Welcome Guest [Log In] [Register]

MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR



[ INACTIVE ]
TERM 9: 2193 - 2194




[+] Topik AU: 4/5
[+] Visualisasi Asia: 3/3
[+] Capitol: 5/5
[+] Distrik Satu: 4/5
[+] Distrik Dua: 4/5
[+] Distrik Empat: 5/5
[+] Distrik Tiga Belas: 2/5
[+] Balita/Dewasa: 5/5



IndoCapitol


TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL
PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH
PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI
TRAINING CENTER || ARENA




Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain.

PEMENANG
HUNGER GAMES 54



{DISTRIK 1}



KREIOS EPHRAIM


MUSIM PANAS



21,3° - 23,6° C
21 Juni - 20 September
Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan.



WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (JAKARTA)




Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

TWITTER & CHATBOX


Twitter
Chatbox



FORUM LOG
Waktu Update
Sabtu, 11 April 2015 Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out!

PEMBERITAHUAN
Kepada Informasi
Semua Member Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum
Semua Member Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2)
Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda.

Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru.

Bergabunglah bersama kami!

Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum:


Username:   Password:
Locked Topic
Arena Satu - Hutan Beracun
Topic Started: Tuesday Jun 4 2013, 08:15 PM (4,106 Views)
Redemptus Maleveich
Member Avatar

Sebutlah pemuda Maleveich ini tengah berpuas diri melihat mayat-mayat bergelimpangan di seputar Cornucopia. Senyum tak kunjung usai tergambar jelas pada wajahnya sambil mengganti setiap potongan gambar yang menampilkan wajah-wajah lusuh menyedihkan. Tak henti-hentinya senyum Redemptus muncul dalam raut wajahnya yang pucat. Berikutnya, layar di depan memperlihatkan potongan tubuh yang sudah tercerai berai. Perut yang telah terkoyak secara paksa, bola mata yang sudah tidak utuh lagi, wajah yang masih meninggalkan teror dan ketakutan. Darah di mana-mana.

Akan tetapi, dia masih kecewa belum ada peserta yang nekat meledakkan diri sebelum waktu enam puluh detik usai. Kalah taruhan lagi—seperti tahun kemarin. Biasa.

Meriam dibunyikan sebanyak dua puluh lima kali menandakan jumlah nyawa yang telah bergabung dengan penghuni dunia lain. Semangat yang berkobar di masing-masing peserta sebelum pertumpahan darah dimulai boleh dikata mulai pudar dengan berkurangnya sebagian total peserta, hm? Dua puluh lima yang berpulang, tapi masih ada tanggungan dua puluh tiga lainnya yang harus diurus. Ck. Redemptus lebih memilih meledakkan mereka dalam satu tempat, entah kenapa dia menginginkan cara demikian. Tapi pada akhirnya cara itu tidak ditempuh.

Ekspresi menghina menggantikan senyum di bibirnya kala menyaksikan kumpulan manusia yang mulai bergerak ke satu tempat. Maniknya berpindah ke kumpulan peserta yang berpencar ke berbagai tempat di luar Cornucopia. Tiga arena telah dipersiapkan untuk mereka. Salah satunya adalah hutan cukup lebat dengan rimbunan hijau di sana-sini yang akan menyambut kedatangan anak-anak yang tersesat. Tidak hanya hijau saja yang bisa dilihat, tapi kau bisa melihat warna-warna cerah indah yang menghiasi hutan. Masih sama indahnya dengan penampilan visual yang tertangkap sebelum mereka bergerak saling bantai satu sama lain. Kupu-kupu bersayap pelangi nan indah pun berterbangan sesuka hatinya dengan sengatan dan racun yang membawa mimpi buruk. Kau bahkan bisa menemukan buah-buahan menggiurkan tergantung di antara semak. Beracun, tentunya. Semua di sini beracun. Oh, Redemptus juga tidak lupa menambahkan sungai yang mengalir sebening kristal yang berkilau ketika tertimpa sinar matahari. Kurang baik apa lagi demi memanjakan penglihatan peserta sejenak.

Arena sudah memasuki hari ketiga dan Redemptus masih belum berniat mengubah segalanya. Nah, selamat melanjutkan permainan kalian, tributes.

  • Perhatikan deskripsi saya baik-baik.
  • Post pertama tidak diperbolehkan menyerang.
  • Untuk post pertama, berlaku pengurangan Health Point sebanyak 5 untuk semua peserta yang masuk ke arena ini (deskripsikan kena duri dari hutan beracun atau menghirup racun yang ditebarkan kupu-kupu bersayap pelangi).
  • Tetap perhatikan Panduan Hunger Games #50.

Offline Profile Goto Top
 
Replies:
Pinoy Annelli
Member Avatar

DISTRIK 5 || HP: 86 – 15 = 71 + 10 (HP Makanan) = 81 || AP: - || KS: -
TARGET: -|| DICE KEJUTAN: 35 + [result]7&7,1d12,0,7&1d12[/result] || JARAK SERANG: 71 + [result]3&3,1d12,0,3&1d12[/result]
1 kotak biskuit, 1 tempat minum kulit, 1 belati, 1 bungkus dendeng



Wajar saja kalau perutnya sekarang sudah lapar. Ini sudah lewat beberapa jam sebelum terkahir kalinya dia makan. Jadi, Pinoy merogoh ke beberapa titik dan berhasil menemukan kotak biskuitnya. Dia memakan biskuit-biskuit yang ada di dalamnya masih sambil berlari. Ini terdengar lucu, tapi, yah, memang ini yang dilakukanya. Dia tidak mau berhenti barang sedetik saja untuk mengurusi urusan lambungnya sementara ada mangsa di depannya.

Pinoy terus mengunyah dan berlanjut ke melahap dendengnya. Di saat potongan terakhir dendengnya—yang dimakan dengan sedemikian rakusnya dalam beberapa menit saja—masuk ke dalam kerongkongannya, ia kaget sedemikian rupa ketika melihat Tume Tinkham melompat ke arahnya sambil menghunuskan belati. Baginya ini adalah tindakan paling brilian dan tercepat yang pernah dia tahu. Otomatis Pinoy melempar tubuhnya ke samping dan membentur pepohonan di dekatnya. Rasa sakit begitu menjalari lengan kirinya dan dia mengaduh dalam diam. Ia berhasil menghindari belati maut milik peserta dari distrik sepuluh itu.

Pemuda berusia belasan tahun itu hendak membalas, tapi mengurungkan niatnya ketika hidungnya mencium bau wewangian semerbak yang seperti paduan buah ranum dengan bunga. Ia berputar dan mencari arah bau itu, tapi tidak tahu di mana bisa menemukan sumbernya. Pinoy merasa begitu damai dan baru tersentak ketika paru-parunya menjerit akibat bau yang ia hirup. Segera saja pemuda bermarga Annelli ini menutup hidungnya dan berusaha mempertahankan kadar udara baik di dalam dirinya. Mungkin ini yang dinamakan dengan bebauan yang mengundang ajal bagi peserta. Pinoy merasa sesak dan tubuhnya kejang.

Ia bisa melihat Shinzo dan Gavyn juga mengalami hal serupa sehingga ia makin yakin bila di dekat mereka ada sumber kematian buatan Capitol.
Offline Profile Goto Top
 
Yasmine Silvertongue
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 47 || off roll dice kejutan || DICE KEJUTAN: 15+ [result]7&7,1d12,0,7&1d12[/result] || JARAK SERANG: 73 + [result]8&8,1d12,0,8&1d12[/result]
empat dendeng sapi(habis)


Namun belum sempat ia mengikuti teladan Tume dan Shinzo—mendongak untuk memberikan basah pada mulut dan kerongkongannya akibat air hujan—ditemuinya lagi sebuah duri seperti yang telah ia temui tak lama ini. Bagus, jadi luka pada lengannya yang masih menganga kini mendapat hiasan tambahan dari duri keparat.

Ia merintih samar. Memang ia yang tertua di antara Tume dan Shinzo, mungkin juga dari segala peserta di Arena ini, terutama setelah kepergian Freida. Tetapi persetan umur, bahkan Tume terlihat sesegar penduduk Capitol yang tak berkekurangan. Sedangkan ia mungkin dua kali lipat lebih parah dari keadaannya. Bagus untuk Tume dan Shinzo, Yasmine senang keduanya bisa bertahan lama sampai detik ini. Beruntung ada Shinzo, sejauh ini Yasmine tidak bisa memercayai orang lain kecuali Shinzo mengenai Tume. Setidaknya jika ia harus berpamitan lebih dahulu, Tume masih memiliki Shinzo dengan harapan takkan ada pengkhianatan.

Dari dalam ranselnya kembali ia mengeluarkan serbuk mint sebagai obat untuk nanah menjijikan yang dihasilkan oleh kulit lukanya. Ia tidak tahu apa yang terjadi di dua tempat lainnya, tetapi sekarang di sekitar Yasmine dan dua lelaki ini berlangsung sangat tenang. Namun keadaan sangat tenang di sebuah arena tidak akan berlangsung lama dan berakhir dengan baik.

“Ayo, Tume…” Yasmine menoleh dan mendapati Tume berhadapan dengan pemuda dari distrik lima. Sial.

Mereka semakin dekat, artinya Yasmine harus lari. Yasmine dan kedua rekannya. Jika ia berniat menuntaskan Winona, bukan sekarang saatnya. Yasmine tidak bisa gagal. Maka itu ia harus menunggu kesempatan yang tepat.

“Shinzo! Shinzo kau baik-baik saja?” Arena ini mulai bereaksi. Hutan ini memang tidak pernah senyaman dan seaman hutan Sepuluh.
Offline Profile Goto Top
 
Winona Curealight
Member Avatar

DISTRIK 8 || HP: 4 + 5 (hujan) + 6 (Ransel sedang) = 15 || AP: [result]2&2,1d8,0,2&1d8[/result] + [result]2&2,1d2,0,2&1d2[/result] || KS: [result]24&24,1d24,0,24&1d24[/result]||TARGET: Yasmine Silvertongue(D10)|| DICE KEJUTAN: 28 + [result]9&9,1d12,0,9&1d12[/result] || JARAK SERANG: 74 + [result]10&10,1d12,0,10&1d12[/result]
1 pasang kaus kaki,1 Panahan




Hujan.
Winny merasa senang. Ia sudah sedari tadi merasa haus. Ia membuka mulutnya dan menelan air hujan masuk ke tenggorokannya. Lega sekali rasanya. Sebagian dari rasa lelah dan perihnya hilang. Iya membuka ransel yang ada di punggungnya. Mungkin ada sedikit makanan yang dapat di makannya.

Winny melihat pinoy juga memakan sesuatu. Ia merasa cukup iri. Ia sudah menghabiskan persediaanya tadi sebelum menyerang gadis tolol dan menyebalkan itu. Entahlah rasanya Winny ingin gadis itu mati di tangannya daripada orang lain, seperti perasaan tidak rela mangsanya diambil orang lain. Winny terkekeh sendiri. Ia menertawakan selintas pikiran optimis yang menghampiri otaknya. Ia bukan orang yang dijagokan menang. Apalagi dengan nyawa yang bahkan tinggal beberapa tarikan napas lagi.

Winny melihat gadis tolol dan menyebalkan itu. Ya di arah sana dan nampaknya dia mengalami kesulitan. Winny bukan hendak menolong sih. Ia lebih menginginkan turut membantai gadis itu. Ia menimbang-nimbang busur di tangannya. Anak panahnya masih adakah?. Nampaknya masih. Winny mengambil satu anak panah.

Winny berdiri sambil siap menembakkan anak panahnya. Sebelum siap menembak ia sudah mengukur jarak lawan. Matilah kau gadis bodoh. Winny melepaskan anak panah menuju gadis tolol yang telah berani menyerangnya itu. Semoga saja dia tidak selamat. Winny ingin bertahan cukup lama lagi. Ya selama yang ia bisa.
Offline Profile Goto Top
 
Redemptus Maleveich
Member Avatar

Dari balik layar, Redemptus dapat menyaksikan kelakuan bedebah cilik di Hutan Beracun. Karier dan non karier. Aliansi dan yang tidak beraliansi. Pembicaraan tak bermutu juga tertangkap oleh benda tersembunyi yang mereka gunakan untuk merekam pembicaraan dan gambar di lapangan. Saat tayangan berganti ke salah satu kelompok aliansi dan memperdengarkan apa yang mereka bicarakan, sebuah decakan terdengar dari pemuda ini. Para peserta harusnya tahu dan sadar bahwa mereka masih berada di dalam Arena. Ini bukan acara jalan-jalan santai di mana tungkai mereka seenak jidat melangkah ke mana pun mereka suka.

Waktu terus bergulir dan belum ada pemandangan berdarah seperti di Cornucopia terulang kembali. Semua terasa datar dan monoton bagi pemuda Maleveich. Membosankan. Kedua alisnya saling bertautan melihat tingkah laku para peserta di Arena Hutan Beracun. Jika dibandingkan dengan keadaan di dua Arena yang lain, di sini dia bisa menemukan jumlah lebih banyak sisa peserta berkumpul di suatu tempat. Lebih banyak peserta dengan kemungkinan antuasiasme penonton yang lebih besar, tapi ternyata tidak menjamin kepuasan yang didapat Redemptus. Bosannya sudah tidak mampu bersabar lagi dengan realita di lapangan. Sesabar-sabarnya pemuda Maleveich menunggu dan mengharapkan adanya atraksi lain yang bisa mereka berikan, pada akhirnya semua penantian itu berakhir. Harapan yang diset tinggi demi menyaksikan suguhan menarik lainnya telah pupus.

Terlalu banyak bersabar tidak baik. Terlalu mengharapkan sesuatu juga tidak baik pula. Bagaimana kalau Redemptus memberikan hadiah kecil sebagai penyemangat kepada mereka? Mungkin tidak terlalu seberapa—tapi ya siapa suruh kalian membuat Redemptus ini jengkel.

Perhatian pemuda itu telah berganti pada deretan tombol berwarna yang siap digunakan sewaktu-waktu. Telunjuknya menekan salah satu tombol di hadapannya dan kejutan itu pun muncul di tempat yang diinginkan. Garis miring tergurat di daerah bibir Maleveich. Ah, dia selalu menyenangi saat-saat seperti ini.


OOC: Tunggu kejutan melakukan post, baru para peserta diperbolehkan melanjutkan balasan pada topik Arena.
Offline Profile Goto Top
 
Aron Aaroo
Member Avatar


[ KEJUTAN ARENA; ESOK HARI – 05.00 – 05.30 ]


Matahari menyembul malu-malu di bagian timur Arena.

Redemptus dan Lisette nampaknya masih terlalu sibuk ongkang kaki dan mengangkat hidung mereka tinggi-tinggi dan lupa bahwa Capitol mulai bosan dengan permainan saling kejar selama satu hari terakhir. Ia tahu bahwa mereka sibuk di saat pra Arena dengan segala proposal pengajuan dan segudang ide untuk Arena ini. Breath-taking. Aron Aaroo dikalahkan dalam hal ide oleh salah seorang Bass. Itu brengsek sekali, saudara-saudari. Keluarga Aaroo tidak pernah bisa sejalan dengan keluarga satu itu, ya ya.

Anggap saja seperti keluarga dari Romeo dan Juliet.

Itulah Aaroo dan Bass.

Maniknya memberat. Seharusnya ia bisa tidur. Pil yang diminumnya satu jam lalu tak membantunya sama sekali. Dengan tangan yang dilipat di depan dada, sudah tiga kali ia menguap diam-diam karena rasa kantuk yang menyerang. Beberapa orang di balik panel lainnya menyuruh pemuda Aaroo itu untuk tidur—setidaknya Karenina mungkin akan ada untuk menggantikan posisinya sementara waktu. Tetapi, ego ya ego. Aron bersikukuh dalam posisinya. Menggeleng dan kembali mengomando.

Pun sudah dikumpulkan di satu titik, rupanya mereka masih saja menganggap arena yang dirancangnya sebagai wadah untuk adu lari seperti itu. Kejutan yang mungkin akan dikeluarkannya—dalam tahap ini Aron sudah siap melemparkan sumpah serapahnya karena korslet di kepingan memori genetika itu—sudah dipilah-pilih, menggunakan beberapa yang lama; yang dianggap sukses dalam memancing para peserta untuk saling mendekat.

Apa lagi kali ini?

Aron Aaroo hanya sedang bosan. Sudah lewat dari nyaris dua belas jam dan mereka masih seperti itu. Alih-alih mengeluarkan sosok muttan pembunuh, pemuda itu beranjak menuju panel lainnya. Sedikit guncangan hebat pada ‘surga’ milik Capitol kali ini harusnya tak berefek banyak. Gempa bumi bukan hal baru di Arena, bukan?

“Tiga puluh menit.”

Seringai di wajah Aron mewakili lelahnya. Ha. Jika masih saja bersikukuh dengan melarikan diri dari satu sama lain, mereka, para pembina permainan punya kejutan lain dari balik panel mereka.



WAJIB DIBACA
Offline Profile Goto Top
 
Cheetah
Member Avatar

DISTRIK: MUTTAN JAYA || HP: 120
Target: (1)Yasmine Silvertongue, (2)Shinzo Kawabata| AP: [result]2&2,1d30,0,2&1d30[/result]
KS: (1) [result]1&1,1d12,0,1&1d12[/result] , (2) [result]7&7,1d12,0,7&1d12[/result]



SALAMLEKOM!!!

Yeah, back to (cheetah) business, Beibeh! Setelah hiatus dan kembali ke distrik Muttan Jaya menebar benih-benih untuk mendapatkan keturunan campuran Cheetah dan Beruang. Unyu ya? Semoga tsunderenya Cheetah lenyap dari gen-nya beruang. Iya, tahun lalu yang bertugas itu muttan Solanin sama Alee (harus deskrip biar KS dan AP mantap berhasil) yang ketje dan minta diketjup basah. Harus babatin macam kedua muttan itu. Ogah kalah ya. Nggak mau kalah pamor.

Nah, siapa yang mau digegel bokongnya? HUEKKKKKKKS. KERENAN DIKIT, KEK. Halah, monolog Cheetah itu gak pernah berhenti. Siapa yang bakal kena ama cakaran tsundere dan gigitan gigi yang sudah dirawat biar tajam terus he?

YANG NGGAK BISA LARI ITU ADALAH YANG BERPASANGAN! Salah sendiri bikin Cheetah jadi galau kan kangen sama yayang beruang. Bikin iri, huh.

Pertama, serang yang cewek! SI DOMBA!!! SINI DONG MBAKKKK!!!! Awalnya jalan macam cat walk sekarang melesat cepat menerjang peserta cewek. Kraukin betisnya. Mantap pisan siah, kayak talas Bogor. (Nggak tahu caranya, pokoknya tahu bisa ke Bogor pas Honeymoon ama yang lain, hehe)

Terus yang pindah ke yang cowok, ih, geleh, mana mau gegelin yang cowok. Cakar saja. "RAWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWR!!!"

MAMAM TUCH! SAKIT KAN? SAKIT! Semoga saja KS-nya berhasil ya. Harus berhasil. Harus berhasil, wong sudah buat mantra biar KS berhasil. Solanin. Solanin. Alethea. Alethea. Hada. Hada. Floryn. Floryn. JADI APAAAAAAAAAAAAAAAAA? PROK! PROK!


BACA: Setiap serangan gue, jarak ente-ente berkurang 15. OCRE? [-(
Offline Profile Goto Top
 
Zephaniah Lore
Member Avatar

DISTRIK 1 || HP: 111 - 5 = 106
Jarak serang: 10 + [result]4&4,1d12,0,4&1d12[/result] || Dice kejutan: 8 + [result]10&10,1d12,0,10&1d12[/result]
Target: Maysilee & Irvette
AP: [result]8&5,1d8,3,8&1d8+3[/result] + AP senjata: [result]4&4,1d5,0,4&1d5[/result] || KS: [result]15&15,1d24,0,15&1d24[/result] (12) & [result]12&12,1d24,0,12&1d24[/result] (3)
Barang bawaan: 1 ransel besar, 1 kapak, 1 belati, 1 tombak




"Ah... rupanya pasangan dari distrik rendahan," ujar Zephaniah terkekeh ketika melihat siapa dua orang beruntung yang terkena tusukan tombaknya. Ia menarik kembali tombaknya secepat mungkin, lalu melompat menghindari serangan balasan dari kedua orang itu. Meski dadanya masih terasa sakit, ia tetap menyunggingkan seringai di wajahnya--tidak menutupi rasa senangnya bertemu dengan lawan untuk dibantainya lagi. Tidak bertemu siapa-siapa sangat membosankan.

Uhuk... uhuk...

Sayangnya, pemuda dari distrik dua belas itu malah melarikan diri setelah berusaha menyerangnya dengan pedang. Sementara yang perempuan mencoba menyerangnya dengan pisau.

"Kalau gerakanmu seperti itu, sampai kapan pun kau tidak akan bisa melukaiku. Dasar bodoh," ujar Zephaniah tertawa geli.

Uhuk... uhuk...

Beberapa saat kemudian, telinganya menangkap suara gerakan tak jauh darinya. Berlanjut dengan suara sesuatu melesat membelah angin. Ke arahnya. Dengan sigap Zephaniah membungkuk, dan sebatang panah melesat melewati tubuhnya. Ia segera menoleh ke arah panah itu berasal dan mendapati seorang gadis dari distrik tujuh dengan busur di tangannya.

Dua mangsa.

Not bad.

Zephaniah mengeratkan genggamannya pada gagang tombak. Lalu pemuda itu berputar, mengarahkan ujung tombak itu ke perut Maysilee dan ketika ia hendak mengarahkan tombaknya ke gadis distrik tujuh, gempa bumi mengguncang arena tersebut.

Zephaniah cepat-cepat menegakkan tombak untuknya berpegangan agar tidak terjatuh.

Begitu gempa berakhir, gadis distrik tujuh itu sudah tidak terlihat di mana pun.

Tsk... pasti perbuatan Capitol, pikir Zephaniah.

Tak mengapa, ia sudah menemukan mangsa baru. Irvette.

Memanfaatkan situasi di mana gempa baru berakhir, Zephaniah menghunuskan tombaknya ke dada gadis bernama Irvette tersebut.
Offline Profile Goto Top
 
Yasmine Silvertongue
Member Avatar

DISTRIK 10 || HP: 47+5hujan-4winona = 48 || AP : [result]1&1,1d8,0,1&1d8[/result] KS : [result]19&19,1d24,0,19&1d24[/result] Target : Gavyn Owyn || DICE KEJUTAN: 22+ [result]6&6,1d12,0,6&1d12[/result] || JARAK SERANG: 81-15 = 66+ [result]3&3,1d12,0,3&1d12[/result]
empat dendeng sapi(habis)


Napasnya menderu dan jantung gadis Silvertongue itu bertalu-talu. Ini… ini belum banyak. Ia baru menghabiskan kurang lebih dua puluh empat jam di Arena dan ia tidak mengizinkan dirinya mengalami kepayahan. Tengok Tume dan Shinzo, jika mereka masih bisa, apa yang membuat Yasmine tidak bisa? Biar lukanya semakin menganga lebar dan menuntut meminta penyembuhan, Yasmine berusaha mengabaikannya. Pada akhirnya gadis itu mendongak dan meneguk curah air hujan sebanyak yang bisa disaring oleh kerongkongannya. Mungkin takkan ada lagi yang kedua kalinya bagi si gadis.

Dan ia baru tahu…. Gadis kecil yang menjadi lawannya bisa dikatakan merupakan cetakan akan Yasmine enam tahun silam. Dengan sebuah busur dan anak panah sebagai teman, ekspresi wajah yang terukir menampilkan rasa tidak suka yang kentara. Hah, intinya, sedaritadi Yasmine berhadapan dengan bocah dua belas tahun?

Tetap ia tidak bisa meremehkannya, sama seperti ia tidak bisa meremehkan Floryn Lee, dan tidak mungkin meremehkan Tume. Ia memaksa kedua tungkai kaki miliknya kembali berjalan menembus hutan, dibayangi oleh tiga pengejar dan diamati oleh jutaan pasang mata Panem. Mereka, mereka akan melihatnya mengerang dan merintih kesakitan, tapi tidak menyeringai penuh kesombongan. Dan benar, itu terjadi.

Desing suara anak panah ia dengar, tetapi kecepatannya membuat Yasmine kembali menerima satu luka sobek. Panah itu menyerempetnya, tidak berhasil menancapkan mata beracun itu tetapi tetap saja berhasil menorehkan luka. Secara refleks ia mengaduh. Di kejauhan dan dibalik punggung Silvertongue, pasti Curealight junior itu mengintainya. Lihat kan? Tidak ada lagi kenangan manis dan senyum damai.

Ia menggeram marah. Namun tanpa membiarkan emosi mengambil alih jiwa dan raganya, ia bergerak menuju si gadis kecil dari distrik yang sangat mahir dalam menenun. Oh, salah ya? Tidak peduli, setidaknya tidak saat ini. Dilihatnya Curealight kurang lebih mengalami masalah yang sama dengan Shinzo. Semacam keracunan sesuatu.

Baru ia ingin menghabisi si bocah Curealight, sesuatu di bawah kakinya bergetar. Gempa bumi. Keadaan kacau balau. Yasmine tidak bisa mengendalikan kestabilan tubuhnya dan ia kehilangan Tume. Tunggu... Tume kemana?

"Tume!!!!"

Brengsek. Bagaimana bisa ia kehilangan Tume? Tanpa Tume ia punya siapa lagi? Tanpa Yasmine dan Shinzo, akankah Tume selamat? Deras air mata mengaliri pipi sang gadis. Brengsek semua ini.

Tidak peduli lagi. Ia menyadari datangnya seekor mutt Cheetah ke arah dia dan Shinzo. Ia menghindar tepat pada waktunya. Fokusnya tidak kepada si binatang jejadian itu, melainkan kepada tim lawan. Atau tepatnya lawan seorang diri. Winona dan Pinoy tidak diketahui keberadaannya, meninggalkan Gavyn seorang diri.

Gadis itu tidak lagi peduli apakah sang lawan berasal dari distrik tetangga atau bukan, tidak ada yang bisa ia percayai. Yasmine mwmukul kepala Gavyn telak di bagian belakang, memukul tengkuknya pula dan terakhir di muka. Permainan sudah dimulai, Capitol bosan kan? Enjoy.


tadinya mau serang winona tapi dia udah pindah dan HPnya -1 kan ya? Terus itu dice jarak serang shinzo yasmine dikurangin 15 sesuai kehendak abang cheetah. Bener kan? Muucih:3
Offline Profile Goto Top
 
Zephaniah Lore
Member Avatar

DISTRIK 1 || HP: 106-10 = 96
Jarak serang: 14 + [result]2&2,1d12,0,2&1d12[/result] || Dice kejutan: 18 + [result]11&11,1d12,0,11&1d12[/result]
Target: Maysilee & Irvette
AP: [result]10&7,1d8,3,10&1d8+3[/result] + [result]4&4,1d5,0,4&1d5[/result] || KS: [result]15&15,1d24,0,15&1d24[/result] (Maysilee) & [result]12&12,1d24,0,12&1d24[/result] (Irvette)
Barang bawaan: 1 ransel besar, 1 ransel kecil, 1 kapak, 1 belati, 1 tombak




Satu kena. Satu meleset.

Zephaniah terkekeh. Lawannya laki-laki atau perempuan tidak masalah baginya. Toh, meski perempuan, kedua lawannya berusia lebih tua darinya. Ia hanya seorang remaja tiga belas tahun, dengan tubuh lemah karena penyakit yang menggerogoti paru-parunya. Jika dinilai dengan cara seperti itu, bukankah sebenarnya Zephaniah yang berada dalam posisi yang dirugikan? Benar?

"Ouch... is that hurt, Miss Irvette?" tanyanya sambil tertawa. "Sayang sekali seranganku meleset ke Miss Maysilee."

Uhuk... uhuk...

Tapi yang setelah ini, ia takkan biarkan serangannya meleset satu pun. Kali ini ia menyimpan tombaknya, lalu mengambil kapak dari ikat pinggangnya. Senjata kesukaannya. Ia sudah siap mencincang orang lagi seperti yang telah ia lakukan di bloodbaths. Zephaniah mengayun-ayunkan kapaknya, di wajahnya tersungging seringai yang menunjukkan bahwa ia sudah tak sabar untuk menghabisi kedua gadis itu. Ia melangkah lambat, membayangkan Zinnia lagi di kepalanya. Kalau seandainya ia dan Zinnia berada dalam satu arena... ia takkan biarkan kakaknya itu jadi lemah karena jatuh cinta. Seharusnya Zinnia bisa membabibuta lebih kejam daripada dirinya sendiri. Kakaknya itu selalu menikmati memandangi korbannya saat berhadapan dengan kematian.

Ia pun sama.

Ia akan pastikan salah satu dari gadis di hadapannya itu akan segera merasakan kematian perlahan-lahan.

Zephaniah mengangkat kapaknya, mengayunkannya kuat-kuat ke arah kepala Irvette, lalu berayun menuju ke pinggang Maysilee.

Taste the scent of the death.
Offline Profile Goto Top
 
Gavyn Owyn
Member Avatar

DISTRIK 11 || HP: 46 || AP: - || KS: - ||TARGET: - || DICE KEJUTAN: 42 + [result]1&1,1d12,0,1&1d12[/result] || JARAK SERANG: 84 + [result]1&1,1d12,0,1&1d12[/result]
1 pasang kaus kaki, 1 lentera, 1 pisau, 1 korek api



Kejang yang dialaminya ini pasti diakibatkan oleh bau aneh yang mendadak dihirupnya itu. Gavyn merasa menyesal telah mengizinkan bau itu masuk ke dalam hidungnya. Ini membuat perjalanan mereka terhenti sesaat. Kaki milik pemuda distrik sebelas ini tidak mampu menapak lebih lanjut. Ini menyedihkan. Dia kaku selama beberapa menit dan berhasil mengambil kembali sistem motoriknya setelah berulang kali mengumpat di dalam hatinya.

Lalu, hujan.

Hujan.

Ini surga baginya. Gavyn membuka mulutnya sekali lagi dan menikmati guyuran air yang membuat kerongkongannya bersyukur tiada tara.

Kawanan Tume tampaknya tidak ingin berlama-lama. Mereka bergerak maju dan Gavyn mendengus keras. Dia akan menyusul mereka secepat yang dimiliki oleh tubuh pascakaku miliknya ini. Sesungguhnya dia tidak pernah menyangka di saat pengejaran hidup dan mati ini masih ada campur tangan dari Capitol untuk membuat dirinya lambat dalam membunuh mangsanya. Padahal dia yakin bila perempuan di tim lawannya itu sudah cukup lemah meskipun tampaknya masih lebih meyakinkan daripada Winona. Ini membuat Gavyn makin gusar. Menjadi pengejar ternyata tidak semudah yang dia bayangkan terlebih ketika lawannya adalah orang yang juga cekatan.

“Bunuh mereka. Jangan sampai lolos!”

Gavyn meraung sejadi-jadinya.

Mereka sudah saling kejar sekian lama hingga ia merasa tubuhnya sudah meronta ingin beristirahat. Tapi, dia tidak bisa mengurung niat sementara mereka sudah begitu dekat. Tanah di bawahnya bergetar tepat ketika dia hampir menjambak rambut milik Yasmine Silvertongue. Ia mendengar jeritan dari Yasmine meneriakkan nama Tume dan dalam sekejap getaran hebat itu membuat Gavyn jatuh terduduk dan berusaha melindungi kepalanya dari apa pun yang mungkin roboh.

Yasmine meneriakkan nama Tume dan berikutnya terdengar suara auman. Gavyn membuka mata dan melihat sosok cheetah berada di dekat mereka dan mengarahkan serangan ke Yasmine dan Shinzo. Serangannya tidak kena. Gavyn mencari Pinoy dan Winona, tapi dua orang itu sudah raib. Di sini hanya ada dirinya dengan Yasmine beserta Shinzo juga sosok makhluk buas yang etah mengapa sudah muncul. Gavyn mengambil kesempatan untuk kabur sementara Yasmine dan Shinzo mungkin disibukkan oleh makhluk buas itu. Ia bangkit dan berlari secepat mungkin menerobos semak-semak liar di depannya. Dua sekutunya raib entah ke mana dan yang bisa dilakukannya hanya melarikan diri. Situasi menjadi tidak menguntungkan baginya. Yasmine dan Shinzo kini berada di belakangnya. Untuk saat ini Gavyn berharap mereka tidak menemukan dirinya.


Yasmine, situ bukannya sudah beda jarak serang sama saya? ‘ ‘b
Edited by Gavyn Owyn, Thursday Jun 6 2013, 05:00 PM.
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums. Reliable service with over 8 years of experience.
Go to Next Page
« Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic »
Locked Topic


Theme design by Drama, theme coding by Lewis. of Outline and edited by Ntin, Ubi, and Ilma.