang jauh lebih kejam daripada malaikat maut. Mereka ini utusan neraka tingkat berapa? Perilakunya seperti sudah ahli merenggut nyawa orang.

Empat belas tahun umurnya, tapi sudah jadi pembunuh. Belum, ia belum menghilangkan nyawa orang hanya baru menyakiti saja. Tidak seperti kedua orang di depannya ini yang sudah berani mengambil nyawa orang. Biar saja mereka disini jadi pemenang nanti di akhirat masuk neraka duluan.

Jadi religius, mungkin nanti kalau peserta karier ini bisa mati di tangannya, ia mau taubat saja—memakai hijab.

Hng, abaikan paragraf yang tadi, itu hanya pikiran kacaunya beberapa menit yang lalu saat ia sudah mulai frustasi dengan berbagai serangan dari dua arah yang berbeda. Mereka saling gotong royong seperti orang-orang kampung. Eve meludah, sesungguhnya ia haus. Kehilangan dua persen cairan itu bisa merusak konsentrasi, makanya dia baru sadar kalau selama ini dia belum menyentuh air sama sekali dan itu mengakibatkan konsentrasinya pecah, dia jadi tidak fokus untuk menyerang Hart. Sayang ia tidak diberi kesempatan untuk mengambil air mineral jenis apa saja.

Belum selesai, tenang saja. Ia masih berambisi melukai Hart, tidak sampai membunuhnya. Eve kembali menghunuskan pisaunya, kali ini diarahkannya pada perut sebelah kiri bawah. Semoga saja, pisau ini bisa menancap dalam waktu yang lama disana.
Offline Profile Goto Top
 
Shinzo Kawabata
Member Avatar

DISTRIK 8 || HP: 75 || POSISI: 1
TARGET: DISTRIK 4 (Floryn Lee) || AP: [result]9&9,1d9,0,9&1d9[/result] || KS: [result]10&10,1d24,0,10&1d24[/result]
Tiga tempat minum kulit, satu belati



Kena!

HAHAHA.

“Kau tahu seperti apa perasaanku?”

Shinzo menyeringai. Ia seperti kemaskan setan ketika berusaha menusuk gadis dari distrik empat itu. Floryn Lee akan tahu betapa dirinya tidak menyukai saat di mana harus diam saja ketika ada temannya yang tewas. Bukan. Bukan diam yang benar-benar diam melainkan hanya bisa menonton saja. Dia sengaja membiarkan pungungnya terbuka saat ini untuk memberikan balasan kepada Floryn. Floryn harus mati. Harus. Demi apa pun di dunia ini. Shinzo mendadak merasa begitu membenci sosok dengan perawakan kecil ini. Baginya tidak ada yang lebih disukainya di dunia ini selain membunuh Floryn. Dan semuanya akan terjadi di tangannya sendiri dengan bantuan Tume yang sudah menyusulnya dan berhasil mengenai gadis itu juga.

“Bagus, Tume. Ayo! Lakukan lagi!”

Pemuda dari distrik delapan ini menyabetkan pisaunya sekali lagi ke arah leher gadis itu. Dia tahu di mana pembuluh darah manusia paling fatal yang keren untuk membuat orang mati dengan cepat.

Tidak ada kata maaf.

Yang ada hanyalah pembalasan atas apa yang telah dilakukan oleh gadis itu kepada peserta lainnya yang dinilainya cukup tidak manusiawi untuk awal permainan yang kiranya tidak akan sebrutal yang dia pikirkan. Oke, mari habiskan Floryn!
Offline Profile Goto Top
 
Pietronella Hart
Member Avatar

DISTRIK 2 || HP: 86 || POSISI: 7
TARGET: DISTRIK 9 (Stephanie White) || AP: [result]5&3,1d10,2,5&1d10+2[/result] || KS: [result]23&23,1d24,0,23&1d24[/result]
2 pistol udara, 1 tombak, 1 belati



INI NAMANYA KONSPIRASI.

Dunia...

Well, ya, masih saja tidak ada apa-apa lain yang meluncur keluar dari kedua bibirnya, selain rutukan. Iya, rutukan demi rutukan seperti baris yang merendeng satu sama lain. Mengutuk dalam aksara yang tak jelas, ia benar-benar kalap oleh apa yang nasib lakukan terhadapnya. Dipermainkan oleh nasib, sekali lagi. Entah apa yang bakal terjadi setelah ini, apabila ia kembali melayangkan serangannya kepada si gadis yang ia jadikan target sejak beberapa menit yang lalu. Ah, sudah berapa lama permainan membosankan ini berlangsung? Tak habis pikir, membunuh satu lawan pun ia tak becus.

Masih menggunakan sisa-sia peluru dalam pistol udaranya, ia kemudian mengarahkan benda tersebut ke arah Stephanie White. Melayangkannya tepat ke arah jantung sang gadis. Berharap saja, sekali tekan dan peluru tersebut bakal membeirkan efek yang luar biasa. Tak mau buang waktu, ia menekan pelatuknya ke arah gadis asal distrik sembilan. Entah apa yang bakal terjadi lagi terhadapnya. Oh ya, mungkin ia bakal gagal dan merasa dipermalukan untuk yang kesekian kalinya.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums with no limits on posts or members.
Go to Next Page
« Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic »
Locked Topic


Theme design by Drama, theme coding by Lewis. of Outline and edited by Ntin, Ubi, and Ilma.