Welcome Guest [Log In] [Register]

MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR



[ INACTIVE ]
TERM 9: 2193 - 2194




[+] Topik AU: 4/5
[+] Visualisasi Asia: 3/3
[+] Capitol: 5/5
[+] Distrik Satu: 4/5
[+] Distrik Dua: 4/5
[+] Distrik Empat: 5/5
[+] Distrik Tiga Belas: 2/5
[+] Balita/Dewasa: 5/5



IndoCapitol


TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL
PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH
PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI
TRAINING CENTER || ARENA




Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain.

PEMENANG
HUNGER GAMES 54



{DISTRIK 1}



KREIOS EPHRAIM


MUSIM PANAS



21,3° - 23,6° C
21 Juni - 20 September
Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan.



WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (JAKARTA)




Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

TWITTER & CHATBOX


Twitter
Chatbox



FORUM LOG
Waktu Update
Sabtu, 11 April 2015 Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out!

PEMBERITAHUAN
Kepada Informasi
Semua Member Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum
Semua Member Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2)
Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda.

Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru.

Bergabunglah bersama kami!

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum:


Username:   Password:
Locked Topic
Bloodbaths - Cornucopia; HANYA UNTUK PESERTA
Topic Started: Saturday Jun 1 2013, 07:46 AM (12,777 Views)
Redemptus Maleveich
Member Avatar

Posted Image

Keempat puluh delapan peserta telah naik dari tabung di ruang peluncuran menuju Arena. Sebagai perayaan Quarter Quell kedua, Redemptus Maleveich dan Pembina Permainan lainnya telah menyiapkan suatu taman bermain indah bagi gerombolan remaja kiriman dari distrik. Kau bisa melihat Cornucopia emas berada di tengah padang rumput hijau dengan rumpun-rumpun bunga indah di sana-sini. Langit pun ikut bersorak menyambut hari besar ini dengan warna biru cerahnya dan tumpukan awan putih empuk bak bantalan. Kau bahkan bisa mendengar dan melihat burung-burung penyanyi berwarna cerah berterbangan di atas kepala.

Jauh di sana, terdapat padang rumput yang luasnya hingga bermil-mil. Di satu sisi, terdapat hutan lebat menyerupai labirin tanaman, sedangkan di sisi lain, bisa dilihat adanya gunung yang berselimutkan salju pada puncaknya. Sungai pun menghantarkan aliran air jernih di hutan maupun gunung. Buah-buahan dan bunga warna-warni juga turut mempercantik taman bermain yang dipersiapkan. Intinya, arena tahun ini adalah tempat paling mempesona, lebih mempesona daripada arena tahun-tahun lalu. Membuatmu terbuai dalam imajinasi sejenak sebelum disesatkan lebih jauh oleh fakta di lapangan.

Semua telah siap. Semua terkendali. Redemptus memerintahkan hitungan mundur mulai dijalankan, dimulai dari detik keenam puluh. Kedua birunya memperhatikan angka yang silih berganti muncul, sementara semua orang di ruang kendali mulai mempersiapkan segala sesuatunya sebagai pembukaan Quarter Quell kedua. Sambil menyeruput kopi buatan sendiri dengan campuran karamel, dia mengawasi pekerjaan bawahannya yang terus mengutak-atik peralatan kendali yang mengatur jalannya Arena.

Empat puluh lima detik.

Deretan bom siap meledak jika ada peserta yang berani melangkah keluar dari piringan logam kurang dari waktu enam puluh detik. Asyik, bukan? Redemptus selalu menantikan setidaknya ada salah satu peserta nekat melarikan diri dari tempatnya sebelum waktu enam puluh detik usai. Sempat bertaruh dengan adik tirinya juga—salah satu kebiasaannya setiap kali Hunger Games diadakan—tapi sejauh pengamatan pemuda turunan Maleveich, sepertinya tidak ada yang berani melanggar aturan main yang telah dibuat. Tahun belakangan ini belum ada yang berani meledakkan dirinya hingga berkeping-keping dengan cipratan darah dan potongan daging manusia segar tersebar di Cornucopia. Sedikit kecewa, memang. Justru pemandangan itu yang diinginkan Redemptus.

Suatu kebanggaan jika potongan tubuh kalian yang telah tercerai berai menjadi koleksi berharga Maleveich ini. Redemptus memang menginginkan koleksi berdarah semacam itu sejak awal. Kalau memang dia berhasil mendapatkannya, dia akan menata sejumlah potongan tersebut secara artistik dengan warna-warna semarak yang jauh dari istilah menyeramkan. Tidak buruk jika dijadikan pajangan di dinding ruang tamu, tapi sangat disayangkan jika dijual kepada kolektor barang karena bernilai tinggi.

Tiga puluh detik.

Kalian pikir kalian bisa kabur? Coba saja kalau berani. Jangan harap kalian bisa kabur dan berharap bisa berlindung pada salah satu sudut tempat tanpa sepengetahuan kami. Alat penjejak telah dipasang di tubuh kalian saat kalian dalam perjalanan kemari dengan pesawat ringan sehingga kami dapat terus melacak keberadaan semua peserta. Ini Capitol, bukan distrik kampung asal kalian. Semua telah dipersiapkan agar kalian saling berhadapan, saling bunuh, saling tebas, bukan mati tolol bunuh diri dari puncak tebing. Medan gaya sudah diaktifkan, jadi sia-sia saja bagi kalian yang berencana bunuh diri. Tidak ada jalan kabur hingga satu orang tersisa.

Lima belas detik.

Pemuda Maleveich memberikan perintah bersiap-siap. Beberapa kursor mulai bergeser sesuai yang telah direncanakan. Tersisa beberapa detik lagi sebelum menyaksikan keempat puluh delapan peserta berlarian keluar menuju terompet emas dan persediaan yang tersebar di sekitarnya. Jumlah ransel menjadi dua kali lipat disesuaikan dengan jumlah peserta, begitu pula dengan barang-barang yang bertambah banyak tersebar pada beberapa titik di seputar terompet emas. Setiap tahun melihat kelakuan bocah bau kencur di sana mengerumuni pusat Cornucopia bak semut, tentu kejadian tidak jauh berbeda akan terulang kembali tahun ini. Bagaimana rasanya, dear? Sudah ucapkan salam pada malaikat kematian?

Terlambat.

KABOOM!

Bunyi meriam telah bergema, penanda bahwa Hunger Games kelima puluh, Quarter Quell kedua telah dimulai detik ini juga. Empat puluh delapan peserta. Dua belas distrik. Pertumpahan darah. Karier dan non-karier. Penentuan sponsor. Pias yang tergambar di wajah masing-masing. Ketakutan dan keinginan menang. Hidup dan mati. Sejumlah kejutan sudah dipersiapkan untuk menyambut para peserta. Semoga beruntung, hm? Ya, ya, selamat mandi darah, tributes. Warnai Cornucopia dengan darah kalian seindah mungkin atau ada kejutan lain menunggu kalian.


Silahkan baca Panduan di dalam Arena terlebih dahulu. Jika kurang mengerti, silahkan layangkan pertanyaan ke topik Pertanyaan atau @indocapitol.
Offline Profile Goto Top
 
Replies:
Pinoy Annelli
Member Avatar

DISTRIK 5 || HP: 75 || POSISI: [result]1&1,1d9,0,1&1d9[/result] (BARANG; BUKAN RANSEL) || RANSEL [result]6&1,1d5,5,6&1d5+5[/result] || [result]1&1,1d3,0,1&1d3[/result] x 180. (BANYAK KATA PER POST)


Mampus.

Dia merasa sedikit pusing ketika masuk ke dalam tabung dan berusaha menyadari bahwa dirinya semakin dekat dengan ajal. Dewa Kematian seakan menari-nari di depan matanya. Pinoy annelli sedikit gemetar tetapi berusaha terlihat tegar. Distrik Lima akan bangga memilikinya. Dia tidak akan memperlihatkan sisipengecut sedikitpun. Biar bagaimanapun juga, dia harus membuat distriknya bangga memiliki dirinya. Dia bersumpah akan memberikan yang terbaik kepada distriknya.

Tabung miliknya berpindah cepat, berdengung, dan menempatkan dia di sebuah padang rumput yang menurutnya sangat tidak cocok menjadi tempat penuh akan darah. Putra Annelli ini menelan ludah dan dengan getir memandangi peserta lain yang tersebar di dekatnya. Mereka menunggu, menunggu waktu yang tepat untuk lari secepat mungkin dan menyambar ransel serta barang apa pun yang bisa diraup. Baginya ini cukup sulit meskipun dirinya berharap toh suatu saat nanti ini akan indah untuk dikenang.

Mudah-mudahan dia bisa berhasil lolos dari Cornucopia.

Bunyi meriam.

Lari!
Offline Profile Goto Top
 
Elisa Sugsweye

DISTRIK 11 || HP: 65 || POSISI: [result]4&4,1d9,0,4&1d9[/result] || RANSEL: [result]6&1,1d5,5,6&1d5+5[/result] || [result]1&1,1d3,0,1&1d1[/result] x 180. (BANYAK KATA PER POST).

.

Mockingbirds. Pandai bicara. Nyaring bunyinya. Touche. Tapi malah bisu ketika kau seharusnya bersuara. Begitulah Elisa Sugsweye merepresentasikan dirinya dalam diam. Distrik sebelas seringkali bekerja hingga petang, memerah susu sapi, membuat roti, memanen, semuanya. Mereka bekerja juga dalam diam, kadang bersama-sama menyanyi, tapi lebih sering diam—sebab, katanya, lebih baik berdiamlah daripada menyulut emosi para penjaga perdamaian. Sampai sekarang pun ia belum mengerti batas-batas perilaku mana yang terkesan memberontak, mana yang tidak; dan keluarganya mengajarinya untuk berada dalam zona aman.

Tapi, Elisa, bersama Nigel... yea, tinggal menunggu waktu siapa di antara mereka yang pulang terlebih dulu. Bukan begitu? Hunger Games. Quarter Quell. Siksaan. Yang lalu-lalu sudah pernah dilihatnya dan ia tak ingin menjadi salah satu dari mereka. Yang lalu-lalu menderita, mengerang, tak jarang percikan darah mewarnai tubuh mereka, dan sampai kapankah ketidak-beruntungan berada di pihaknya, berada pada distrik-distrik dan Capitol-lah rajanya?

Lalu, seluruh pemandangan yang terhampar di hadapannya mulai menjelas. Samar-samar menyadari keberadaan para peserta yang sudah berdiri di masing-masing tabung transparan, hendak bersiap, matanya jeli. Dan Elisa hanya sanggup mengerutkan dahi seraya menunduk.

“Where can I find...him?”

Hei, Nigel, apa yang kaurasakan sekarang?

Pandangannya mencari sosok sang kakak, terus mencari, hingga suara `boom` keras terdengar dan saatnya berlari mengambil perlengkapannya.

Di mana, Nigel?
Edited by Jonathan Duprau, Saturday Jun 1 2013, 02:25 PM.
Offline Profile Goto Top
 
Madeleine Lethbridge
Member Avatar

DISTRIK 2
HP: 95 || POSISI: [result]5&2,1d7,3,5&1d7+3[/result] (BARANG; BUKAN RANSEL) || RANSEL: [result]4&4,1d7,0,4&1d7[/result]


Denyut nadinya kini berfrekuensi tidak normal; jantungnya berdegup cepat, cepat, dan makin cepat di tiap satuan waktu yang telah berlalu. Orang bilang ini adalah rasa adrenalin, satu hormone yang terpacu apabila kamu berada di situasi maupun kondisi yang menegangkan. Tetapi Madeleine bilang ini rasa takut, perasaan yang akan sangat wajar dirasakan di saat umurmu tidak lama lagi harus diputuskan—membunuh atau dibunuh. Ia ini cuman gadis kecil, sayang—umurnya baru menginjak 15 di bulan Agustus kemarin, tapi, well—mentalnya dilatih untuk jadi bobrok, untuk jadi tak berperi-kemanusiaan dan keji. Ia tak berkemauan untuk dapat apa-apa, sebetulnya; cukup bertahan hidup dan dikembalikan ke distrik muasalnya—enough. Itu saja, bukankah amat sederhana? Impian Madeleine tidak pernah muluk-muluk, tapi jika untuk mewujudkan keinginannya ia diharuskan membunuh..

KABOOM!
Ia belum sempat memutuskan pilihannya karena pistol tanda ‘permainan’ ini dimulai diletuskan. Dan secara otomatis, tabung kaca yang sedari tadi menyelimuti ruang di sekitarnya membuka lebar. Semua orang berlari, berhamburan.. dan bahkan beberapa dilihatnya telah mulai adu hantam. Madeleine bukan gadis gesit. Larinya pelan, lambat sekali—pun fisik yang ia punya lemah betul dan mudah lelah. Semua orang berlari, berhamburan.. dan tapi Karier tidak demikian..

Pietronella Hart tampak setenang biasanya, Jester Holt masih tidak berekspresi, lalu Exodus Kruchev malah tampak tidak sabar.. Yang dari distrik satu: Colleen, Zora, semua.. semua tampak sudah siap dengan ini semua, dengan segala yang akan terjadi setelah ini.

Impian Madeleine tidak pernah muluk-muluk, tapi jika untuk mewujudkan keinginannya ia diharuskan membunuh..


dia akan membunuh.
Offline Profile Goto Top
 
Shinzo Kawabata
Member Avatar

DISTRIK 8 || HP: 75 || POSISI: [result]1&1,1d9,0,1&1d9[/result] (BARANG; BUKAN RANSEL) || RANSEL [result]6&1,1d5,5,6&1d5+5[/result] || [result]1&1,1d3,0,1&1d3[/result] x 180. (BANYAK KATA PER POST)


Sebenarnya Shinzo benci harus menyadari kalau dirinya sudah tidak berada di tempat tidurnya yang hangat di distrik delapan. Dia merasa bersalah kepada dirinya sendiri. Dan dia mulai mengutuk siapapun yang memasukkannya ke dalam arena. Shinzo Kawabata toh bukan petarung yang baik. Dia hanya pemuda dari distrik delapan yang berusaha untuk menghidupi keluarganya dengan cara yang baik atau halal.

Mengapa semua ini terjadi kepadanya?

Pemuda dari distrik delapan ini menghembuskan napasnya. Dia sudah masuk ke dalam tabungnya dan dikirim ke padang rumput yang merupakan masa di mana dirinya harus mempertahankan hidupnya. Ini terdengar menggelikan baginya. Ntah padang rumput di mana yang diberikan Capitol kepada mereka. Tapi, Shinzo menyukai tempat ini.

Detik demi detik berlalu. Shinzo mengawasi sekitarnya. Ia melihat hamparan ransel dan juga beberapa senjata juga barang lain di dekat mereka. Masing-masing peserta bersiap.

Hitungan mundur dimulai dan begitu meriam berbunyi, Shinzo berlari secepat yang dia bisa.
Offline Profile Goto Top
 
Tume Tinkham
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 75 || POSISI: [result]1&1,1d9,0,1&1d9[/result] (BARANG; BUKAN RANSEL) || RANSEL [result]8&3,1d5,5,8&1d5+5[/result] || [result]1&1,1d3,0,1&1d3[/result] x 180. (BANYAK KATA PER POST)


Hahaha.

Tume Tinkham, bocah berumur dua belas tahun, akhirnya digiring menuju arena.

Ia menelan ludah beberapa kali untuk membuat segalanya tampak dipermudah. Dirinya sudah tahu nanti arena akan menghabisinya kira-kira seperti apa. Yang dia perlukan sekarang hanya menenangkan dirinya sambil berharap suatu saat nanti dirinya masih bisa mengenang saat seperti ini seperti Irish Cloverfield. Tume ingin menang. Apakah itu terdengar lucu? Hah, selama ini belum pernah ada pemenang dengan usia seperti dirinya. Dan entah mengapa justru ini memacu semangat dari Tume. Putra Tinkam ini berniat menunjukkan kepada dunia seberapa terampilnya anak dua belas tahun dalam meloloskan diri dari maut.

Distrik sepuluh pasti bangga akan dirinya. Serius.

Ehm, jadi, Tume sudah berada di dalam tabung dan bnda itu mengirimnya ke padang rumput luas yang luar biasa indahnya. Mendadak dia mengira dirinya berada di distrik sepuluh tetapi langsung sadar bahwa di distriknya tidak ada padang rumput yang diisi oleh para peserta dengan wajah kaku. Ini adalah arena. Dan hitungan mundur telah dilaksanakan. Tume menunggu dalam diam dan berharap semua akan baik-baik saja.

Meriam berbunyi dan bocah ini berlari secepat mungkin untuk membuat dirinya selamat.
Offline Profile Goto Top
 
Gavyn Owyn
Member Avatar

DISTRIK 11 || HP: 75 || POSISI: [result]1&1,1d9,0,1&1d9[/result] (BARANG; BUKAN RANSEL) || RANSEL [result]6&1,1d5,5,6&1d5+5[/result] || [result]1&1,1d3,0,1&1d3[/result] x 180. (BANYAK KATA PER POST)


Gavyn Owyn mendengus keras-keras. Baginya dunia itu tidak sesmepit daun kelor. Dia bertemu banyak orang. Dia diizinkan pergi dari distrik sebelas. Seharusnya dia bersyukur akan hidupnya. Tidak banyak orang diberi kesempatan untuk mencicipi dunia luar. Seharusnya memang dia menjadi orang yang terkenal dengan cepat seperti yang selama ini dia inginkan.

Hm.

Empat puluh delapan peserta sudah bersiap sekarang. Dunia akan menjadi penuh darah sebentar lagi. Ia yakin dirinya juga akan menghajar orang tak lama kemudian. Yang dilakukan oleh putra Owyn ini sekarang beridir menunggu meriam dibunyikan. Hitungan mundur telah dilaksanakan dan semua tampak begitu tegang. Gavyn sudah menimbang akan berlari ke arah mana. Segenap dirinya kini berdoa. Jika dia bisa pulang membawa kemenangan, dia akan terkenal. Itu saja sudah cukup menjadi penyemangat akan dirinya.

Dan meriam yang ditunggu-tunggu pun berbunyi.

Gavyn Owyn berlari secepat angin!
Offline Profile Goto Top
 
Patricia Bronwyn
Member Avatar

DISTRIK 3 || HP: 75 || POSISI: [result]6&6,1d9,0,6&1d9[/result] (BARANG; BUKAN RANSEL) || RANSEL: [result]10&5,1d5,5,10&1d5+5[/result] || [result]3&3,1d3,0,3&1d3[/result] x 180. (BANYAK KATA PER POST)

Sudah saatnya?

Entah mengapa yang diletakan di belakangnya tanda tanya, seolah-olah ini semua masih pertanyaan apakah benar sulung Bronwyn ini namanya pernah disebut saat hari pemungutan, dan apakah benar sekarang tempat yang dipijaknya begitu dekat dengan arena. Atau bahkan ia memang sudah di arena. Dirinya sudah berada di dalam tabung, dan yang bisa bekerja hanya paru-paru dan jantung.

Selanjutnya ia disambut hamparan padang rumput. Ia bisa merasakan udara lebih segar, tapi anehnya malah membuat paru-parunya serasa disumbat. Apakah benar ini sudah arena? Ia masih tidak percaya, bodohnya. Dan yang paling parah, bersikap bodoh saat arena berjalan adalah tindakan yang sangat salah.

Mungkin beberapa menit kemudian ia akan mati.

Mati, ya? Well, ia tidak mau terlalu memikirkan. Yang jelas, ia masih diam. Dan pada saatnya waktu semakin dekat, kakinya menegang. Hitungan detik habis. Bunyi ledakan yang menjadi pengawal segalanya berbunyi.

Dan yang bisa ia lakukan hanyalah berlari secepat kakinya yang tegang bergerak. Yang bisa ia pikirkan hanyalah berlari, dan kalau berhenti segalanya akan berakhir. Selesai begitu saja.
Offline Profile Goto Top
 
Hada Atala
Member Avatar

DISTRIK 4 || HP: 95 || POSISI: 8
TARGET: FLOYD ORDYN (D12) & CORALINE ESTELLE (D6) || AP: [result]7&5,1d10,2,7&1d10+2[/result] || KS: [result]14&14,1d24,0,14&1d24[/result] & [result]6&6,1d24,0,6&1d24[/result]
2 kapak, 1 korek api, 1 tempat air minum 2 liter



Hada mau terpesona dulu barang semenit.

GILE COY INI ARENA BLOODBATHS ATAU SURGA SIH KOK INDAH AMAT!?

Kalem, kalem.

Tarik nafas dulu...ehe wangi...WOI FOKUS WOI!

Floryn! Hada terkesiap, kedua hazelnya masih mencari sosok Floryn Lee itu di tengah padang rumput surgawi ini. Nggak gampang untuk menemukan tubuh kecil itu di antara puluhan orang yang bergerak menyebar ke segala arah secara serentak deh, benar. Kacau. Dia semakin cemas, jangankan untuk mencari dimana kawanan karier lainnya, Floryn saja belum ketemu. Duh, apa bisa si Bungsu Atala ini menjalankan tugasnya sebagai seorang karier yang harus memburu para non-karier?

Yang ada di depannya sebuah tas ransel besar, tanpa pikir panjang langsung disambarnya. Pikiran pertamanya, sambar segala yang ada--makanan, minuman, begitu juga dengan kapak yang tak jauh dari tempatnya berada. Dia belum yakin bisa mencabut nyawa seseorang sih. Tapi kalau mau melindungi Floryn, itu artinya dia harus siap melukai peserta yang lain kan?

Nggak ada waktu buat galau. Yang penting Floryn, mana sih dia?

"FLORYN!" teriak lagi, dengan harapan adik kecilnya itu bisa mendengar suaranya dan tau dimana dia berada sekarang. Yang ada dalam garis penglihatannya cuma si pirang manis dari Distrik Satu yang kelihatannya lumayan garang...dan dua orang lain dari distrik non-karier yang dia lupa namanya. Heu.

"Maaf ya, aku tau kalian nggak salah apa-apa..." lalu kapaknya dilayangkan ke arah si cowok dan cewek non-karier tadi. Mau tak mau.

...tapi aku harus pergi mencari dan melindungi Floryn.
Offline Profile Goto Top
 
Pietronella Hart
Member Avatar

DISTRIK 2 || HP: 95 || POSISI: 7
TARGET: DISTRIK 9 (CE) & DISTRIK 3 (CE)|| AP: [result]5&3,1d10,2,5&1d10+2[/result] || KS: [result]7&7,1d24,0,7&1d24[/result] & [result]20&20,1d24,0,20&1d24[/result]
2 pistol udara, 1 tombak, 1 belati



Terengah-engah, dia sekarang.

Sepasang tungkainya masih terus berlari, hasil latihannya selama bertahun-tahun. Perlu digaris bawahi, Dua cukup menyenangkan berkat adanya pembangunan gedung pelatihan yang termasuk sebagai tempat yang sering ia hampiri. Lagipula, titelnya sebagai penjaga perdamaian (... it's over, yes) tak mungkin tak membuatnya dibebani pelatihan lebih. Katakanlah, ia terlalu berani untuk menyombongkan diri di tengah lawan yang banyaknya empatpuluhdelapan dikurang duabelas. Jumlah yang banyak, meski ia yakin sepenuhnya, beberapa yang lebih cerdas bakal memilih untuk kabur. Berkamuflase di antara arena yang terbentang semakin jauh ke dalam.

Arena biasanya berubah, tidak pernah sama setiap tahunnya. Tahu apa, seharusnya mereka menyajikan yang lebih 'berbeda' ketimbang biasa. Quarter Quell, ada kelebihan peserta disini. Sekalipun ia tak mudah mencegah rasa ingin tahunya, tetap saja harus menyelesaikan tugasnya di Bloodbaths terlebih dahulu, toh. Tugas. Ha.

............GOTCHA!

Asal menyorongkan tubuh, kemudian menyambar sebuah ransel yang teronggok manis tanpa majikan. Ukurannya tidak besar memang, sialan. Dimana-mana, analoginya akan selalu sama. Yang besar, berarti isi di dalamnya pun berlebih. Ia hanya memandang sekilas siapapun-yang-ranselnya-besar dengan sorot mata nyinyir. Rasanya tidak puas, seolah yang didapatnya barusan akan sama artinya dengan sisa. Oh, baru permulaan, sayang. Ia bisa saja meraup keuntungan yang lebih banyak nantinya. Sebagai jembatan mimpinya, ia malah mendatangi keenam sosok lain yang rupanya memiliki posisi serupa. Untuk sementara ini, yang perlu dilakukannya ialah menjarah apapun yang bisa diambilnya.

Pistol, oke. Tombak, oke. Belati, oke.

Lihat, coba lihat siapa yang nekat berada di tengah kedua peserta asal Dua ini. "Ah, so glad to see you well. Urm, White."

Sekarang?

Ia hanya ingin bermain-main dengan belatinya terlebih dahulu. Membunuh perlahan itu, rasanya pasti menyenangkan. Sensasi semacam ini harus benar-benar dihayati, rite? Ukir, ia cuma ingin mengukir tangannya yang tidak berbalut pakaian.

Oh, satu lagi.

"Bronwyn, hai."

Bogem mentah ini.
Offline Profile Goto Top
 
Freida Hayworth
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 70 || POSISI: 1
TARGET: DISTRIK 8 Kyle Blackthorn || AP: [result]8&8,1d9,0,8&1d9[/result] || KS: [result]10&10,1d24,0,10&1d24[/result]
(1 belati, 1 bungkus dendeng, 1 tempat minum kulit, 1 pasang kaus kaki)


Sejak awal ia mendengar 'Freida Hayworth' dipanggil sebagai salah satu tribut perempuan dalam pemungutan suara Distrik Sepuluh, Freida tahu hidupnya akan berakhir di arena Hunger Games. Tahu kesempatannya bernapas di bumi akan sampai pada tenggat waktunya beberapa minggu dari hari itu. Tahu bahwa ia tidak punya masa depan, bahwa bayangan tumbuh dewasa bersama Ivon, Keela, dan Aster akan sirna sepenuhnya. Tahu bahwa ia akan meninggal berlumuran darah dengan tubuh tak utuh, atau dengan kulit terbakar, atau tertimbun longsor, atau malah berakhir di lambung seekor binatang buas di hadapan ribuan pasang mata milik seluruh Panem.

Freida meraih sebuah belati, sebungkus dendeng, satu tempat minum kulit, dan sepasang kaus kaki, serta sebuah ransel kecil dengan cepat. Ia harus memastikan dirinya dapat menyumbang sesuatu untuk Yasmine dan Tume kalau mereka semua selamat dari bloodbath. Mereka akan menyembunyikan diri bersama dan berjuang bersama. Sekarang ia hanya perlu mencari kedua rekan baiknya itu.

Detik berikutnya, ia mendorong orang yang berada sangat dekat dengannya, menumpukan berat badannya ke sana untuk menerobos. Lalu mencoba membuat jarak dengan lawan manapun yang akan menyerangnya. Dia tidak boleh mati di sini. Tidak kalau Yasmine dan Tume selamat. Pun begitu, matanya terpejam rapat sekali. Ngeri.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Fully Featured & Customizable Free Forums
Learn More · Register Now
Go to Next Page
« Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic »
Locked Topic


Theme design by Drama, theme coding by Lewis. of Outline and edited by Ntin, Ubi, and Ilma.