|
TERM 9: 2193 - 2194 [+] Topik AU: 4/5 [+] Visualisasi Asia: 3/3 [+] Capitol: 5/5 [+] Distrik Satu: 4/5 [+] Distrik Dua: 4/5 [+] Distrik Empat: 5/5 [+] Distrik Tiga Belas: 2/5 [+] Balita/Dewasa: 5/5 | ![]() TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI TRAINING CENTER || ARENA Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain. | HUNGER GAMES 54 {DISTRIK 1}
KREIOS EPHRAIM |
![]() 21,3° - 23,6° C 21 Juni - 20 September Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan. |
Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. |
Twitter
Chatbox
|
| Waktu | Update |
|---|---|
| Sabtu, 11 April 2015 | Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out! |
| Kepada | Informasi |
|---|---|
| Semua Member | Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum |
| Semua Member | Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2) |
| Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda. Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru. Bergabunglah bersama kami! Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum: |
| Cornucopia - Feast - Enam Besar; CEK OOC | ||
|---|---|---|
| Tweet Topic Started: Friday Jun 14 2013, 08:12 PM (461 Views) | ||
| Aron Aaroo | Friday Jun 14 2013, 08:12 PM Post #1 | |
![]()
|
Impressive. Siapa yang menyangka kalau ada tiga peserta non kawanan karier yang bisa bertahan hingga enam besar seperti saat ini? Terlebih yang mengundang perhatian Capitol seperti si Dua Belas. Yang bersangkutan termasuk hiburan abadi untuk arena—karena pembina permainan menertawakan dan meludahi aksi murah di matanya; namun membuat Capitol tercengang semacam itu. Dua Belas membunuh tiga dari kawanan Karier. Dini hari, guncangan ringan pada arena—mengakibatkan tanah bergetar sekali lagi seiring dengan letusan meriam untuk yang kedelapan belas. Gavyn Onwyn, pemuda Sebelas menutup hidangan pembuka dan membuka makanan intinya. Sepuluh menit guncangan ini menuju pesta akhir. Feast. Pesta untuk enam besar. Kemudian ada pengumuman yang mulai bergaung. Memberikan sambutan dari ruang Pembina Permainan di Capitol dan bersamaan dengan dinding-dinding labirin berubah dan menampakkan Cornucopia. Lima meter tak jauh dari muka terompet, terdapat sebuah meja panjang. Panem, Arena, dan Enam Peserta. "Selamat pagi, Peserta. Tentu empat hari terakhir cukup berat sekali untuk kalian." Chuckle. "Oleh karena itu, kubiarkan kalian beristirahat dulu di hari ke lima ini. Ada enam ransel. Dengan angka bertuliskan distrik kalian dan nama depan kalian. Di dalam sana, semua yang kalian butuhkan sudah kami sediakan." Betapa Aron Aaroo bermurah hati dengan ucapan yang diperhalus oleh Claudius Templesmith yang kini bergaung dalam Arena—dia enggan bersuara. Biar sikap memerintahnya saja yang mengambil alih dengan menyuruh atribut Arena. Satu meja panjang terangkat naik dengan beberapa barang dan enam ransel. Enam sokongan untuk menjadi pemenang. Tiga di antaranya yang paling besar bertuliskan angka Satu dan Empat. Pun memiliki pelatih yang nampak kurang kompeten seperti seorang Evertsen, namun dua dari Empat berhasil lolos hingga saat ini. Untuk Satu, perempuan: sebuah ransel yang berisikan roti distrik satu, air minum, obat-obatan, dan salep. Meredakan rasa sakit dan beberapa luka gores yang mungkin ada di permukaan kulit si Vorfreude muda satu itu. Monoton, memang. [HP +50 (sponsor) & +10 (feast) ] Untuk Empat, laki-laki—Ethan Nestor: atensi Capitol ternyata tak sehebat Evertsen dulu. Panem merasa bosan padanya? Atau sikap tenang dan santai itu yang membuat Capitol penasaran jika pemuda Empat yang tahun lalu menang tiba-tiba mendapati kenyataan bahwa didikannya bisa berbanding terbalik dari dirinya. Seperti sedang memberikan pelajaran kecil untuk Evertsen bahwa kuasa Capitol bisa lebih kejam dibanding sebelumnya. [HP +10 (sponsor) & +10 (feast)] Untuk Empat, laki-laki lainnya—Hada Atala: dia tak tertebak sama sekali. Siapa yang menyangka bahwa seorang Empat beraksi begitu banyak di Bloodbaths dulu, namun hening di arena selanjutnya? Menyedihkan dan payah. Pun begitu, ransel kecil ada disana untuknya—berisikan obat-obatan dan salep untuk mengurangi rasa sakitnya akan serangan yang mungkin menggores di kulitnya. [HP +10 (feast)] Untuk Delapan; laki-laki: tidak mengejutkan. Delapan bertahan hingga enam besar. Hingga pesta ini. Ada multivitamin dan pereda nyeri dalam tas paling mungil di meja. Milikmu, ya. [HP +10 (sponsor) & +10 (feast)] Untuk Dua Belas; laki-laki dan perempuan: ini yang membuatnya bangkit dari bangkunya saat salah seorang pembina permainan—jongosnya—berceletuk soal Dua Belas mencetak rekor lagi. Isi ransel berukuran sedang itu hampir sama dengan sang rekanannya. [HP +65 (sponsor) + 10 (feast) + APKS*—Haymitch Abernathy & HP +45 (sponsor) & 10 (feast)—Maysilee Donner] Selesai. Enam ransel itu sudah berdiam manis di atas meja. Menunggu pemiliknya untuk maju dan mengambil ransel masing-masing. Pintarlah. Jangan mengambil ransel milik peserta lain kalau kau mau hidup. Kallian sudah mendapatkan hak masing-masing. Pemuda Aaroo tidak menginginkan kalian curang dalam arenanya—hahaha, ia mengutip ucapan Crane idiot. Sedikit saja kalian melirik ransel distrik lain, setidaknya ada kejutan yang tidak ingin kalian dapatkan. Jangan macam-macam.
|
|
![]() |
|
|
| Maysilee Donner | Saturday Jun 15 2013, 04:13 PM Post #2 | |
![]()
|
DISTRIK 12 || HP: 89 - 15 (Pengurangan Karena Topik PLOT - 10 (Tidak post pada tanggal 14 Juni 2013) + 45 (Sponsor) + 10 (Feast) = 119 || off roll "The path to paradise begins in hell"* Ini Eden dan ini Nerakanya. Bercampur aduk dalam realita ciptaan para pembina permainan sinting, tipuan lihai yang sudah diketahui oleh mereka-mereka yang tersisa. O, Maysilee Donner bukan lagi gadis naïf dari dua belas yang tersesat di dalam purgatorium arena. Ia sudah tahu. Ia paham betul. Ia mengerti. Kalau untuk bisa berada di sini pada detik ini, mereka semua tak mungkin ‘putih’. Tak terkecuali dia, juga partnernya yang masih bertahan sampai sekarang. Tiga karier sudah mereka hilangkan nyawanya, merah sudah menodai, tapi memang begitu caranya, kan? Keinginan si Presiden, maunya penonton, titah para Gamemakers. To kill or to be killed, sesimpel itu. Maka Maysilee tetap siaga, atensi sepenuhnya ia curahkan pada suara Claudius Templesmith yang membahana. Dari tempatnya di balik semak tanaman yang menyerupai rosemary, ia mengamati. Si pemuda Abernathy berada tak jauh di samping; itu, adalah alasan ia merasa aman. Sedikit. Karena kalau sudah begini, was-was akan selalu menyelimuti. Hanya ada enam yang tersisa, angka yang sudah menyusut drastis bila dibandingkan dengan empat puluh delapan di awal. Enam. Tiga karier, satu menengah bawah, dan dua rendahan. Dua lawan empat, bisakah mereka bertahan? Fisiknya sudah terlampau lelah, mentalnya apalagi—tak perlulah kau tanya. Perasaan was-was ini menggerogotinya dari dalam, perlahan-lahan. Degup jantung yang terus terpacu, otak yang terus mencerna situasi. —mana tahan. Enam ransel kini tertata rapi di atas meja. Miliknya paling ujung, dengan angka 12 yang terlihat samar. Satu detik ia terdiam, dan setelahnya ia maju dan langsung berlari menyambar ranselnya. Momen bagus tak boleh disia-siakan, begitu kan? ((* dante's inferno)) Edited by Corialonus Snow, Monday Jun 17 2013, 07:27 AM.
|
|
![]() |
|
|
| Shinzo Kawabata | Saturday Jun 15 2013, 08:33 PM Post #3 | |
![]()
|
DISTRIK 8 || HP: 18 + 20 = 38 - 10 (Tidak post pada tanggal 14 Juni 2013) || AP: - + AP SENJATA: - || KS: - || TARGET SERANGAN: - 3 tempat minum kulit, 1 belati Hidupnya begitu kacau dalam beberapa hari terakhir. Shinzo Kawabata yakin dia mulai kurang waras di arena, tetapi toh hingga saat ini dia masih selamat. Pemuda ini menerapkan strategi tidur berkala dan terjaga setiap sejam sekali paling tidak serta tidur di atas pohon untuk menghindari beberapa bahaya. Ia sukses melakukannya hingga beberapa jam sejak kematian Yasmine. Tampangnya pasti awut-awutan. Dia bersyukur masih hidup hingga menyadari bahwa siluet hutan di sekitarnya berubah dan menampakkan Cornucopia. Sesuatu sedang terjadi. Kaget bukan main, Shinzo mundur beberapa langkah sambil membiarkan matanya jelalatan di sekitarnya. Ada perubahan penting di tempat ini. Hutan yang dikenalinya berubah dan mendadak dia sudah berada di lokasi pertama tempatnya berada—Cornucopia. Ia seakan gila melihat tempat in. Dia tidak ingin berada di sini, seolah-olah padang rumput dengan isinya mengingatkannya akan kematian Kyle yang berada di dekatnya, mengingatkan dia bahwa dirinya bersikap pengecut dengan lari bersama Tume dan Yasmine serta tidak mencari di mana Winona berada—yah, dia memang berusaha menyelamatkan dirinya terlebih dahulu seperti dikap dasar para manusia. Ada suara besar menggaung yang dikenalinya sebagai suara milik Claudius Templesmith. Suara itu muncul dari langit nampaknya—karena sejauh Shinzo melihat sekelilingnya tidak ada orangnya di tempat ini. Suara itu memberikan beberapa kalimat yang mana di situ Shinzo sudah tahu bahwa hari telah lewat sebanyak empat kali rotasi Bumi dan bahwa dirinya sudah cukup sengsara dengan segala permainan Capitol ini. Oke. Empat hari. Empat hari yang cukup untuk membuat masa depannya terlihat sengsara. Ada beberapa luka yang ia miliki entah diperolehnya dari apa—dia tidak ingin mengingatnya karena itu membuat pikirannya makin letih. Claudius bicara mengenai enam buah ransel. Shinzo mengingat bahwa jumlah peserta memang tinggal enam orang. Dia berhak memiliki sebuah ransel dan dia tahu untuk mencapai ransel itu, dia butuh berlari sekuat tenaga tanpa melihat sekelilingnya dan begitu selesai mengamankan ranselnya dia hanya perlu berlari kembali serta tidak memandang apa yang ditinggalkannya. Yah, terdengar sederhana tetapi ada beberapa meter penuh bahaya yang harus ia tempuh untuk mengambil ransel dan itu jelas membuat nyawanya melayang kalau saja ada karier bersenjata kebetulan melintas di jalur larinya. Ini benar-benar beresiko tetapi dia jelas butuh isi dari ransel itu. Tubuhnya terasa agak sakit sekarang dan apa pun yang berada di ransel itu pasti sesuatu yang berguna. Shinzo menimbang dan menunggu beberapa saat sebelum menguatkan hatinya untuk percaya pada kecepatannya. Pemuda ini berlari dan menjulurkan tangannya mencapai ransel yang diinginkannya. Kemudian ia memutar tubuhnya serta mengambil langkah besar untuk menjauhi Cornucopia. Sementara berlari Shinzo membuka ranselnya dan mengecluarkan isi dari ransel itu. Ada obat untuknya. Pemuda ini membuka mulutnya, memasukkan obat itu ke dalam dan menelannya tanpa bantuan air. Cukup. Sekarang ia mencoba menjauh dari tempat ini. Edited by Corialonus Snow, Monday Jun 17 2013, 07:25 AM.
|
|
![]() |
|
|
| Ethan Nestor | Saturday Jun 15 2013, 09:32 PM Post #4 | |
![]()
|
Distrik 4 || HP : 112 - 10 (Tidak post pada tanggal 14 Juni 2013) || offroll Enam besar, dan ia tak mau main-main lagi. Sejauh ini ia baru berhasil menyingkirkan Yasmine Silvertongue, dan itu kalah jauh dibandingkan Hada. Tetapi rasanya jauh lebih puas, melihat perut gadis itu mengeluarkan banyak darah akibat sabetan pedangnya. Bahkan ia sempat terlihat puas saat pedangnya berlumur darah. Terbesit rasa bangga karena akhirnya bisa menyingkirkan satu musuh. Matanya sempat terlihat nyalang, seakan bukan Ethan Nestor yang biasanya. Hingga akhirnya darah itu ia bersihkan menggunakan baju Yasmine. Ini sudah hari kesekian dan tinggal enam ransel yang tersisa. Tiga karier, satu distrik menengah bawah, dan dua sampah. Ethan masih bersembunyi di balik semak, bernafas sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara. Hada juga tak berada jauh darinya. Ini adalah prestasi paling hebat, karena berhasil mencapai enam besar dengan usaha yang cukup maksimal. Yeah, ia harus merelakan matanya karena ulah Yasmine keparat itu. Sepi. Ini terlalu mencurigakan. Di mana empat orang yang lain? Kenapa belum ada yang mengambil ransel juga? Ethan masih di tempat, mengintip dari sela dedaunan. Saking sepinya, ia bisa mendengar degup jantung yang berdetak dua kali lipat dari biasanya. Otaknya sedang menghitung situasi untuk mengambil ranselnya. Mata Ethan menyipit hampir segaris ketika salah satu dari sampah itu berlari, berhasil menyambar ranselnya. Ingin rasanya langsung menyerang, membunuh dari belakang. Tak peduli apa kata orang, yang penting ia bisa jadi juara di sini. Namun kecepatan gadis itu bagaikan angin. Hanya butuh beberapa detik saja untuk kembali menghilang. Ethan sendiri masih menunggu, siapa tahu ada yang muncul lagi. Lalu matanya menangkap kupret berhasil menyambar ranselnya. Ia melirik Hada, memberi kode untuk segera mengambil ransel. Dan setelah ransel distrik delapan itu lenyap, Ethan berlari secepat mungkin seraya menyambar ranselnya. Kemudian kembali menghilang. Ia menoleh sekali lagi sebelum benar-benar pergi, berharap Hada dapat mengejarnya dan bisa berkumpul bersama lagi. Edited by Corialonus Snow, Monday Jun 17 2013, 07:25 AM.
|
|
![]() |
|
|
| Haymitch Abernathy | Monday Jun 17 2013, 07:23 AM Post #5 | |
![]()
Pemenang Hunger Games ke 50
|
DISTRIK 12 & HP: 77 - 15 (Pengurangan Karena Topik PLOT) - 30 (Tidak Post Tiga Hari) + 65 (Sponsor) + 10 (Feast) = 107 Theirs are—tunggu, apa yang bisa ia jabarkan mengenai kawanan Karier selain payah? Dua Karier tewas di tangannya dan seorang oleh rekannya. Pongah; mungkin Abernathy mendapatkan percaya diri tinggi dari itu. Jika ia dengan rekanannya bisa dengan baik mengatasi mereka, lalu mengapa yang ini tidak mungkin? Mereka, para Karier, masih sama seperti sebelumnya. Hanya sekumpulan peserta yang jauh lebih pongah dibandingkan sang Abernathy, banyak omong tanpa pembuktian, dan hal-hal menyedihkan milik Karier lainnya. Aksi mereka mencapai titik minus dalam seru tidaknya alur dalam Arena. Padahal Haymitch hanya melakukan jalan memutar dan menjauhi titik-titik dimana ia merasa bahwa akan ada kawanan Karier yang mencarinya. Entah karena hal apa—mungkin dendam pribadi karena poin dalam sesi pribadi atau fakta akan tiga dari bagian mereka akhirnya tewas di tangan distrik yang dianggap punya kelas terbawah. Dengusan halus terdengar dari sang pemuda sebelum akhirnya manik abu itu bertemu dengan biru milik gadis di sampingnya. Rekannya, ya. Sekutunya, ya. Maysilee Donner. Entah apa yang merasuki Haymitch sehingga menawarkan diri sebagai seorang sekutu jika sebelumnya ia memilih untuk bertahan sendiri. Klise apabila sulung Abernathy memberikan alasan seperti ingin Donner muda yang bertahan dan menang jika ia harus mati. Setidaknya pemikiran tentang menjadi dua peserta terakhir dari Dua Belas dan menggegerkan Panem tidaklah buruk. Capitol harus diberitahu tentang ‘revolusi’ kecil milik distriknya. Mereka sanggup bertahan hingga Feast setelah Wolfrain Verge dengan ajaibnya mencapai titik ini dengan kondisi yang cukup mengenaskan. Haha. Peduli setanlah dengan kondisi Verge dulu. Setidaknya pemuda yang membuat kening sulung Abernathy berkerut karena dengan sikap ajaibnya saja sang Verge bisa bertahan hingga enam besar, mengapa Haymitch dan Maysilee tak mencobanya hingga tiga besar? Begitu rekannya berlari, ia melompat dan menjaganya dari sisi. Tidak peduli siapapun yang muncul nantinya, setidaknya Haymitch harus mengurangi satu beban mereka di titik ini. Siapapun itu, bagaimanapun caranya. |
|
![]() |
|
|
| Maysilee Donner | Tuesday Jun 18 2013, 12:49 PM Post #6 | |
![]()
|
DISTRIK 12 || HP: 119 - 10 = 109 Shinzo Kawabata (8) & Ethan Nestor (4) AP: [result]5&2,1d8,3,5&1d8+3[/result] (8) & [result]11&8,1d8,3,11&1d8+3[/result]+[result]2&2,1d2,0,2&1d2[/result] (4) || KS: [result]22&22,1d24,0,22&1d24[/result] (8) & [result]20&20,1d24,0,20&1d24[/result] (4) 1 pisau Jika ada satu hal yang dapat kupelajari dari aliansi sang dara Donner dengan Haymitch, itu adalah pemuda Abernathy itu begitu keras kepala. Sekutu. Segalanya jauh lebih mudah seperti ini. Mereka, dua dari Dua Belas itu, mengumpulkan makanan lebih banyak, mendapat jatah tidur lebih banyak, bertarung lebih mudah, dan saling menjaga punggung masing-masing. Pun meriam yang digaungkan dari sistem kendali atau apapun itu di Capitol tak semeriah sebelumnya, namun Donner muda tahu bahwa disinilah penentuannya. Disini, Cornucopia ini lagi yang menjadi puncaknya. Dua Belas baru saja membunuh tiga peserta dan menakjubkannya, ketiganya adalah Karier. Apa yang dimiliki mereka, para Karier, merupakan sebuah keajaiban bagi sekutu ini—roti, air bersih, dan beberapa hal yang berharga. Satu lagi mukjizat dalam satu hari yang membuat perut sang dara serta rekanannya lebih kenyang dari biasanya. Seperti kesepakatan bisu kami, sebagian makanan dimasukkan ke dalam ransel Maysilee, sebagian lagi berakhir di ransel Haymitch. Kemudian, seperti yang biasa Haymitch lakukan setiap kali, sang adam mengajaknya untuk melangkah, untuk berjalan lagi. Biru di maniknya memerhatikan bagaimana pemuda itu kemudian melompat dan bersiap dengan senjata di samping sang gadis. Donner belia sendiri sudah menggenggam gagang pisaunya; mereka memilih strategi saling menjaga satu sama lain lagi dan merebut apapun yang bisa mereka ambil. Persediaan mereka belum tentu bisa mengimbangi milik Karier. Gadis bersurai pirang itu sadar betul bahwa pasokannya dan sang rekan bisa sewaktu-waktu habis. Jadi, sebutlah ini sebagai antisipasi sebelum mereka justru yang berpulang karena kurangnya strategi. Gadis itu berlari untuk meraih ranselnya kemudian berbalik. Ia tahu kesempatannya hanya pada detik ini. Oleh karenanya, gadis itu merunduk dan menendang bagian belakang lutut peserta distrik Delapan dan kembali berlari untuk nekat menyerang peserta lainnya dari Empat. Tangannya yang menggenggam pisau diarahkan ke lengan atas pemuda dari Empat itu dan berusaha menusuknya setelah meninju hidungnya. Sekarang atau tidak sama sekali. Berusaha atau menyerah tanpa berjuang. Maysilee masih ingin pulang dan menyapa saudarinya di rumah. |
|
![]() |
|
|
| Haymitch Abernathy | Saturday Jun 22 2013, 02:36 PM Post #7 | |
![]()
Pemenang Hunger Games ke 50
|
Distrik 12 & HP: 67 Ethan Nestor & Hada Atala AP: [result]9&6,1d8,3,9&1d8+3[/result] + [result]1&1,1d3,0,1&1d3[/result] (1) & [result]5&2,1d8,3,5&1d8+3[/result] + [result]2&2,1d3,0,2&1d3[/result] (4) || KS: [result]10&10,1d24,0,10&1d24[/result] (1) & (SPONSOR/ABILITY) (4) 2 pedang & 2 pisau + 1 ability sponsor Pemuda itu mengikuti bagaimana pergerakan Maysilee. Ia sama sekali tak menyangka bahwa gadis itu bisa begitu memiliki keinginan menghabisi lawan untuk mempersingkat waktu. Haymitch sendiri sadar bahwa semakin sediki peserta yang tersisa maka semakin besar pula peluangnya untuk pulang. Ia atau gadis Donner yang tak lain adalah sekutunya. Bayang-bayang itu kembali menghantui benaknya; mengenai dimana kemudian mereka hanya berdua dan dihadapkan satu sama lain untuk saling bunuh setelah penawaran sekutu bodoh yang dilontarkan oleh sang pemuda. Ia masih gemetaran hebat begitu tiga Karier tewas; menjadikan dua dari Dua Belas mempunyai musuh baru—karier lainnya yang masih hidup, yang mungkin begitu setia kawan dan berniat membalas dendamkan semua penderitaan rekanannya. Membalas aib yang diterima oleh kawanan tak terkalahkan di Arena. Sampah. Dibunuh oleh peserta dari distrik yang tak disangka-sangka oleh Capitol tentu termasuk hinaan sendiri untuk Karier; penilaian subyektif dan opini sang pemuda, tentu. Setelah gunung berapi itu meletus dan tiga karier tewas di tangannya dan sang rekan, ada perasaan resah dan kalut yang menyergap Haymitch. Malam-malamnya, dimana ia berganti jaga dengan sang rekan, sama sekali tak bisa membuatnya bisa dengan tenang dibuai oleh bunga tidur. Surga ini nerakanya. Praktis, pun termasuk pembelaan dan bayangan pulang kemudian merasakan angin di Seam kembali, Haymitch menjadi salah satu dari mereka—membunuh untuk kepuasan Capitol akan arena ini. Dingin yang merayap di sekujur tubuh sang adam membuatnya kemudian sadar bahwa menang ataupun mati di arena, keduanya sama saja. Persetanlah dengan pemikiran sentimentil. Pemuda itu melompat dan dengan sigap kali ini memunggungi gadis Donner mulai menyerang pemuda dari Empat dengan tangan kosong—meninju telak di bagian wajahnya. (Hada Atala.red) Kemudian tangannya yang lain mengarahkan pedangnya ke arah peserta lainnya dari Empat; berusaha memberikan goresan atau tusukan yang mungkin tak bisa dilupakan oleh lawannya. (Ethan Nestor. red) Haymitch juga mulai bosan dengan ini semua. Emosinya tidak begitu stabil karena mimpi buruk itu mulai menyergap malam-malamnya. Namun, jika tidak begini—kapan ia bisa pulang dan mengacak rambut Dylan lagi, hm? Ia harus pulang. Ability(...) sponsor pertama digunakan ke Hada Atala. Otomatis serangan kena, ya. ' ')b |
|
![]() |
|
|
| Tupai | Saturday Jun 22 2013, 03:03 PM Post #8 | |
![]()
|
HAAAAAAAAAAAAARGH. Seenak udelmu sendiri main kabur dari titisan moyang Squitler ini, hah. Tidak ada yang boleh kabur dari serangan demi serangan pasukan tupai satu ini. Bahkan sang sersan sendiri yang kali ini turun tangan. Rasakan kau para banci dan peserta cemen. Ia akan menghantui hidup kalian dengan bentuk yang ditakuti oleh seantero Panem; badan mungil menggemaskan namun punya otot kawan, tulang besi, dan gigi runcing dan tajam seperti baja. Ahak. Matilah kalian! ISTIRAHAT DI TEMPAAAAT, GRAK! Serpai merunduk, mempersiapkan amunisi berikutnya. Tentu saja ia masih punya banyak persediaan granat kenari. Kau pikir ia bertempur tanpa persiapan yang matang, hah? Aturan nomor satu: jangan pernah pergi ke medan perang tanpa bekal maksimal. Petuah dari moyang Squitler, tentu saja. Moyang Squitler sangat hebat: pernah mengalahkan seekor singa hanya dengan sekali kedip. Tanya bagaimana caranya? TIDAK BOLEH! Itu sudah menjadi rahasia keluarga Squitler selama bertahun-tahun. SIAAAAAP, GRAK! Granat demi granat kenari itu ia jatuhkan pada si cewek. Cih! Mencoba untuk lolos? Tidak akan! Rasakan granat-granat kenarinya yang begitu menyakitkan. Kalian akan mati! MATI, WAHAI PARA BANCI! LIHAT SAJA! TEMBAAAAAAAAAAAK! HANYA SAMPAI DISITU? OH TIDAK BISAAAAAAAA. Serpai kali ini dengan sigap turun dan kemudian memanjat ke tubuh satu peserta dan menyerang tenggorokan si Tolakbala itu. Haha. Tidak ada yang bisa lolos dari Serpai. Tidak satupun—oleh karenanya sang genetika mulai menancapkan gigi runcingnya di tenggorokan pemuda itu dan berusaha memakannya. Kenari itu bagian anak buahnya. Serpai punya jatah daging. HAHAHAHA. |
|
![]() |
|
|
| Maysilee Donner | Sunday Jun 23 2013, 08:57 AM Post #9 | |
![]()
|
DISTRIK 12 || HP: 29 :"| Flavea Vorfreude & Ethan Nestor (4) AP: [result]10&7,1d8,3,10&1d8+3[/result]+[result]1&1,1d2,0,1&1d2[/result] (1) & [result]9&6,1d8,3,9&1d8+3[/result] (4) || KS: [result]1&1,1d24,0,1&1d24[/result] & [result]2&2,1d24,0,2&1d24[/result] 1 pisau Is there anyone trying to find me?* Gadis itu tak menyangka dengan gerakan dari rekannya. Ada spasi antara ia dan Haymitch yang ia ciptakan kala sang rekan mulai dengan serangannya. Segala ekspektasinya akan pemuda itu memang apa adanya. Mungkin Haymitch memang seorang petarung, mempertahankan apa yang ada dalam sisa-sisa dirinya untuk pulang. Itulah yang kemudian memacu sang dara untuk terus berjuang demi apa yang ia ingin dapat juga. Pulang, bukan menang. Namun, untuk menginjakkan tanah di Dua Belas lagi, ia harus menang. Maka, itu yang ia tancapkan dalam-dalam di benaknya. Pun tahu bahwa nantinya ia akan menghadapi sang rekan jika kedua lolos hingga dua besar. Ada jerit yang tertahan saat salah satu dari Empat ambruk tak bernyawa. Inilah Capitol dan permainan mereka. Ada ketakutan yang berkumpul dan menyergap Maysilee secara bersamaan. Sudah empat besar. Itu artinya hanya perlu membunuh dua orang lagi untuk menghadapi mimpi terburuknya; rekanannya sendiri. Gadis Donner itu tak pernah sekalipun membayangkan bagaimana jika memang dua dari Dua Belaslah yang menjadi peserta terakhir yang bertahan di dalam Arena. Mungkin Capitol akan terperangah atau memaki. Atau penduduk di distrik Karier akan berteriak berang mengingat distrik dengan angka terbesarlah yang menghabisi kawanan Karier. Itu mencetak sejarah baru, sepertinya. Membunuh dan menghabisi. Entah sejak kapan kata-kata demikian menjadi begitu mudah untuk dijabarkan. Seperti sudah menjadi aturan umum dalam arena bahwa yang demikian, mau tak mau ataupun sudi tak sudi akan tetap terjadi juga. Mereka semua sama. Masuk hanya untuk memburu dan diburu. Sama-sama meregang nyawa dan diselimuti mimpi buruk. Terburuk dari yang terburuk. Maysilee mulai dengan serangannya lagi. Ia berusaha menendang paha kanan dari lawan sebelumnya, pemuda dari Empat yang masih berjuang untuk hidup, kemudian berlari menyerang peserta perempuan yang tersisa selain dirinya. Menusukkan belati ke daerah manapun yang dirasa fatal. Ia ingin segera mengakhiri arena ini dan pulang. Maniknya membutuhkan manik kembarannya untuk tetap membuatnya sadar dan waras. *) Avril Lavigne |
|
![]() |
|
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | ||
| « Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic » |













9:32 PM Jul 11