|
TERM 9: 2193 - 2194 [+] Topik AU: 4/5 [+] Visualisasi Asia: 3/3 [+] Capitol: 5/5 [+] Distrik Satu: 4/5 [+] Distrik Dua: 4/5 [+] Distrik Empat: 5/5 [+] Distrik Tiga Belas: 2/5 [+] Balita/Dewasa: 5/5 | ![]() TENTANG INDOCAPITOL || THE LAW OF INDOCAPITOL PAPAN PENGUMUMAN|| POTRET WAJAH PENGAJUAN AFFILIASI || AFFILIASI TRAINING CENTER || ARENA Gunakan kode warna #00BFFF untuk mengutip dialog karakter lain. | HUNGER GAMES 54 {DISTRIK 1}
KREIOS EPHRAIM |
![]() 21,3° - 23,6° C 21 Juni - 20 September Yay, yay! Musim panas telah tiba! Sudah siapkan pakaian terbaikmu untuk Pemungutan Suara tahun ini? Jangan lupa siap sedia payung di bulan Agustus karena akan sering hujan. |
Segenap keluarga besar Indonesian Capitol mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. |
Twitter
Chatbox
|
| Waktu | Update |
|---|---|
| Sabtu, 11 April 2015 | Dibukanya topik Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out! |
| Kepada | Informasi |
|---|---|
| Semua Member | Silahkan cek Pengumuman Seputar Forum |
| Semua Member | Silahkan cek Pendaftaran Pra-Registrasi Time Is Tickin' Out (IndoCapitol V.2) |
| Selamat datang di Indocapitol. Forum roleplay berbasis teks yang mengangkat cerita dari The Hunger Games tilogy karya Suzanne Collins. Kalian akan dipilih menjadi penghuni dari salah satu distrik, menjalani keseharian kalian di distrik masing-masing, mengikuti reaping, dan dipilih menjadi peserta dalam event The Hunger Games dalam Arena. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Semoga keberuntungan selalu menyertai Anda. Registrasi member baru akan dibuka pada 28 Januari 2014. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan IndoCapitol jika kami membuka pendaftaran member baru. Bergabunglah bersama kami! Jika Anda telah terdaftar sebagai member, silakan log in untuk mengakses forum: |
- Pages:
- 1
- 2
| [PLOT] Engkau lilin-lilin kecil.; (c) Alm Chrisye. OOC | ||
|---|---|---|
| Tweet Topic Started: Wednesday Jun 26 2013, 09:48 AM (894 Views) | ||
| Maysilee Donner | Wednesday Jun 26 2013, 09:48 AM Post #1 | |
![]()
|
Yang tersisa hanya tiga orang. Itu artinya semakin dekat dengan rumah. Semakin dekat dengan mimpi untuk kembali menghirup udara di Dua Belas dan terbuai bunga tidur di buaian yang empuk. Wajah-wajah yang ia rindukan dan suara-suara yang ingin ia dengar. Tersisa dua orang yang harus Maysilee hadapai. Dan sialnya, satu di antaranya adalah rekanannya; yang menawarkan bantuan dan tawaran sekutu hingga detik ini. Untuk saling menjaga dan melindungi hingga waktu menyedihkan itu tiba. Lanskap tandus dengan bebatuan tajam itu seolah mengejek. Mengolok dua anak manusia dari Distrik Bawah. Mendera, kedua muda-mudi itu khususnya, dengan pemandangan kering nan muram. "Cuma sampai di sini, Haymitch." Kata-kata gadis Donner itu, sayangnya, terdengar begitu final, pasrah, dan menyalahkan. Lisan itu mutlak dan tidak dapat dihapus—sekejap, belia Donner sedikit menyesalinya. Ditatapnya dasar tebing dengan datar, kemudian ia tatap punggung Haymitch yang masih menunduk ke bawah, selangkah di depanku. Dara itu menghela napas panjang dan kembali mengingat-ingat lagi betapa pemuda Abernathy itu ingin keduanya sampai di tempat ini. Mengekspektasikan sesuatu yang besar dan megah dan mengejutkan, ketika di akhirnya, kau dihadapkan oleh opsi bunuh diri yang lain. Kesebalan yang samar mulai membara lagi dari dalam, ketika gadis bersurai pirang berubah memandang tebing itu dengan miris. Haymitch masih tegar berdiri di tempatnya. "Aku ingin kita kembali," aku sang dara sembari masih menatap sosok rekanannya. Dia mungkin akan berhenti mendorong-dorong kami kesana-kemari mencari ujung, kini setelah kita melihat apa yang ada. Dara itu bersiap untuk memutar tumitnya dan sedikit berharap bahwa kali ini Haymitch mendengarkannya. Ia mulai bosan dengan keras kepala pemuda itu.
|
|
![]() |
|
|
| Haymitch Abernathy | Thursday Jul 4 2013, 07:44 PM Post #2 | |
![]()
Pemenang Hunger Games ke 50
|
Satu seringai tipis yang muncul di wajah Abernathy muda begitu dua Karier yang dilihatnya terkuat sudah tumbang. Tanpa pikir panjang, sebuah ajakan dilontarkannya pada dara Donner untuk terus berjalan. Setidaknya menjauhi Cornucopia adalah ide baik untuk memertipis kemungkinan bahwa satu gadis dari Satu itu menyerang brutal. Karier tetaplah Karier, no matter what happens. Rasionalnya ia masih memikirkan bagaimana tenaga gadis itu, pun ia sendiri adalah seorang adam. Jika seorang dari kawanan Karier, terlebih seorang perempuan, sanggup bertahan hingga tiga besar—itu artinya memang ada mimpi burukmu disana. Mereka, para Karier, yang bertahan hingga titik ini ada untuk menjadi penjagal nyawa. Apa sebutannya? Malaikat pencabut nyawa? Haha. You wish. Iblis mungkin terdengar lebih cocok untuk mereka. Kemudian ia ingat kembali apa yang dulu sempat ia lontarkan kepada rekannya sebelum mencapai titik ini; "Sekutu?" Dan kini seperti ada lega yang menggelayut, namun juga depresi serta frustasi mengingat bagaimana akhiran dari arena ini. Ada kemungkinan bahwa apa yang ia pikirkan dan atur dalam kepalanya sebagai satu strategi memang benar-benar terlaksana. Dua orang terakhir adalah Dua Belas. Pembuktian pada Capitol bahwa distrik dengan nomor terbesar tak bisa diabaikan. Atau kau sebenarnya seorang idiot, Haymitch Abernathy. Sang adam menoleh ketika suara sopran itu membuyarkan lamunannya. Seperti biasa, tidak ada respon dari sulung Abernathy hingga lawan bicaranya tuntas dengan segala protesnya. Ada napas yang terhela berat saat gadis itu meminta mereka berdua untuk kembali dan seolah terdengar menyerahkan nyawa kepada Arena tanpa taktik untuk membunuh Vorfreude muda. Meh. "Tidak." Karena dengan mereka menghentikan langkah mereka untuk berbalik, itu sama saja menjadikan keduanya sebagai buruan dan bukannya yang mengejar satu dari Karier yang tersisa. Tidak ada banyak waktu untuk berjalan memutar. Bahkan dengan mantap, manik abu badai itu menatap langsung ke biru dara Donner, "Karena tempat ini pasti ada ujungnya, kan? Arena ini pasti tidak tak terbatas." Sebuah jeda begitu ia melihat ke dasar tebing. Ada sesuatu yang janggal disana. Lempengan tipis yang berkilat.* "Aku ingin tetap di sini." Haymitch masihlah seorang keras kepala. Tidak berubah. *) Medan gaya. Edited by Haymitch Abernathy, Thursday Jul 4 2013, 08:35 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Maysilee Donner | Thursday Jul 4 2013, 08:43 PM Post #3 | |
![]()
|
He should really stop doing that. Mereka sudah seperti ini selama berhari-hari. Secara konstan berjalan, mendaki, menembus hutan, mengumpulkan makanan, dan Haymitch melakukan segalanya dengan tanpa jeda—seolah maraton tengah berlangsung, dan mereka akan kalah kalau lambat barang satu detik saja. Seolah ada yang mengekori dan mereka akan langsung tertangkap kalau terlalu lama alpa menapak. Haymitch menolak untuk berganti rute atau menetap di satu tempat. Pemuda itu, layaknya nomaden, selalu ingin berjalan, berjalan, berjalan. Masalahnya, Maysilee masihh tidak mengerti mengapa ia mempertahankan cara pikir yang seperti itu. Yang menganggap ujung Arena ialah segala-galanya, seperti dia akan puas sekali kalau sudah tiba di sana. Di dalam otaknya, Donner itu tidak pernah mau memikirkan akhir Arena. Kalaupun ada, yang di benaknya hanyalah berupa dinding besi tebal nan tinggi, atau mungkin ketiadaan—poof! Di mana semua isi Arena menghilang begitu saja, dan isinya hanya putih, putih, putih. Di mana semuanya berakhir. Terpampang di depan mata, adalah sebuah jurang yang curam. Maysilee tidak mau melangkah lebih dekat lagi—sebuah tengokan sudah cukup untuk memastikan bahwa kau akan mati kala menyentuh dasar sejauh itu. Dan lagi, Haymitch masih ingin tetap di situ. Dia betul-betul tidak habis pikir lagi apa yang bisa dilakukan dengan sebuah jurang dan pengamatan yang berakhir buntu. Keras kepala adalah keras kepala. Adakah pemuda ini berpikir dia layak mempertanggung jawabkan apa yang sejak kemarin telah dielukan? Dia betul-betul tidak mengerti. Saat inikah dia harus membuat keputusan? Bukan haknya untuk menyuruh Haymitch mundur tanpa protes. Sejak awal, aliansi ini hanya menahan mereka untuk hidup lebih lama. Bukan untuk memperlebar relasi, macam apapun ini. “…Lebih baik kita berpisah sekarang,” Dia memutuskan aliansinya setelah sekian lama, setelah tinggal hanya bertiga. Napasnya ditahan. Harus ada alasan. Harus harus harus. “Aku tidak mau jika akhirnya hanya tinggal kita berdua.” Maysilee Donner tidak mau membunuh Haymitch Abernathy. Dia tidak berhak untuk itu. Edited by Maysilee Donner, Thursday Jul 4 2013, 08:43 PM.
|
|
![]() |
|
|
| Galah Cockatoo | Thursday Jul 4 2013, 09:33 PM Post #4 | |
![]()
|
Galah-nyan ☆ミ(o*・ω・)ノ HP: 50 Target: Maysilee Donner-neechan! AP: [result]14&14,1d15,0,14&1d15[/result] | KS: [result]29&29,1d30,0,29&1d30[/result] YOOOO-HOOOOOOO!!! Enak lho bisa terbang lama-lama lagi! Habis, Galah-nyan dari dulu tidak pernah dilepas sama orang-orang Capitol. Selama ini, Galah-nyan selalu dikurung di tempat aneh, dikasih makan ini itu sama orang-orang suruhan Lisette-sama, terus ruang gerak Galah-nyan juga nggak luas. Galah-nyan iri banget deh sama muttan-tachi yang dilepas di arena, habis Galah-nyan suka jadi tempat sampah cerita-cerita muttan yang lain. Jabberjay-jiisan selalu bilang kalo Jabberjay-jiisan sudah capek ngepoin pembicaraan orang, terus karena udah pusing Jabberjay-jiisan nyerang orang deh. Terus terus, Hyena-niichan bilang kalo manusia-manusia di arena itu banyak banget manusia jenis betina yang cantik-cantik. Terus kabar terakhir dari Kupa-chan dan Serpai-sensei, peserta tribute tahun ini buanyaak banget. Iih, Galah-nyan makin penasaran deh sama kondisi arena nanti kayak apa! Ternyata Lisette-sama memberinya kesempatan, tapi katanya semua sistem tubuhnya diciptakan untuk membunuh manusia-manusia yang selain Lisette-sama dan teman-teman Lisette-sama. Aah, Galah-nyan tidak merasa tuh, malah pengen kasih semangat buat mereka supaya semangat membunuh dan semangat move on untuk mereka yang selama dari arena. Hihihi. Ups, yang gagal move on tersinggung ya? Maaf ya, Galah-nyan tidak bermaksud mengungkit masa lalu, Galah-nyan cuma terlalu senang. Ya pokoknya Galah-nyan senang deh. Nanti kalau Galah-nyan pulang, Galah-nyan mau cium Lisette-sama! Iya dong, 'kan sebagai tanda terima kasih karena Lisette-sama sudah memberi kesempatan Galah-nyan. Nyuuu, nyuuu~ Galah-nyan melihat orang-orang yang sedang berjalan di sana, widih, dua orang, laki-laki dan perempuan. Kawaii! Koibito desu ka? Orang pacaran bukan? Galah-nyan mau kayak gitu juga sama Cocka-kun, jalan-jalan siang berdua. Romantis banget deh! Galah-nyan mau tanya resepnya ah sama Onee-chan yang itu, biar gampang dipraktekin buat pedekate sama Cocka-kun. Galah-nyan melesat terbang sembari paruhnya mematuki leher Onee-chan itu. Biar Onee-chan yang itu tahu kalau Galah-nyan mau tanya sesuatu perihal masalah sesama makhluk betina. ONEE-CHAN~! ONEE-CHAAN~! |
|
![]() |
|
|
| Maysilee Donner | Thursday Jul 4 2013, 09:58 PM Post #5 | |
![]()
|
HP: 16 AP: [result]10&7,1d8,3,10&1d8+3[/result] / KS: [result]19&19,1d24,0,19&1d24[/result] Mudah, kan. Haymitch Abernathy mengiyakan apa yang ia baru saja ajukan, lalu semuanya usai. Semudah itu. Tidak pakai banyak bicara, dan dia tinggal membalikkan badan saja. Yang didengarnya dari Haymitch hanyalah sebuah `oke`, dan menurutnya itu final. Aliansi mereka selama sisa Arena sudah usai. Mereka, kalau bertatap muka lagi, akan saling membunuh. Mungkin seharusnya Maysilee memanfaatkan waktunya untuk merentangkan jarak sejauh mungkin, namun dia tidak melakukannya. Tumitnya diputar, langkahnya diambil pelan-pelan. Dengan berhati-hati menuruni tanah yang berbatu, entah akan ke mana. Apakah dia harus kembali ke dalam hutan? Pembina Permainan pasti mendorongnya keluar, sisa tiga peserta dan Arena ini masih terlalu luas… Dia hanya tidak ingin bertemu baik Haymitch maupun si Karier yang tersisa. Tidak usah. Lebih baik mengulur waktu, yang lama, atau tidak usah berpartisipasi dalam pencabutan nyawa. Maysilee Donner sudah cukup membunuh, kiranya dia tidak mau menabung dosa—jika dia berpulang nanti, dia tidak akan mengerti bagaimana cara menebusnya. Kepala ditelengkan, memicing menatap rimbunnya hutan di kejauhan. Terlalu jauh jaraknya. Dia akan nampak terlalu terekspos di lapangan terbuka sebelum bibir hutan, dan siapa tahu Karier itu sudah mengintainya. Plus, dia hanya sendiri. Haymitch ada di belakang, mungkin duduk dan mengamati pinggir jurang atau apalah—Maysilee menengok, out of curiosity, akan apakah dia masih bisa melihat Haymitch di sana. Tapi dia hanya mendapat patukan di leher dan banyak sekali variasi warna antara merah gelap dan merah jambu. Ada suara-suara yang tidak dikenali. Dia jatuh tersungkur di atas punggungnya, menjerit-jerit, menepis-nepis burung itu dan menghalaunya dengan apa saja. Paruhnya berusaha mengambil sebanyak mungkin dagingnya. Maysilee terengah dan meraih pistol udaranya, mengayunnya serabutan, berharap semoga itu melukai si muttan. |
|
![]() |
|
|
| Galah Cockatoo | Thursday Jul 4 2013, 10:22 PM Post #6 | |
![]()
|
Galah-nyan ☆ミ(o*・ω・)ノ HP: 40 Target: Maysilee Donner-neechan! AP: [result]15&15,1d15,0,15&1d15[/result] | KS: [result]13&13,1d30,0,13&1d30[/result] Onee-channya kaget ya sama Galah-nyan? Setelah Galah-nyan sapa dengan salam melesat seperti biasa, Onee-chan malah jatuh tersungkur, terus Onee-channya ngusir-ngusir Galah-nyan. Tuh, Galah-nyan sampai ditepak pakai senjata besar lagi sama Onee-chan. Terus kena sayap Galah-nyan, Galah-nyan langsung protes sama Onee-chan. Hueeeeee~~ Galah-nyan tidak mau kalah, ia kembali melesat dan mematuki Onee-chan semakin kencang sebagai bentuk protes unyunya. Galah-nyan salah apa?! Maksud kedatangan Galah-nyan kan baik, mau tanya masalah sesama betina saja. Kok Galah-nyan malah dipukul pakai senjata? Onee-chan jahat! Onee-chan hidoi! Galah-nyan benci Onee-chan! Ya sudah, karena Onee-chan sudah jahat sama Galah-nyan, Galah-nyan mau ngambek aja. Galah-nyan patuk Onee-chan saja di mana-mana, biar wajah Onee-chan rusak, biar Onii-chan yang tadi jalan sama Onee-chan bisa Galah-nyan rebut, hihihi~ (... Galah-nyan nggak sadar jenis ah.) Aduh aduh, Galah-nyan jadi lupa sama tugas yang diberikan Lisette-sama. Galah-nyan 'kan harusnya bermain semua manusia yang ada di sini. Aduuh, tuh 'kan, Onee-chan sih, Galah-nyan jadi lupa deh sama tugas utama deh. Nih, rasakan, patukan cinta dari Galah-nyan! Biar tau rasa cinta dari Galah-nyan, huh. |
|
![]() |
|
|
| Maysilee Donner | Thursday Jul 4 2013, 10:52 PM Post #7 | |
![]()
|
HP: 1. Target: Galah Cockatoo. AP: [result]8&5,1d8,3,8&1d8+3[/result] / KS: [result]10&10,1d24,0,10&1d24[/result] Capitol, o mahadewa—Maysilee Donner nyaris membatin dengan nada menyindir, dan dia pikir nampaknya dia nyaris ketularan Haymitch Abernathy. Muttan itu, layaknya manipulasi Capitol lainnya, sama kurang ajarnya. Enam belas tahun dara itu hidup dan dia tidak pernah tidak mengenal muttan meski hanya dari layar televisi; maka jadilah, dia dibayangi ketakutan akan diserang muttan serigala, atau anjing hutan, atau beruang, atau yang paling parah… singa. Arena telah membuktikannya tahun-tahun terakhir ini, bahwa rekayasa itu jadi semakin mengerikan. Dimulai dari mamalia berkaki empat hingga serangga seperti lebah. Semuanya sinting, sinting, sinting. Seperti burung berbulu merah jambu berparuh tajam yang sedari tadi mencuili dagingnya itu. Dia merasakan titik-titik panas di sekujur lehernya. Panas. Kemudian, perih. Rasanya sakit sekali. Ada merah ketika paruh itu dicabut, ada merah lagi ketika paruh itu mencucuk. Pistol udara kosong yang diayunkan itu tidak berguna banyak karena sang muttan toh akan datang lagi. Maysilee mengisak dan menjerit lagi, pistolnya diayunkan putus asa. Dia hanya merasakan sakit, dan sakit, dan sakit. Dia ingin mengingat soal kampung halamannya, pusat kota, toko permen kecil mereka, rumah yang hangat… wajah-wajah Mom, Dad, saudari kembarnya, teman-temannya, rekan-rekannya sedistriknya, Haymitch Abernathy… Maysilee berusaha mengalihkan pikirannya saat muttan itu mematuki dirinya tanpa ampun; kini bukan hanya di leher saja, tapi sekujur badannya. Di pundaknya. Di dadanya. Di lengannya. Dagingnya terkoyak dan tercabik, terambil sedikit demi sedikit. Dia rompal seperti penghapus karet murid sekolah. Dia bertotol-totol merah dan perih. Sakit. Daging terbuka itu nyeri sekali. Dia mengibas lagi tanpa betul-betul memperhatikan. Hanya bergerak sebisa mungkin agar muttannya pergi. Namun dia tahu, usahanya tidak begitu berharga lagi. |
|
![]() |
|
|
| Galah Cockatoo | Thursday Jul 4 2013, 11:22 PM Post #8 | |
![]()
|
Galah-nyan ☆ミ(o*・ω・)ノ HP: 40 Target: Maysilee Donner-neechan! AP: [result]14&14,1d15,0,14&1d15[/result] | KS: [result]30&30,1d30,0,30&1d30[/result] Hahaha, lihat deh, badan Onee-chan jadi ada coraknya, corak-corak bunga mawar deh kayaknya. Itu semua hasil patukan paruh cintanya Galah-nyan loh! Haha, Galah-nyan memang suka bikin corak dengan paruhnya sendiri, terus kata Otou-san dan Okaa-san, Galah-nyan berbakat bikin gambar dengan paruh loh! Tapi baru kali ini Galah-nyan bikin gambar dengan media selain kayu, ternyata media kulit manusia lebih gampang dibikin bentuk loh! Wah, kapan-kapan seru nih kalau disuruh gambar yang lain pada media gambar badan manusia. Terus merah-merah yang keluar dari dalam badan Onee-chan juga bagus deh. Warnanya bagus kayak warna bulunya Galah-nyan, tapi lebih tua. Terus baunya nggak enak, kayak ikan mati; amis-amis kental begitu, Galah-nyan nggak suka bau yang kayak begitu. Kemudian, Onee-chan mencoba menepak Galah-nyan lagi. Iih, Onee-chan nyebelin, harusnya Onee-chan tahu diri, yang nyerang Galah-nyan duluan siapa. Huh, manusia memang kompleks, pantas Lisette-sama benci dengan manusia macam ini, kebiasaannya senggol bacok, nggak bisa diajak bercanda. P a y a h. Ya sudah, lanjutkan lagi menggambarnya, biar nanti Lisette-sama dan Redemptus-sama terkesan dengan hasil kerja Galah-nyan. Supaya nanti Galah-nyan bisa sombong-sombong cerita gimana Galah-nyan melukis tubuh manusia betina itu dengan paruhnya yang tajam. Terus, Galah-nyan bisa pulang deh, bisa ketemu lagi sama Cocka-kun. Untuk sementara, sabar ya, Onee-chan, lukisan bunga mawar merah darahnya belum beres. Saa, asobimashou ka ?* Hi hi hi~ * Mau main? |
|
![]() |
|
|
| Maysilee Donner | Thursday Jul 4 2013, 11:52 PM Post #9 | |
![]()
|
HP: 1. Offroll. Lalu, pada akhirnya, dia mulai mati rasa. Koyakan itu meluas. Tidak hanya di lehernya, dadanya, lengannya, atau manalah—rasanya seolah muttan itu membelah diri menjadi banyak dan mencucuki bagianm tubuhnya satu-persatu. Maysilee Donner hanya mengerang-ngerang, sesekali mengisak frantik, jeritannya keluar tertahan. Tidak. Paruh itu masih bergerak terlalu dekat. Tidak. Tidak mau. Dia menggapai untuk pistol udaranya, namun terlempar entar ke mana. Mungkin tepat di depan jangkauan lengannya. Mungkin sudah jauh terlontar. Dia tidak tahu. Dia setengah berpikir sudah tidak sadar apa-apa lagi. Kesadarannya surut dan menghilang. Dia berjengit pada setiap patuk, bergerak menahan sakit. Tubuhnya seolah tremor dan tidak berhenti. Apa yang keluar dari mulutnya kini mirip tangisan. Semakin keras, namun semakin pasrah semakin burung itu mencemili dirinya. Dia butir jagung. Dia beras pangan. Capitol memperlakukannya seolah dia bukan manusia, namun pakan burung. Dia tidak tahu lagi muttan itu ada berapa, karena semuanya nampak berbayang. Dia mendongak dan menemukan langit, merasakan gatalnya rumput di bawah kulit. Dia menarik napas, namun mencekat. Ada yang menyumbat. Dia diparuh lagi. Dan lagi. Terus. Ada hitam, ada putih yang mencampur. Tangannya bergerak menuju lehernya, di mana dia rasa paling sakit. Ada basah yang menyeluruh di sana. Amis. Merah. Bergerak, mengucur dan tidak berhenti. Ada rasa besi di mulutnya, asin di lidahnya. Maysilee menekan lehernya pada lubang yang menganga, namun basahnya terus merebak. Sakit sekali. Dia membatuk satu kali, isakannya semakin keras. Visinya memblur. Belum terlambatkah untuk meminta? Dia harus meminta kepada siapa? Ketika jam pasir terus berjalan dan dia kehabisan sekon… masih sempat…? “H-Hay—AAAAAAH,” dia menjerit kencang, mengisak pada bagian perut yang dicucuk kesekian kali, menangis tersedu-sedu kini. Memanggil satu nama yang paling awal melintas di kepalanya, “HAYMIIIIITCH!” seruannya bercampur dengan jerit-jerit yang semakin meredup, bercampur dengan sedu-sedan. Dia menangis, menutup lukanya, memanggil Haymitch Abernathy terus-menerus. Dia tidak mau pergi tanpa dilepas. |
|
![]() |
|
|
| Haymitch Abernathy | Saturday Jul 6 2013, 07:15 PM Post #10 | |
![]()
Pemenang Hunger Games ke 50
|
DISTRIK 12 HP: 32 // OFFROLL 2 pisau & 2 pedang Sang adam mengangguk dan hanya menatap hampa punggung sang dara. Akhirnya mereka mencapai titik ini; dimana mulutnya yang terpaksa dikunci rapat demi kebaikan bersama dan gadis Donner itu terus menerus bertanya dan mengeluh meminta hal lain. Yang sayangnya tak bisa Haymitch jelaskan semua alasan dibalik tindakannya. Kilatan pada benda di bawah sana masih ia terka apa fungsinya. Pada akhirnya, dia berjongkok dan meraih satu kerikil kemudian dengan iseng melemparkannya ke bawah sana. Tentu seharusnya jatuh. Berkelotakan dengan dinding tebing. Dengan segala harapan, ia menunggu beberapa detik. Tidak ada yang aneh. Tebing itu tetaplah seperti seharusnya. Maka dari itulah, sang adam memilih untuk berdiri dan mengabaikannya. Rupanya Capitol jauh dari ekspektasinya—namun, ada bunyi desing dari dalam sana yang membuat Haymitch kembali berbalik dan menatap takjub apa yang baru dilihatnya. Kerikil yang ia lempar ke bawah sana kembali lagi ke atas tanah dimana kaki sang pemuda berpijak. Benar-benar kembali. Namun, Haymitch tetaplah Haymitch. Pun ia sama sekali tak percaya dengan yang namanya kebetulan, namun untuk hal aneh seperti ini, mungkin saja yang baru saja terjadi pada kerikil itu hanya kebetulan—dan ini terdengar sangat menggelikan. Kembali, ia meraih satu kerikil lain dan menjatuhkannya ke dalam sana. Berkelotakan wajar dan beberapa detik berlalu; desing itu dan kerikil itu kembali pada peserta dari Dua Belas. Ada seringai kepuasan yang tercetak di wajah Abernathy muda. “HAYMIIIIITCH!” Menoleh, mengerjap, dan ia hanya bisa berlari dengan mengabaikan egonya sendiri. Pemuda Abernathy itu berbalik dan menghampiri suara yang memanggil namanya. Meski seharusnya ia tak peduli karena gadis itu yang meminta keduanya untuk berpisah dan memutuskan sekutu yang sang adam tawarkan, tetapi kaki-kakinya masih tak mau berhenti. Beberapa kali tersandung hingga di satu bukaan. Dengan sigap, ia meraih pedangnya dan menghalau burung-burung berwarna merah itu. Abu badainya menyalang marah. Capitol masih sama brengseknya. Setelah beberapa momen dan merah muda memuakkan itu menghilang dari pandangannya, Haymitch berlutut di samping sang dara. Maniknya memerhatikan bagaimana dara itu kemudian berusaha menyuarakan pintanya namun sia-sia. Pandangan itu kosong. Maysilee Donner telah berpulang. Tak akan ada lagi biru yang akan memandang balik ke maniknya. Tak ada lagi anomali itu. Pesan-pesan yang mungkin akan dibawa pulang untuk keluarga Donner pun pupus; hilang begitu saja. Ada mendung yang kemudian memayunginya. Kepergian Maysilee begitu membuatnya terkejut sehingga ia melupakan hal penting berikutnya. Dua yang tersisa, semakin dekat dengan rumah. Artinya, tinggal ia dan Satu. Dan pilihannya hanya dua: diburu atau memburu. Pada detik ini, Haymitch memilih yang pertama. Untuk Maysilee dan distriknya. Where the hell are you, Flavea Vorfreude? |
|
![]() |
|
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | ||
![]() Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today. Learn More · Register Now |
|
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Hunger Games 50 · Next Topic » |
- Pages:
- 1
- 2










9:32 PM Jul 11