|
TERM 9: 2193 - 2194 [+] Topik AU: 4/5 [+] Visualisasi Asia: 3/3 [+] Capitol: 5/5 [+] Distrik Satu: 4/5 [+] Distrik Dua: 4/5 [+] Distrik Empat: 5/5 [+] Distrik Tiga Belas: 2/5 [+] Balita/Dewasa: 5/5 | ![]() TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI TRAINING CENTER || ARENA Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain. | HUNGER GAMES 54 {DISTRIK 1}
KREIOS EPHRAIM |
![]() 21,3° - 23,6° C 21 Juni - 20 September Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan. |
Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. |
Twitter
Chatbox
|
| Waktu | Update |
|---|---|
| Sabtu, 11 April 2015 | Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out! |
| Kepada | Informasi |
|---|---|
| Semua Member | Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum |
| Semua Member | Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2) |
| Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda. Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru. Bergabunglah bersama kami! Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum: |
| Arena Satu - Hutan Beracun | ||
|---|---|---|
| Tweet Topic Started: Tuesday Jun 4 2013, 08:15 PM (4,105 Views) | ||
| Redemptus Maleveich | Tuesday Jun 4 2013, 08:15 PM Post #1 | |
![]()
|
Sebutlah pemuda Maleveich ini tengah berpuas diri melihat mayat-mayat bergelimpangan di seputar Cornucopia. Senyum tak kunjung usai tergambar jelas pada wajahnya sambil mengganti setiap potongan gambar yang menampilkan wajah-wajah lusuh menyedihkan. Tak henti-hentinya senyum Redemptus muncul dalam raut wajahnya yang pucat. Berikutnya, layar di depan memperlihatkan potongan tubuh yang sudah tercerai berai. Perut yang telah terkoyak secara paksa, bola mata yang sudah tidak utuh lagi, wajah yang masih meninggalkan teror dan ketakutan. Darah di mana-mana. Akan tetapi, dia masih kecewa belum ada peserta yang nekat meledakkan diri sebelum waktu enam puluh detik usai. Kalah taruhan lagi—seperti tahun kemarin. Biasa. Meriam dibunyikan sebanyak dua puluh lima kali menandakan jumlah nyawa yang telah bergabung dengan penghuni dunia lain. Semangat yang berkobar di masing-masing peserta sebelum pertumpahan darah dimulai boleh dikata mulai pudar dengan berkurangnya sebagian total peserta, hm? Dua puluh lima yang berpulang, tapi masih ada tanggungan dua puluh tiga lainnya yang harus diurus. Ck. Redemptus lebih memilih meledakkan mereka dalam satu tempat, entah kenapa dia menginginkan cara demikian. Tapi pada akhirnya cara itu tidak ditempuh. Ekspresi menghina menggantikan senyum di bibirnya kala menyaksikan kumpulan manusia yang mulai bergerak ke satu tempat. Maniknya berpindah ke kumpulan peserta yang berpencar ke berbagai tempat di luar Cornucopia. Tiga arena telah dipersiapkan untuk mereka. Salah satunya adalah hutan cukup lebat dengan rimbunan hijau di sana-sini yang akan menyambut kedatangan anak-anak yang tersesat. Tidak hanya hijau saja yang bisa dilihat, tapi kau bisa melihat warna-warna cerah indah yang menghiasi hutan. Masih sama indahnya dengan penampilan visual yang tertangkap sebelum mereka bergerak saling bantai satu sama lain. Kupu-kupu bersayap pelangi nan indah pun berterbangan sesuka hatinya dengan sengatan dan racun yang membawa mimpi buruk. Kau bahkan bisa menemukan buah-buahan menggiurkan tergantung di antara semak. Beracun, tentunya. Semua di sini beracun. Oh, Redemptus juga tidak lupa menambahkan sungai yang mengalir sebening kristal yang berkilau ketika tertimpa sinar matahari. Kurang baik apa lagi demi memanjakan penglihatan peserta sejenak. Arena sudah memasuki hari ketiga dan Redemptus masih belum berniat mengubah segalanya. Nah, selamat melanjutkan permainan kalian, tributes.
|
|
![]() |
|
|
| Replies: | |
|---|---|
| Shinzo Kawabata | Thursday Jun 6 2013, 05:05 PM Post #61 |
![]()
|
DISTRIK 8 || HP: 70 || AP: - || KS: - || TARGET SERANGAN: - || DICE KEJUTAN: 42 + [result]1&1,1d12,0,1&1d12[/result] || JARAK SERANG: 69 + [result]11&11,1d12,0,11&1d12[/result] 3 tempat minum kulit, 1 belati Ia mendengar suara Yasmine. Badannya kaku. Dia hendak mengatakan kepada Yasmine bahwa dia akan baik-baik saja karena baru beberapa detik yang lalu ia merasa otot-otot tubuhnya akhirnya berelaksasi alih-alih berkontraksi. Ini membuat Shinzo merasa dirinya begitu malu pada dirinya sendiri. Ia meloncat bangkit, terhuyung, lalu membiarkan Tume menyeretnya. Shinzo berusaha berlari semampunya. Kakinya terseok-seok dan nyaris tergelincir ketika menginjak bebatuan licin yang membuatnya merasa hutan pun menjadi tempat tidak menarik lagi begitu dia menghirup bau yang hampir membinasakannya. Shinzo yakin dia bisa saja tewas kalau saja Capitol berniat keji padanya. Lain kali dia harus lebih berhati-hati. Pemuda dari distrik delapan ini melihat Winona yang lemah di belakangnya. Hatinya begitu tergerak untuk menyapa gadis itu, tapi Shinzo mengunci mulutnya rapat-rapat. Dia tidak ingin mengecewakan Tume dan Yasmine. Tapi, dia juga bersumpah tidak akan membunuh Winona. Sebisa mungkin dia berharap Yasmine tidak pernah berhasil menyerang Winona karena Shinzo tidak akan pernah bisa melupakan gadis dengan senyum menawan itu meninggal hanya beberapa meter darinya. Lagi pula, mereka memang seharusnya tidak saling bunuh. Shinzo dan Winona berasal dari distrik yang sama dan seharusnya mereka bekerja sama. Dia begitu merasa bersalah. Kawanan Pinoy mendekat dengan mudahnya dan di saat itu ia merasa tanah di bawah kakinya bergetar. Ada seusatu yang besar sedang terjadi. Shinzo berusaha berpegangan di sulur tanamn terdekat untuk membuat dirinya tidak jatuh. Pemuda ini memejamkan matanya dan berusaha semua ini segera berakhir. Ia baru membuka mata ketika suara melengking miik Yasmine meneriakkan nama Tume didengarnya. Saat itulah kemudian dia sadar sosok Tume sudah menghilang. Hal serupa sepertinya terjadi pada lawan mereka karena Shinzo tidak melihat sosok Winona serta Pinoy dan ketika Yasmine berusaha memukul Gavyn, peserta dari distrik sebelas itu malah melarikan diri. “Kau...,” Shinzo menelan ludah, “...oke?” Yasmine nampaknya masih baik-baik saja. “Bisa berlari?” Tidak jelas apakah dia harus memburu laki-laki dari distrik sebelas itu atau memastikan mereka terus bergerak agar tidak menjadi sasaran senjata jarak jauh. |
![]() |
|
| Yasmine Silvertongue | Thursday Jun 6 2013, 06:16 PM Post #62 |
![]()
|
DISTRIK 10 || HP: 48+5hujan = 53 || AP : - KS : - Target : - || DICE KEJUTAN: 28+ [result]7&7,1d12,0,7&1d12[/result] || JARAK SERANG: 80 + [result]11&11,1d12,0,11&1d12[/result] empat dendeng sapi(habis) Brengsek, memang. Gadis kecil Curealight itu mati bak ditelan bumi. Mungkin jasadnya terpental bermil-mil jauhnya dari tempat Yasmine sekarang berdiri. Membawa semua miliknya yang takkan berguna lagi. Suatu kehilangan yang merugikan. Kemudian Tume juga lenyap dari hutan ini, entah bagaimana tetapi ini merupakan hal terabsurd dan terbodoh yang pernah Yasmine alami. Kehilangan seorang teman—seseorang yang harus ia lindungi—saat gempa bumi? Gila, ternyata gempa bisa membuat orang berteleportasi. Satu lagi pemuda dari distrik Lima, ia turut pergi dari hutan, meninggalkan Gavyn, Shinzo, dan dirinya disini. Mungkin akan diramaikan dengan karir dan mutt. Yasmine rasa ini sudah cukup. Capitol ingin hiburan? Akan ia beri sebuah hiburan kalau begitu. Gadis itu mengabaikan sakit dan lelahnya. Tujuannya saat ini hanya satu, membuat meriam kembali terdengar dan bukan meriamnya. Siapapun kecuali dia. Tenang, ia harus tenang. Sejujurnya Yasmine tidak mengenal Shinzo begitu dekat. Ia bergabung dan memercayainya karena Tume bertindak demikian. Sekarang dengan perginya Tume—tanpa tahu apakah ia akan bertemu dengan bocah itu lagi—harus apa gadis Silvertongue ini dengan Kawabata? Ia mengangguk, menyatakan kesanggupannya dalam berlari lebih jauh lagi. Apapun yang terjadi, she just can’t back down just yet… |
![]() |
|
| Kupu-kupu | Thursday Jun 6 2013, 08:10 PM Post #63 |
![]()
|
DISTRIK MUTTAN || HP: 100 || AP:[result]16&16,1d25,0,16&1d25[/result] TKS: Gavyn Owyn - [result]12&12,1d12,0,12&1d12[/result] || Zephaniah Lore - [result]3&3,1d12,0,3&1d12[/result] || - Jester Holt [result]11&11,1d12,0,11&1d12[/result] Ahihihihi, akhirnya muncul ahihihihiy. Emangnya disembunyiin dari muka publik enak, gitu? Enggak~ Apalagi kalau makananmu dijatah sampai kamu kelaparan, itu kejam bangets. Kan jadinya lapar, huhu. Perutnya—eh, kupu-kupu punya perut nggak sih?—sudah keroncongan, minta diisi. Masa dia dikasih madu, coba, madu! Emangnya dia lebah?! Nggak, dia nggak ada mirip-miripnya sama lebah! Demi tuhaaaaaaaaaaan! Dia jauuuuuuuuuuuuh lebih cantik daripada lebah, jauh lebih elegan. Apalagi kan kupu-kupu yang ini, sebut saja Kupa, adalah kupu-kupu yang beda dibandingkan kupu-kupu yang biasa. Dia itu karnivor! Kar-ni-vor! Tante-tante dan om-om girang yang membuatnya kayaknya lupa soal itu. Syebel. Cuh, cuh, belum tau rasanya dikecup Kupa! Kupa dan teman-temannya berterbangan dari satu arah yang sama, membentuk warna-warni di udara. Cantik kan? Cantik kaaan? Eheheheheh, cantik dong. Soalnya warna mereka berbeda-beda, tapi cerah semua. Terbang dengan lembut di udara dan terkadang terbang guling-guling...iya harus begitu. Berhubung Kupa cantik, sayapnya berwarna merah dan pink, jadi datangnya juga harus ladylike. Nggak kayak cheetah yang grasa-grusu eh taunya gagal ganteng nyerangnya sampai pundung. Ngggggg-laper. Masih laper. Temen-temen Kupa juga pada laper. Jadi mereka harus cari makanan. Kalau nggak lama-lama mati, biar muttan mereka juga bisa mati, tauk. Muttan juga makhluk hidup, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati, apalagi bangkai mati. Ngek. Ada yang berteriak (?) bahwa mereka ngeliat para peserta di deket mereka, lagi sibuk luntang-lantung kayak belatung. Tapi Kupa cuma bisa teriak, "Dagiiing! Dagiiing!", dan langsung nafsu pengen kecup. Kayaknya semua temen Kupa juga sama deh, buktinya sekarang mereka mulai menyebar ke arah beberapa peserta yang kromosomnya XY. AAAH, KUPA PINTER KAN YA BISA TAU BEGITUAN?! ....aduh, perutnya bunyi lagi. Ia dan kupu-kupu lain sekarang menemplok ke para peserta dan mulai menciumi mereka. Cup, cup, muach. Nggak akan kenapa-napa kok, paling ada daging yang lepas kalau dikecup, aheheheheheh. |
![]() |
|
| Singa | Thursday Jun 6 2013, 09:08 PM Post #64 |
![]()
|
DISTRIK MUTTANJAYA ┏((= ̄(エ) ̄=))┛ HP: 120 #HIK || TARGET: Eneng Yasmine (。-_-。 )人( 。-_-。) Abang Shinzo || AP: [result]9&9,1d30,0,9&1d30[/result] || KS: [result]10&10,1d12,0,10&1d12[/result] & [result]11&11,1d12,0,11&1d12[/result] IHIK. Yep. Singa is bek. Nggak, mentang-mentang kemarin dia enggak nongol di Arena, bukan berarti dia sudah nggak ngemutt lagi. Mentang-mentang Papa Seneca sudah bukan pembina permainan lagi, terus dia sok-sok mundur, gitu? HAHA. SORI. Singa jauh dari kata hiatus. Lagipula oh lagipula, dia ini fleksibel kok. Tidak ada Papa Seneca, jadilah Papa Redemptus. Namanya susah. Enggak enak pula kalau dipadukan dengan `papa`. Tapi ya sudahlah, cinta itu tidak mengenal kondisi. Layaknya Singa tidak mengenal gender—semuanya ditaksirin, tetep. AHIK. Mari kita mulai post pertama setelah sekian lama dengan APAKABAR BROOO. Lama enggak ketemu. Halu, halu, halu juga. Terakhir kali kapan ketemu, sih? Jaman Blaire Ledbury, kan? HAAA HAAA HAAA siapa yang enggak ingat, hah? Sini diketjup sebentare. Dan badewei, Singa tahu kalian sudah banyak yang mulai menjulukinya dengan yandere. Faaaaain, faaaain, Dedeq Singa memang yandereee, faaaain. Dan yes, dia memang belum move on dari cinloknya dua tahun lalu. UHUY. Kasih dia hesteg apapun deh, sana. Yang penting dia jujur. Abisan, Abang Blaire itu one of a kind! Satu-satunya tribut yang bahkan mau repot-repot memberinya nama. Ihik. Ihik. Itu manis banget, Bang, sumpah. TAPI NOOO. Dia bakal harus move on kali ini, soalnya dia diterjunkan ke Arena lagi. Tak ada yang namanya duduk sendirian merenungi nasib, Singa! Cari tambatan hati baru! Mangsa baru! Yanderelah untuk orang lain! Jangan patah semangat—lihat, nih, tribut ada dua kali lipat. Daebak, kan. (…kayaknya ketularan Hyena.) Eniwei, dia ditugaskan mencari dua nama kali ini. Papa Red dan Papa Aron sudah menerjunkannya ke Arena Hutan. BAGUS. Ini memang habitatnya…. Salah, ding. Habitatnya justru padang rumput, ya. Ya sudahlah, cincai… toh judulnya tetap Arena. Dan yep, yang dicarinya sedang berada di sini, broh. Faktanya, mereka dekaaaat sekali dengan titik di mana Singa muncul. Satu lelaki, satu perempuan. Bolehlah, ramai sikit. Sedikit penghancuran pasangan baru boleh, lah, yaaaa. Mengaum. Lalu sok-sok menderap kencang. Lalu, tanpa tedeng aling-aling, mencakar keduanya dengan keras! Nggak apa-apa. Tos dulu dong, kan baru ketemuuu. HIK. |
![]() |
|
| Maysilee Donner | Thursday Jun 6 2013, 10:56 PM Post #65 |
![]()
|
DISTRIK 12 || HP: 109 || AP: - || KS: - TARGET: - || DICE KEJUTAN: 5 + [result]4&4,1d12,0,4&1d12[/result] || JARAK SERANG: 9 + [result]3&3,1d12,0,3&1d12[/result] 1 pistol udara, 1 pisau Dia Karier—dengan demikianlah, dara itu tersentak dan langsung kalap mundur kala serangannya tidak bersarang. Kewaspadaannya harus ekstra dalam menghadapi laki-laki ini. Dia tahu betul. Distrik Satu. Bukan wajah yang bakal dilupakan dengan mudah, tentu—tidak setelah Maysilee melihatnya membunuh seorang gadis di Arena. Semua Karier demikian. Pemuda ini tidak terkecuali. Dia bisa terbunuh kala lengah, dan dia tidak siap untuk mati sekonyol itu. Tak pula dia mengerling ke luka yang kian melebar di lengannya, karena konsentrasinya penuh terarah pada hadapannya. Dari ekor matanya, Haymitch Abernathy melarikan diri. Tentu saja. Every man is for himself—Maysilee menunggu saat yang tepat untuk memutuskan kapankah dia harus menyandang motto itu. Mungkin ini momennya. Mungkin ini saatnya dia tidak lagi peduli. Karier itu meledeknya karena serangannya tadi tidak tepat sasaran. Tidaklah terpikir olehnya untuk membalas karena dia turut merunduk melihat panah yang melesat datang. Matanya memicing. Itu… yang diserang Haymitch kala Bloodbath, betul. Panah itu tidak mengarah padanya, melainkan sang Karier. Untuk sesaat, sebelum bereaksi, Maysilee Donner tersenyum sedikit karena kesigapannya menghindar dari tombakan. Sekali akan kena; namun yang kedua tidak. Ucapanmu, Tuan Karier? “Kukembalikan kata-kata itu padamu.” Kalau gerakanmu seperti itu, mana bisa mengenaiku. Maysilee terkesiap kala gempa bumi mengguncang. Tidak bisa dibilang sebentar. Guncangan yang sebegitu hebatnya sampai gadis distrik lain itu menghilang entah ke mana, sedangkan Maysilee sendiri hanya bisa menggenggam batang pohon dengan putus asa. Ini gila—bahkan Karier itu masih berniat membunuh setelah gempanya usai. Tombak itu mengarah pada gadis distrik lain yang rupanya terbawa gempa bumi. Lalu… Karier itu tahu namanya. Sayang sekali Maysilee tidak tahu namamu, ya—sayang pula, kapakmu tidak mengenainya. Maysilee Donner rmelihat sebuah celah mungil, dan dia menghilang di antaranya. Menelisik sesemakan dan berlari sekuat tenaga, menjauhi Karier itu dan semua senjatanya. Anak gadis distrik lain itu hilang sudah terkena serangannya. Dia beruntung. Dia hanya beruntung kali ini, nampaknya. |
![]() |
|
| Yasmine Silvertongue | Friday Jun 7 2013, 10:48 AM Post #66 |
![]()
|
DISTRIK 10 || HP: 48+5hujan-15aroma-9mutt = 29 || AP : - KS : - Target : - || DICE KEJUTAN: 35+ [result]2&2,1d12,0,2&1d12[/result] || JARAK SERANG: … + [result]6&6,1d12,0,6&1d12[/result] empat dendeng sapi(habis) Ia berada di titik terlemahnya. Dan dengan menjadi lemah mungkin dimata para Pembina Permainan sama dengan berhadapan dengan mutt, dan lebih banyak mutt. Tadi seekor cheetah sekarang saudaranya, si singa. Ah, singa ini… Yasmine pernah melihatnya beraksi dengan salah seorang peserta yang kembar beberapa edisi yang lalu, masih di Arena, hm? Sudahkah Anda move on tahun ini, Singa? Yasmine membiarkan tubuhnya bereaksi terhadap aroma yang ia cium. Tubuhnya kejang, mungkin sebentar lagi ia akan muntah dan mengeluarkan isi perutnya yang sudah tak terisi lagi sejak dua puluh empat jam yang lalu. Mungkin. Yasmine jelas tidak siap dengan segala macam jenis penyerangan, tenaganya begitu terkuras sampai-sampai ia kembali meleng dan membiarkan satu lagi luka mendarat pada tubuhnya. Luka karya si Singa. “CAPITOL BISA BERHENTI MENGGANGGU DAN BIARKAN MANUSIA SALING BANTAI TIDAK SIH?!” Yasmine menjerit ke atas, menghadap ke langit luas yang diliputi awan mendung dan hujan. Ia tahu seluruh Panem bisa mendengar dan melihatnya, jadi sebaiknya para Pembina Permainan pun demikian. Ia tidak butuh mutt, ia butuh mangsa, dan jangan jadikan dia sendiri mangsa. “Shinzo, habiskan dia?” Tentu saja, maksudnya, jika bukan Yasmine, siapa lagi manusia yang akan menghabiskan Owyn kalau bukan Kawabata? |
![]() |
|
| Gavyn Owyn | Friday Jun 7 2013, 04:43 PM Post #67 |
![]()
|
DISTRIK 11 || HP: 46 + 5 (hujan) – 26 (serangan kupu-kupu) = 25 || AP: - || KS: - ||TARGET: - || DICE KEJUTAN: 42 + [result]2&2,1d12,0,2&1d12[/result] || JARAK SERANG: 85 + [result]11&11,1d12,0,11&1d12[/result] 1 pasang kaus kaki, 1 lentera, 1 pisau, 1 korek api Masih juga rasanya dia belum cukup melarikan diri dari perkara di hutan ini. Gavyn terus berlari. Ia sengaja berlari tidak dalam satu garis lurus. Baginya ini untuk memprmudah dirinya dalam melarikan diri. Ia merasa ada yang mengejarnya dan Gavyn terhenyak ketika melihat sosok kupu-kupu yang terbang mendekat ke arahnya. Kupu-kupu yang menurut Gavyn ingin melakukan sesuatu terhadap dirinya. Pemuda ini berusaha mengelak dengan mengitari sebuah pohon besar, namun tetap masih dicegat oleh kupu-kupu itu. “Sialan.” Gavyn mengumpat, tahu kalau arena makin suli saja seiring dengan bertambahnya napasnya. Di mana Pinoy dan Winona, eh? Ia ingin bertemu mereka. Sendiri malah membuat segalanya tambah sulit untuk dirinya. Kupu-kupu misterius itu mulai mendekat. Gavyn berusaha menunk dan ingin terus berlari, tapi makhluk itu mulai menempel ke arahnya dan membuat Gavyn merasa begitu tidak nyaman. Ada seusatu di dalam dirinya yang membuat kupu-kupu mengiranya adalah madu. Gavyn tidak bisa berpikir jernih. Dia hanya melolong dan berusaha memukul kupu-kupu itu menjauh sambil berharap bisa segera melepaskan diri dari makhluk yang seharusnya terlihat indah bila hanya menemaninya berlari tanpa ada usaha ingin melahapnya barangkali. Tolong. Tolong. Tolong. |
![]() |
|
| Shinzo Kawabata | Friday Jun 7 2013, 04:51 PM Post #68 |
![]()
|
DISTRIK 8 || HP: 70 + 5 (hujan) = 75 || AP: - || KS: - || TARGET SERANGAN: - || DICE KEJUTAN: 43 + [result]1&1,1d12,0,1&1d12[/result] || JARAK SERANG: 97 + [result]1&1,1d12,0,1&1d12[/result] 3 tempat minum kulit, 1 belati Hujan masih terus mengguyur dan Shinzo membiarkan beberapa detik dari proses bergeraknya itu membuahkan pada pemenuhan rasa dahaga. Pemuda dari distrik delapan ini bergerak secara mantap mencoba melacak ke arah mana seorang Gavyn Owyn pergi. Seseorang yang ta mereka hindari malah ingin mereka cari saat ini. Distrik sebelas terlihat tidak menakutkan lagi untuk saat ini karena distrik lima dan delapan yang membantunya sudah pergi entah ke mana. Shinzo berusaha menghemat tenaganya dengan tidak banyak bicara. Bersama Yasmine dia bergerak pasti dan sebenarnya memang Capitol senang sekali memberikan kejutan untuk merea. Banyak makhluk buas dilepas seakan mereka sudah melangkah ke zona terlarangd ari kebun binatang berbahaya. Tadi cheetah dan sekarang adalah singa. Singa yang berbulu warna cokelat muda itu menyerang Yasmine. Yasmine berusaha melawan dan kelihatannya murka setengah mati ke Capitol. Shinzo hanya bisa memberikan pandangan prihatin, seolah-olah menandakan kepada dunia bahwa semua ini adalah sesuatu yang berada sebagai garis takdir distrik kelas bawah. Dalam hati Shinzo ingin tahu sudah ada berapa karier yang diserang oleh makhluk buas. Hm. Eh, sebentar. Ia baru saja mendengar suara Gavyn. Tidak begitu jauh dari sini. Entah mengapa perasaannya suara dari pemuda itu datang begitu dekat dengan mereka. “Psstt, distrik sebelas ada di dekat sini.” Lalu, Shinzo mulai menajamkan pendengarannya sekali lagi. |
![]() |
|
| Yasmine Silvertongue | Friday Jun 7 2013, 06:53 PM Post #69 |
![]()
|
DISTRIK 10 || HP: 29-10kejutan = 19 zzz || AP : - KS : - Target : - || DICE KEJUTAN: 37+ [result]6&6,1d12,0,6&1d12[/result] || JARAK SERANG: 98 + [result]11&11,1d12,0,11&1d12[/result] empat dendeng sapi(habis) Gadis Silvertongue ini memperlihatkan pada dunia kelemahannya. Ia menggelepar layaknya ikan yang terlempar ke darat. Ia mengalami kejang seolah ia baru saja diracun oleh makanan. Tetapi bukan makanan yang merusak sistem saraf tubuhnya, melainkan sekawanan kupu-kupu yang cukup idiot karena tidak tahu dimana harus melakukan penyerbukan. Ya, namanya juga mutt, pasti yang diprogram dalam otaknya hanya menebar virus mematikan. Yasmine berhenti, membiarkan Shinzo berjalan beberapa langkah di depannya, membiarkan Gavyn Owyn mengintai di belakang mereka. Mati saja raksasa kunyuk itu, Yasmine ingin peserta di Arena turun drastis tetapi ia tidak yakin apakah ia akan termasuk dalam jajaran mayat tahun ini atau malah selamat menyusul Irish Cloverfield. Jess Silvertongue mungkin berteriak-teriak menyemangati Yasmine dari balik layar kali ini. Anak itu… kakakmu kangen, Jess. Jangan melakukan tindakan bodoh hanya karena Yasmine begitu jauh atau karena ia tidak lagi bisa berada disisi Jess. Sedangkan Leira mungkin akan diam sejuta bahasa dan berdiri lebih kaku daripada sebuah gunung. Hanya matanya yang begitu tajam memandang, mengamati, sangat intens, yah… tetapi hanya ini yang dapat Yasmine pertunjukkan. Yasmine berusaha untuk terus melangkah maju, mengabaikan sebisa mungkin mual yang ia rasakan. Membiarkan hujan mengguyur tubuhnya. Ia mengangguk menanggapi Shinzo, mereka harus siap, atau pergi dan dikejutkan oleh Pembina Permainan. |
![]() |
|
| Gavyn Owyn | Saturday Jun 8 2013, 07:06 PM Post #70 |
![]()
|
DISTRIK 11 || HP: 30 berdasarkan panduan + 5 (hujan) = 35 || AP: - || KS: - ||TARGET: - || DICE KEJUTAN: 44 + [result]1&1,1d12,0,1&1d12[/result] || JARAK SERANG: 96 + [result]11&11,1d12,0,11&1d12[/result] 1 pasang kaus kaki, 1 lentera, 1 pisau, 1 korek api Lapar. Gavyn merasa lapar. Serius. Dia tidak tahu apa yang berada di pikiran Chaff. Apakah pelatihnya itu tahu apa yang diinginkan oleh pemuda berkulit gelap ini? Apakah Chaff sedang sibuk mencari sponsor untuknya atau bagaimana, eh? Yang jelas Gavyn nyaris merasa putus asa karena tubuhnya mulai menjerit minta diberikan asupan. Sedikit istirahat mungkin akan baik untuk dirinya. Dia yakin akan hal itu karena sudah lewat sekian lama sejak dirinya merasa bugar. Arena seakan menyedot harapan hidupnya dan meletakkannya di ujung jurang. Padahal hutan di dekatnya begitu menawan. Harusnya dia bisa merasa terhibur, tapi untuk saat ini, tidak. Hmpf. Tidak ada yang bisa dilakukannya selain terus berlari saja. Ini akan membuat dirinya menjadi begitu sengsara. Beruntung dia sudah terbiasa menahan lapar. Di distrik sebelas dulu dia tidak pernah ingat bagaimana harus terus berlari dengan perasaan waspada macam begini selama berjam-jam dan perutnya lapar. Biasanya dia bisa mencuri atau paling tidak mengemis di tetangganya yang kadang punya beberapa makanan yang bisa dibagi. Sungguh miris tetapi begini memang kehidupan dari pemuda berkulit gelap ini di distrik sebelas. Ia mungkin menyelundupkan beberapa hasil panen ke dalam bajunya ketika tiba masa panen tetapi kebanyakan dia tidak berani melakukannya karena para penjaga perdamaian begitu jeli mendeteksi adaya pemalsuan hasil panen. Apakah dia bisa kembali ke distrik sebelas? Hmpf. |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic » |














9:33 PM Jul 11